14 August 2016

Angin Lilus (Puting Beliung) Bawa Ribuan Genteng Di Kusamba

Balai banjar Sangging, Kusamba, yang atapnya rusak akibat angin puting beliung

Balibangol news, KLUNGKUNG,- Warga Kusamba, Klungkung, Minggu (14/08/2016) diliputi ketakutan yang luar biasa. Angin ngelinus yang membawa ribuan genteng dari atap rumah warga terbang di sekitar pemukiman mereka. Untungnya, bencana angin putih beliung yang terparah sejak 10 tahun lalu itu tak sampai memakan korban jiwa.

Menurut keterangan warga, sekitar Pukul 07.45 WITA hujan turun dengan derasnya. Suara ngussss...mereka dengar begitu keras. "Saya tidak berani keluar, di dalam rumah saja," kata Wayan Adi, salah satu warga. Apalagi, suasana makin mencekam ketika genteng berjatuhan dari atap rumah. "Takut kena kepala, karena rumah saya tidak ada plafonnya," sebut dia.

Untungnya, angin puting beliung itu berlalu begitu cepat. Usai kejadian tak beberapa lama Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta datang ke lokasi dan meminta aparat desa mendata kerusakan. Bupati berjanji, pemkab akan membantu warga memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat ngelinus.

Sumber, semetonnews.com

11 August 2016

Diserang Kelompok Bercadar, 3 Siswa SMP Dilarikan Ke Rumah Sakit

Foto-Ilustrasi


Balibangol news, DENPASAR,- Salah satu korban penyerangan, Ngurah Bagus Rama Wijaya, kemarin jalani tindakan operasi di RS Sanglah korban Ditebas dan Ditembaki Saat Makan di Depan Alfa Mart

Tiga siswa SMP dilarikan ke rumah sakit karena jadi korban penyerangan oleh belasan pria bercadar di depan Alfa Mart Jalan Gatot Subroto Barat wilayah Kelurahan Ke-robokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Rabu (10/8) dinihari. Para korban rata-rata ditebas dengan pedang, lalu ditembaki.

Ketiga siswa yang jadi korban penyerangan kelompok pria bercadar, Rabu dinihari sekitar pukul 02.00 Wita, masing-masing I Putu Krisna Adinata, 13 (luka tebas di tangan kiri, terkena tembakan di leher dan bahu), Ngurah Bagus Rama Wijaya, 14 (luka robek di bahu kanan hingga patah tulang), dan I Komang Adi, 14 (luka robek di kepala belakang).

Informasi di lapangan, ketiga korban bersama dua rekannya lagi sedang asyik nongkrong sambil makan di lokasi, ketika tiba-tiba diserang belasan pria bercadar. Tidak jelas, siapa yang menyerang dan apa motifnya. Yang jelas, penyerang berjumlah belasan orang, naik sepeda motor dengan mengenakan cadar. Tanpa ba bi bu, komplotan pria bercadar turun dari motornya, lalu menyerang menggunakan pisau. Tak cukup hanya menyerang dengan senjata tajam, tapi pelaku juga menembaki korban dengan senapan.

Melihat tiga korban ambruk bersimbah darah, komplotan pelaku bercadar langsung kabur dari lokasi. Sedangkan rekan-rekan korban yang sebelumnya sempat lari kocar-kacir menyelamatkan diri, balik untuk mengevakuasi mereka yang terluka ke rumah sakit.


Korban Putu Krisna Adinata, siswa SMP yang tinggal di Jalan Buana Raya Desa Padang Sambian Tengah, Kecamatan Denpasar Barat menderika luka cukup serius. Remaja berusia 13 tahun ini mengalami luka tebas di lengan kiri, serta luka tembak di bahu kiri dan leher. Korban Krisna Adinata pun dilarikan ke RS Sanglah, Denpasar. Demikian pula korban Ngurah Bagus Rama Wijaya dan Komang Adi. Korban Bagus Rama Wijaya bahkan harus menjalani operasi di RS Sanglah, Rabu siang pukul 14.00 Wita.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol Heri Supriawan, menyatakan pihaknya sudah menerima laporan adanya penyerangan kelompok pria bercadar ini. Laporan ke polisi dilakukan ayah korban Krisna Adinata, yakni I Nyoman Kaler, 36, Rabu siang sekitar pukul 14.00 Wita. Tim Unit Reskrim Polsek Kuta Utara pun langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.

Selain itu, kata Kapolsek Heri Supriawan, pihaknya juga memeriksa rekaman CCTV yang ada di seputar lokasi TKP. Sedangkan saksi korban yang sudah diperiksa polisi, antara lain, Putu Ngurah Bagus Rama Wijaya. Dari hasil pemeriksaan, remaja yang tinggal di Jalan Cokrominoto Gang Bangau Denpasar ini mengaku diserang ketika hendak pulang usai makan di TKP. “Saksi ini (Rama Wijaya) masih shock atas insiden penyerangan itu,” ujar Kapolsek Heri Supriawan saat dikonfirmasi NusaBali, Rabu petang.


Sementara itu, ayah korban Krisna Adinata, Nyoman Kaler, mengatakan putranya semula pamit keluar rumah untuk beli nasi di Jalan Gatot Subroto Barat Denpasar, dengan naik motor Vario. Sekitar pukul 02.00 Wita, anaknya diserang oleh kelompok pria bercadar.

”Anak saya ambruk bersimbah darah karena ditebas dengan pedang dan ditembak menggunakan senjata api,” cerita Nyoman Kaler. "Anak saya untungnya masih bisa pulang, tapi dalam keadaan luka parah. Saya langsung bawa IGD RS Sanglah,” tutur Nyoman Kaler. Setelah mendapatkan perawatan, korban Krisna Adinata akhirnya dibolehkan pulang dari RS Sanglah, kemarin sore pukul 16.30 Wita.

Ditemui NusaBali secara terpisah di RS Sanglah kemarin, ayah dari korban Bagus Rama Wijaya, yakni I Wayan Wasista, 42, mengatakan putra sulungnya sudah menjalani tindakan di ruang Operasi Kecil (OK) RS Sanglah. Bagus Rama Wijaya mengalami luka robek cukup parah di bahu dan lengan kanan, hingga harus dipasangi pen. "Selain luka robek, anak saya juga patah tulang lengan,” cerita Wayan Wasista sembari menyebut putranya yang duduk di Kelas II SMPN 3 Denpasar ini awalnya pamit keluar rumah, Rabu dinihari, untuk beli makan.

Sumber, nusabali.com


9 August 2016

Meriahkan HUT RI ke 71, Gerak Jalan Tingkat SD Meriah Didepan Kantor Bupati Bangli


Balibangol news, BANGLI,- Sudah menjadi tradisi saat menyabut HUT RI dimeriahkan dengan berbagai lomba dan salah satunya adalah Gerak Jalan yang Melibatkan Anak-anak SD pada senin(8/8) dan akan dilanjutkan dengan tingkat SMP dan SMA pada hari berikutnya di Bangli.

Sebanyak 44 regu gerak jalan murid-murid SD di Bangli, mengikuti lomba gerak jalan memeriahkan HUT ke–71 RI, Senin (8/8). Lomba mulai pukul 14.00 Wita, start dari Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai di depan Kantor Bupati Bangli, ke utara hingga di lampu lalu lintas di pertigaan Banjar Kawan. Terus ke kanan ke Jalan Kusumayuda, sampai di Catus Pata (ujung Jalan Nusantara) ke selatan menuju Jalan Merdeka, hingga di pertigaan Patung Adipura, ke kanan menuju utara Jalan Ngurah Rai finish di Lapangan Kapten Anom Mudita.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bangli Cokorda Bagus Gaya Dirga, menjelaskan, gerak jalan SD merupakan salah satu agenda rutin HUT Kemerdekaan RI. “Besok (Selasa hari ini) untuk SMP, sehari berikutnya SMA/SMK,” jelas Cok Bagus Dirga. Selain memperkuat suasana 17 Agustusan, lomba gerak jalan menjadi salah satu media edukasi dan hiburan. “Edukasinya, anak-anak  diajar bagaimana belajar keterampilan baris berbaris. Dan hiburannya jelas, dengan keramaian ini,” tambahnya.

Dari pantauan, warga kota Bangli memadati sekitar Lapangan Umum Kapten Mudita di sekitar lokasi start di depan panggung kehormatan. Lomba dibuka Wabup Sang Nyoman Sedana Arta disaksikan unsur Muspida Bangli. (Sumber)

Hardtop Terbakar di Sanur Akibat Konsleting


Balibangol news, DENPASAR,- Sebuah mobil Hardtop warna coklat terbakar, Senin (8/8/2016) saat terparkir di garasi rumah Jalan Danau Poso, Denpasar, sekitar pukul 16.58 WITA. Untungnya berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran, api dengan segera bisa dipadamkan.

Berdasar data Pusdalops BPBD Kota Denpasar, berdasar informasi warga ada kebakaran sebuah mobil Hardtop di rumah Jalan Danau Poso No 28, Sanur, Denpasar.

Mobil pemadam kebakaran Pos Juanda langsung menuju tempat kejadian perkara. Di kediaman I Kadek Ari Putra Rudana,41, di dapati kap mobil sudah terbakar. Dengan sigap petugas pemadam mendorong mobil itu menjauh dari rumah korban untuk melokalisir kebakaran. Tak beberapa lama, api berhasil dipadamkan dalam kebakaran yang dipicu korsleting di bagian mesin mobil.

Sumber, semetonnews.com

7 August 2016

Lagi, Maling Motor Di Kintamani


Balibangol news, BANGLI,– Lagi-lagi kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) terjadi di wilayah hukum Polsek Kintamani, Bangli. Kali ini, kasus pencurian menimpa korban, Ni Made Darmiwati (23), asal desa Dausa, Kintamani.


Sesuai informasi yang berhasil dihimpum di lapangan, Minggu (07/08/2016), waktu kejadian diketahui hari Sabtu  6 Agustus 2016, sekitar pukul 20.00 wita dan dilaporkan ke Polsek Kintamani pukul 21.00 wita. Saat kejadian, sepeda motor Honda Vario No Pol DK 8420 UW, warna hitam strip biru, tahun/cc : 2012/110cc, nomor rangka: MH1JF8119CK626237, nomor mesin: JF81E-1623537,korban diparkir di depan warungnya, yang berada di pinggir jalan raya Kintamani – Singaraja, tepatnya di desa Dausa.

Apesnya saat kejadian, STNK-nya disimpan dibawah sadel/jok. Kronologis kejadian, bermula saat a korban memarkir sepeda motornya didepan warungnya. Selanjutnya korban masuk dalam warung yang saat itu dalam keadaan tutup. Berselang sejam kemudian, pukul 20.00wita korban bermaksud mengambil dan  memasukkan sepeda motornya kedalam rumah /warung. Korban pun kaget, karena sepeda motor kesayangannya telah raib dari tempatnya. Akibat kejadian itu, diperkirakan korban mengalami kerugian sekitar Rp. 11.000.000.

Tindak lanjut dari itu, korban pun akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kintamani. Secara terpisah, Kapolsek Kintamani, Kompol. I Komang Tresna Arbawa Manik saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut. Pihaknya juga mengaku telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. “Kasusnya masih dalam lidik,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, kasus pencurian sepeda motor di Kintamani benar-benar telah membuat warga resah. Pasalnya, dalam hitungan sepekan, tercatat sebanyak empat sepeda motor di TKP yang berbeda telah disatroni maling. Rata-rata, korban kehilangan sepeda motornya setelah diparkir sembarangan di luar rumah atau warung. Parahnya, hingga saat ini belum ada satu pun kasus yang terungkap.

Kasus curanmor awalnya terjadi pada Sabtu (30/07/2016) lalu. Saat itu, dua orang korban secara beruntun melaporkan kasus curanmor yang menimpanya. Yakni, I Wayan Sridana ( 14), seoarang pelajar  asal Banjar Sangker, Desa Mengening, Kubutambahan, Singaraja yang kehilangan sepeda motor jenis Yamaha Jupiter Z  Nopol DK 2670 UB yang diparkir di  parkiran pribadi dekat  sekolah di banjar Bayun, Kembang  Sari, Desa Satra, Kintamani.

Pada hari yang sama, kasus kehilangan sepeda motor juga dialami I Nengah Merada (41) asal banjar Masem Dwi Tirta , Desa  Batur Selatan, Kintamani.  Korban kehilangan sepeda motor jenis  Yamaha Zupiter Z Nopol DK 4364 D saat diparkir  di parkiran Tunon, Desa Batur Selatan, Kintamani sekitar pukul 07.00  wita.

Lebih lanjut, berselang dua hari kemudian, giliran sepeda motor jenis Honda Vario Nopol DK 7372 PA milik I Nyoman Adnyana (42) asal Banjar Tanah Daha,  Desa Sukawana, yang diparkir didekat warungnya juga raib tanpa jejak, pada hari Senin (01/08) sekitar pukul 22.00 wita saat akan menutup warungnya.

sumber,http://suaradewata.com

6 August 2016

Bali United Berharap Curi Poin Di Markas Singo Edan


Balibangol news, BERITA BOLA, – Meski realitanya akan sulit bisa mengalahkan Arema Cronus Malang di markasnya, namun skuad Bali United memiliki asa atau harapan tinggi bisa mencuri poin di markas klub berjuluk ‘Singo Edan’. Keduanya bakal duel di pekan 14 kompetisi ISC A 2016, di stadion Kanjuruhan Malang Minggu (7/8/2016).

“Tidak ada tim kuat yang tidak bisa kalah di dunia sepakbola begitu juga Arema Cronus. Kami memiliki asa tinggi untuk bisa melakukan itu meski berat. Setidaknya kalau tidak seperti itu ya paling tidak mencuri poin satu,” tutur asisten pelatih Bali United Eko Purdjianto, Jumat (5/8/2016).

Meski memiliki asa tinggi tapi pihaknya tak memungkiri jika pelaung itu cukup berat. Sudah menjadi tradisi jika Arema Cronus tak ingin kalah atau bermain seri di depan publiknya sendiri.

“Selain itu Arema Cronus duafh pasti akan menurunkan pemain-pemain terbaiknya dengan formasi yang bagus. Mereka sudah pasti ingin memberikan tontonan menarik kepada pendukungnya dengan hasil menang,” tambah Eko Purdjianto.

Meski demikian pasukan ‘Serdadu Tridatu’ yang pemainnya banyak dibekap cedera, kemungkinan besar akan mengandalkan pemain barunya asal Persib Bandung, Abdul Rahman Sulaiman.

“Semoga para pemain belakang nanti ketika memang benar Abdul Rahman diturunkan, akan memberikan suntikan motivasi dan kekuatan di lini belakang. Dengan demikian mampu meredam serangan lawan,” tutup Eko Purdjianto.

Sumber, semetonnews.com

5 August 2016

Manfaatkan Bambu Untuk Pipa Hidroponik

Pipa Hidroponik Dari Bambu

Balibangol news, PERTANIAN,- Belakangan ini caraberkebun dengan hidroponik cukup digandrungi namun mesti memerlukan biaya yang tidak sedikit karena biaya pembelian pipa yang lumayan.

Nah kali ini kita bisa memanfaatkan Bambu sebagai pengganti Pipa bambu tumbuh banyak disekitar kita jadi tinggal tebang dan bikin.

Bambu yang bagus kualitasnya bersifat kedap air, sehingga bisa dijadikan penampung cairan nutrisi hidroponik. Jika tidak tersedia bambu yang masih baru, bisa digunakan bambu-bambu bekas. Berikut ini cara pembuatan perangkat hidroponik dari bambu bekas.

Alat dan bahan yang dibutuhkan.

1. Batang bambu bekas yang masih utuh.

2. Gergaji

3. Parang

4. Palu dan Paku

5. Lembaran plastik panjang

6. Netpot (Gelas plastik atau botol aqua)

7. Solder listrik

8. Tali Kawat jika diperlukan



Langkah pembuatan

-Siapkan batang-batang bambu, tidak jadi soal meskipun bambunya sudah pecah-pecah. Potong beberapa batang bambu dengan ukuran panjang yang sama. Sesuaikan dengan panjang area yang digunakan menempatkan kit hidroponik nantinya.



-Buka sisi bambu bagian atas selebar netpot yang hendak dipakai. Bukaan ini nantinya untuk tempat dudukan netpot. Caranya gergaji dari sisi-sisi tepi ujung bambu secara sejajar. Lebarnya disesuaikan dengan lebar netpot yang hendak dipakai. Bambu yang ada di antara dua potongan gergaji ini kemudian dibuang, gunakan kepala parang yang dipukul-pukul dengan martil.



-Setelah terbuka, haluskan sisa-sisa potongan bambu, agar bagian yang tajam menjadi halus dan tidak melukai tangan. Ruas-ruas bambu yang tersisa di dalam tabung dihilangkan. Cuci pipa bambu agar bersih dengan digosok-gosok bagian luar dan bagian dalamnya, setelah itu keringkan.



-Lapisi permukaan tabung bambu dengan plastik. Plastik ini berfungsi untuk menahan cairan hidroponik agar tidak merembes keluar melalui dinding pipa bambu yang sudah pecah-pecah. Agar halus, bisa dibantu dengan tempelan lakban atau isolasi.

-Buat kerangka atau meja dudukan tanpa tutup, untuk menempatkan pipa-pipa bambu yang telah dibuat. Pipa bambu dapat dipaku ke tempat dudukan, atau cukup diikat dengan tali kawat.

-Buat atap dari lembaran plastik putih transparan, agar air hujan tidak masuk membasahi tanaman hidroponik nantinya. Kemiringan dibuat sekitar 30 derajad agar aliran air hujan lancar. Atap yang terlalu landai akan menyebabkan air hujan tergenang di atap plastik, terutama jika atap dibuat dari lembaran plastik yang tipis.



-Langkah berikutnya adalah penanaman bibit di dalam netpot. Lakukan seperti biasa. Netpot-netpot ini kemudian ditempatkan ke dalam pipa-pipa bambu.

Jika pipa bambu yang digunakan masih baru, maka dapat diperlakukan seperti membuat kit hidroponik dari pipa PVC. Untuk sambungan antar bambu agar saling terhubung bisa digunakan karpet plastik yang digulung atau ban dalam bekas dari sepeda motor.


Kelemahan Pipa bambu Terbuka

Karena menggunakan pipa terbuka, penguapan cairan nutrisi berlangsung lebih cepat dibandingkan pipa tertutup. Lumut-lumut hijau halus tumbuh pada bagian dalam tabung. Solusinya bisa diusahakan tutup yang dapat dibuat dari karpet plastik atau sterofoam. Tutup dipotong sesuai panjang dan lebar dari tabung bambu dan dibuat lubang-lubang untuk penempatan netpot.(wi/bb)

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...