30 December 2016

7 Orang Positif Narkoba, Saat Razia Di Sejumlah Hiburan Malam


Balibangolnews, DENPASAR, - Jelang Tahun Baru, petugas gabungan dan BNN Bali mensweeping tempat-tempat hiburan malam di kawasan Denpasar dan Badung, pada Jumat (30/12/2016) dini hari. Hasilnya, ada 7 orang teridentifikasi positif narkoba.

Sweeping yang dipimpin Dir Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Arief Ramdhani, kali ini bertujuan agar situasi kondisi pada perayaan tahun baru bisa aman dan nyaman.

Menurutnya, saat ini ada 33 orang terjaring dan 7 orang positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ekstasi. Dia menjelaskan, pertama di club malam Akasaka ada dua orang, kemudian Boshe 1 orang, dan empat orang positif narkoba di hiburan malam Deejee.

"Sweeping ini agar pada malam tahun baru nanti bersih, Ada 33 orang yang dites urine, dan tujuh orang hasilnya positif," ujarnya.

Selanjutnya untuk orang yang positif,  akan diserahkan kepada BNN untuk direhabilitasi. Kombes Pol Arief menegaskan akan terus memberantas  peredaran narkoba.

Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNNP Bali, AKBP Ketut Artha menjelaskan, setelah diketahui positif narkoba mereka akan dilakukan assesment dan direhabilitasi.

"Selanjutnya mereka akan kita rehabilitasi," jawabnya singkat.

Sumber,-suaradewata.com

28 December 2016

Diserang Ribuan Lebah Hutan, Satu Petani Meninggal Dua Dirawat di Puskesmas


Balibangolnews, KARANGASEM, -Ribuan lebah hutan tiba-tiba menyerang petani d‎I Desa Amertha Buana, Kecamatan Selat, Karangasem, Rabu (28/12/2016), akibat kejadian itu satu orang petani tewas sementara dua orang lainnya dirawat di Puskesmas Selat.

Dari laporan yang dihimpun menyebutkan, serangan ribuan lebah hutan atau warga sekitar menyebutnya Nyang-nyag dengdeng ai, terjadi sekitar pukul 11.30 wita. Saat itu salah satu petani yakni I Wayan Seden (70) tengah asyik membersihkan tanaman pengganggu di kebun cabai miliknya. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba ribuan lebah hutan menyerang petani itu hingga korban terjungkal dan mengerang kesakitan akibat sengatan ribuan lebah itu.

Saat itu korban sempat berteriak minta tolong. Saksi I Made Samba yang juga saat itu berada di sawah dekat korban langsung berlari hendak menolong korban. Sayangnya ribuan lebah beracun itu malah mengejar dan menggigit Samba. Saksi berlarian minta tolong dan dilihat oleh rekannya Nengah Ngembeng yang langsung berusaha menolong menghalau serangan lebah itu. Pun demikian Ngembeng juga ikut diserang ribuan lebah. Hanya saja saat itu Ngembeng cepat menceburkan diri kedalam lumpur di pematang sawah sehingga dia selamat.

Beberapa saat setelah kejadian itu masyarakat desa setempat datang untuk menolong dan membawa ketiga korban ke Puskesmas Selat. Sayangnya satu korban yakni Wayan Seden nyawanya tak terselamatkan. Seden tewas dilokasi kejadian dengan ribuan jarum sungut lebah yang masih menempel ditubuhnya.

"Korban dari Banjar Dinas Tihingan, semuanya mengalami shock karena gigitan lebah hutan," dr Ketut Sudiarta, dokter jaga Puskesmas. Sementara korban Wayan Seden tiba di Puskesmas sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dokter menjelaskan jika dampak sengatan lebah beracun itu seperti alergi obat, yakni gatal dan panas akibat membesarnya pembuluh darah.

Terkait serangan lebah ini, Kapolsek Selat AKP Made Suartawan, menghimbau agar masyarakat waspada "Kemungkinan kawanan lebah hutan ini sedang bermigrasi, mereka menyerang karena merasa terusik," tegas Kapolsek.

Sumber,-suaradewata.com

 

27 December 2016

Jelang Tahun Baru, Polisi Amankan Bom Sepritus


Balibangolnews, KLUNGKUNG, - Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,  Polres Klungkung gencar melaksanakan razia meriam rakitan yang terbuat dari pipa paralon atau dari kaleng, yang selama ini ramai digunakan anak-anak pada saat menjelang tahun baru.

Selama pelaksanaan razia sampai saat ini Polres Klungkung telah mengamankan puluhan meriam rakitan, ungkap AKP Cok Puspagana Kasat Sabara Polres Klungkung, usai melakukan patrol  (27/12/2016). Pelaksanaan razia dilakukan sewaktu-waktu oleh Personil Polres Klungkung dan Polsek jajaran.

Selain memberikan teguran kepada penggunanya, Personil Polres Klungkung juga mengamankan meriam rakitan tersebut untuk dimusnahkan.

Lanjutnya, meriam rakitan ini merupakan meriam yang terbuat dari pipa paralon atau kaleng bekas dan dibunyikan dengan cara mengisi cairan spritus diujung pipa yang terpasang pematik api, jika pematik ditekan, maka meriam kaleng tersebut akan mengeluarkan suara dentuman sesuai dengan besar dan panjangnya meriam tersebut, ukurannya dapat dibuat sedemikian rupa, hingga mengeluarkan dentuman yang menggelegar.

Para pengguna meriam rakitan ini sudah sangat mengganggu kenyamanan dan sangat berbahaya bagi penggunanya karena menggunakan bahan peledak yang mudah terbakar yaitu spritus dan bagi orang yang mempunyai sakit jantung.

Sumber,, suaradewata.com

19 December 2016

Main Mercon, Tangan Bocah 8 Tahun Terpisah Dari Tubuh Di Kintamani


Balibangolnews, KEJADIAN,- Peristiwa nahas dialami Mangun bocah delapan tahun asal banjar Balingkang, Desa Songan, Kintamani, Bangli.
Tangan kanannya hancur setelah terkena letusan petasan yang dinyalakannya, Minggu (18/12/2016) siang di rumahnya.
Pasca kejadian korban yang sebelumnya dirawat di rumah sakit di  Gianyar terpaksa dirujuk ke RSUP Sanglah pada pukul 18.00 Wita karena luka yang dideritanya cukup parah.
"Kejadiannya siang hari, pas main petasan di depan rumah. Sewaktu lihat televisi, tiba-tiba ada bunyi letusan dan suara mengaduh kesakitan," ucap Jero Renon saat ditemui di IGD RSUP Sanglah, Senin (19/12/2016).
Renon menuturkan, saat melihat keluar ia pun kaget karena pergelangan tangan kanan siswa yang masih duduk dibangku kelas dua SD itu telah terpisah dari tubuhnya.
Selain itu, tubuh Mangun terutama pada bagian pergelangan tangan pun berlumuran darah.
Sang bocah juga merintih kesakitan menahan sakit.
"Saya kaget pas saya lihat pergelangan tangannya putus terlempar sejauh 15 meter," ujarnya sedih.
Sebelumnya korban diketahui usai membeli petasan sebesar sosis yang ia beli dari warung dekat rumahnya.
Ia tak menyangka, petasan yang dibeli keponakannya tersebut justru meledak dan merenggut tangan kanan korban.
"Kejadiannya cepat sekali," tuturnya singkat.
Saat ini korban yang mendapatkan perawatan intensif, langsung ditangani oleh tim medis untuk Di Operasi. ( sumber )

18 December 2016

Riedl, Tentang Kekalahan Indonesia


Balibangolnews, BERITA BOLA,- Indonesia untuk kelima kalinya gagal di final Piala AFF, setelah takluk 0-2 dari Thailand pada laga leg kedua final Piala AFF 2016, Sabtu 17 Desember 2016. Bermodalkan kemenangan 2-1 di leg pertama, skuat Alfred Riedl harus puas menjadi runner up dengan agregat 2-3.

"Anak-anak kelelahan setelah bermain lebih menyerang di babak kedua. Kami sulit membongkar pertahanan Thailand. Ketika Anda harus bangkit dari angka nol, sulit bermain untuk menciptakan serangan yang bagus demi mendapat peluang," kata Riedl usai pertandingan.

Pelatih timnas Indonesia asal Austria, itu menambahkan skuatnya lebih banyak ditekan pada babak pertama. "Tapi, Thailand tidak benar-benar mendapat kesempatan di babak pertama. Gol pertama Thailand beruntung. Di babak kedua, sayangnya kami kebobolan cepat," ujarnya.


Riedl mengatakan tidak tahu bagaimana masa depannya sebagai pelatih, setelah gagal memberikan gelar juara. "Semua tergantung kepada federasi. Tapi, akan menarik bagi saya bila bisa membangun tim yang lebih tangguh, untuk menantang Thailand dalam beberapa tahun ke depan," kata Riedl.

Unggul 2-1 dari leg pertama, Indonesia tampak bermain sangat bertahan di babak pertama. Thailand yang hanya butuh satu gol, terus berusaha menekan dan akhirnya mampu membobol gawang Kurnia Meiga pada menit 37 melalui Sirod Chattong.

Di babak kedua, Thailand sukses menggandakan keunggulan dengan gol cepat. Belum satu menit laga berjalan, Sirod kembali mencatatkan namanya di papan skor, memanfaatkan umpan dari Chanathip Songkrasin. Indonesia kemudian berusaha bermain menyerang, tapi gagal mencetak satu pun gol balasan.

Sumber, © VIVA.co.id

14 December 2016

Hore Timnas Menang, Indonesia vs Thailand ( 2-1 )


Balibangolnews, BERITA BOLA,-Sampai ke Plosok Desa Teriakan Timnas Menang hari ini terdengar, pasalnya kemenangan ini sangat diharapkan oleh masyarakat Indonesia dan merupakan akan menjadi modal nantinya di pertandingan final leg ke 2 final Piala AFF 2016.

Leg pertama antara Timnas Indonesia vs Thailand telah digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu tanggal 14 Desember dan berakhir dengan skor 2-1. Inilah laporan pertandingan final AFF Suzuki Cup 2016 leg 1 yang dimenangkan oleh tuan rumah timnas senior Indonesia.

Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, menurunkan susunan pemain yang nyaris saat menyingkirkan Vietnam di semifinal leg kedua lalu. Lagi-lagi tidak ada nama Evan Dimas di starter yang posisinya kembali digantikan oleh Manahati Lestusen yang didapuk sebagai gelandang bertahan mendampingi Bayu Pradana.

Menghadapi Thailand yang berstatus sebagai juara bertahan, Indonesia tampil lebih berani ketimbang pertandingan sebelumnya. Sayang, laga baru berjalan 20 menit, Andik Vermansah sudah harus ditarik keluar karena mengalami cedera dan posisinya digantikan oleh Zulham Zamrun.

Menit 33, tim tamu membuat 30 ribu penonton yang memerahkan Stadion Pakansari terhenyak saat Teerasil Dangda berhasil membobol gawang Kurnia Meiga. Berawal dari umpan lambung Theerathon Bunmathan dari sisi kanan Indonesia, sundulan Teerasil Dangda membawa Thailand unggul 0-1 hingga babak pertama usai.

Di awal babak kedua, tuan rumah masih sering tertekan oleh serangan Thailand yang dibangun dengan cepat dan sangat baik. Namun, kesalahan salah satu pemain tim tamu berakibat fatal pada menit 65. Rizky Pora yang mendapatkan bola beraksi sebentar sebelum melepaskan tendangan keras dan membentur bek Thailand sebelum masuk ke gawang. Gol! Skor 1-1.

Usai gol penyama kedudukan, Indonesia semakin percaya diri. Menit 69, Zulham Zamrun sempat mendapatkan kesempatan emas tapi bola masih sedikit melenceng. Akhirnya stadion bergemuruh semenit berselang setelah tandukan Hansamu Yama Pranata dari skema sepak pojok menjebol gawang Thailand. Skor akhir laga ini adalah 2-1 untuk kemenangan Timnas Indonesia.(sumber)

Fakta Unik Mengiringi Duel Panas Timnas Indonesia Vs Thailand


Balibangolnews, BERITA BOLA, - Timnas Indonesia bakal menjajal kekuatan Thailand pada laga puncak Piala AFF 2016. Pertandingan ini merupakan final ke-11 turnamen yang mempertemukan negara-negara kawasan Asia Tenggara. Kedua tim bakal bersua pada 14 dan 17 Desember 2016.

Perjalanan Timnas Indonesia lolos ke partai puncak amat dramatis. Tim asuhan Alfred Riedl, hanya menggelar persiapan selama dua bulan, setelah FIFA secara resmi mencabut sanksi kepada PSSI pada bulan Mei 2016 lalu.


Sudah setahun lebih Tim Merah-Putih tidak berlaga di persaingan internasional. Jelang Piala AFF 2016, Boaz Solossa dkk. hanya sempat empat kali menjalani uji coba. Itupun melawan negara-negara sesama Asia Tenggara macam Vietnam (2 kali), Malaysia, dan Myanmar.

Dan benar saja datang ke Filipina dengan kondisi serbaminimalis Timnas Indonesia terseok-seok menjalani penyisihan Grup A. Pada pertandingan perdana Tim Garuda kalah telak 2-4. Selanjutnya hanya bisa bermain imbang melawan tuan rumah Filipina 2-2.

Indonesia akhirnya lolos dari kepungan penyisihan setelah menang 2-1 kontra Singapura. Begitu memasuki babak semifinal, perlawanan keras didapat Timnas Indonesia dari Vietnam.

Menang pada duel leg pertama dengan 2-1 di Stadion Pakansari, Bogor, Andik Vermansah dkk. juga kalah dengan skor serupa di markas lawan Stadion My Dinh, Hanoi. Pertandingan harus dilanjutkan perpanjangan waktu.

Manahati Lestusen jadi pahlawan setelah sukses menjebol gawang Tim Negeri Paman Ho lewat tendangan penalti. Timnas Indonesia menikmati keuntungan tendangan 12 pas setelah striker, Ferdinand Sinaga, ditekel keras oleh kiper Vietnam di area kotak penalti. Skor 2-2 menutup pertandingan.

Di sisi lain, Thailand yang berstatus sebagai juara bertahan langkahnya terhitung mulus. Setelah menggasak Timnas Indonesia, tim asuhan Kiatisuk Senamuang secara beruntun mengalahkan Singapura 1-0 dan Filipina 1-0.

Memasuki fase semifinal Thailand makin tidak terbendung. Tim Gajah Putih menang telak 2-0 di kandang Myanmar. Berikutnya saat menjamu kubu lawan di Bangkok, Thailand menang 4-0.

Duel Timnas Indonesia kontra Thailand terhitung klasik di kawasan Asia Tenggara. Kedua negara selama ini dianggap mewakili dua kutup kekuatan sepak bola kawasan ini. Bola.com merangkum fakta-fakta unik menyangkut kedua tim. Ada baiknya Anda perlu tahu, agar bisa meresapi rivalitas panas antara Tim Merah-Putih dengan Tim Gajah Putih.

Sumber,-bola.com




Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...