12 February 2015

Idy Chan Alias Bibi Lung-nya Yoko, Apa Kabar Kini?

Idy Chan Alias Bibi Lung-nya Yoko, Apa Kabar Kini?

chanyuklinonline.com
Kalau dengar nama serial Return of the Condor Heroes pasti langsung ingat sama karakter Yoko yang diperankan sama Andy Lau.
Pastinya ingat juga dong sama karakter Bibi Lung, guru dan cinta sejatinya Yoko. Karakter wanita lembut tapi cerdas itu dulu diperankan oleh aktris Idy Chan. Gimana kabar Idy Chan sekarang? Yuk lihat galeri foto-foto cantiknya!




Aduh, Pembunuhan Cewek Cafe Ternyata Gara-gara SMS-an

Aduh, Pembunuhan Cewek Cafe Ternyata Gara-gara SMS-an 

BY PUTU EKA JAYA ON 12-02-2015.           HUKUM, KRIMINAL

DENPASAR, SuaraBali.com- Polsek Denpasar Selatan (Densel) melakukan reka ulang atau rekontruksi pembunuhan cewek cafe Windy Palela, di tempat kejadian di jalan Tukad Yeh Aya, Renon, Denpasar, Kamis, 12 Februari 2015. ‪Kapolsek Densel, Kompol Nanang Prihasmoko mengatakan, bahwa dilakukannya rekonstruksi atau reka ulang untuk menyamakan kejadian saat tersangka (Agus Munir) melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya (Windy Pelala) tersebut. ‪”Kami lakukan rekontruksi kejadian ini untuk menyamakan adegan dengan keterangan tersangka apakah sudah sesuai dengan apa yang dikatakan tersangka atau tidak,”jelasnya di TKP. ‪Rekontruksi ini dimulai adegan pertama yang saat itu Agus datang, hingga tersangka memukul korban. ‪Agus tega membunuh Windy karena cemburu, saat hendak bercinta korban SMS-an dengan laki-laki sehingga membuat tersangka marah dan memukul korban dengan kunci Inggris hingga tewas. Korban ditemukan membusuk pada (15/01) lalu. ‪Kedua pasangan kekasih itu keduanya berasal dari Banyuwangi. Agus menjalin hubungan dengan Windy sekitar delapan bulan, namun dia tidak mengetahui kalau pacarnya itu cewek kafe Banjar, Renon, Denpasar. ‪”Sejauh ini hasil pemeriksaan motif tersangka membunuh korban karena cemburu,”ungkapnya. (Mot/SB)

11 February 2015

Cara mudah untuk membedakan antara orang biasa dan “orang seni”

Cara mudah untuk membedakan antara orang biasa dan “orang seni”

By Aloysia Lita on 

Saat ini mudah sekali buat kita menciptakan foto-foto yang bagus. Hal tersebut karena banyaknya aplikasi gratis di smartphone yang dapat membuat foto biasa menjadi luar biasa, sehingga seringkali foto amatir bisa terlihat profesional. Tapi kalau kamu perhatikan lebih teliti lagi, sebenarnya kita dapat membedakan mana yang benar-benar belajar seni, dan mana yang hanya sekedar asal ambil foto melalui satu cara yang sangat simpel. Berikut ini adalah cara membedakannya.

Kalau kamu suka dengan foto ini, berikan komentar dan sebarkan!http://www.buzzfeed.com/burnred/art-degrees-281t

10 February 2015

jadibagi.com Menjelang tanggal 14 Februari yang kerap disebut sebagai hari kasih sayang atau Valentine Day,

Paket Cokelat + Kondom Beredar Di Minimarket, Ini Tanggapan Perusahaan Bersangkutan 
jadibagi.com

Menjelang tanggal 14 Februari yang kerap disebut sebagai hari kasih sayang atau Valentine Day, tersebar informasi mengenai paket cokelat yang ditemani dengan kondom. Menanggapi hal tersebut, pihak DKT Indonesia selaku pemegang merek kondom Fiesta, Sutra, dan Andalan pun angkat bicara. “Kami ingin meluruskan isu ini agar dapat disebarluaskan secara bertanggung jawab.” ujar pihak DKT Indonesia seperti yang dilansir di bisnis.com Pihak DKT Indonesia melalui PR Consulting Mediatree, Windi Tri Isworo, mengklarifikasi bahwa promo tersebut sama sekali tidak melibatkan DKT Indonesia seara langsung. Mereka merasa isu ini malah merugikan pihak mereka seperti halnya promo pembagan kondom gratis yang tidak mendidik. Sebelumnya memang tersebar beberapa foto yang menunjukkan adanya paket SilverQueen yang disatukan dengan kondom Fiesta dalam rangka menyambut Valentine Day. Jika benar pihak DKT Indonesia bukan dalang dari promo ini. Siapa pihak yang tidak bertanggungjawab yang berada di balik ini?

5 February 2015

DARI 6000 PSK DI BALI 75% PSITIF AIV/AIDS

SULUH BALI, Denpasar — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan sebanyak 75 persen pekerja seks komersial (PSK) di Pulau Dewata positif terjangkit HIV.
“Data itu kami dapatkan berdasarkan hasil survei kami dan data dari beberapa sumber seperti Yayasan Kerti Praja dan LSM lainnya,” ungkapnya, di Denpasar, Selasa (3/2/2015).
Sedangkan jumlah PSK secara keseluruhan di Pulau Dewata diestimasikan berjumlah 6.000 orang.
Menurut dia, dari 75 persen PSK yang telah positif HIV itu, yang terbanyak tinggal di kawasan wisata Sanur, dan disusul kawasan Kuta untuk peringkat kedua, dengan usia terbanyak pada kisaran 19-39 tahun.
“Oleh karena itu, masyarakat kami harapkan jangan melakukan seks yang berisiko, apalagi dengan orang-orang yang berisiko tertular itu, kalau tidak mau tertular,” ujar Suarjaya.
Untuk mencegah meluasnya penularan HIV/AIDS, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan, promosi kesehatan dan bahkan pengobatan.
Pencegahan dilakukan dengan peningkatan pengetahuan yang komprehensif kepada masyarakat mulai dari generasi muda lewat Kader Desa Peduli AIDS (KDPA), Kader Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) dan Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS (KMPA).
Sedangkan untuk upaya pengobatan, tambah Suarjaya sudah diterapkan pemberian ARV pada mereka yang positif HIV sehingga bisa ditekan penularannya. Selain itu, sekarang di semua puskesmas sudah diprogramkan semua ibu hamil wajib untuk periksa VCT.
Kalau ternyata positif, lalu diberikan terapi ARV untuk mencegah penularan dari ibu ke anak.
“Kasus baru sekarang itu sudah sangat jauh berkurang dan kami juga berusaha memecah fenomena gunung es kasus HIV/AIDS yang sebelumnya diestimasikan ada 26 ribu kasus,” tuturnya.
Suarjaya tidak memungkiri keberhasilan program pencegahan penularan HIV/AIDS tidak bisa dilihat seketika, tetapi paling tidak terlihat pada tiga tahun berikutnya.
“Strategi yang dilakukan tiga tahun lalu sekarang sudah menunjukkan hasil dengan turunnya kasus baru. Dari survei kami sebelumnya paling tidak ada 20-22 persen kasus baru, sekarang turun menjadi 16 persen,” ucapnya. (SB-ant)

3 February 2015

Otonan

Merayakan Hari Kelahiran (Otonan)

Wiyana (doc)
Bali memang unik dan menarik bagi semua orang, tidak hanya Bangsa sendiri tetapi juga Bangsa-bangsa di seluruh dunia membicarakan tentang “Bali”. Salah satu keunikan yang sudah menjadi tradisi umat Hindu Bali dimanapun berada tidak pernah melupakan prihal; Otonan atau Ngotonin, yang merupakan peringatan hari kelahiran berdasarkan satu tahun wuku, yakni; 6 (enam) bulan kali 35 hari = 210 hari. Jatuhnya Otonan akan bertepatan sama persis dengan; Sapta Wara, Panca Wara, dan Wuku yang sama. Misalnya orang yang lahir pada hari Rabu, Keliwon Sinta, selalu otonannya akan diperingati pada hari yang sama persis seperti itu yang datangnya setiap enam bulan sekali (210 hari). Berbeda dengan peringatan hari Ulang Tahun yang hanya menggunakan perhitungan tanggal dan bulan saja, dengan mengabaikan hari maupun wuku pada tanggal tersebut. Misalnya seseorang yang lahir tanggal 10 Januari, maka hari ulang tahunnya akan diperingati tiap-tiap tanggal 10 Januari pada tahun berikutnya (12 bulan kalender). Upacara Otonan merupakan kegiatan upacara yang hingga kini masih dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali. Dalam pengertiannya, Otonan mengandung makna sebagai Hari Kelahiran berdasarkan pada Wuku Kalender Bali. Pelaksanaannya sendiri biasanya bersamaan dengan Sapta Wara, Panca Wara dan juga Wuku yang sama. Upacara otonan bertujuan untuk menebus kesalahan-kesalahan dan keburukan-keburukan terdahulu, sehingga dalam kehidupan sekarang mencapai kehidupan yang lebih sempurna. Banten atau upakara (sesajen) yang digunakan adalah Prayascita, Parurubayan, Jajanganan, Tataban, Peras, Lis, Banten pesaksi ke bale agung (Ajuman), Sajen turun tanah dan Sajen kumara. Khusus untuk otonan pertama kali, biasanya agak berbeda seperti ada upacara pemotongan rambut untuk pertama kalinya. Otonan yang pertama kali dilakukan tentu saja ketika seorang bayi berumur tepat 210 hari dan akan diulangi terus selama masa hidupnya. Untuk otonan yang kedua dan seterusnya biasanya dilakukan lebih sederhana daripada sebelumnya. Namun apabila Otonan bertepatan dengan hari Purnama biasanya akan dibuatkan lebih meriah (biasanya dengan babi guling). Selain seperti dijelaskan diatas, upacara Otonan juga bermakna sebagai puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi atas segala berkah yang diberikan, dan juga terdapat kepercayaan bahwa pada saat upacara Otonan itu, Tuhan dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Dumadi (“roh dari orang yang Otonan”) akan hadir dan diberikan ucapan syukur atas karunianya.
Dan pada hari ini yaitu pasa hari selasa pon wuku merakih adalah otonan saya dan bertepatan dengan purnama kawulu hal itulah yang membuat upacara lebih besar dari biasanya meskipun tidak dengan prosesi nguling tapi sudah cukup dengan pengelukatan sebagai simbul pembersihan diri secara rohani lahir dan bhatin....

SEMOGA BERMANFAAT......

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...