17 June 2015

DUA SAUDARA KANDUNG ANGELINE DIJAMIN DAPAT BEASISWA SAMPAI SMA



Tragedi tewasnya Engeline, bocah delapan tahun yang dikubur di belakang rumah ibu angkatnya di Denpasar, Bali, menyita simpati banyak pihak. Tragedi pilu itu juga mendadak membuka mata pemerintah tentang bahaya kemiskinan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjamin pendidikan dua saudara Angeline hingga SMA.

Engeline ternyata memiliki saudara kandung yang diasuh keluarga aslinya di Banyuwangi, Jawa Timur, yakni kakaknya, Inayah (9 tahun), dan seorang adik, Aisiyah (2,5 tahun).

"Pemda hanya memberikan beasiswa sampai SMA, tetapi kami siap memberikan beasiswa sampai ke jenjang bangku kuliah," kata Bupati Abdullah Azwar Anas usai menghadiri pemakaman Engeline, di Dusun Wadungpal, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Selasa malam, 16 Juni 2015.


Bupati menjelaskan bahwa keluarga Engeline memang keluarga tidak mampu. Pemerintah berkewajiban membantu pendidikan dan ekonominya.

"Syarat-syaratnya sudah terpenuhi. Kalau kita lihat rumah duka yang terbuat dari bambu, keluarga tidak mampu sudah memenuhi syarat untuk itu. Nah, apalagi saat ini Pemda juga punya beasiswa Banyuwangi Cerdas," ujar Bupati.

Kini, kata Anas, dengan banyaknya program beasiswa yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, sudah banyak keluarga miskin yang menerima beasiswa itu. Namun Anas tidak menjelaskan berapa banyak warga miskin di Banyuwangi yang telah mendapatkan beasiswa itu.

"Yang jelas saya sudah minta Pak Camat dan pihak-pihak terkait untuk mengurus semuanya, termasuk beasiswa buat kakak dan adik Engeline," katanya.

Klaim kemiskinan turun

Menurut Anas, kasus Engeline terjadi bukan karena tingginya angka kemiskinan di Banyuwangi. Namun karena rendahnya pendidikan tenaga kerja yang kemudian memilih merantau ke daerah lain.

"Angka kemiskinan di Banyuwangi dulu tahun 2010 memang mencapai 20,4 persen, tetapi sekarang sudah turun drastis menjadi 9,5 persen. Sekarang sudah banyak lahan pekerjaan di Banyuwangi," katanya.

Basiskemiskinan di Banyuwangi, menurut Bupati, berada di sebelah utara. Namun kini sudah turun drastis. Untuk mengatasi angka kemiskinan itu, Pemkab sudah menyiapkan lapangan pekerjaan baru.

"Sekarang banyak lapangan pekerjaan, mulai dari industri, pariwisata, bahkan sekarang ada beasiswa Asusbaya, orang-orang kaya membantu orang-orang miskin, bahkan beasiswa pendidikan mulai dari bawah sampai SMA. Banyuwangi memiliki banyak beasiswa, misalnya, Beasiswa Banyuwangi cerdas," ujarnya.



16 June 2015

Jenazah Angeline akhirnya di brangkatkan ke Banyuangi


Banyuwangi - Jenazah Angeline akhirnya sore ini dibawa ke Banyuwangi, Jawa Timur. Jenazah bocah berusia delapan tahun itu diberangkatkan dari RS Sanglah, Denpasar, pada pukul 16.00 WITA.

Sekretaris Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Dewata Lulut Joni mengatakan jenazah Angeline diangkut oleh ambulans milik Ikawangi Dewata. Ada sekitar 15 unit mobil yang turut dalam iring-iringan. "Ada keluarga, Dinas Sosial, Ikawangi, dan warga yang turut mengantar jenazah," kata Lulut kala dihubungi, Selasa, 16 Juni 2015.

Lulut memperkirakan jenazah Angeline akan tiba di Desa Tulungrejo, Glenmore, Banyuwangi, lima jam kemudian atau pukul 20.00 WIB.

Keluarga di Banyuwangi sendiri telah bermufakat akan langsung memakamkan Angeline di Tempat Pemakaman Umum Desa Tulungrejo.

Di rumah duka, banyak pelayat yang telah menunggu kedatangan jenazah Angeline sejak Selasa pagi. Bahkan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga berencana akan mengunjungi keluarga Angeline.

ADMINISTRASI BELUM TERSELESAIKAN, JENASAH ANGGELINE BATAL DIPULANGKAN

Denpasar,– Jenazah Angeline (8), bocah cantik yang diemukan tewas di halaman rumahnya, Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, batal dipulangkan ke Desa Tulung Rejo,Glemor, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, karena pemberkasan dan administrasi belum selesai di proses.“Hari ini, jenazah belum diperbolehkan pulang karena pemberkasan dan administrasi belum terselesaikan,” kata Ketua P2TP2A Kota Denpasar, Luh Putu Anggreni, di Denpasar.Ia mengungkapkan intruksi dari Kapolda Bali untuk dilakukannya pemeriksaan tambahan. Anggreni menegaskan kemungkinan jenazah dapat dipulangkan dan diambil oleh keluarga padaRabu (17/6) nanti. “Sekarang ini kami hanya ingin memberi ketenangan dan kekuatan pada keluarga kandung Angeline agar bisa diberikan ketabahan,” katanya. Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas yang juga mendatangi Instalasi Kamar Jenazah (IKJ) RSUP Sanglah, mengatakan pihaknya akan menghormati semua keputusan Kapolda .“Dari pihak forensik RSUP Sanglah sebenarnya sudah tidak mempermasalahkan kepulangan jenazah, namun dari pihak Polda perlu adanya pemeriksaan tambahan pada ibu kandung Angeline,” ujarnya. Pihaknya mengakui Pemda Banyuwangi sudah siap menunggu kedatangan jenazah Angeline di rumah duka di Desa Tulung Rejo. Selain itu, Pemkot Denpasar juga sudah siap memfasilitasi kepulangan jenazah Angeline

Polda Bali Datangkan Detektor Kebohongan


Denpasar, - Kepolisian Daerah Bali menggunakan detektor kebohongan yang didatangkan dari Mabes Polri untuk memeriksa kebenaran keterangan para tersangka pembunuh dan penelantar Angeline (8).

Kepala Kepolisian Daerah Bali, Inspektur Jenderal Ronny Sompie di Denpasar, Senin, menjelaskan bahwa alat uji kebohongan itu digunakan untujk memeriksa Agus, tersangka pembunuh Angeline dan Margriet Christina Megawe tersangka penelataran anak.”‘Lie detector’ itu alat untuk mengetahui apakah tersangka dalam memberikan keterangan bohong atau menjelaskan secara benar,” katanya.

Satu unit peralatan khusus dari Markas Besar Polri itu tiba pada Minggu (14/6).  Penggunaan alat tersebut disebabkan keterangan dua orang dengan persangkaan berbeda itu selalu berubah-ubah. Dengan alat itu nanti kedua tersangka dengan kasus yang berbeda ini bisa dipertanggungjawabkan ketika memberikan keterangan selaku terdakwa di pengadilan yang menghasilkan keyakinan hakim, ucap mantan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri itu.

Penggunaan alat canggih itu merupakan perkembangan terbaru terkait pengungkapan kasus yang menghebohkan publik Indonesia beberapa hari terakhir. Jenazah Angeline, bocah kelas 2-B SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar, ditemukan di belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar pada Rabu (10/6).

Sebelum ditemukan tewas, ia dikabarkan hilang pada Sabtu (16/5) oleh ibu angkatnya yakni Margriet dan dilaporkan ke polisi pada malam harinya. Polisi akhirnya menetapkan Agus mantan pembantu wanita berusia 60 tahun itu sebagai pelaku pembunuhan terhadap Angeline. Sedangkan Margreit disangkakan melakukan penelantaran anak.

sumber

15 June 2015

Profil Ayah Angkat Angeline, Douglas Bruce Scarborough




Balibangol,-Douglas Bruce Scarborough yang merupakan ayah angkat almarhumah Angeline saat ini ramai diperbincangkan publik. Hal tersebut berkaitan dengan pemberitaan media massa terhadap kasus pembunuhan bocah delapan tahun di Denpasar, Bali, Angeline. Douglas Bruce Scarborough biasa disapa dengan panggilan Om Doug.

Dari informasi yang diperoleh, Douglas adalah suami dari ibu angkat Angeline, yakni Margareth. Sebenarnya Douglas sendiri yang mengadopsi Angeline.

Douglas Bruce Scarborough merupakan seorang profesional di bidang perminyakan, khususnya pertambangan minyak. Laki-lak lahitr di Texas pada 26 Februari 1946 silam,

Pria asal Amerika Serikat ini pernah bekerja di sejumlah perusahaan minyak multinasional. Douglas pernah di . perusahaan yang berherak di bidang jasa pengeboran minyak serta menjual peralatan berat untuk kebutuhan pengeboran minyak.menjabat sebagai General Manager yakni PT Sistim Vibro Indonesia

Douglas lebih banyak menghabiskan waktu di Indonesia , daripada di Amerika. Dia mempunyai dua rumah, yakni di Bekasi dan Bali.

Douglas meninggal tujuh tahun lalu di di Singapura pada tanggal 17 September 2008. Douglas dimakamkan di pemakaman umum, Waresville Cemetery di Utopia, Texas, Amerika Serikat.



Sumber http://britabagus.com/profil-ayah-angkat-angeline-douglas-bruce-scarborough/

Motorcros Bangli, Dapat juara,Wira penuhi janji ngayah dipura.


Balibangol,- Kisah unik omongan sebelum melakoni balapan memang harus di laksanakan, setelah selesai balapan apalagi kalau sampai apa yang diharapkan benar - benar terjadi.
Itulah yang dilakukan wira(23) salah satu peserta balapan motorcros di sirkuit TMB bali desa Pengotan beberapa waktu lalu, pasalnya sebelum balapan ia sempat berucap "kalau saya dapat juara berapa pun saya akan ngayah di pura" jelas dia mengulang ucapannya pada senin(15/6/15) ya memang disamping rumahnya sedang melaksanakan pemugaran pura jadi wira mesti ngayah bekerja disana.
Meskipun hanya mendapatkan juara 4 di kelas OMR Ofroader dia akan melaksanakan kata katanya karena itu merupakan seperti hutang yang harus di bayar sebagai orang Bali, tambahnya.
Dalam kejuaraan ini wira yang mempunyai nama lengkap widiantara ini hanya mengikuti dua kelas yakni kelas OMR Ofroader dan lokal Bangli, disamping itu ia juga unik karena langsung menjadi mekanik sendiri dalam balapan itu dengan team Gasak tracker bersama teman-temannya.(wi/bb)

Dibantai Vietnam, Timnas U-23 Gagal Raih Perunggu




Balibangol,- Timnas Indonesia U-23 pulang dari SEA Games 2015 dengan tangan hampa. Gagal lolos ke final usai dikalahkan Thailand, Garuda Muda harus kembali menelan pil pahit setelah ditundukkan Vietnam dalam perebutan medali perunggu.

Bertanding di National Stadium, Singapura, Senin 15 Juni 2015, tim asuhan Aji Santoso tumbang 0-5 dari Vietnam.

Pada laga ini Indonesia hampir tak mampu berkutik. Di babak pertama saja gawang kiper Teguh Amiruddin sudah 4 kali kebobolan.

Vietnam membuka pesta gol di menit 12. Mac Huong Quan mencetak gol lewat titik putih usai Hansamu Yama Pranata melakukan handball di kotak terlarang.

7 menit berselang, Vo Huy Toan yang lepas dari pengamatan berhasil menusuk di sisi kiri pertahanan dan melepaskan tendangan keras yang tak bisa dihalau kiper. 2-0 buat Vietnam.

Menit 41, Huy Toan mencetak gol keduanya pada pertandingan ini. Tembakan kaki kirinya meluncur deras ke pojok tiang jauh Indonesia. Dan pada injury time babak pertama, bek Nguyen Huu Dung mencetak gol keempat bagi timnya.

Tertinggal 0-4, Indonesia coba memperbaiki penampilan pada babak kedua. Aji Santoso melakukan beberapa perubahan. Sayang usahanya tak membuahkan hasil.

Malah di menit 70 Vietnam yang sukses menambah gol. Kapten tim Ngoc Hai Que membelokkan bola datar tendangan rekannya sehingga masuk ke gawang Indonesia.


Praveen/Debby ke Final Bulutangkis Ganda Campuran SEA Games
Skor 5-0 buat Vietnam menutup pertandingan. Dengan demikian mereka berhak membawa pulang medali perunggu.

Susunan Pemain
Indonesia U-23: Teguh Amiruddin (GK); Abduh Lestaluhu, Hansamu Yama Pranata, Agung Prasetyo, Zalnando (Syaiful Indra Cahya); Manahati Lestusen, Zulfiandi (Yandi Sofyan); Ahmad Nufiandani, Adam Alis Setyano, Wawan Febriyanto (Ilham Udin); Muchlis Hadi Ning Syaifulloh.

Vietnam U-23: Minh Long Phi (GK); Manh Hung Pham, Minh Tung Nguyen, Noc Hai Que, Thanh Hien Nguyen; Huy Toan Vo, Duy Manh Do, Huu Dung Nguyen; Cong Phuong Nguyen, Hong Quan Mac, Phi Sho Tran.


sumber

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...