Tragedi tewasnya Engeline, bocah delapan tahun yang dikubur di belakang rumah ibu angkatnya di Denpasar, Bali, menyita simpati banyak pihak. Tragedi pilu itu juga mendadak membuka mata pemerintah tentang bahaya kemiskinan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjamin pendidikan dua saudara Angeline hingga SMA.
Engeline ternyata memiliki saudara kandung yang diasuh keluarga aslinya di Banyuwangi, Jawa Timur, yakni kakaknya, Inayah (9 tahun), dan seorang adik, Aisiyah (2,5 tahun).
"Pemda hanya memberikan beasiswa sampai SMA, tetapi kami siap memberikan beasiswa sampai ke jenjang bangku kuliah," kata Bupati Abdullah Azwar Anas usai menghadiri pemakaman Engeline, di Dusun Wadungpal, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Selasa malam, 16 Juni 2015.
Bupati menjelaskan bahwa keluarga Engeline memang keluarga tidak mampu. Pemerintah berkewajiban membantu pendidikan dan ekonominya.
"Syarat-syaratnya sudah terpenuhi. Kalau kita lihat rumah duka yang terbuat dari bambu, keluarga tidak mampu sudah memenuhi syarat untuk itu. Nah, apalagi saat ini Pemda juga punya beasiswa Banyuwangi Cerdas," ujar Bupati.
Kini, kata Anas, dengan banyaknya program beasiswa yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, sudah banyak keluarga miskin yang menerima beasiswa itu. Namun Anas tidak menjelaskan berapa banyak warga miskin di Banyuwangi yang telah mendapatkan beasiswa itu.
"Yang jelas saya sudah minta Pak Camat dan pihak-pihak terkait untuk mengurus semuanya, termasuk beasiswa buat kakak dan adik Engeline," katanya.
Klaim kemiskinan turun
Menurut Anas, kasus Engeline terjadi bukan karena tingginya angka kemiskinan di Banyuwangi. Namun karena rendahnya pendidikan tenaga kerja yang kemudian memilih merantau ke daerah lain.
"Angka kemiskinan di Banyuwangi dulu tahun 2010 memang mencapai 20,4 persen, tetapi sekarang sudah turun drastis menjadi 9,5 persen. Sekarang sudah banyak lahan pekerjaan di Banyuwangi," katanya.
Basiskemiskinan di Banyuwangi, menurut Bupati, berada di sebelah utara. Namun kini sudah turun drastis. Untuk mengatasi angka kemiskinan itu, Pemkab sudah menyiapkan lapangan pekerjaan baru.
"Sekarang banyak lapangan pekerjaan, mulai dari industri, pariwisata, bahkan sekarang ada beasiswa Asusbaya, orang-orang kaya membantu orang-orang miskin, bahkan beasiswa pendidikan mulai dari bawah sampai SMA. Banyuwangi memiliki banyak beasiswa, misalnya, Beasiswa Banyuwangi cerdas," ujarnya.
No comments:
Post a Comment