Pada jaman dahulu masyarakat Bali membuat angkul-angkul hanya menggunakan bongkahan -bongkahan tanah yang disusun sedemikian rupa hingga menghasilka suatu yang sangat seni, dalam perkembangan jaman saat ini telah banyak berkembang cara pembuatannya designnya terutama bahan-bahan yang dipergunakan sudah dengan beton meskipun ada beberapa yang masih mempertahankan keunikan ketika memakai tanah.
Dalam setiap sikut ukurannya semuanya mengandung arti dan makna dalam kehidupan masyarakat di Bali
- Makna tata krama, dengan lebar pintu hanya apajengking (± 50-80cm) memperlihatkan suatu usaha untuk menutupi sesuatu yang ada di dalam. Andaikata terlihat, maka diusahakan seminimal mungkin. Disini manusia diajak hidup dengan tata krama agar tidak secara vulgar memperlihatkan miliknya yang dapat menimbulkan nafsu orang lain untuk ingin memilikinya.
- Makna keamanan, terkadang angkul-angkul juga dilengkapi dengan kehadiran apit lawang di posisi depannya (berjumlah sepasang di sisi kanan dan kiri angkul- angkul), merupakan simbol penjaga pintu bersenjata yang bertugas menjaga, mengawasi dan yang mengijinkan tamu masuk menemui penghuni. Biasanya apit lawang pada angkul-angkul ini berupa patung Duarapala (duara berarti pintu, pala berarti pundak) dalam wujud kala (raksasa) yang sedang membawa gada dalam kondisi siap siaga.
- Makna magic, penempatan berdasarkan asta kosala kosali dan asta bumi dimana memiliki perhitungan yang berbeda-beda sesuai dengan arah mata angin, dan memiliki nilai magic yang dipercaya dapat membawa dampak sesuai dengan yang diharapkan penghuninya. Angkul-angkul juga merupakan simbol mulut, dimana saat terbuka korinya merupakan simbol mulut terbuka dan saat kori tertutup merupakan simbolis mulut tertutup, secara niskala diartikan sebagai benteng yang tertutup rapat sehingga segala sesuatu gaib tidak bisa memasuki rumah tersebut.
Mungkin bagi sebagian dari kita tidak begitu mengerti dengan adanya makna dan simbul simbul tadi tapi itulah sebetulnyanyang terkandung didalam Angkul-angkul adat khas Bali.
No comments:
Post a Comment