16 November 2015

Teror Paris, Pengguna Facebook Tunjukkan Solidaritas dengan Profile Pictures Ini


Balibangol news,  Pengguna Facebook di seluruh dunia dapat menunjukkan solidaritas mereka terhadap  warga Paris dengan merubah dan melapisi profile picture Facebook mereka dengan warna bendera Prancis, Merah-Putih-Biru.

Facebook memfasilitasi para penggunanya untuk  turut serta memberikan dukungannya terhadap warga Paris, Prancis, setelah sebuah teror menimpa kota tersebut pada 13 November 2015. Sebanyak lebih dari 130 orang meninggal akibat bom bunuh diri dan penembakan yang di sejumlah tempat.

Dengan merubah profile pictures Facebook Anda, dunia akan melihat betapa kejadian yang menimpa warga Paris, Prancis, adalah kejadian yang tidak berperikemanusian.

Jika Anda ingin turut menunjukkan rasa belasungkawa  dan menunjukkan dukungan atau solidaritas Anda terhadap apa yang telah menimpa warga Paris, Prancis, Anda cukup mencari teman Facebook Anda yang telah merubah profile picture mereka dengan  dengan warna bendera Prancis. Kemudian, Anda tinggal mengklik tombol 'Try it' yang ada di sebelah kanan box Anda.

Anda dapat mengganti foto profile Anda dan juga merubah ukuran foto. Kemudian, klik 'Use as profile picture' dan secara otomatis, profile picture Anda akan berganti dengan yang baru. #PrayforParis.(sumber)

Mengenal Sosok Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Made Agung Raja Badung VII

Balibangol news, DENPASAR,- Kamis (5/11) lalu, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada lima tokoh. Yang membanggakan masyarakat Bali, khususnya Kota Denpasar, Raja Badung, I Gusti Ngurah Made Agung termasuk dalam lima tokoh yang diberi gelar Pahlawan Nasional. Inilah buah perjuangan panjang yang dilakukan pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar agar pemimpin perang Puputan Badung itu diakui Negara sebagai Pahlawan Nasional.

Situs resmi Pemkot Denpasar, www.denpasarkota.go.id menyebut I Gusti Ngurah Made Agung sebagai Raja Badung VII. Namun, situs www.puriagungdenpasar.com, menyebut I Gusti Ngurah Made Agung yang lahir di Puri Agung Denpasar pada 5 April 1876 sebagai Raja Denpasar VI. Dia dinobatkan pada tahun 1902 saat berusia 26 tahun dan gugur pada 20 September 1906 saat berusia 30 tahun.

Masa-masa kepemimpinan I Gusti Ngurah Made Agung ternyata merupakan masa-masa yang sulit. Kala itu, Belanda sedang bernafsunya untuk menundukkan Badung. Namun, sikap ksatria nindihin gumi yang kuat pada diri I Gusti Ngurah Made Agung membuatnya pantang berdamai dengan Belanda.

Ini dipertegas dengan prolog Puputan Badung sendiri yang menunjukkan betapa sikap Raja Badung yang ketika itu dipegang I Gusti Ngurah Made Agung–selanjutnya dikenal sebagai Cokorda Mantuk Ring Rana—dalam menanggapi sikap pongah Belanda. Tudingan Belanda bahwa rakyat Sanur mencuri isi perahu wangkang Sri Komala milik Cina Banjarmasin, Kwee Tik Tjiang, 27 Mei 1904 ditepis Raja Badung. Permintaan ganti rugi dari pemerintah Belanda ditolak dan Raja Badung memutuskan untuk memilih berperang sampai titik darah terakhir. Pilihan sikap ini pun akhirnya berkonsekwensi gugurnya Raja Badung, para kerabat dan pengikutnya dan hancurnya Puri Denpasar dan Puri Pemecutan. Puri Denpasar jatuh sekitar pukul 11.30 sedangkan Puri Pemecutan jatuh sekitar pukul 16.30.

Namun, kehancuran total puri-puri kerajaan Badung beserta raja dan keluarganya tidak serta merta membuat Belanda bangga. Justru, muncul perasaan berdosa di antara pimpinan-pimpinan Belanda. Kemenangan di kerajaan Badung dianggap sebagai sebuah pembantaian karena pertempuran yang sangat tidak berimbang. Sumber-sumber Belanda menyiratkan betapa mereka menyesali peristiwa tragis di depan Puri Denpasar dan Puri Pemecutan itu.

Betapa tidak, puputan tidak hanya berupa peristiwa tewasnya para pejuang karena diberondong peluru Belanda. Namun, puputan juga sebuah kesetiaan antarpara pejuang. Tak peduli anak, istri, suami, atau lainnya, semua harus mati di medan lagi. Bila bukan di moncong senapan Belanda, maka mereka mesti mati di tikaman keris sesama rekan sendiri. Sungguh tragis dan cenderung mengerikan, memang.

Tak cuma sikap bela pati dalam puputan yang pantas dikenang dari sikap ksatria Cokorda Mantuk Ring Rana, tetapi juga kecintaannya pada sastra. Raja muda yang bersahabat akrab dengan seorang kawi-wiku (pendeta sekaligus sastrawan) Ida Pedanda Made Sidemen ini menulis sejumlah karya sastra seperti Geguritan I Nengah Jimbaran serta Geguritan Purwa Sanghara. Dalam Geguritan Purwa Sanghara, sang raja menyuratkan bahwa bukan sastra, bukan pula mantra atau emas permata yang mampu menolak sanghara atau kehancuran, hanya satu yaitu kesusilaan budi, yang bagaikana perahu yang kukuh yang tiada goyah diterpa angin, yang akan mampu menyeberangi lauitan sanghara.

Dan, I Gusti Ngurah Made Agung menunjukkan dengan jelas bagaimana dirinya tidak goyah dengan sikap untuk tidak mau tunduk di kaki penjajah. Sang raja rela kehidupannya terenggut hanya untuk menunjukkan kepada Belanda, betapa orang Bali memilih lebih baik mati daripada menjilat kaki penjajah.

Sungguh, sebuah pikiran yang begitu cemerlang juga visioner. Terbukti, Bali kini dibekap dalam bayang-bayang kehancuran. Namun, Bali hingga kini tetap merindukan  pemimpin berbudi, pemimpin visioner yang bisa merasakan penderitaan rakyatnya. Sampai di sini, kita sungguh berharap lahirnya pemimpin visoner bertongkatkan sastra seperti I Gusti Ngurah Made Agung.

Karena itu, penghormatan terhadap sosok I Gusti Ngurah Made Agung bukanlah semata-mata pada gelar Pahlawan Nasional. Penghormatan terbesar kepada Raja Badung ini selayaknya ditunjukkan dengan meneladani sikap-sikapnya, terutama tetap menunjukkan kepala tegak di hadapan penjajah Belanda.(sumber)

Bukan Uang, Tapi Inilah Modal Utama LPD di Bali


Balibangol news,- Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Unud), I Wayan Suartana menegaskan, modal utama Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang ada di tiap-tiap desa adat atau desa pakraman di Bali bukanlah dalam bentuk uang, tetapi justru modal sosial yang sifatnya tidak terukur, seperti semangat, kerja keras, keikhlasan, kebersamaan dan gotong-royong yang dijiwai oleh agama Hindu dan kearifan lokal masyarakat Bali. Modal sosial ini pula yang menjadi kunci kesuksesan LPD hingga seperti sekarang. Karena itulah, LPD memiliki karakter sebagai lembaga keuangan yang khas berbasis adat Bali yang jauh berbeda dengan lembaga keuangan umum, seperti bank atau pun koperasi.

“Kalau kita cermati dengan baik, rata-rata modal awal LPD hanya Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Itu tidak ada artinya dibandingkan modal sosial yang dimiliki krama desa adat selaku pendukung utama LPD,” kata Suartana.

I Wayan Suartana berpendapat struktur modal LPD merupakan salah satu ciri penting kekhususan LPD yang membuatnya berbeda dengan entitas lembaga keuangan umum lainnya. Menurutnya, struktur modal LPD bersifat unik, yakni tidak ada modal yang berasal dari perorangan atau lembaga. Modal LPD bersifat modal komunitas.

“Kalau Perseroan Terbatas (PT), Comanditaire Venootschap (CV) maupun koperasi itu, modalnya berasal dari perorangan. Bila perusahaan untung, pemilik modal mendapatkan deviden atau sisa hasil usaha untuk koperasi. Kalau di LPD, tidak ada modal yang berasal dari perorangan dan hasil pengelolaan usaha LPD tidak ada dibagi kepada krama tetapi menjadi manfaat sosial budaya bagi komunitas,” kata Suartana yang dikenal sebagai “Profesor LPD”.

Suartana pun meluruskan pandangan yang disebutnya keliru mengenai struktur permodalan LPD. Tak sedikit yang berpandangan modal LPD berasal dari pemerintah yang diberikan saat pendirian LPD. Padahal, desa adatlah yang menanamkan modal lebih besar, mulai dari tanah atau gedung tempat beroperasinya LPD hingga modal sosial.

“Dana pemerintah di LPD itu pun, kalau dipelajari baik-baik, bukanlah modal setor seperti layaknya perbankan. Itu adalah modal donasi sebagai wujud pengayoman dan motivasi pemerintah kepada masyarakat adat Bali agar kemudian mandiri dari sisi keuangan desa adat melalui LPD,” kata Suartana.

Itu sebabnya, tidak tepat jika ada pandangan yang menyebutkan dana LPD adalah uang negara. Dana LPD sepenuhnya merupakan dana masyarakat komunitas adat Bali di desa adat atau desa pakraman.

Pandangan Suartana ini didukung peneliti LPD dari Unud, Ketut Sujana. Menurut penelitian Sujana, modal sosial LPD ini disebut niskama karma yang berupa nilai-nilai kearifan lokal yang tidak ternilai harganya. Modal sosial inilah yang mejadi fondasi kuat LPD sehingga membuatnya bisa lebih berkembang dibandingkan lembaga keuangan lainnya. Karena itu, kata Sujana, penilaian kinerja LPD tidak bisa lagi menggunakan pengukuran lembaga keuangan umum, tetapi harus dibuat pengukuran kinerja yang khas LPD yang mengadopsi aspek niskama karma itu.

Karena itu, menurut keduanya, Dewan LPD yang baru saja dibentuk Majelis Utama Desa Pakraman Bali sebagai implementasi UU Nomor 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) memiliki tugas cukup berat. Lembaga ini tidak saja harus menyiapkan sistem keuangan komunitas adat khas Bali yang kokoh, tetapi tantangan yang tak kalah berat lagi, mendorong para pengelola LPD di Bali yang umumnya masih berpikir dalam kerangka lembaga keuangan umum, bahkan perbankan, mau mengubah cara pandang dalam kerangka lembaga keuangan komunitas adat Bali.

Karena sistem keuangan adat khas Bali yang hendak dibangun berakar pada kearifan lokal Bali sendiri, seyogyanya harapan itu bisa diwujudkan. Kuncinya hanya satu, semua pemangku kepentingan LPD di Bali mau menyisihkan dulu kepentingan pribadinya lalu bersatu dalam semangat yang sama: mewujudkan kemandirian dan ketahanan budaya Bali melalui LPD.(sumber)

Ratusan Anjing Di Vaksin


Balibangol news, GIANYAR,- Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakkanlut) Gianyar bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Bali melaksanakan Bhakti Sosial Pelayanan Kesehatan Hewan yang dipusatkan di Desa Pejeng, Tampaksiring, Minggu (15/11).

Kegiatan meliputi  vaksinasi rabies, sterilisasi (kastrasi dan ovariohystrectomy) pada anjing dan kucing serta pengobatan gratis.

Pelayanan diadakan di Jaba Puri Soma Negara Pejeng. Hasilnya, sebanyak 215 ekor anjing tervaksin rabies, 50 ekor pengobatan penyakit kulit dan 25 ekor disterilisasi. “Tak kalah penting, masyarakat juga agar lebih sadar menjaga, merawat kesehatan anjing dan kucing secara rutin,” ujar Kepala Disnakkanlut Kabupaten Gianyar, I Made Raka.

Desa Pejeng dipilih karena posisi Desa Pejeng di tengah-tengah Kecamatan Tampaksiring, Blahbatuh, Ubud dan Gianyar dan sangat berisiko pada penularan rabies.(sumber)

15 November 2015

PS TNI Permalukan Surabaya United di Sidoarjo

Balibangol news - Pil pahit harus ditelan oleh Surabaya United dalam laga pembuka Grup C, Minggu 15 November 2015, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Mereka harus kalah dari PS TNI dengan skor 1-2.

Di laga ini, Surabaya United bermain lebih dominan. Mereka berhasil mengurung pertahanan PS TNI di sepanjang pertandingan.

Meski begitu, justru serangan balik PS TNI kerap membuat lini pertahanan Surabaya United kocar-kacir. Di menit 14, Tambun Naibaho melepaskan sepakan yang mengarah langsung di gawang. Beruntung, Jendri Pitoy masih sigap mengamankan gawang Surabaya United.

Berselang semenit, giliran Wawan Febriyanto yang mengancam gawang Surabaya United. Lagi-lagi, Jandri berhasil mengamankan laju bola.

Surabaya United mendapatkan peluang emas di menit 16. Sayang, sundulan Firly Apriansyah masih menyamping.

Di menit 32, Surabaya United kembali memiliki kesempatan untuk mencetak gol. Kali ini sepakan Ilham Udin Armaiyn masih melambung jauh di atas mistar gawang. Hingga jeda, skor 0-0 untuk kedua tim bertahan.

PS TNI sukses mengejutkan Surabaya United saat paruh kedua baru berjalan empat menit. Sundulan Legimin Raharjo, yang memanfaatkan umpan sepak pojok, berhasil mengoyak jala gawang Jendri Pitoy.

Tertinggal, Surabaya United pun meningkatkan tempo permainan. Mereka terus membangun serangan demi mencetak gol penyeimbang.


Serangan mereka kerap gagal lantaran rapatnya barisan pertahanan PS TNI.  Aliran bola dan arah permainan Surabaya United sangat mudah dibaca oleh penggawa PS TNI. Praktis, peluang yang didapat tak banyak.

Paling berbahaya terjadi di menit 79. Saat itu, sundulan Thiago Dos Santos memaksa kiper PS TNI, Dhika Bhayangkara melompat demi melakukan penyelamatan.

Bola liar kemudian mengarah ke Rudi Widodo yang selanjutnya melepaskan sepakan. Lagi-lagi upaya Surabaya United gagal karena sepakan tersebut masih bisa diblok pemain belakang PS TNI.

Menit 86, PS TNI kembali mencetak gol. Kali ini, sepakan bebas Manahati Lestusen salah diantisipasi oleh Pitoy. Skor 2-0 untuk keunggulan PS TNI bertahan hingga peluit akhir berbunyi.

Surabaya United sempat memperkecil kedudukan di menit 88. Fandi Eko Utomo berhasil mengoyak gawang Dhika Bhayangkara lewat sepakan volinya. Sayang, di sisa waktu, Surabaya United tak mampu mencetak gol penyeimbang. PS TNI menang 2-1.

Hasil ini membuat PS TNI menguasai klasemen sementara Grup C dengan koleksi tiga angka. Sementara, Surabaya United ada di dasar klasemen Grup C karena kalah dan defisit 2 gol.

Susunan Pemain
Surabaya United: Jendri Pitoy (GK), Muhammad Fatchurrochman (Fauzan Jamal 77'), Otavio Dutra, Firly Apriansyah, Putu Gede Juni Antara; Asep Berlian, Evan Dimas (Muhammad Hargianto 64'), Slamet Nur Cahyo (Fandi Eko Utomo 64'); Ilham Udin Armaiyn (Rudi Widodo 77'), Pedro Javier, Siswanto (Thiago Dos Santos 52').

PS TNI: Dhika Bhayangkara (GK); Abduh Lestaluhu (Syaiful 75'), Hardiantono, Wanda S, Wiganda; Legimin Raharjo (Manahati Lestusen 75'), Asrul Reza (Hardiansyah 65'); M Guntur, Suhandi, Wawan Febriyanto (Erwin Ramdani 40'), TambunD Naibaho (Aldino 65').
http://m.bola.viva.co.id

9 November 2015

Lorenzo & Marquez Bakal Terdepak dari MotoGP Jika Terbukti Jegal Rossi


Balibangol news,- Kabar adanya isu konspirasi yang dilakukan Jorge Lorenzo dan Marc Marquez untuk menjegal Valentino Rossi ditanggapi serius oleh Codacons. Asosiasi Koordinasi Perlindungan Pertahanan Lingkungan dan Hak Pengguna Konsumen di Italia itu mengajukan gugatan kepada Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM) untuk mendepak dua pembalap Spanyol itu dari pentas MotoGP.

Insiden yang terjadi antara Rossi dan Marquez di Grand Prix Malaysia memang berbuntut panjang. Usai The Doctor dihukum Race Direction, kabar tidak mengenakkan terus datang dari paddock pembalap.

Diberitakan sebelumnya, Lorenzo dan Marquez bahkan dikabarkan mengadakan pertemuan sebelum GP Aragon untuk menjegal langkah Rossi jadi juara dunia. Kabar tersebut sejatinya sudah dibantah Lorenzo lewat pernyataan timnya Movistar.


Namun kasus tak selesai sampai di situ, Codacons sebagai lembaga yang melindungi hak kepentingan konsumen berbagai bidang sesuai hukum yang tertera, meminta FIM bergerak mengusut isu konspirasi itu. Bahkan secara tegas, mereka menyarankan dua pembalap Spanyol itu didepak dari kompetisi alias MotoGP musim ini.

Berikut penyataan Codacons perihal isu konspirasi Lorenzo dan Marquez
“Codacons mengajukan keluhan berdasarkan artikel. 3.1 Peraturan FIM di mana organisasi ini meminta sanksi dikenakan kepada pembalap Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, sebab sudah melakukan sikap anti-olah raga.

Berdasarkan hasil analisa, kedua pembalap mendapat hasil baik dengan merancang perilaku tidak sportif untuk merugikan pesaing balapan dalam kejuaraan dunia. Sejak Grand Prix sebelumnya, di Australia, dan juga yang terakhir di Malaysia, Marquez telah diminta untuk merugikan Valentino Rossi dengan tujuan yang satu yakni menguntungkan Jorge Lorenzo

Seperti semua orang bisa lihat, Marquez tidak melakukan perlawanan kepada Lorenzo, tapi malah membuat perilaku provokatif dan agresif kepada Rossi, yang berpuncak dengan sebuah sundulan. Perjanjian antara dua pembalap itu (Lorenzo dan Marquez) tampak jelas dan ini melanggar kode etik yang ditetapkan oleh federasi. Hukuman maksimum harus disediakan untuk keduanya sebab diatur dalam Pasal 3.2.1 yakni bisa kehilangan partisipasi dalam kejuaraan atau penghapusan definitif dari balapan.(sumber)

vidio, Kabur dari Peternakan, Babi Ini Bersujud di Sebuah Kuil Buddha di China


Balibangol news,- Puluhan pengunjung sebuah kuil Buddha di Wenzhou, China terpana melihat seekor babi yang terlihat seperti bersujud di luar kuil Buddha kota itu.
Serangkaian foto menunjukkan seekor babi seberat lebih kurang 150 kilogram sedang bersujud di depan sebuah kuil Buddha di Wenzhou, provinsi Zhejiang, China.

Foto dan video babi bersujud itu menyebar cepat di media sosial, memicu perdebatan soal apa yang sebenarnya dilakukan hewan tersebut.


Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...