6 April 2016

Idap Penyakit Aneh Remaja Ini Butuh Bantuan


Balibangol news,  BADUNG – Wayan Abdi Arya Nugraha remaja berusia 18 tahun ini sangat memprihatinkan. Seharusnya dia bisa menikmati masa-masa remajanya dan bersekolah, terpaksa dia berdiam di rumah lantaran penyakit yang dideritanya.

Anak laki-laki dari pasangan Ketut Susana dan Ni Kadek Parwati asal Banjar Tengguan, Desa Bongkasa, Abiansemal, Badung menderita penyakit aneh. Disekujur kulit tubuhnya seperti orang habis terbakar melepuh dan penyakitnya tidak kunjung sembuh.
Kadek Parwati ibu korban mengatakan, anaknya saat masih kecil terlahir secara normal tidak memiliki kekurangan. Namun saat umur tiga hari anak laki-laki itu di tubuhnya muncul bintik-bintik merah dan menjadi luka.
Dia mengaku selama ini mengobati putranya tersebut mendapatkan bantuan dari yayasan.
“Pemerintah selama ini belum ada yang membantu saya dan anak saya. Kami mengobati dia mendapatkan bantuan dari pemerintah,”ujarnya.
Pihaknya mengaku mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk menyembuhkan anaknya tersebut.
“Biar beban kami ringan. Kami berharap pemerintah bisa menolong kesulitan keluarga kami,”pungkasnya.(sumber)

5 April 2016

Vidio,'Goyangan Ular' Pedangdut Irma Meninggal Dipatuk Kobranya di Atas Panggung

Balibangol news, - Kabar duka datang dari kalangan biduanita di Indonesia.
Pedangdut Irmawati alias Irma Bule (26), meninggal dunia usia manggung di sebuah panggung kondangan warga di Dusun Selang Hajat, Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang,Jawa Barat, Minggu (3/4/2016).
Irma Bule yang dikenal melalui goyangan khasnya ini meninggal usai dipatuk ular kobra atau ular sendok di atas panggung.
Nyawa Irma tak tertolong sebelum mendapat penanganan medis tim dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang.


Dikutif dari beberapa sumber dan youtube

Setelah Tertangkapnya Janda Ayu, Polisi dan TNI Obok-Obok Kafe Delod Berawah


Balibangol news, NEGARA- Setelah tertangkapnya Janda Ayu Polisi dengan dibantu TNI memang benar-benar serius memerangi narkoba di Bumi Makepung, Jembrana. Terbukti tengah malam kemarin dengan menerjunkan 150 personil polisi dari Polres Jembrana dan dibantu aparat TNI dan PM, mereka mengobok-obok puluhan kafe dan warung remang-remang yang ada di kawasan pesisir Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Operasi yang dipimpin oleh Waka Polres Jembrana Kompol AA Rai Laba menyasar para waitris kafe dan pengunjung kafe untuk diperiksa secara itensif, baik seluruh badan dan barang bawaan. Termasuk memeriksa di seluruh ruangan kafe serta mes karyawan.

Pemeriksaan difokuskan terhadap Narkoba yang disinyalir peredaraannya memanfaatkan tempat hiburan malam, seperti kafe atau warung remang-remang.

Khusus terhadap wanita pelayan kafe (, pemeriksaan dilakukan oleh sejumlah Polwan berpakaian preman. Sedangkan untuk pengunjung kafe, pemeriksaan dilakukan oleh personil Reskrim, Unit Narkoba dan aparat TNI serta PM. Bahkan pemeriksaan terhadap barang dan orang yang dilakukan, petugas tidak berhasil menemukan narkoba, petugas gabungan langsung melakukan tes urine di tempat.

Tes urine tersebut dilakukan terhadap waitres dan pengunjung kafe, sehingga memakan waktu yang cukup lama. Setelah pemeriksaan tak lupa petugas memberikan arahan agar jangan sekali-sekali menggunakan narkoba dan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

“Dari pemeriksaan, baik pemeriksaan terhadap orang dan barang bawaan termasuk hasil tes urine, seluruhnya hasilnya nihil,” terang Kasat Narkoba Polres Jembrana AKP Wayan Master, Sabtu (2/4/2016) malam.Namun demikian menurutnya, kegiatan operasi seperti itu akan dilakukan secara berkala untuk menekan peredaran narkoba di Jembrana.(sumber)

4 April 2016

Identitas Anggota Dewan Nyabu di Tempat Karaoke Terkuak


Balibangol news, - Kasak-kusuk kebenaran Anggota DPRD Manado yang tertangkap sedang ‘nyabu’ di salah satu tempat karaoke ternama di Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat, 1 April 2016 lalu, akhirnya terkuak.

Dalam jumpa pers yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Sulut dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut, Senin, 4 April 2016, terungkap kalau Anggota DPRD Manado yang tertangkap pesta sabu berasal dari Partai Demokrat.

“Hasil tes urine adalah positif narkoba. Anggota DPRD Manado berasal dari Partai Demokrat, CL alias Cicilia,” kata Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung, di Mapolda Sulut.

Kapolda Sulut yang ikut didampingi Ketua BNN Sulut, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto, Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut dan Direktur Reserse Narkotika Kombes Pol Edi Djubaedi, membenarkan bahwa Cicilia terbukti menggunakan narkoba jenis sabu.

“Setelah dilakukan tes urine hasilnya positif gunakan narkoba. Selanjutnya dikembangkan di kediamannya yang berada di Paniki dan berhasil diamankan barang bukti dua paket sabu seberat 0.15 gram," kata Wilmar.

Sementara itu, Ketua Partai Demokrat Sulut, Vicky Lumentut membenarkan kadernya tertangkap narkoba. “Iya benar infonya kader kami tertangkap narkoba. Tapi kader kami ini sempat mengirim pesan hasil tes urinenya negatif,” kata Wali Kota Manado terpilih ini.

Vicky mengatakan, pihaknya tetap menghormati proses hukum. “Kan itu ada aturan mainnya. Kita serahkan ke mekanisme yang berlaku soal sanksi partai," ujar Vicky.

Diketahui, Cicilia Longdong atau biasa dipanggil Cici ini merupakan Anggota DPRD Manado dari Daerah Pemilihan (Dapil) Singkil Mapanget. Dia sudah dua kali berturut-turut menduduki kursi dewan dan sempat menjadi Ketua DPRD sementara mewakili anggota dewan termuda.

sumber-viva.co.id

Mahasiswa Di Denpasar Edarkan Narkoba Langsung Dibekuk Polisi


Balibangol news, DENPASAR – Mahasiswa di Denpasar dan dua orang swasta dibekuk polisi, lantaran telah mengedarkan dan menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Luthfi Olot Gigantara mengatakan, bahwa ada tiga tersangka pengedar dan pengguna narkoba yang diringkus pada 31 Maret 2016.

Tiga tersangka tersebut diantaranya ada I Gede NGR (22) swasta, Kadek Doni YP (21) seorang mahasiswa, dan Denni W (30) wiraswasta.

Dia menjelaskan, penangkapan tiga orang tersebut awalnya polisi telah menangkap I Gede NGR di Jalan Tengku Umar, pada saat itu pelaku akan menjual narkoba kepada Kadek Doni dan Denni.

“Saat kami menangkap I Gede NGR ini dia membawa paket sabu dan alat pengisap (bong),”katanya.
Pihaknya mengaku setelah itu polisi langsung mengembangkan tersangka I Gede NGR, bahwa dia akan menjual shabu kepada dua orang tersangka lainnya.

“Kami menangkap dua tersangka itu di jalan Sutoyo, mereka memang terbukti akan membeli narkoba itu,”ujarnya.

Saat ini barang bukti yang diamankan ada 1 paket kristal bening yang diduga sabu-sabu, uang Rp 1,5 juta, 2 buah handpone, 1 alat isap sabu dan dua sepeda motor.

Ketiga tersangka telah melanggar pasal 112 ayat 1 subsider pasal 127 ayat 1 tentang Undang-Undang Narkotika no 35 tahun 2009.(sumber)

Kalahkan Persib 2-0, Arema Angkat Trofi Piala Bhayangkara 2016


Balibangol news, JAKARTA,  — Arema Cronus berhasil keluar sebagai juara Piala Bhayangkara 2016 usai menundukkan Persib Bandung 2-0 di partai final di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu, 3 April.

Kedua gol Arema dicetak oleh Raphael Maitimo pada menit ke-59 dan Sunarto pada menit ke-84.

Meski gol baru tercipta pada babak kedua, laga ini langsung menyuguhkan permainan cepat sejak pertandingan dimulai. Bahkan, Cristian Gonzales langsung mengancam gawang Persib yang dijaga I Made Wirawan beberapa menit setelah peluit dibunyikan.

Ancaman dari Gonzales menjadi cambuk bagi anak asuh pelatih Persib, Dejan Antonic, untuk berbalik melakukan serangan. Bahkan, tim Maung Bandung menguasai jalannya pertandingan, sedangkan Arema terlihat banyak melakukan kesalahan.

Meski menekan, Persib justru kehilangan sang motor serangan, Atep, yang harus ditarik keluar dan digantikan Tantan. Keluarnya pemain yang biasa disebut Sang Pangeran ini sedikit berdampak pada tekanan.

Namun, seiring berjalannya waktu justru Tantan nyaris membuka kebuntunan. Hanya saja, tendangannya mampu dibaca oleh kiper Arema, Kurnia Meiga.

Arema juga beberapa kali mendapatkan peluang. Selain melalui Johan Alfarizie, tim Singo Edan memiliki peluang dari Dendi Santoso maupun Esteban Viscara. Hanya saja upaya untuk menciptakan gol oleh anak asuh Milomir Sislija itu belum membuahkan hasil.

Mendapatkan dukungan penuh dari supporter masing-masing, kedua klub terus berusaha memecah kebuntuan.

Bahkan permainan keduanya cenderung keras sehingga membuat wasit mengeluarkan kartu kuning pada Alfarizie dan Viscara dari Arema dan Tony Sucipto dan Belencoso dari Persib.

Skor kacamata bertahan hingga turun minum.



Memasuki babak kedua, kedua tim tak mengendorkan serangan. Saking kerasnya tempo permainan, bahkan pemain Persib, Rudolof Yanto Basna, langsung diganjar kartu kuning, 10 di awal babak kedua.

Arema, yang terlihat bingung pada babak pertama, mulai menunjukkan taringnya dan memecah kebuntuan pada menit ke-59 melalui gol Raphael Maitimo menggunakan tumitnya. Sebuah gol yang sangat spektakuler.

Kedudukan 1-0 untuk Singo Edan.



Persib kini di bawah tekanan. Akibatnya, Yanto Basna kembali dikenakan kartu kuning keduanya. Ia pun diusir keluar lapangan pada menit ke-10.

Pemain terbaik Piala Jenderal Sudirman 2015 itu menendang botol air minum ke arah Vizcarra sehingga mengenai kepala pemain asal Argentina tersebut.

Unggul jumlah pemain, Arema semakin gencar menyerang. Puncaknya pada menit ke-84 ketika Sunarto menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Gol Sunarto menyambut umpan silang Cristian Gonzales dengan baik di depan muka gawang Persib. Padahal Sunarto baru saja masuk ke lapangan hanya beberapa menit sebelumnya, menggantikan Lopicic.

Skor 2-0 untuk Arema. Tim Singo Edan berhak mendapatkan gelar juara Piala Bhayangkara 2016.—Rappler.com

3 April 2016

Ricuh Karena Provokator, Dua Bobotoh Ditangkap


Balibangol news,- Dua suporter Persib Bandung digiring polisi jelang laga final Piala Bhayangkara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 3 April 2016. Kedua Bobotoh itu ditangkap karena diduga melakukan provokasi kepada suporter lain yang ada di dalam tribun penonton.

"Saya dari Bandung, suporter Persib," ujar satu pemuda yang digiring itu.

Keduanya terlihat digiring dengan bertelanjang dada. Salah satu suporter Persib bernama Fahmi (19) mengaku kalau kedua temannya yang digiring polisi bukan pelaku provokator.

"Ada penonton yang menggunakan atribut TheJak, dia mancing teman-teman yang lagi ada di tribun timur," kata Fahmi.

Karena itu, Fahmi mengaku kaget karena kedua temannya yang justru diamankan petugas. Sebelumnya memang sempat terjadi kericuhan kecil saat aksi provokasi terjadi.

"Malah yang diamanin teman-teman saya. Jadi polisi salah tangkap," katanya.

Sumber-viva.co.id

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...