26 April 2016

Habis Disko Di Cafe Artawan Dibogem Hingga masuk UGD


Balibangol news, KLUNGKUNG,  - Apes menimpa I Wayan Artawan (24) warga banjar Bungaya, Desa Akah, Kecamatan Klungkung. Bermaksud menanyakan kejadian senggolan di Kafe Artawan malah dibogem oleh I Gede Suariya Putra asal Desa Tangkas hingga tidak sadarkan diri dan akhirnya dilarikan ke UGD RSUD Klungkung.

Lokasi Kejadian di dekat Kafe Bambu, dusun Minggir, Desa Gelgel, Minggu pukul 01.30 dinihari. Kejadian bermula ketika pelaku asik berdisko ria di kafe Bambo sambil berpesta miras. Saat tengah asik menikmati dentuman music, pelaku terlibat ketegangan dengan teman korban dan hampir terjadi perkelahian. Beruntung ketegangan tersbut mampu diredakan oleh pihak keamanan kafe hingga Suiarya bersama sejumlah rekannya digiring keluar Kafe oleh petugas keamanan.

Namun berselang beberapa lama korban akhirnya keluar menghampiri teman pelaku yang kebetulan mereka sudah kenal. Karena merasa tersinggung korban menanyakan kejadian, pelaku melayangkan bogem mentah kepada korban. Korban mengalami luka di kepala belakang, luka robek pada bibir dan lecet-lecet pada bagian kaki. “Ini sebenarnya karena salah paham, korban langsung dipukul oleh pelaku hingga terjatuh. Beruntun pelaku langsung melayangkan bogem ke wajah korban hingga tidak sadarkan diri, hingga dilerai oleh teman-temannya,’’ ujar sumber di polres klungkung.

Terakhir diketauhi pelaku merupakan atlet bela diri yang belum lama ini meraih medali emas pada kejuaraan yang digelar di Balai Budaya Klungkung lalu. Malam itu juga paman korban, I Wayan Tunas melapor ke Polres. Bahkan setelah Tunas melapor, puluhan warga Desa Akah mendatangi Polres ingin mengetahui sosok pelaku. Tapi warga Akah tertahan di halaman Mapolres, mereka tidak diperkenankan mendekati ruang pemeriksaan, mengantisipasi hal tidak diinginkan.

Saat ini pelaku Suariya Putra sedang menjalani pemeriksaan di Bagian Sat Reskrim. Kasubag Humas Polres Klungkung Iptu Nyoman Sarjana menjelaskan, dari hasil pemeriksaan empat saksi dan bukti lain, pelaku Suariya Putra sudah ditetapkan sebagai tersangka dan pelaku resmi ditahan. “ Pelaku disangkakan pasal 351 ayat 1 dan sudah ditahan mulai hari ini,” ujar Sarjana.

sumber-suaradewata. com

25 April 2016

Rumah Wayan Arka Masih Dijaga Aparat Pasca Digrudug Masa

Rmah wayan arka di Jembrana Masih dijaga Aparat,  Foto-semeton news

Balibangol news JEMBRANA -  Hingga saat ini Senin, 25/4/2016) kediaman I Wayan Arka di Dusun Pengragoan Dauh Tukad, Desa Pengragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana masih dijaga Ketat oleh aparat kepolisian. I Wayan Arka dianggap sebagai pimpinan sekte sesat. Di rumahnya ini sering dijadikan tempat pemujaan yang oleh warga setempat dianggap sebagai sekte sesat.


Padahal mediasi yang dilakukan Senin kemarin antara warga setempat dengan kelompok sekta tersebut telah menemui kata sepakat. Dimana I Wayan Arka yang merupakan warga Ketewel, Ginayar berjanji tidak akan melakukan lagi kegiatan tersebut dan bersedia untuk mengikuti tradisi atau adat yang berlaku di desa tersebut.

“Ya, memang sudah ada kata sepakat dalam mediasi kemarin, tapi kami sebagai aparat kepolisian wajib menjaga keamanan dan tetap melakukan penjagaan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” terang Kapolsek Pekutatan Kompol KS Yoga melalui Kanit Reskrim AKP Nyoman Dania.


Menurutnya, pengamanan di rumah I Wayan Arka tersebut mulai hari ini dilakukan oleh personil Polsek Pekutatan dengan mengerahkan beberapa personil tiap harinya. Pengamanan tersebut akan tetap dilaksanakan sampai ada perintah pencabutan oleh pimpinan. “Tadi malam masih dijaga oleh personil Polres Jembrana dan dibantu personil Polsek Pekuatan. Tapi mulai hari ini pengamanan hanya dilakukan oleh personil Polsek Pekutatan,” ujarnya.


Menurutnya, setelah mediasi kemarin, pemilik rumah I Wayan Arka sudah kembali ke daerah asalnya, yakni di Ketewel, Gianyar dan rumahnya dibiarkan kosong. Karena itu pihaknya terus mengamankannya menjaga kemungkinan tindakan anarkis dari warga setempat.(sumber)

24 April 2016

Uniknya Ritual Siat Sampian ‎di Bedaulu Gianyar


Balibangol news, GIANYAR, - Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa bali dikenal karena Budayanya yang sangat unik yang salah satunya adalah Ritual Siat Sampian Di Bedaulu Gianyar.

Ratusan umat yang disebut Jero Permas dan Parekan, terlibat ritual Perang Sampian serangkaian upacara Piodalan Panca Wali Krama  di Pura Samuantiga, Bedaulu, Blahbatuh, Minggu (24/04/2016) siang.

Tontonan sakral ini merupakan persembahan, atas karunia Tuhan sekaligus mewujudkan keseimbangan alam makro dan mikrokosmos.

Dengan teriakan  peperangan, ratusan abdi yang disebut ‘Parekan’ berlari-lari  mengelilingi pura berulang kali. Satu persatu   mengambil  sebuah rangkaian janur yang disebut ‘sampian” yang berfungsi  sebagai senjata.

Tanpa komando, mereka kemudian saling kejar, saling pukul dan menghindar. Peperangan makin lama makin seru.  Setelah berhasil memukul lawan hingga beberapa kali, permainan  diakhiri.

“Ritual sakral ini dilaksanakan setahun sekali,  serangkaian prosesi upacara di Pura Samuantiga. Dalam ritual ini, peserta diharapkan memerangi segala sifat-sifat buruk yang dimulai  dari dalam diri,” ungkap pimpinan Ritual, Gusti Mangku Ageng,

Disebuatkan, psertanya  adalah warga yang telah disucikan secara turun temurun sebagai abdi pura. Terdiri dari kelompok perempuan yang disebut ‘Jero Permas’ yang berjumlah empat puluh enam orang. Dan  kelompok laki-laki  yang disebut ‘parekan’ berjumlah tiga ratus lima puluh orang.

Prosesi diawali  dengan gerakan tari sutri  dengan mengelilingi pura hingga delapan belas kali.  Dilanjutkan dengan tarian ombak dengan tangan saling pegang tanpa terputus.

Konon, Ritual ini  sudah dilaksankan sejak abad X di zaman kerajaan Bali Kuna. Menggunakan sarana sampian, lambang senjata Dewa Wisnu, untuk memerangi Adharma. Prosesi ini juga mengajak umat untuk merayakan  dan mengenang bersatunya berbagai sekte di pura setempat,  pada masa kerajaan Prabu Udayana.(sumber)

Banyak Donatur Semen Dari Warga, Krama Langkan Bisa perbaiki Jalan Menuju Desa

gotong-royong
Balibangol news,  BANGLI, - Parahnya kerusakan jalan di lingkungan banjar membuat warga Langkan mengagendakan Gotong royong untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan secara berkala setiap hari minggu.

Banyaknya jalan yang berlubang dan membuat pengguna masyarakat tidak nyaman melaluinya,  sedangkan jalan adalah salah satu akses dari perputaran perekonomian warga dengan jalan yang bagus maka ekonomi masyarakat akan semakin meningkat.

kali ini mereka melaksanakan perbaikan dengan cara menambal dengan beton di jalan yang menghubungkan ke Desa Landih pada minggu (24/04/16) Langkan merupakan bagian dari Desa Landih warga langkan kalau mau ke kantor Desa meski melewati jalanan ini yang rusaknya sangat parah.

Banyaknya warga yang menyumbang semen akhirnya bisa memperbaikinya meskipun tidak begitu bagus namun sudah lumayan bisa dilalui.

menurut Bendesa Langkan I Wayan Sudarsa saat ditemui pas Gotong royong mengungkapkan bahwa kegiatan ini sudah ia agendakan setiap minggu dimulai dari jam 07pagi sampai jam 10.

''ya tiga jam saya kira sudah cukup untuk bekerja karena ini kan di adakan setiap hari minggu jadi yang bekerja bisa lah luangkan waktunya untuk bergotong royong'' tambahnya. (wi/bb)


Pria Renta ini Keliling Menjual Gelang Tridatu di Kuta‎


Balibangol news, BADUNG,  - Seorang pria tua terlihat mondar mandir di sekitaran Kantor Camat Kuta Selatan, Minggu (24/4/2015). Menggendong sebuah tas selempang hitam yang lusuh, pria tersebut dengan aktif menawarkan gelang dan kalung berbahan dasar benang tridatu.

Satu gelang dijualnya seharga Rp 10 ribu. Sementara untuk kalung itu ditawarkan dengan nilai Rp 15 ribu. Namun kedua harga tersebut belumlah mentok. Masih bisa ditawar-tawar lagi, tergantung jumlah produk yang dibeli.

"Untungnya sih sebenarnya tidak seberapa. Tapi yang penting saya tidak minta-minta Pak," tegas pria lima anak bernama Nengah Camat tersebut.

Berbagai produk yang dijajakannya tersebut, diakui bukanlah buatannya sendiri. Itu diambilnya dari seorang produsen yang tinggal di wilayah Batubulan.

Tidak tentu jumlah produk yang berhasil terjual di setiap harinya. Kadang habis, kadang juga tidak terjual sama sekali.

"Mau bagaimana lagi Pak. Yang penting tidak bikin susah orang," ucap pria asal Desa Trunyan tersebut.

sumber-semetonnews. com

Tersangka Pembunuhan Saat Pesta Tuak Di Karangasem Bisa Terancam Hukuman Mati

TERSANGKA I Wayan Budi Muliawan.


Balibangol news, KARANGASEM, -Akibat aksi sadisnya, I Wayan Budi Muliawan,22, asal Banjar Pidpid Kaler Dauh Margi, Desa Pidpid, Abang Karangasem terancam dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. Maklum saja, Budi Muliawan telah menghabisi nyawa temannya sendiri, I Wayan Sebudi,26, dengan cara menusuknya dengan sebilah taji usai pesta tuak (minuman keras dari aren) serangkaian upacara manusa yadnya Kepus Pungsed di rumah salah satu krama kawasan Banjar Belimbing, Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Karangasem, Jumat (22/4) pukul 18.00 Wita.

Kapolres Karangasem, AKBP Sugeng Sudarso di Amlapura, Sabtu (23/4) mengatakan terkait pembunuhan berencana, penyidik Polsek Abang kini masih mendalami sejauh mana tersangka merencanakan hendak menghabisi nyawa korban. Menurut AKBP Sugeng indikasi pembunuhan berencana muncul, sebab sesaat sebelum nyawa korban dihabisi, tersangka I Wayan Budi Muliawan sempat pulang mengambil taji lalu senjata itulah yang digunakan menusuk dada korban hingga tewas. 

Ditambahkannya, sesaat setelah tersangka dan korban sama-sama mabuk, maka tersangka pulang ke Banjar Pidpid Kaler Dauh Margi, Desa Pidpid, Kecamatan Abang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter DK 5652 EB mengambil sebilah taji. Kemudian tersangka kembali mendatangi rumah korban I Wayan Sebudi, sehingga terjadi cekcok. Saat itulah tersangka mengeluarkan taji dari kantong celananya dan seketika menusuk ulu hati korban.

Hanya saja, lanjut Kapolres, sangkaan pembunuhan berencana perlu didalami penyidik dengan memeriksa saksi-saksi guna menguatkan perbuatan tersebut. Hasil penyidikan awal katanya, banyak saksi yang melihat tersangka meninggalkan tempat pesta minum tuak di Banjar Belimbing di rumah I Made Karji tempat upacara masesuuk (kepus pusar). Tetapi tidak ada yang mengetahui, kepergian tersangka untuk mengambil taji yang kemudian digunakannya untuk menghabisi nyawa korban.

Tersangka sendiri resmi menjalani penahanan di Mapolres Karangasem sejak, Sabtu (23/4). Aksi pembunuhan sadis itu terjadi pukul 18.00 Wita, Jumat (22/4) di rumah korban. Pertimbangan utama menahan tersangka di Mapolres Karangasem mengingat massa sempat mendatangi Mapolsek Abang malam hari setelah terjadi pembunuhan, untuk mencari tersangka. Demi keamanan dan tidak terjadi risiko lebih fatal, sehingga tersangka diamankan di Mapolres Karangasem.

Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso bersama Kapolsek Abang AKP I Nyoman Sugitayasa sempat mendatangi rumah korban di Banjar Belimbing, Sabtu (23/4), memotivasi keluarga yang ditinggalkan agar tidak larut dalam kesedihan dan diberkati ketabahan.

Seperti diberitakan sebelumnya insiden maut terjadi saat pesta tuak (minuman keras dari aren) serangkapan upacara manusa yadnya Kepus Pungsed di rumah salah satu krama kawasan Banjar Belimbing, Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Karangasem, Jumat (22/4) petang pukul 18.00 Wita. Seorang peserta pesta tuak, I Wayan Sebudi, 26, tewas ditusuk taji oleh rekannya, I Made Budi Muliawan, 22, setelah cekcok hanya gara-gara masalah kain dipakai lap (sumber)

Ratusan Warga Bubarkan Persembahyangan di Rumah Wayan Arka



Balibangol news, JEMBRANA, - DIkutif Dari Kabarnusa.com, Dinilai menyimpang dari adat Hindu sekira 200 orang warga Dusun Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana Bali membubarkan persembahyangan di rumah Wayan Arka.
BERITA SELENGKAPNYA>>>>

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...