18 September 2015

Jadwal Jam Tayang 8 Besar Piala Presiden 2015 Live Indosiar


Balibangol news, JAKARTA,– Panitia akhirnya merilis jadwal lengkap pertandingan siaran langsung babak 8 besar Piala Presiden 2015. Perempat final Piala Presiden itu akan digelar dua leg yakni masing-masing laga kandang dan tandang.

Pertandingan Leg Pertama dihelat pada Sabtu 19 September 2015. Jam tayang pertama antara Mitra Kukar vs PSM Makassar di Tenggarong pukul 15.00 WIB. Laga ini live di Indosiar TV. Kemudian pada pukul 18:00 WIB laga kedua yakni antara Arema vs Bali United di Malang. Pertandingan ini sesuai jadwal juga disiarkan secara langsung Indosiar.

Laga leg pertama (I) masih berlanjut pada Minggu 20 September 2015. Persebaya United menjamu Sriwijaya FC di Surabaya pukul 15.00 WIB. Selanjutnya Pusamania Borneo FC (PBFC) versus Persib di Samarinda pukul 18.00 WIB. Setelah itu, akan jeda selama sepekan sebelum Leg kedua dihelat pada 26 dan 27 September 2015.

Berikut jadwal live 8 besar Piala Presiden 2015:

Leg Pertama
Sabtu, 19 September 2015
Mitra Kukar vs PSM Makassar di Tenggarong pukul 15.00 WIB
Arema vs Bali United di Malang pukul 18.00 WIB

Minggu, 20 September 2015
Persebaya United vs Sriwijaya di Surabaya pukul 15.00 WIB
Pusamania Borneo FC vs Persib di Samarinda pukul 18.00 WIB

Leg Kedua
Sabtu, 26 September 2015
PSM vs Mitra Kukar di Makassar pukul 15.00 WIB
Persib vs Pusamania Borneo FC di Bandung pukul 18.00 WIB

27 September 2015
Sriwijaya FC vs Persebaya United, pukul 15.00 WIB
Bali United vs Arema Cronus, pukul 19.00 WITA

(sumber)

Tinggalkan dunia persilatan, Lasmini kini jadi MC dan pengusaha



Balibangol news- Tak lagi menjalani dunia akting dan keartisan, tak membuat bintang film Saur Sepuh ini redup atau sepi job. Murti Sari Dewi yang sukses memerankan 'Lasmini' dalam film tersebut, kini semakin sibuk di luar dunia keartisan. Dua perusahaan yang bergerak di bidang software house menjadi miliknya.

Di salah satu perusahaannya, PT Pijar Mulya Utama yang merupakan salah satu industri yang bergerak dalam bidang Software house berupa aplikasi perkantoran untuk beberapa instansi yang membutuhkan software dengan pemakaian mudah dan aman bagi instansi-instansi tersebut, baik instansi pemerintahan maupun instansi swasta lainnya, dia memegang jabatan sebagai komisaris.

Seperti yang dia lakukan pada Kamis siang ini, di sebuah hotel di Jalan Veteran Solo, 'Lasmini' sedang memandu acara seminar terkait aplikasi pemutakhiran data yang menghadirkan pakar telematika Roy Suryo dan Senthot Sudirman.

"Di acara ini saya ngemsi, kadang tidak hanya di Solo. Acara seperti ini kita adakan di berbagai daerah di Indonesia. Kami memperkenalkan produk kami seperti Sistem Informasi Manajemen Pajak Bumi dan Bangunan, Sistem Informasi Manajemen Pajak Kendaraan Bermotor, Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah serta produk lainnya," ujar Murti saat ditemui merdeka.com, di Hotel Indah Palace, Solo, Kamis (17/9).

Selain mengurus perusahaan, wanita kelahiran 11 Desember 1971 tersebut juga masih sering menerima job di berbagai daerah. Kemampuannya dalam bidang akting dan penguasaan dalam seni tari jawa, membuat dia sering mendapatkan tawaran untuk manggung di daerah.

"Saya ini dari kecil kan bisa nari Jawa, sering dapat juara dan bahkan jadi duta wisata ke Negara Asia dan Eropa. Di daerah selain menari kadang juga main wayang orang atau ketoprak," kisahnya.

Istri Didik Riyanto yang mempunyai anak 1 ini pernah mencoba berkarir di dunia politik, yakni dengan maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) V Jawa Tengah, pada pemilu tahun 2014 lalu, melalui Partai Gerindra. Namun persaingan ketat dengan sejumlah tokoh nasional serta artis lainnya, membuat Murti Sari Dewi gagal melenggang ke Senayan.

Pernah berjaya di masa muda, tak membuat wanita yang mempunyai nama lahir Roro Murti Sari Dewi ini tergoda dunia gemerlap, seperti artis lainnya. Sejak awal sukses memerankan Lasmini dalam film laga Saur Sepuh, Murti sudah rajin untuk menabung untuk masa tua.

"Dulu itu saya tak pernah membayangkan sama sekali akan menjadi artis. Produser tahu dari mana saya nggak ngerti. Apa mungkin saya pinter menari dan berprestasi, jadi mereka menawari saya main di Saur Sepuh," jelasnya.

Tak mudah mengawali karirnya sebagai artis, membuat lulusan SMA Muhammadiyah 2 Solo tahun 1999 ini lebih berhati-hati dalam menata hidupnya. Tujuannya tentu agar di masa tua tidak sengsara.

"Kalau kita tidak ingin sengsara di masa tua, saat kita Berjaya, saat banyak pekerjaan, saat banyak rezeki jangan lupa untuk menata dengan baik. Jadi nanti saat kita sudah sepi pekerjaan, saat sudah sepi job, kita masih bisa bertahan. Bahkan bisa mempunyai pekerjaan sendiri, bisa member pekerjaan pada orang lain," imbuhnya.

Berikut ini sejumlah film yang dibintangi Murti Sari Dewi:

1. Saur Sepuh: Satria Madangkara (1987)
2. Saur Sepuh II (1988)
3. Saur Sepuh III (1989)
4. Cinta Punya Mau (1989)
5. Pusaka Penyebar Maut (1990)
6. Tutur Tinular III (1992)
7. Tutur Tinular IV (1992)
8. Saur Sepuh V (1992)
9. Prabu Anglingdarma III (1994)
10.Dewi Angin-Angin (1994)

Drama:

1. Jaka Sembung
2. Singgasana Brama Kumbara (1995)
3. Tutur Tinular (1997)
4. Naga Sasra Sabuk Inten
5. Misteri Gunung Merapi 3 (2001-2004)

(sumber)

Kapolres Gianyar Bantah Adanya Pernikahan Gay


Balibangol news, Gianyar,–Pemberitaan pernikahan sesama jenis di salah satu hotel mewah di Kawasan Ubud, Gianyar Bali, disikapi dengan rapat yang dipimpin Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata, Kapolres Gianyar, AKBP Farman di Mapolres Gianyar (17/9).

Rapat yang berlangsung dari pukul 10 pagi, dihadiri seluruh jajaran Polres Gianyar, Dandim 1616 Gianyar, Kejaksaan Negeri Gianyar, MMDP Gianyar, PHDI Gianyar, FKUB, Ast 2 Setda Kab. Gianyar, Camat Ubud dan pejabat terkait di lingkungan Pemkab. Gianyar.

Kapolres Gianyar, AKBP Farman menyampaikan berdasarkan hasil penyelidikan, membenarkan tempat kejadian yang ramai dimedia sosial, kejadian di salah satu hotel di Kawasan Ubud, Gianyar Bali. Farman menjelaskan, tidak ada kegiatan pernikahan sesama jenis seperti yang rame diberitakan dimedia sosial.

Yang ada adalah perayaan, upacara melukat atau pembersihan diri dan dilanjutkan pesta cocktail oleh sekitar 30 orang, pada tanggal 12 september  2015 dari pukul 16.30 Wita hingga 21.30 Wita. AKBP Farman menegaskan bahwa tidak ada upacara pernikahan, karena dari hasil penyelidikan, berdasarkan beberapa keterangan pihak-pihak yang diamankan, yakni pihak managemen hotel, pembuat sarana upakara, dekorasi dan pemangku, tidak ada indikasi prosesi acara pernikahan. “Sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak ada acara pernikahan, yang ada adalah upacara pembersihan diri”, ungkap AKBP Farman.

Kapolres Gianyar menjelakan saat ini keberadaan dua orang yang diduga menikah sesama jenis masih dalam pelacakan ke pihak imigrasi. Yang bersangkutan sudah check-out dari hotel tanggal 12 september 2015. Sebelumnya terduga sudah melaksanakan reservasi pada desember 2014 untuk melakukan rencana pernikahan sesame jenis, namun ditolak oleh pihak managemen hotel.

Dengan alasan di hotel tidak melaksanakan kegiatan pernikahan, apalagi pernikahan sesama jenis. Namun pada Juni 2015 lalu, salah satu yang terduga melakukan komfirmasi lagi tidak akan melaksanakan pernikahan tapi hanya perayaan, akhirnya pihak hotel menawarkan paket Karma Gringsing atau pelukatan.

Paket ini merupakan paket kegiatan panglukatan atau pembersihan diri, dilanjutkan dengan pesta Cooktail dan dinner. “Karena sebatas perayaan, akhirnya pihak hotel mengijinkan, terang Farman. Benar adanya tidak ada upacara pernikahan, diperkuat dengan keterangan Jro mangku serta penggunaan sesajen yang dipergunakan maupun kewenangan mangku juga tidak sampai disana. Sesajen yang digunakan bukan untuk upacara pernikahan namun hanya panglukatan.

Langkah yang dilakukan karena belum adanya ranah pidana, jadi kami kumpulkan pihak tokoh kegaamaan dan masyarakat, serta mengeluarkan maklumat ke seluruh hotel dan restrauran agar melaporkan jika melaksanakan kegiatan keramaian. “Bilamana hotel melaksanakan kegiatan lebih dari 10 orang agar melakukan pemberitahuan ini minimal tiga hari sebelumnya, ” terang AKBP Farman. (sumber)

Dugaan Pernikahan Gay, PHDI Gianyar Sebut Hanya Pengelukatan


Balibangol news, Gianyar,–Ketua PHDI Gianyar, I Gusti Mangku Adiarta menyatakan, berdasarkan konfirmasi, kegiatan di hotel bintang lima di Ubud oleh dua orang pria yang informasinya beredar di Facebook  tidak ada unsur pernikahannya.

“Hanya sebatas proses pengelukatan atau penyucian diri,” ujarnya, Kamis, 17 September 2015. Hal ini mengingat dari sarana upakara dan pemuka agama yang digunakan bukan merupakan sarana dan pemuka yang memiliki kewenangan untuk upacara pernikahan.

Ketua MMDP Kabupaten Gianyar, Anak Agung Asmara juga menegaskan bahwa kejadian di Ubud sama sekali bukan pernikahan. Untuk itu, isu ini harus segera dilakukan klarifikasi bahwa bukan pernikahan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesucian Bali.

Sementara itu, Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata, tetap menyayangkan adanya kejadian itu di Kabupaten Gianyar. Selanjutnya agar kejadian seperti ini tidak terulang, Bupati Agung Bharata akan lebih mengintensifkan pengawasan dan pengamanan di wilayah Kabupaten Gianyar, bersama pihak keamanan dan seluruh masyarakat.

Terkait hal tersebut Pemkab Gianyar akan melaksanakan upacara pembersihan terhadap wilayah dan desa tersebut. Negara kita adalah Pancasila yang tidak mengenal pernikahan sesama jenis, walaupun tidak menikah disini.

“ Kami menyampaikan ke jajaran Pemkab Giayar, Warga dan seluruh komponen masyarakat agar mewaspadai ini. Kedepan akan dilaksanakan upacara penyucian karena peristiwa tersebut. Tentang bagaimana dan apa upacaranya nanti akan dikoordinasikan dengan sulinggih,” imbuhnya.

Usai Kuras ATM Pamannya, Pemuda Ini Gelapkan Motor Temannya


Balibangol news, NEGARA - Agung Dwi Dipa Siwa (19) pemuda yang ditangkap setelah menguras uang ATM milik pamannya kini tersandung kasus pidana lain. Pemuda tamatan SMA ini juga tersangkut kasus penggelapan motor Honda Beat milik temannya, Ni Ketut Yenilawati (20).
Kasat Reskrim Polres Jembrana, Bali, AKP I Gusti Made Sudharma Putra ditemui di Mapolres Jembrana Kamis (17/09/2015) mengakui, jika pelaku tersandung kasus pidana penggelapan motor. Kasus ini dilaporkan orangtua korban, Ni Nyoman Suniti (56) asal Lingkungan Bilukpoh, Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana pada Kamis (10/09/2015) pekan lalu.
Berdasarkan hasil interogasi, Siwa meminjam sepeda motor Hitam-Oranye nopol DK 3066 ZL milik korban sebanyak tiga kali. Ia kembali meminjam motor pada Kamis (03/09/2015) dengan alasan pinjam selama tiga hari untuk mencari pekerjaan di Denpasar.
Namun sayang, niat baik korban meminjamkan motornya malah dibalas dengan tuba pelaku. Motor tersebut malah digadaikan di Banjar Munduk sebesar Rp 2 juta. Korban yang sempat menunggu selama tiga hari dan mendapati motornya tak dikembalikan pelaku akhirnya melaporkan kasus ini ke Mapolres Jembrana.
"Korban sudah sempat menghubungi lewat telepon tapi tidak aktif. Dicari di rumahnya juga pelaku beserta motornya tidak ada. Menurut keterangan pelaku, uangnya dipakai foya-foya Rp 1.100.000 dipakai keperluan sehari-hari, sedangkan Rp 900.000 sisanya dipakai judi sabung ayam," jelas Sudharma. (sumber)

17 September 2015

Kembali ke SK awal, Honor Penyelenggara Pilkada Bangli Akhirnya Dinaikkan

Denpasar,-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli akhirnya mulai melunak dan melakukan penyesuaian seperti yang tertuang dalam SK tentang besaran honor pada KPUD dan Panwaslih. Hal ini untuk menyelematkan keberlangsungan Pilkada Bangli 2015.

Ketua Bawaslu Bali Ketut Rudia menjelaskan, honor awal bagi Ketua Panwaslih sebesar Rp. 6 juta, sedangkan anggota sebesar Rp. 5 juta. Namun dalam perkembanganannya, besaran honor untuk Komisioner KPUD, Panwaslih, dan jajarannya dianulir dan diganti berdasarkan SK baru.

Pada SK yang baru, honor Ketua Panwaslih  direvisi menjadi Rp. 2,5 juta dan untuk anggota sebesar Rp. 2 juta. Tidak hanya itu, honor Komisioner KPU juga dipotong. Pemkab Bangli mengaku, pemotongan ini merupakan perubahan nominal gaji berdasarkan hasil konsultasi antara Pemkab Bangli dengan Pemprov Bali. Selain itu, serta nilai gaji tidak sesuai dengan Perataruan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).”Kalau Komisonernya nilainya seperti itu, bagaimana dengan jajaran dibawahnya,” ujarnya.

Persoalan itu, tambah Rudia, mengacu pada hasil konsultasi dengan pihak Mendagri, dan juga keputusan rapat bersama antara Muspida Bangli, KPUD Provinsi Bali dan Bawaslu Provinsi Bali beberapa waktu lalu, diputuskan Pemkab Bangli segera kembali ke SK awal.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyatakan, Pemkab Bangli bersedia mencabut surat keputusan konsultasi dan kembali pada SK awal. “Sekda Bangli sudah menghubungi kami, menyatakan bersedia mencabut SK konsultasi dan kembali pada SK pertama,” jelasnya. Dengan dikembalikannya ke SK awal, Raka Sandhi berharap semua tetap terus melanjutkan tahapan Pilkada. “Harapan kami, agar Panwaslih tidak mundur dan Pilkada akan tetap berjalan,”singkatnya.(sumber)

Buronan Polsek di Buleleng Ditangkap di Denpasar


Foto -Tribunbali , Kapolsek Kota Singaraja, AKP Nyoman Suarnata menunjukkan data diri Anak Agung Ngurah Wirya Mandala Putra dan Komang Tyas Saputra 
Balibangol news, SINGARAJA - Anak Agung Ngurah Wirya Mandala Putra (22) alias Agung, pencuri sepeda motor asal Kelurahan paket Agung, Buleleng ditangkap anggota polisi Polsek Denpasar Timur, Senin (14/9/2015). Agung sebelumnya telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) lima Polsek di Buleleng.
Kapolsek Kota Singaraja, AKP Nyoman Suarnata mengatakan, Agung bisa ditangkap berdasarkan hasil pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan memeriksa tersangka Komang Tyas Arya Saputra alias Tyas (20).
“Penangkapan ini berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya dengan tersangka Tyas yang kita tangkap terlebih dulu (Minggu, 30/5/2015). Kami lalu koordinasi dengan polres-polres di jajaran Polda Bali. Bahwa benar yang ditangkap polsek Dentim adalah Agung yang menjadi DPO kami,” ujarnya, Rabu (16/9/2015).
Selanjutnya, pihak Polsek Kota Singaraja akan melakukan pemeriksaan silang berkoordinasi dengan Polsek Denpasar Timur, Mengingat Agung juga merupakan pelaku pencurian di Pantai Penimbangan bersama Tyas.
Sedangkan Tyas kini sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas IIB Singaraja.

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...