22 January 2015

Semua berubah

SEMUA BERUBAH DALAM HITUNGAN MENIT Dalam kepercayaan masyarakat Bali Barong dan Rangda
                                Doc (edi stw)
Semua ini berawal dari sebuah kejadian dimana dalam keseluruhannya sungguh tidak terduga ini terjadi pada selasa malam 20/01/2015.
Saat itu baru saja datang dari ngiring ida betara( melakukan kunjungan spiritual) ke pekraman Pucangan memang dua desa ini masih memiliki kedekatan baik secara spiritual maupun adat kebudayaan hal aneh pun terjadi ketika pulang kembali tiba di natar pura penataran Desa Pakraman langkan terjadi sebuah peristiwa yang amat aneh dan belum pernah terjadi sebelumnya semasa hidup saya' kira-kira ada sembilan remaja putri mengalami kesurupan yang sangat hebat dan ber teriak teriak sementara itu di jaba pura juga terdengar suara menyeram kan mirip Rangda benar adanya telah terjadi sebuah dialog antara jero bayan alitan istri( tokoh adat dalam desa ) yang sedang kelinggihan dengan beberapa jero mangku mengelilinginya dan di popong oleh beberapa masyarakat karena sedang mengamuk terdengar beberapa dialog yang sangat menakutkan yang salah satu ya masih saya ingat sampai sekarang dan bikin saya ngeri " Ehhh cai ajak mekejang cai dot gumin caine uug amen sing keto atehang meme buin kemu ke pucangan meme sedih be oraang meme nu demen ditu" itulah yang sempet saya dengar, barulah setelah itusemua jero mangku paduluan dan tokoh adat mengerti apa sebetulnya yang terjadi setelah hampir 2 jam tidak menemukan jawaban dan setelah ditelusuru kejadiannya bersama dengan bendesa adat Langkan I Ngh Sidana SE bersama dengan beberapa peduluan dari kedua desa pakraman ternyata banyak kejanggalan apa yang semestinya dilakukan tidak dilaksanakan seperti segehan agung ketika akan meninggalkan pura pucangan , tidak mesolah atau terlalu terburu buru me igelan yg menyebabkan mepamit sebelum jam 12 malam bahkan sampai canang penyineb dari desa yang bersangkutan yaitu pucangan. Kejadian ini terjai sampai subuh kira kira jam 4 pagi hampir seluruh masyarakat desa pakraman langkan kembali datang kepura karena ingin menyaksikan langsung kejadian ini dan natak langsung raos ida batara, itu adalah sebuah kepercayaan kita terhadap sebuah sesungsungan yang berupa penembahan Barong dan Rangda.
Ada beberapa hal yang bisa kita petik dalam peristiwa tersebut dimana kita sebenarnya dalam tidak langsung telah mendapatkan sebuah pembelajaran diri sebagai seorang kerama adat setidaknya tidaklah boleh kita selalu memandang remeh sebuah kepercayaan yang telah kita percayai semenjak dahulu telah diwariskan oleh pengelingsir kita yang sudah bersusah payah telahmembangun sebuah perkumpulan desa pakraman lengkap dengan segala sesuatu di dalamnya temasuk kepercayaan masyarakat bali yang populer salah satunya adalah Barong dan Rangda sebagai sebuah simbol kebesarang Sang hyang Widhi Waca yang di inflementasikan sebagai sebuah simbol ajaran Dharma dan Adhara.
Banyak sekali perubahan yang terjadi semenjak kejadian ini yang terbukti dengan ke esokan harinya yaitu pada buda kliwon pahaang 21/01/2015 yang kita semua tidak menyadari dengan sendirinya kita telah merubah tingkah laku kita baik perlakuan kita terhadap personal kelompok  atau sekaa di lingkungan desa pakraman memang sebetulnya situasi seperti ini lah yang selama inikita idam idamkan
Ngiring kita tingkatkan malih kepercayaan kita terhadap apa yang kita percayai........
                          Doc(red)
Demikian sedikit cerita dan pencerahan kalau ada yg kurang mohon di tambahkan..........

19 January 2015

MAKNA CIWARATRI

Makna Hari Siwaratri

Balibangol news, BUDAYA,- Aktualisasi dan realisasi ajaran agama nampak dan tercermin dalam prilaku dan individu maupun sosial dalam keseharian, sebab walaupun orang memiliki pengetahuan agama yang tinggi bila keserakahan, keangkuhan dan arogansi menyelubungi seseorang, maka pengetahuan agama tersebut hanyalah bersifat teori belaka. Ajaran agama semestinya menjadi pegangan yang mengubah prilaku seseorang dari kurang arif menjadi arif , dan belenggu Asuri Sampad menjadi Daivi Sampad atau dari pengaruh Danawa menjadi prilaku Madhawa.
Demikian secara teoritis yang dianjurkan namun kenyataannya tidak setiap umat beragama mampu merealisasikan seluruh ajaran agama yang demikian luhurnya dalam dalam kehidupan pribadi maupun sisoal. Diturunkannya berbagai macam brata atau ajaran tentang latihan pengekangan diri oleh Tuhan Yang Maha Esa dimaksudkan tidak lain adalah untuk kembalinya diri manusia kepada kesadarannya yang sejati, yakni atma yang berstana pada diri pribadi seseorang. Kegelapan oleh berbagai fator terutama oleh keterikatan terhadap keduniawian menghambat usaha manusia untuk meningkatkan kwalitas dalam hakekat kehidupan.
Salah satu ajaran tentang brata adalah Brata Swaratri yang mengandung ajaran yang sangat luhur, guna meningkatkan sradha dan bhakti kita kepada Tuha Yang Maha Esa. Dan melalui brata ini pula seseorang akan dapat meningkatkan keluhuran budhi pekertinya sehingga perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama dapat dicegah, diredam dan dihindari termasuk pula emosi yang dapat meletup dalam kerusuhan sosial yang dapat mengorbankan jiwa dan harta benda.
1.      Pengertian Siwaratri
Siwaratri artinya Malam Siwa. Bila diuraikan tersir dari kata Siwa (Sanskerta) yang artinya baik hati, suka memaafkan, memberi harapan dan membahagiakan. dalam hal ini kata Siwa adalah sebuah gelar atau nama kehormatan untuk salah satu manifestasi Tuhan yang diberi nama atau gelar kehormatan Dewa Siwa, dalam fungsi beliau sebagai pemerelina untuk mencapai kesucian atau kesadaran diri yang memberikan harapan untuk kebahagian. Sedangkan kata Ratri artinya malam, malam disini juga dimaksud kegelapan.
Jadi Siwaratri berarti malam untuk melebur atau memralina (melenyapkan) kegelapan hati menuju jalan yang terang.
Kekawin Siwaratri karya Mpu Tanakung diklangan masyarakat Hindu  di Bali lebih dikenal dengan nama Kekawin Lubdaka. Kekawin ini biasanya dibaca pada hari raya Siwaratri, yaitu pada hari Caturdasi Krsnapaksa artinya panglong ping 14 Sasih Kepitu atau sehari sebelum bulan mati pada bulan magha (ke-7) yaitu malam yang paling gelap di dalam satu tahun.
Ajara Siwarati bersumber pada : Siwapurana, Padmapurana, Garudapurana, dan keakwin Siwaratri kalpa. Mpu Tanakung telah berasil menggubah karya sastra yang bermutu yaitu Kekawin Siwaratri Kalpa atau Lubdaka pada jaman Maja Pahit (Abad ke-15). Beliau mengambil sumber Padmapurana yang memuat percakapan antara Dilipa dengan Wasistha. Bagian Uttara Kanda dari Padmapurana sangat dekat dengan kekawin Siwaratri Kalpa. Malah bagian-bagian tertentu dalam kekawin Siwaratri Kalpa merupakan terjemahan dari sumber tersebut. Dengan menggubah kekawin Siwaratri Kalpa Mpu Tanakung diduga bermaksud lebih menyebarluaskan cerita itu lewat media seni sastra.
Hari Raya Siwaratri di Bali sudah dilaksanakan dengan sangat baik oleh masyarakat yang lebih menonjol pada perayaan Siwaratri adalah Brata.
2.      Brata Siwaratri
Kata brata dalam bahasa sanskrta berarti janji, sumpah, kewajiban, laku utama atau keteguhan hati.
Dengan demikian Brata Siwaratri artinya kewajiban sebagai laku utama atau janji untuk teguh hati untuk melaksanakan ajaran Siwaratri. Brata Siwaratri ada tiga jenis yaitu :
1.      Tingkat Utama yang terdiri dari Monobrata, upawasa, dan jagra yang dilaksanakan sekaligus.
2.      Brata Tingkat Madya  terdiri dari upawasa dan jagra dilaksanakan sekaligus.
3.      Brata Tingkat Nista hanya dengan melaksanakan jagra.
      Penjelasan :
Ø  Monabrata artinya pantangan bicara atau berdiam diri tanpa bicaradari pukul 06.00 pada panglong ping 14 sampai pukul 18.00 Tileming sasih Kepitu selama 36 jam.
Ø  Upawasa artinya berpuasa tidak makan dan minum lamanya sama dengan monabrata.
Ø  Jagra artinya berjaga, bangkit, maksunya tidak tidur selama 36 jam.
Maksud dari pada Brata tersebut adalah untuk memperoleh kesadaran diri dengan melakukan Brata Siwaratri dengan melenyapkan papa. Kata papa dalam bahasa sanskerta artinya sengsara, neraka, buruk, jahat dan hina.


3.      Pelaksanaan Brata Siwaratri di India dan di Indonesia
Pelaksanaan Brata Siwaratri di India pada paro petang ke-14 bulan phalguna (februari-maret) hyampir sama dengan di Indonesia yang dilakukan pada paro petang ke-14 bulan magma (januari-februari), yakni mereka tidak tidur selama 36 jam, sembahyang Kepura-Pura Sanghyang Siwa dengan mengucapkan japa pancaksara OM NAMAH SIWAYA. Sejak pagi hingga keesokan harinya menjelang mata hari terbenam.

4.      Aktualisasi Pelaksanaan Brata Siwaratri.
Berbagai perayaan dan pelakanaan Brata tidak akan banyak memberikan manfaat bila umat tidak mampu menangkap makna dibalik perayaan atau Brata tersebut, untuk itu hal yang penting adalah merenungkan semua makna keutamaan  Brata itu kemudian mengejewantahkannya dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan sosial.
Brata Siwaratri adalah hari untuk meningkatkan kesadaran kita untuk senantiasa memuja keagungan Sanghyang Widi dalam hal ini salah satu abhiseka atau manifestasi utama-Nya adalah sebagai Sanghyang Siwa.

Tujuan utama dari Brata Siwaratri adalah melenyapkan sifat-sifat buruk atau jahat dan hina.
Pemujaan terhadap Dewa Siwa dalam upacara Siwaratri karena manusia dalam menghadapi segala hambatan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar diri, memerlukan tuntunan dan waranugraha Dewa Siwa sebagai pemeralina segala sesuatu yang menghalangi tujuan suci. Dewa Siwa sebagai penuntun dan pelindung manusia dalam perjuangannya melenyapkan kegelapan batin, menuju kehidupan yang penuh kesadaran, karena hidup yang penuh kesadaran dapat melenyapkan kepapaan dan kesengsaraan.
Ciri orang yang telah berasil berjuang melenyapkan kepapaan  adalah orang yang penuh dengan pengendalian diri dalam bidang makan dan minum yang disimboliskan dalam upawasa (puasa). Orang yang penuh pengendalian diri dalam kata-katanya disimboliskan dengan monabrata, dan orang yang selalu waspada dan sadar dalam segala tingkah lakunya sehingga selalu dapat berbuat dharma disimboliskan dengan jagra. Orang yang demikian selalu mendapat perlindungan dan waranugraha dari Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasi beliau sebagai Dewa Siwa baik selama hidupnya di didunia  maupun di akhirat.

Artikel by : Ida Made Pidada Manuaba, S.Ag, M.Si

17 January 2015

tolak bbm turun

Tolak Harga BBM Turun, Andre Gelar Aksi Tunggal Bungkam Mulut
         KOMPAS.com/ Ahmad Winarno

Andre (37), warga Jalan Halmahera, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Jember Jawa Timur, menggelar aksi tunggal, menolak kebijakan turunnya harga BBM, Jumat (16/1/2015)
 Seorang Warga Jalan Halmahera, Kelurahan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Andre (37), menggelar aksi tunggal menolak kebijakan turunnya harga BBM bahan bakar minyak (BBM). Aksi Andre digelar di bundaran DPRD Jember, Jumat (16/1/2015).
Aksi tunggal Andre tersebut mendapat perhatian para pengguna jalan yang sedang melintas di seputaran bundaran DPRD Jember. Dalam aksi tersebut, mulut Andre ditutup dengan sebuah masker sambil membawa sebuah poster bertuliskan “Tolak Penurunan Harga BBM, Turunkan Harga Sembako”.
Andre menyatakan menolak kebijakan penurunan harga BBM karena tidak diimbangi dengan turunnya harga sejumlah kebutuhan bahan pokok.
“Percuma harga BBM turun kalau tidak dibarengi dengan turunnya harga bahan pokok. Belum lagi ongkos angkutan yang juga belum turun, kan percuma,” katanya dalam siaran persnya.
Untuk itu, Andre meminta Presiden Jokowi melalui Menteri Perdagangan dan menteri terkait lainnya untuk segera menurunkan seluruh harga kebutuhan serta ongkos angkutan umum.
“Pemerintah harus menjalankan fungsinya dengan menstabilkan harga. Kami rakyat kecil semakin susah jika harga bahan pokok tidak segera turun,” pintanya.

Penulis: Kontributor Jember, Ahmad Winarno
Editor: Farid Assifa

16 January 2015

Jokowi Persilakan Petani Berfoto Ria di Istana Negara

Jokowi Persilakan Petani Berfoto Ria di Istana Negara
                     Dani Jumadil Akhir - Okezone

JAKARTA – Jokowi mempersilakan para petani untuk berfoto ria di depan Istana Negara. Jika berfoto-foto di sawah hal itu sudah biasa dilakukan oleh para petani.
Tawaran Jokowi tersebut dilontarkan menyusul kunjungan silaturahmi Petani Pemenang Adhikarya Pangan Nusantara (APN) dan Pemenang Pemilihan Petugas Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional Tahun 2014.
Silaturahmi tersebut merupakan realisasi janji Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Subang, Jawa Barat. Presiden mengusulkan agar bisa berkumpul di dekat sawah dengan para petani berprestasi tersebut. Namun, usut punya usut para petani tersebut justru menginginkan yang lain.
Ternyata mereka ingin bisa menginjakkan kakinya ke Istana Negara. Untuk itu, Jokowi mempersilakan para petani datang ke Istana Negara dan dapat mengabadikan momentum tersebut.
"Masa setiap hari di sawah? Di sawah lagi. Sekarang sudah di Istana Negara seperti ini, nanti bisa foto-foto di depan, kalau ke sini kepala negara dari mancanegara, senangnya kalau bisa foto di depan," ucap Jokowi dalam sambutannya, Jakarta, Jumat (16/1/2015).
Namun sayangnya Jokowi tidak bisa menemui para petani secara tepat waktu. Pasalnya Jokowi harus melakukan rapat. "Mohon maaf tadi ada urusan yang bikin puter-puter. Sehingga saya telepon pak Menko, pak Mentan dan pak Menteri PU, tolong saya digantikan terlebih dahulu satu jam," ucap Jokowi.
(rzk)

Senin, Harga Elpiji 12 Kg dan Semen Turun

Senin, Harga Elpiji 12 Kg dan Semen Turun

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Buruh menata tabung elpiji ukuran 12 kilogram di kapal yang bersandar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta,beberapa waktu lalu.

Jumat, 16 Januari 2015 | 14:29 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo mengumumkan penurunan harga elpiji non-subsidi tabung 12 kilogram (kg) menjadi Rp 129.000 per tabung dari sebelumnya Rp 134.700 per tabung.
"Harga elpiji turun jadi Rp 129.000," kata Presiden Jokowi saat jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/1/2015).
Selain elpiji, pemerintah juga menurunkan harga semen yang diproduksi BUMN. Penurunannya sebesar Rp 3.000 per zak. Perubahan harga tersebut mulai berlaku pada Senin (19/1/2015) pukul 00.00.
Dalam jumpa pers yang didampingi jajaran menteri bidang ekonomi tersebut, Presiden juga menginstruksikan kepada semua menteri, gubernur, bupati, dan wali kota untuk mendorong harga barang dan jasa ikut turun.
"Agar bisa dinikmati masyarakat," kata Jokowi.
PT Pertamina (Persero) sebelumnya memutuskan menaikkan harga jual elpiji non-subsidi tabung 12 kg sebesar Rp 1.500 per kg pada 2 Januari 2015. Dengan penyesuaian ini, harga jual rata-rata elpiji 12 kg nett dari Pertamina menjadi Rp 9.069 per kg dari sebelumnya Rp 7.569 per kg.
Apabila ditambahkan dengan komponen biaya lain untuk transportasi, pengisian di SPPBE, margin agen, dan PPN, maka harga jual di agen menjadi Rp 11.225 per kg atau Rp 134.700 per tabung, dari harga sebelumnya Rp 9.575 per kg atau Rp 114.900 per tabung.
Penulis: Indra Akuntono
Editor: Sandro Gatra

Harga Premium Turun Menjadi Rp 6.600 Per Liter

Harga Premium Turun Menjadi Rp 6.600 Per Liter

AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA
Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014).

Jumat, 16 Januari 2015 | 14:20 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Harga kedua jenis BBM tersebut mulai berlaku pada Senin (19/1/2015).
"Mulai nanti Senin jam 00.00 WIB, harga premium turun menjadi 6.600 per liter. Harga solar turun menjadi Rp 6.400," kata Presiden dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/1/2015).
Sebelumnya, sesuai Peraturan Menteri No 39 Tahun 2014, pemerintah per 1 Januari 2015 menurunkan harga premium dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600 per liter. Sementara harga solar turun menjadi Rp 7.250 per liter dari sebelumnya Rp 7.500 per liter.
Harga premium tersebut sudah sesuai pasar. Perhitungan harga tersebut mengacu MOPS sebesar 73 dollar AS per barrel dan kurs Rp 12.380 per dollar AS pada periode 25 November-24 Desember 2014.
Harga BBM jenis premium dan solar rencananya akan dievaluasi setiap dua minggu sekali.
Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan, pihaknya akan mengubah Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 yang masih mengatur penetapan harga BBM setiap satu bulan menjadi dua minggu sekali.
Penulis: Indra Akuntono
Editor: Erlangga Djumena

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...