30 August 2015

Prediksi Laga Bali United vs Persija Jakarta, Pembuka Piala Presiden, Minggu 30 Agustus 2015



Balibangol news,-Prediksi Laga Bali United vs Persija Jakarta. Pertandingan kedua klub bola nasional ini akan membuka pertandingan yang memperebutkan Piala Presiden 2015 di Stadion Kapten Dipta I Wayan Gianyar, Bali, Minggu (30/8/2015).

Dari beberapa kali pertemuan, Bali United dan Persija Jakarta memiliki kekuatan yang hampir sama. Walaupun sebenarnya Bali United saat ini banyak menggunakan pemain-pemain muda, namun mereka patut diperhitungkan karena memiliki semangat dan teknik permainan yang bagus.

Seperti diketahui pelatih Bali United saat ini dipegang oleh Indra Sjafri yang notabene sudah terkenal dengan tangan dinginnya ketika melatih evan dimas dan rekan-rekannya ketika di U19. Posisi penjaga gawang yang digawangi oleh mantan pemain Timnas U-19 Awan Seto Raharjo, sudah dikenal baik oleh pelatih Sjafri.

Kemudian ada nama lain seperti Riky Fajrin Saputra, Hendra Sandi Gunawan, Yabes Roni Malifani dan Martinus Novianto Ardhi, yang sudah kenal dekat dan pernah melatih mereka di U19. Kemampuan tim kesebelasan Bali United terus di asah walaupun tidak ada kompetisi sejak PSSI dibekukan pemerintah. Sehingga bisa dipastikan persiapan pemain-pemain muda ini tidak perlu diragukan lagi.

Bagaimana dengan persiapan Persija Jakarta? tim yang diasuh oleh Rahmad Darmawan (RD) ini sangat siap untuk tanding melawan Bali United dikandang lawan. Apalagi Persija akan ditampil pembuka melawan Bali United dan disaksikan langsung oleh presiden Joko Widodo.

Untuk meningkatkan kepercayaan diri, Rahmad Darmawan (RD) menambah beberapa pemain seperti Vendry Mofu, Nur Iskandar, Mbida Messi, dan James Koko Lomell untuk memenuhi target paling tidak menembus babak 8 besar di Piala Presiden 2015 kali ini.

Pertandingan di grup C Piala Presiden ini akan sangat menarik karena masing-masing tim kesebelasan memiliki kekuatan dan kelebihan masing-masing. Pelatih Persija mengatakan, walaupun persiapannya mepet tapi ia yakin bisa lolos ke babak selanjutnya pada pembukaan Piala Presiden 2015 di melawan Bali United.

Prediksi pemain Piala Presiden Grup C

Bali United: Awan Seto; Bobby Satria, Endra Prasetya, Ricky Fajrin, Wahyu Kristanto; Fadil Sausu, Sandi Suta, Loudry, Bayu Gatra; Sultan Samma, Lerby Eliandry.

Persija Jakarta: Andritany; Alan Aciar, Ambrizal, Vava Mario Zagalo; Novri Setiawan, Ramdani Lestaluhu, Amarzukih, Mbida Messi, Ismed Sofyan, Vendry Mofu; Bambang Pamungkas.

Sekedar mengingatkan pertandingan pembuka Bali United vs Persija Jakarta akan disiarkan langsung oleh tv Indosiar pada pukul 16:00 WITA. Lihat Jadwal Lengkap Sepakbola Piala Presiden 2015 Siaran Langsung TV Indosiar.


LESTARIKAN KULINER TRADISIONAL, LOMBA SATE LILIT DIADAKAN DI SANUR VILAGE FESTIVAL



Balibangol news,-DENPASAR,– Puluhan pelajar sekolah dasar mengikuti lomba ngelilit sate pada hari ketiga Sanur Village Festival (SVF) 2015, Jumat (28/8) untuk  mengasah keterampilan dan melestarikan budaya kuliner Bali.
Ida Bagus Made Parwata, panitia lomba yang juga juri mengatakan tradisi lilit sate yang merupakan bagian penting dari masakan Bali telah berkembang sejak Abad Ke-8. “Generasi muda perlu tahu budaya leluhurnya dan edukasi melalui lomba ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya tersebut,” kata Parwata, Jumat (28/8/2015).
Para siswa peserta lomba ini tampak antusias mengerjakan tahap demi tahap ‘ngelilit’ sate.  Setiap kelompok terdiri 3 orang yang masing-masing mengerjakan proses melilitkan bahan yakni ikan laut yang telah diolah dan diberi bumbu. Setelah menempelkan bahan dengan tekanan -tekanan yang cukup ke batang katik, sate lilit itu dipanggang di atas bara arang.
Menurut Chef Nyoman Tedun, salah satu juri, sate lilit pada mulanya digunakan sebagai salah satu sesaji dalam upacara agama Hindu. Setidaknya ada 13 macam sate yang masing-masing bentuknya mewakili simbol senjata para dewa.
Dia menyebut di antaranya sate lilit, sate empol, sate asem, sate kaplet‎, sate urub, sate kuung dan sate japit yang masing-masing memiliki kegunaan dan filosofi. Berbagai bentuk sate itu bias terbuat dari aneka bahan seperti ikan, daging ternak berkaki dua dan empat. Sate dengan bahan daging hewan berkaki empat, misalnya, untuk upacara mecaru atau persembahan bagi buthakala. Sedangkan untuk parahyangan menggunakan binatang suci yakni itik.
Kata dia dalam lomba ini yang dinilai adalah ‎kekompakan tim, ketepatan waktu, proporsi, kematangan dan penyajian. Selain itu juga dipertimbangkan soal kebersihan dan kerapian selama proses melilit, memanggang, dan saat menyajikannya.
Dalam ‎ keseharian di tengah masyarakat Bali, ‘ngelilit’ sate biasa dilakukan saat ngayah dalam berbagai kegiatan upacara maupun aktivitas warga. Dalam perkembangannya kemudian beberapa jenis sate juga dikonsumsi sebagai lauk untuk makan.
Ketua Panitia SVF Ida Bagus Sidharta Putra mengatakan lomba menyasar siswa sekolah dasar dengan harapan bisa belajar dan termotivasi meningkatkan keterampilan. “Merekalah yang kelak melanjutkan tradisi kuliner baik untuk upacara adat maupun dikonsumsi yang sangat diminati wisatawan dari mancanegara,” kata Sidharta yang akrab disapa Gusde ini.
Gusde berpesan meskipun kini aneka masakan internasional banyak dijumpai di Bali, kecintaan terhadap kuliner tradisional harus tetap dilestarikan. Tak perlu minder menghadapi serbuan makanan asing. Kuliner Bali juga banyak dicari dan para juru masak dari mampu memadukan dengan cita rasa internasional sehingga kuliner tradisi ini bisa diterima masyarakat dari mancanegara.
Selain kegiatan utama setiap hari seperti Bali Food Festival, Sanur Kreatif Expo, music and culture show, kegiatan SVF Jumat kemarin juga diisi‎ penanaman terumbu karang, fun beach games, yoga, dan lomba layang-layang.
Hari keempat SVF, Sabtu (29/8) bakal menyajikan lomba mewarnai, layang-layang tradisional, mengukir buah, fun beach games, dan body painting. Sedangkan di panggung utama diisi. Sundown Blkues The Krishna, Dialog Dinihari, Endah n Rezha, Mike Mohede a Trubute to Bob Marley. Sekain itu ada fashion show Shinta Chrisna dan sendratari kolosal sajian Desa Sanur Kaja.

29 August 2015

SETELAH DINIKAHKAN MEREKA DIGILING Di ACARA PESTA GILING


Pernikahan pengantin tepung ini merupakan salah satu dari rangkaian acara Pesta Giling.


Balibangol news,- Ternyata tidak hanya manusia yang dinikahkan, boneka manusia yang terbuat dari tepung atau glepung dalam bahasa Jawa, juga bisa dinikahkan. Mereka juga diperlakukan sama seperti pasangan pengantin manusia pada umumnya.

Pernikahan pengantin tepung ini merupakan salah satu dari rangkaian acara Pesta Giling, sebuah acara tradisional tahunan yang diselenggarakan di Sragi, Pekalongan, Jawa Tengah. Pesta Giling ini digelar dalam rangka memperingati masuknya musim produksi sebuah pabrik gula yang berada di Kota Batik. Pabrik gula Sragi namanya.

Pabrik Gula Sragi merupakan warisan peninggalan zaman Belanda yang berdiri sejak tahun 1928 dan masih beroperasi hingga sekarang. Meskipun masa produksinya hanya berkisar 3–5 bulan per tahunnya, pabrik yang sudah berusia lebih dari 87 tahun ini masih aktif hingga saat ini. Pabrik Sragi biasanya memulai masa produksi pada bulan Mei dan berakhir pada bulan Agustus atau Oktober.

Untuk memulai masa produksi, diadakanlah acara tradisi Pesta Giling, yang sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman nenek moyang. Pesta Giling  tersebut dimaksudkan untuk persembahan guna kelancaran dan kesuksesan proses produksi Pabrik Gula Sragi.
Hingga saat ini, masyarakat sekitar masih sangat antusias dalam menyambut event tahunan itu, bahkan acara tersebut dianggap menjadi hiburan tahunan terbesar. Karenanya tak jarang  wisatawan asing ikut meliput tradisi budaya kebanggaan kabupaten Pekalongan itu.

Aby, salah seorang warga setempat menuturkan, bahwa acara tahunan itu dimulai dengan pemetikan beberapa tebu untuk kemudian diarak bersama sebagai simbolis dimulainya panen tebu untuk siap diproduksi menjadi gula.

Tebu sebagai bahan baku gula diarak dengan diiringi kirab budaya yang meliputi, barongan, genderuwo, musik gamelan, beserta hiburan pendamping lainnya. Arakan tersebut lalu akan berjalan sepanjang jalan sekitar satu kilometer lebih dan diikuti deretan masyarakat yang ikut meramaikan suasana.

Arak tersebut kemudian akan berjalan menuju ke tempat untuk persinggahan semalam, sebelum keesokan harinya dipertemukan dengan “pengantin glepung”. Di persinggahan, rombongan arak-arakan akan disambut oleh beberapa petinggi pabrik gula beserta sesepuh adat untuk didoakan dan seremonial lainnya.

“Keesokan harinya iring-iringan baru kembali digelar menuju ke dalam pabrik, ditambah dengan pasangan ‘pengantin glepung’nya,” ujar Aby yang ditemui beberapa bulan lalu.

Pengantin glepung/tepung adalah sepasang boneka yang bentuknya menyerupai manusia asli, lengkap dengan nama, pakaian pengantin serta berpasangan, kedua boneka itu terbuat dari bahan dasar tepung.

WAJIB KLIK: Kisah Titin Sumarni, artis tercantik yang berakhir menyedihkanNantinya tebu hasil petikan beserta pengantin glepung tersebut akan digiling bersama sebagai simbol dari awal proses produksi gula. Malam harinya pun makin meriah dengan berbagai hiburan yang ada, dari wayang, bazar, hiburan anak hingga dewasa, juga bermacam permainan. Karena malam tersebut adalah malam puncak acara. Jalanan bagai samudera manusia, tumplek blek.

Aby menambahkan untuk masa produksi bulan Mei tahun ini, Pabrik Gula Sragi bersama masyarakat yang terlibat pesta giling memberikan nama untuk pengantin pria dengan nama Abdul Jhalil dan khotijah untuk nama pengantin perempuan.

cp dari sumber

SUDAH PADA NONTON BELOM? Film "JENDERAL SOEDIRMAN"


Oleh : Yeni Herliani
Balibangol news,-Berangkat dari rasa penasaran dan kepedulian tentang mengapa jalan protokol di berbagai ibukota provinsi tersemat nama Jenderal Soedirman tetapi orang-orang muda boleh dikatakan tidak tahu tentang siapa sang Jenderal ini, Viva Westi melakukan riset dan berniat  untuk memfilmkan sang tokoh.

 Film Jenderal Soedirman diputar pertama kali untuk awak media di Epicentrum XXI, Rasuna Said, Kuningan, Senin, 24 Agustus 2015. Perjalanan pembuatan film ini dimulai dengan riset mendalam selama setahun melalui berbagai sumber sejarah yang ada, serta wawancara dengan para nara sumber, baik pelaku sejarah maupun para ahli. Bukan perjalanan yang mudah untuk meyakinkan seseorang agar mau menggelontorkan dana untuk film yang mengangkat  mengenai perang gerilya Jenderal Soedirman selama 7  (tujuh) bulan. Sampai kemudian, Westi bertemu dengan Letnan Jenderal Purnawirawan Kiki Syahnakri yang menyambut ide ini dengan antusias.

Sebagai  pengangum Jenderal Soedirman, Pak Kiki memiliki visi yang sama bahwa ketokohan Jenderal Soedirman yang sederhana, jujur, penuh integritas dan sangat mencintai tumpah darah Indonesia ini perlu diperkenalkan kembali kepada kaum muda melalui medium film agar kaum muda bisa belajar dari keteladanan sang Jenderal.

“Pak Dirman adalah panglima besar Tentara Nasional Indonesia yang pertama, dimana terpilihnya beliau dilakukan lewat demokrasi. Beliau juga orang yang dengan sepenuh jiwa mendukung kemerdekaan 100%, lepas dari segala bentuk penjajahan apapun. Dan hal yang dicatat sejarah namun banyak tidak diketahui adalah; tanpa perang gerilya yang dilakukan oleh Pak Dirman, mungkin kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah seperti sekarang, karena pada waktu itu semua pemimpin Indonesia telah ditangkap Belanda”, jelas Westi selaku sutradara film ini.

“Hanya perang gerilya yang dipimpin oleh Jenderal Soedirman-lah yang masih berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada dan masih melawan,”  sambung Westi.

Mengisahkan 7 (tujuh) bulan perang gerilya dimana Jenderal Soedirman menempuh 1000 (seribu) kilometer dalam keadaan sakit dengan hanya satu paru-paru yang tersisa, film  JENDERAL SOEDIRMAN ini adalah produksi  bersama Markas Besar Angkatan Darat, Yayasan  Kartika  Eka  Paksi,  Persatuan  Purnawirawan  Angkatan  Darat, dan Padma Pictures.

“Ini adalah film perdana Padma Pictures dan kami sangat berterima kasih bisa bekerjasama dengan  berbagai  institusi  yang ada berdasarkan keyakinan dan visi misi yang sama untuk  mempersembahkan film JENDERAL SOEDIRMAN ini sebagai kado 70 (tujuh puluh) tahun kemerdekaan Indonesia”, ujar Kiki selaku produser eksekutif.

“Kami berharap film ini dapat ditonton oleh berbagai kalangan, baik tentara maupun sipil  karena  melalui film ini kita akan banyak terinspirasi dan belajar seperti yang dicontohkan Pak Dirman, untuk menjadi manusia Indonesia yang lebih mencintai lagi tanah air dan rakyatnya,” lanjut Kiki.

Film JENDERAL SOEDIRMAN ini disuguhkan kepada penonton dengan alur yang mudah  dimengerti,  dimana penonton bisa menikmati cerita dan aksi perangnya.

“Kami memang tidak ingin membuat film yan  berat,  meskipun tema sejarah menjadi sangat penting. Justru untuk mendekatkan tokoh dan sejarah kepada orang - orang  muda dan khalayak  luas, unsur entertaining menjadi faktor penting,” ujar Westi.

Akting piawai para pemain muda di film ini seperti Adipati Dolken (Soedirman), Ibnu Jamil  (Tjokropranolo), Baim Wong  (Soekarno), Nugie  (Hatta), juga para senior seperti Mathias  Muchus (Tan Malaka), Landung Simatupang (Gatot Soebroto), Lukman Sardi (Jusuf  Ronodipuro), dan sederetan pemain baru lainnya sebagai anggota pasukan Jenderal Soedirman seperti Anto Galon (Dr. Suwondo), Gogot Suryanto (Karsani), Surawan Prihatnolo K.A (Supardjo Roestam), Angga Riyadi (Aceng), dan lain-lainnya menjadi ensemble cast ciamik yang menjalin ketegangan, keseriusan, dengan bumbu kelucuan.

Syuting berlangsung selama 45 (empat puluh lima) hari yang mengambil lokasi pengambilan gambar di Jawa Tengah, Yogya, Bandung, Batujajar, dan Situ Lembang. Proses pengambilan gambar melibatkan 200 kru dan personil Angkatan Darat yang membantu  dengan  persenjataan, adegan ledakan, bahkan sebagai  aktor-aktor prajurit dalam  film.

Paska produksi film ini selain dilakukan di Indonesia, juga dilakukan di Australia (untuk melengkapi desain suara) dan Bangkok. Film JENDERAL SOEDIRMAN akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis, 27 Agustus 2015.




SINOPSIS

Belanda menyatakan secara sepihak sudah tidak terikat dengan perjanjian Renville, sekaligus menyatakan penghentian gencatan senjata. Pada tanggal 19 Desember 1948, Jenderal Simons Spoor Panglima Tentara Belanda memimpin Agresi militer ke II menyerang Yogyakarta yang saat itu menjadi ibukota Republik.

Soekarno-Hatta ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka. Jenderal Soedirman yang sedang didera sakit berat melakukan perjalanan ke arah selatan dan memimpin perang gerilya selama tujuh bulan.

Belanda menyatakan Indonesia sudah tidak ada. Dari kedalaman hutan, Jenderal Soedirman menyiarkan bahwa Republik Indonesia masih ada, kokoh berdiri bersama Tentara Nasionalnya yang kuat.

Soedirman membuat Jawa menjadi medan perang gerilya yang luas, membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu. Kemanunggalan TNI dan rakyat lah yang akhirya  memenangkan perang. Dengan ditanda tangani Perjanjian Roem-Royen,  Kerajaan  Belanda  mengakui kedaulatan RI seutuhnya.
Informasi lebih lanjut
www.filmjenderalsoedirman.com

28 August 2015

PIALA PRESIDEN,DELAPAN BESAR


DELAPAN BESAR

Sabtu, 19 September


15.00 WIB 8 Besar Putaran Pertama

18.00 WIB 8 Besar Putaran Pertama

Minggu, 20 September


15.00 WIB 8 Besar Putaran Pertama

18.00 WIB 8 Besar Putaran Pertama

Sabtu, 26 September


15.00 WIB 8 Besar Putaran Kedua

18.00 WIB 8 Besar Putaran Kedua

Minggu, 27 September


15.00 WIB 8 Besar Putaran Kedua

18.00 WIB 8 Besar Putaran Kedua

LIHAT JADWAL PIALA PRESIDEN DISINI!


Balibangol news,- Untuk membangkitkan gairah persepak bolaan tanah air maka digelarlah turnamen Piala Presiden yang dimulai Minggu(30/8/15) yang akan disiarkan oleh salah satu stasiun tv swasta Nasional Indosiar

Minggu, 30 Agustus.             


15.00 WIB Bali United vs Persija

18.00 WIB Mitra Kukar vs Persita

Senin, 31 Agustus


14.00 WIB Persipasi Bandung Raya vs Pusamania Borneo FC

17.00 WIB PSM vs Gresik United

Selasa, 01 September


15.00 WIB Sriwijaya FC vs PSGC

18.00 WIB Arema vs Persela

Rabu, 02 September


15.00 WIB Persebaya vs Martapura FC

18.00 WIB Persib vs Persiba


Kamis, 03 September


15.00 WIB Persija vs Persita

18.00 WIB Bali United vs Mitra Kukar

Jumat, 04 September


14.00 WIB Gresik United vs Pusamania Borneo FC

17.00 WIB PSM vs PBR

Sabtu, 05 September


15.00 WIB Persela vs PSGC

18.00 WIB Arema vs Sriwijaya FC

Minggu, 06 September


15.00 WIB Martapura FC vs Persiba

18.00 WIB Persib vs Persebaya


Senin, 07 September


15.00 WIB Bali United vs Persita

18.00 WIB Persija vs Mitra Kukar

Selasa, 08 September


14.00 WIB Gresik Utd vs PBR

17.00 WIB PSM vs PBFC

Rabu, 09 September


15.00 WIB Sriwijaya vs Persela

18.00 WIB Arema vs PSGC

Kamis, 10 September


15.00 WIB Persebaya vs Persiba

18.00 WIB Persib vs Martapura FC

Dikutip dari bebeapa sumber.
DELAPAN BESAR >>>>>>>>>>>>>>

Honorer Usia Diatas 35 Tahun Tak Bisa Jadi CPNS

Honorer tua ikut unjuk rasa. Foto: dok.JPNN 


Balibangol news,JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan menolak permohonan uji materil UU No 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diajukan oleh Rochmadi Sularsono yang merupakan PNS asal Ponorogo dan tiga tenaga honorer, Wahid Ahmad Nahrowi, Siti Murijstul Khadijah serta Iva Fitria.

Dengan hasil putusan tersebut, maka keinginan tenaga honorer terutama yang berusia di atas 35 tahun untuk diangkat menjadi CPNS buyar sudah. Dalam permohonannya, para pemohon meminta agar majelis hakim konstitusi membatalkan pasal dalam UU ASN yang menyebutkan batasan umur menjadi CPNS 35 tahun, karena dianggap bertentang dengan UUD 1945 Pasal 27.

“Kami kecewa dengan keputusan MK, karena banyak honorer yang sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun usianya sudah di atas 35 tahun. Apa tidak ada rasa kemanusiaan di para petinggi negara ini, sampai harapan kami menjadi CPNS harus buyar,” kata Ketua Tim Investigasi Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Riyanto Agung Subekti alias Itong kepada JPNN saat dimintai tanggapannya soal keputusan MK yang dibacakan majelis hakim pada Rabu (26/8).

Dalam putusan MK untuk uji materiil register perkara No 27, terkait beberapa pasal UU ASN  (pasal 2, 6, 61, 66, 136, 137), termasuk adanya perlakuan diskriminatif terhadap tenaga honorer yang melewati  batas usia yang disyaratkan dalam pengangkatan PNS, Ketua MK Arief Hidayat menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima (permohonan pemohon kabur dan tidak memenuhi syarat formal)‎.

Mahkamah berpendapat, pemohon tidak memberikan argumentasi tentang pertentangan antara pasal yang dimohonkan pengujian dengan UUD 1945. Bahkan pemohona juga dinilai tidak menunjukkan argumentasi bagaimana pertentangan antara pasal yang diujikan dengan pasal-pasal yang menjadi dasar pengujiannya dalam UUD 1945.

Mahkamah juga menilai pemohon tidak menguraikan mengenai inskonstitusional norma, tetapi lebih banyak menguraikan kasus konkrit yang dialaminya. Bahkan meskipun Mahkamah sudah memberikan nasihat agar pemohon memperbaiki permohonan dalam sidang pemeriksaan pendahuluan, namun permohonan pemohon tetap seperti semua.

“Mahkamah berpendapat, permohonan pemohon kabur dan tidak memenuhi syarat formal permohonan dan Mahkamah menyatakan tidak perlu mempertimbangkan lebih lanjut pokok permohonan pemohon,” tegas Ketua MK Arief Hidayat saat membacakan amar putusannya. (esy)

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...