12 December 2015

Melasti tradisi hindu untuk menghilangkan kekotoran diri dan alam semesta

Foto masyarakat Langkan saat Melasti
Bb news,- Sudah sejak lama kegiatan melasti dilaksanakan di  Bali, kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan kekotoran diri dan Alam semesta, Dalam tradisi Hindu di Bali kegiatan melasti biasanya Dilaksanakan Menjelang Hari Raya Nyepi dan menjelang Wali atau Odalan Pada Sebuah Pura dan juga mungkin ada sesuatu kejadian yang membuat perlunya dilaksanakan Melasti dalam Lingkungan Desa Pakraman.

Seperti apa yang dilaksanakan Desa Pakraman Langkan beberapa waktu Lalu telah melaksanakan melasti ke Pantai Watu Klotok, kegiatan ini diambil karena telah terjadi kegaduhan di Desa Setempat yang membuat masyarakat bingung.

Melasti adalah upacara yadnya yang bermakna untuk menghilangkan kekotoran diri, meningkatkan keheningan pikiran, dan juga dilaksanakan untuk kesucian jagat raya. Ini yang disimbolisasikan dengan labuhan sesaji atau upacara yadnya ke laut serta menyucikan seluruh arca, pratima, nyasa, pralingga sebagai wujud atau sthana Ida Sang Hyang Widi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa dengan segala manifestasi-Nya.


dalam lontar Sang Hyang Aji Swamandala disebutkan “Melasti ngarania ngiring prewatek Dewata, anganyutaken laraningjagat, papa kiesa, letuhing bhuwana” . Maksudnya, melasti meningkatkan bakti kepada para dewata manifestasi Tuhan, agar diberi kekuatan untuk menghanyutkan penderitaan masyarakat, menghilangkan papa klesa atau kekotoran diri dan kekotoran alam semesta.

Sedangkan tujuan melasti seperti yang tersurat dalam lontar Sundarigama adalah ngamet sarining amertha kamandalu ring telenging segara-mengambil sari-sari kehidupan yang disebut tirtha kamandalu (air sumber kehidupan) di tengah samudera.



“Ngiring prawatek dewata” dalam lontar Sang Hyang Aji Swamandala itu mengandung makna bahwa ciri utama orang beragama adalah berbakti kepada Tuhan (Ida Sang Hyang Widi). Dalam konteks itu, umat diharapkan mampu menguatkan daya spiritual untuk menajamkan kecerdasan intelektual. Hal itu dijadikan dasar untuk menguatkan kepekaan emosional dan melahirkan kepedulian sosial.

Anganyutaken laraning jagat artinya, dengan kuatnya srada dan bakti kepada. Tuhan, kepedulian sosial ümat bisa meningkat, Anganyutaken papa klesa maksudnya agar umat termotivasi untuk mengatasi lima kekotoran individu yang disebut panca klesa—awidya, asmita, raga, dwesa dan abhiniwesa.

Sedangkan anganyutaken letuhing bhuwana maksudnya melalui ritual melasti umat diharapkan termotivasi untuk menghilangkan kebisaan buruk merusak sumber daya alam. Jika kebiasaan buruk ini terus dibiarkan, alam akan rusak (letuhing bhuwana) yang pada gilirannya manusia akan menderita.

Melasti berasal dari kata lasti. yang artinya menuju air. Dalam konteks prosesi melasti, umat bisa mendatangi segara (laut), danau dan campuan (pertemuan dua buah sungai). Tujuannya, nunas (mohon) tirta amertha dan menghanyutkan kekotoran dunia.

Melasti ngarania ngiring prewatekan pralingga Ida Batara ke telengin samudera angamet tirta amerta (tirta sanjiwani), anganyutaken laraning jagat, paklesa letuhing bhuwana. Artinya, umat ngiring Ida Batara ke segara mengambil Tirta Amerta dan menghanyutkan segala penderitaan umat, segala sesuatu yang menyebabkan dunia atau alam semesta ini kotor. Secara simbolik, sesungguhnya umat diingatkan untuk selalu membenahi diri supaya menjadi lebih baik, dengan menghilangkan atau menghanyutkan perilaku atau sifat-sifat buruk yang melekat dalam diri.
Dikutip dari berbagai sumber...

Anda Bingung Sering memar Tiba-tiba Tanpa Benturan?, ini Penyebabnya.


BB news, Dalam kehidupan masyarakat pedesaan terkadang hal seperti ini dikaitkan dengan hal gaib yakni dibilang di cubit sama makluk halus atau yang sejenisnya.

 Saat mengamati kulit Anda, Anda mendapati ruam yang muncul secara tiba-tiba. Padahal sepanjang ingatan Anda, Anda sama sekali tidak mengalami luka atau terbentur sesuatu.

Biasanya memar yang muncul akan berwarna merah hingga keunguan dan terkadang malah tidak sakit sama sekali. Anda sering mengalami hal ini dan bingung apa yang jadi penyebabnya? Dilansir dari boldsky.com, berikut adalah penjelasannya.

Diabetes

Saat Anda mendapati ada bercak atau memar di kulit Anda pada area tertentu, bisa jadi itu indikasi dari gejala awal diabetes. Hal ini terjadi karena adanya perdarahan kapiler internal karena pembuluh darah yang lemah. Sehingga mudah sekali terjadi memar.

Olahraga

Alasan lain dari munculnya memar adalah olahraga terutama yang terlalu berat. Sebab olahraga akan menempatkan banyak ketegangan di otot yang kemudian menyebabkan pecahnya pembuluh darah sehingga menyebabkan memar. Jadi jika Anda senang berolahraga, jangan kaget apabila sering muncul memar di kulit Anda.

Penuaan

Saat menua, produksi kolagen serta lapisan lemak yang melindungi kulit akan menurun. Sehingga Anda pun jadi mudah memar terutama ketika usia Anda di atas 60 tahun.

Gangguan darah

Gangguan darah seperti hemofilia pun bisa membuat Anda memar dengan mudahnya. Bahkan kontak fisik yang ringan bisa menyebabkan memar. Dalam beberapa kasus, memar karena gangguan darah ini juga bisa berujung pada indikasi gejala kanker darah.

Konsumsi obat

mengonsumsi beberapa jenis obat tertentu ternyata juga bisa menyebabkan kulit jadi memar. Beberapa jenis obat yang bisa membuat Anda memar adalah aspirin, kontrasepsi, serta steroid.

Purpura Dermatosis

Purpura dermatosis merupakan kondisi kulit di mana darah keluar dari kapiler kecil sehingga membuat memar keunguan akan muncul. Pada kasus yang berat, kondisi kulit ini juga bisa menimbulkan rasa gatal. Salah satu cara sederhana agar Anda terhindar dari gangguan ini adalah dengan mengoleskan krim tabir surya setiap kali akan beraktivitas ke luar ruangan

Kekurangan vitamin C

Vitamin C sangat penting untuk membantu menyembuhkan luka dan pembentukan kolagen. Kekurangan vitamin C akan menyebabkan pembuluh darah kecil Anda pecah sehingga menyebabkan memar.

Itulah beberapa alasan kenapa sering muncul di kulit Anda. Jadi, saat memar muncul jangan panik terlebih dahulu. Mungkin Anda mengalami salah satu dari gejala di atas.

(Sumber merdeka.com)

10 December 2015

Pilbup Bangli, Paket Gita menang


Balibangol news, BANGLI – Pemilihan Kepala Daerah, Bupati dan Wakil Bupati Bangli secara umum berlangsung aman dan terkendali. Hasilnya, sesuai informasi yang dihimpun dari berbagai sumber dan lembaga terpercaya di Bangli, perolehan sementara Pilbup Bangli hingga Rabu (09/12/2015) sore mengukuhkan kemenangan untuk pasangan calon (Paslon) incumbent nomor urut satu, I Made Gianyar-Sang Nyoman Sedana Artha (Gita). Paket yang diusung PDIP ini, menorehkan kemenangan secara signifikan di dua kecamatan, masing-masing Kintamani dan Tembuku. Sementara lawannya, paslon nomor dua, IB Brahmaputra-I Ketut Ridet yang diusung partai Gerindra dan Demokrat menang tipis di Kecamatan Susut dan Bangli.

Sementara dari penghitungan suara di TPS, kedua Paslon berhasil menang di TPS-nya masing-masing. Calon incumbent Made Gianyar yang menggunakan hak suaranya di TPS 1, Desa Bunutin, Kintamani, meraih kemenangan mutlak. Dari 378 pemilih yang hadir, paket Gita meraup dukungan 375 suara sementara paslon BPR hanya meraih 4 suara. Sementara Cawabup Sang Nyoman Sedana Arta juga meraih kemenangan di TPS Nomor 2 Desa Sulahan Susut dengan perolehan suara paket Gita meraup 306 dukungan dan BPR meraih 112 dukungan.

Sedangkan di TPS 2, Desa Demulih, Cabup Ida Bagus Brahma Putra juga meraih kemenangan yang signifikan. Dimana, dari 354 DPT, BPR meraih dukungan 263 suara, sementara Gita hanya meraih suara 21 dukungan. Sementara Ketut Ridet meski tidak bisa menggunakan hal pilihnya karena tidak masuk dalam DPT akibat ber-KTP luar Bangli, calon wakil Bupati asal Desa Songan A juga mampu meraih kemenangan di desanya.

Hanya saja, meski sama-sama menang di TPS masing-masing sesuai informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber dan intansi terkait di Bangli, pasangan nomor urut satu unggul sementara dari BPR. Dimana total perolehan suara Gita mencapai 77.737 suara. Sementara BPR meraup total dukungan 51.704 suara degan selisih mencapai 26.033 suara.
Perinciannya, untuk kecamatan Susut , paket Gita memperoleh 12.491 suara dan paket BPR memperoleh 14.209 suara. Kecamatan Kintamani, Gita meraup 37.613 suara dan BPR memperoleh 12.169 suara. Kecamatan Bangli, Gita meraup 13.818 suara dan BPR memperoleh 16.963 suara. Sedangkan di Kecamatan Tembuku, paket Gita memperoleh 13.815 suara dan BPR hanya 8.363 suara.
Atas kemenangan yang ditorehkan itu, Ketua Tim Pemenangan Gita, I Wayan Diar mengaku bersyukur dan senang mendengarkannya. “Astungkara dan terimakasih atas kepercayaan yang kembali diberikan masyarakat Bangli kepada Gita,” ungkapnya singkat. Sementara, IB Brahmaputra sebelumnya sempat menyatakan menang kalah telah siap. “Kalau sudah kondusif seperti ini, saya siap kalah dan siap menang,” akunya.(sumber)

9 December 2015

Upacara Pecaruan Atas Ekses Kerauhan di Br. Langkan Bangli

Upacara Mecaru di Desa Pakraman Langkan Bangli


Balibangol news,BANGLI,- Upacara pecaruan dan nyepuh Ida Betara Gede yang Di selenggarakan krama Desa Pakraman Langkan Bangli Dilaksanakan di perempatan Desa Setempat pada senin (07/12).

Upacara pecaruan ini atas petunjuk para  sulinggih dan Parisada kabupaten Bangli, yang setelah sebelumnya di Desa Pakraman Langkan telah terjadi beberapa kejadian Kerauhan yang mengakibatkan beberapa permasalahan di luar akal sehat krama Langkan.

Menurut Jro Mangku I Nengah Ngabe yang juga salah satu perwakilan Parisada Desa mengungkapkan pecaruan yang di ambil adalah pecaruan Manca Durga dengan ulu Godel (sapi) yang bertujuan untuk menghilangkan segala mala.

"Caru ini adalah untuk nyomia (mengembalikan)segala bhutakala baik yang ada dalam diri kita (bhuana alit)maupun dalam alam semesta(bhuana agung)" jelas Mangku.

Upacara yang dipuput Ida Sri Mpu Giri dari Griya Penida pemacekan Br Nyalian Bangli, berlangsung hikmat yang diikuti oleh krama Langkan secara keseluruhan yang di atur oleh para Peduluan Desa Pakraman Langkan Sebagai Perancang Bakti dibantu oleh jero mangku lainnya.

Setelah upacara pecaruan dilaksanakan akan dilanjutkan dengan melasti ke Segara(lautan) yang akan dilaksanakan pada hari kamis (10/12).
Ida Betara Gede yang di sepuh pada upacara Pecaruan nyejer selama lima hari sampai pada odalan Tumpek Landep.(wi/bb)

4 December 2015

Minta Deposit Dikembalikan, Gojek Demo Lagi


Balibangol news, DENPASAR, -Setelah batal melakukan aksi di Kantor Gubernur Bali kemarin (03/12) lantaran tak memiliki ijin, ratusan anggota Ojek online (Go-Jek) mendatangi DPRD Bali. Kedatangan para Go-Jek ini dikawal puluhan aparat keamanan Bali.

Namun sayangnya, mereka hanya bisa gigit jari. Pasalnya, anggota dewan tak ada yang bisa ditemui. Aparat kepolisian juga melarang untuk melakukan aksi lagi sampai tahapan Pilkada selesai.

“Hari ini ratusan Gojek tidak bisa menemui dewan karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Itulah sebabnya, kita menyuruh mereka untuk datang lagi sepekan setelah Pilkada yakni tanggal 14 Desember,” ujar seorang anggota kepolisian saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Jum’at, 04 Desember 2015.

Koordinator aksi Krisna menjelaskan, kedatangannya untuk meminta perlindungan kepada DPRD Bali selaku wakil rakyat terhadap tindakan sewenang-wenang Manajemen PT. Go-Jek Bali. Ia mengaku, jika pihaknya tidak menjamin jika semua anggota driver di PT. Go-Jek yang jujur, tetapi juga tidak semuanya berbohong. Masalahnya, Manajemen PT. Go-Jek mengeluarkan suspend kepada semua anggota yang tidak melakukan pelanggaran. Dirinya menuntut agar PT. Go-Jek mengembalikan depositnya.

“Kita datang meminta perlindungan kepada dewan. Dimana hak-hak kita di PT Gojek teraniaya, tidak dipenuhi. Sanksinya harus membayar denda, atau keluar dari PT Gojek tanpa membayar deposit yang sudah berlaku beberapa tahun,” jelasnya.

Dalam orasinya, para driver Go-Jek ini menuding jika sistem yang diterapkan Management itu salah. “Terkait tuntutan kami, mereka mewajibkan kita membayar denda atau berhenti. Masing-masing driver menerima denda mulai dari Rp. 200.000 sampai Rp. 10.000.000. Ada perwakilan kita naik ke kantor Go-Jek Indonesia, mereka tidak bisa memberikan bukti terkait kesalahan kami,” tegasnya. Saat ini di Bali, driver Go-Jek yang sudah terkena suspend mencapai 1.400 orang dari total 14.000 driver. (Sumber)

Fungsi Penunggun Karang Dalam Kehidupan umat Hindu Bali

Foto-Doc Redaksi
Balibangol news, - Hampir setiap pekarangan rumah di Bali memiliki bangunan pelinggih kecil yang berada di sebelah teben merajan yang mereka sebut Penunggun Karang, Istilah Penunggun Karang dalam Sastra Dresta disebut Sedahan Karang (di perumahan) untuk membedakan dengan Sedahan Sawah (di sawah) dan Sedahan Abian (di kebun/ tegalan/ abian).

Dalam lontar Kala Tattwa disebutkan bahwa Ida Bethara Kala bermanifestasi dalam bentuk Sedahan Karang/ Sawah/ Abian dengan tugas sebagai Pecalang, sama seperti manifestasi beliau di Sanggah Pamerajan atau Pura dengan sebutan Pangerurah, Pengapit Lawang, atau Patih.

Di alam madyapada, bumi tidak hanya dihuni oleh mahluk-mahluk yang kasat mata, tetapi juga oleh mahluk-mahluk yang tidak kasat mata, atau roh.

Roh-roh yang gentayangan misalnya roh jasad manusia yang lama tidak di-aben, atau mati tidak wajar misalnya tertimbun belabur agung (abad ke 18) akan mencari tempat tinggal dan saling berebutan.

Untuk melindungi diri dari gangguan roh-roh gentayangan, manusia membangun Palinggih Sedahan. Sedahan Karang boleh ditempatkan di mana saja asal pada posisi “teben” jika yang dianggap “hulu” adalah Sanggah Kemulan.

Karena fungsinya sebagai Pecalang, sebaiknya berada dekat pintu gerbang rumah. Jika tidak memungkinkan boleh didirikan di tempat lain asal memenuhi aspek kesucian.

Yang perlu diperhatikan, bangunan Palinggih Sedahan harus memenuhi syarat:

pondamennya batu dasar terdiri dari dua buah bata merah masing-masing merajah “Angkara” dan “Ongkara”
sebuah batu bulitan merajah “Ang-Mang-Ung”; berisi akah berupa tiga buah batu: merah merajah “Ang”, putih merajah “Mang”,dan hitam merajah “Ung” dibungkus kain putih merajah Ang-Ung-Mang
di madia berisi pedagingan: panca datu, perabot tukang, jarum, harum-haruman, buah pala, dan kwangen dengan uang 200, ditaruh di kendi kecil dibungkus kain merajah padma dengan panca aksara diikat benang tridatu
di pucak berisi bagia, orti, palakerti, serta bungbung buluh yang berisi tirta wangsuhpada Pura Kahyangan Tiga.
Persyaratan ini ditulis dalam Lontar Widhi Papincatan dan Lontar Dewa Tattwa. Jika palinggih sedahan tidak memenuhi syarat itu, yang melinggih bukan Bhatara Kala, tetapi roh-roh gentayangan itu antara lain Sang Butacuil.

Jika sedahan karang di-“urip” dengan benar, maka fungsi-Nya sebagai Pecalang sangat bermanfaat untuk menjaga ketentraman rumah tangga dan menolak bahaya sehingga terwujudlah rumah tangga yang harmonis, bahagia, aman tentram, penuh kedamaian.(sitidharma.org)

3 December 2015

Tujuh Pura Yang Menjaga Pulau Bali dari Bencana Alam


Bb news,-  Pulau Bali dikenal sebagai pulau yang banyak terdapat beribu-ribu Pura. Nah, dari sekian ribu Pura yang ada di pulau Dewat itu,  ada beberapa Pura penting yang sangat berpengaruh terhadap kestabilan dan kelangsungan hidup masyarakat Bali baik secara Skala maupun Niskala.

Menurut kepercayaan dan keyakinan masyarakat Bali, ada tujuh (7) Pura yang menjadi Pilar atau penopang pulau Bali yang berfungsi sebagai penghalang atau Penolak Hal-hal yang negatif seperti bencana alam dan sejenisnya.

Seperti dilansir megenep.com, Senin (20/04), berikut dibawah ini tujuh Pura yang menjadi penjaga Pulau Bali menurut kepercayaan masyarakat Bali:

1. Pura Tanah Lot

Sumber-Pura Tanah Lot(www.balispectacular.com)
Pura Tanah Lot ini terletak di Pantai Selatan Pulau Bali yaitu di wilayah kecamatan Kediri, Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan, yang pembangunannya berkaitan erat dengan perjalanan Danghyang Nirartha di Pulau Bali. Di sini Danghyang Nirartha pernah menginap satu malam dalam perjalanannya menuju daerah Badung dan kemudian ditempat inilah oleh orang-orang yang pernah menghadap kepada Danghyang Nirartha dibangun bangunan suci (Pura atau Kahyangan) sebagai tempat memuliakan dan memuja Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa ) untuk memohon kemakmuran dan kesejahteraan.

Dari tempat ini kemudian rakyat dapat memuja kebesaran sanghyang Widhi Wasa ( Tuhan Yang Maha Esa ) untuk memohon wara nugrahaNya keselamatan dan kesejahteraan dunia. Demikian antara lain nasehat Danghyang Nirartha kepada orang-orang yang mengahadap pada malam hari itu, yang akhirnya sesudah Danghyang Nirartha meninggalkan tenpat itu, kemudian oleh orang-orang tersebut dibangunlah sebuah bangunan suci (Pura atau Kahyangan) yang diberi nama Pura Pakendungan yang kini lebih dikenal dengan sebutan Pura Tanah Lot.

2. Pura Rambut Siwi

Sumber-Pura Rambut Siwi (www.pawongan.com)
Pura Rambut Siwi terletak di Desa Yeh Embang, sebelah timur kota Negara, ibukota kabupaten Jembrana. Asal mula Pura Rambut Siwi tertuang dalam lontar Dwijendra Tatwa. Keberadaan pura ini sangat terkait dengan mitologi kedatangan Mpu Dang Hyang Nirartha dari Jawa Timur ke Bali pada tahun 1411 Caka atau tahun 1489 masehi.

Ceritanya, ketika Mpu Dang Hyang Nirartha ke Bali salah satu pura yang beliau kunjungi adalah Pura Rambut Siwi. Saat beliau memasuki pura, penjaga pura mengharuskan agar Mpu Dang Hyang Nirartha sembahyang di pura tersebut. Kalau tidak, beliau akan diterkam oleh harimau.

3. Pura Pulaki

Sumber-Pura Pulaki (agungbalinice.blogspot.com)
Pura Pulaki berdiri di atas tebing berbatu yang langsung menghadap ke laut. Di latar belakangnya terbentang bukit terjal yang berbatu yang hanya sekali-sekali saja tampak hijau saat musim hujan. Tahun 1920 Pulaki mulai dibuka yang ditandai dengan disewakannya tempat ini oleh pemerintah kolonial Belanda kepada orang Cina bernama Ang Tek What.

Kawasan itu kemudian dikembalikan sekitar tahun 1950 yang selanjutnya dilakukan pemugaran-pemugaran terhadap tempat suci di kawasan itu. Pemugaran Pura Pulaki dan pesanakannya dilakukan setelah tahun 1950.

4. Pura Menjangan

Sumber-Pura Menjangan (www.freemagz.com)
Lokasi Pulau Menjangan berada disebelah utara Taman Nasional Bali barat yang termasuk bagian dari Desa Sumber Klampok, kecamatan Grokgak yang berjarak sekitar 76 kilometer sebelah Barat Kota Singaraja.

Di Pulau menjangan ini juga terdapat Pura yang Indah dan mempunyai nilai sejarah , yaitu Pura segara dan Pura Kelenting sari , jarak kedua Pura ini dari tempat melakukan penyelaman kurang lebih 500 meter , melalui jalan setapak. Pura ini sangan memiliki keunikan dan nilai sejarah yang tinggi.Pura ini berhadapan langsung ke arah laut sehingga seolah” Pura ini selalu memantau keadaan laut di sekitar pulau Bali.

5. Pura Silayukti

Pura Silayukti
Pura Silayukti merupakan salah satu Pura Dang Kahyangan di Bali. Pura ini terletak di sebuah bukit bagian timur Desa Padangbai yang menghadap langsung ke lautan. Pura ini dipercaya sebagai parahyangan Ida Batara Mpu Kuturan, seorang tokoh yang sangat berjasa dalam menata kehidupan sosial religius masyarakat Bali sekitar abad ke-11 Masehi. Saat ini, pura ini terdiri atas bangunan sederhana berupa beberapa arca di dalam tebing karang yang menyerupai goa dangkal.

6. Pura Uluwatu

Sumber-Pura Uluwatu (tundra.web.id)
Pura Uluwatu, merupakan pura yang terletak di ujung selatan pulau Bali dan mengarah ke samudra Hindia,Tempat ini terdiri atas batu-batu tebing. Apabila diperhatikan dari bawah permukaan laut, kelihatan saling bertindih, berbentuk kepala bertengger di atas batu-batu tebing itu, dengan ketinggian antara 50-100 meter dari permukaan laut. Dengan demikian disebut Uluwatu. Ulu artinya kepala dan watu berarti batu.

7. Pura Goa Lawah

Sumber-Pura Goa Lawah ( www.kasuribalitour.com)
Di Bali Pura Goa Lawah merupakan Pura untuk memuja Tuhan sebagai Dewa Laut. Dalam Lontar Prekempa Gunung Agung diceritakan Dewa Siwa mengutus Sang Hyang Tri Murti untuk menyelamatkan bumi. Dewa Brahma turun menjelma menjadi Naga Ananta Bhoga. Dewa Wisnu menjelma sebagai Naga Basuki. Dewa Iswara menjadi Naga Taksaka. Naga Basuki penjelmaan Dewa Wisnu itu kepalanya ke laut menggerakan samudara agar menguap menjadi mendung.

Ekornya menjadi gunung dan sisik ekornya menjadi pohon-pohonan yang lebat di hutan. Kepala Naga Basuki itulah yang disimbolkan dengan Pura Goa Lawah dan ekornya menjulang tinggi sebagai Gunung Agung. Pusat ekornya itu di Pura Goa Raja, salah satu pura di kompleks Pura Besakih.Karena itu pada zaman dahulu goa di Pura Goa Raja itu konon tembus sampai ke Pura Goa Lawah.Karena ada gempa tahun 1917, goa itu menjadi tertutup.Disebut Goa Lawah dikarenakan di dalam goa tersebut terdapat banya binatang kelelawar.sumber-hindudamai.blogspot.co.id

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...