29 September 2016
27 September 2016
Surprise Ultah Berujung Maut
![]() |
| Foto-ilustrasi |
Maut tersebut terjadi pada Senin (26/09/2016) Pukul 00.00 WIB dini hari. Saat itu, kawan-kawan Gepeng langsung membekap dirinya dan membawanya ke lapangan basket BSD Serpong, Tangerang Selatan.
Inginnya, ini benar-benar sebuah kejutan. Tubuh Gepeng langsung di ikat di tiang penerangan lapangan. Namun tak disangka kabel di tiang listrik tersebut tekelupas dan dialiri setrum. Saat tubuh korban disiram air, aliran listrik langsung menyetrum tubuh Gepeng. Gepeng langsung kejet-kejet dan tak sadarkan diri. Kawan-kawannya membawa korban ke UGD Eka Hospital namun tak bisa tertolong. "Setelah disiram, korban kejang-kejang karena tersengat arus listrik," kata Kasubbag Humas Polres Tangerang Selatan AKP Mansuri.
Sumber, semetonnews.com
Longsor, Jalan Di Jeruk Mancingan Hampir Makan Korban
![]() |
| Motor yang tertimbun longsoran |
Balibangol news, BANGLI,- Jalan di Jeruk Mancingan, Bangli, yang di apit tebing setiap tahun selalu menakutkan untuk dilintasi warga. Sebab, saat musim hujan bisa dipastikan terjadi longsor di sana. Belum lama ini pemotor nyaris jadi tumbal longsor di sana. Beruntung, korban berhasil melompat dan selamat dari terjangan material longsor.
Kondisi jalan yang berbahaya tentu membuat warga berharap Pemprov Bali atau pun Pemkab Bangli bisa dengan segera melakukan pengaspalan. Apalagi, jalan tersebut merupakan akses warga Banjar Pengiangan, Banjar Serai, Banjar Kembangmerta, Banjar Temen dan Banjar Keranjangan. "Jalur ini selalu ramai, kami tentu tidak berharap ada korban jiwa. Apalagi, anak-anak sekolah juga menggunakan jalan ini," kata Kelian Dinas Banjar Jeruk Mancingan Adhi Suparsa.
Pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan agar jalan tersebut bisa di aspal. Namun, sampai kini belum juga terealisasi. "Masyarakat menggunakan jalan ini karena jarak ke Gianyar dan jalan utama lebih dekat. Dibandingkan bila memutar sejauh enam kilometer," ujarnya.
Akses jalan di Jeruk Mancingan ini dibuat melalui program ABRI Masuk Desa(AMD) pada 1991 degan lebar 7 meter. Saat pembuatan akses jalan seorang anggota Kodim Gianyar gugur, yakni Koptu Rohmat Suharto tertimbun longsoran pada 5 November 1991. Untuk mengenang jasa almarhum, warga membuat tugu sederhana. (Sumber)
24 September 2016
Meski Sedang Hamil, Atlet Silat Bali Raih Emas Di Nomor Ganda Putri
![]() |
| Pasangan pesilat Bali, Ni Made Dwiyanti dan Sang Ayu Ketut Sidan |
Balibangol news, Nasional,-Pasangan pesilat Bali, Ni Made Dwiyanti dan Sang Ayu Ketut Sidan berhasil meraih medali emas untuk kali ketiga secara beruntun Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 Jawa Barat di kategori TGR nomor ganda putri.
Secara total nilai Ni Made dan Sang Ayu berhasil mengumpulkan 571.
Uniknya, saat pertandingan, Ni Made tengah mengandung satu bulan."Kunci kemenangan kami adalah keyakinan. Ya, medali emas ini untuk diri saya sendiri dan juga untuk anak saya yang sedang dalam kandungan," ucap Ni Made saat ditemui seusai proseai oenyerahan medali, di Graha Laga Satria, Jatinangor, Sabtu (24/9)
Medali perak berhasil diraih pesilat Jawa Timur, Anika Alfiani dan Widjayanti Ratu Ningrat yang mendapatkan perolehan nilai 569.
Medali perunggu, didapatkan duo pesilat Jabar, Ririn Rinasih dan Riska Hermawan yang juga mengumpulkan nilai 569.
Pasangan Jatim unggul nilai di unsur teknik. Anika dan Widjayanti berhasil mengumpulkan total nilai 230, sementara pasangan Jabar meraih 229.(sumber)
21 September 2016
Pemimpin Bangsa Dan Pemimpin Agama, Samakah?
![]() |
| Foto, bangunan suci umat Hindu (pura) |
Saya melihat semua yang memeluk agama pasti akan tidak mau jikalau pemimpinnya beda keyakinan dengan dirinya termasuk saya yang memeluk Agama Hindu (Bali) juga menolak jika pemimpin saya beda keyakinan dengan saya, meskipun saya memaknai agama yang saya peluk dengan sederhana yakni untuk tidak memfinah orang lain, tidak menyakiti, pada intinya berbuat baik kepada semua orang dan semua makluk ciptaan tuhan atau dalam kata lain Alam dan segala isinya.
Namun dalam pemikiran saya pemimpin Agama dan pemimpin Bangsa Bisa saya bedakan agar kita bisa berfikir lebih sederhana, pemimpin bangsa apalagi seperti negara kita Indonesia yang sudah jelas dan sudah final bahwa masalah agama, ras, suku bangsa, tidak perlu diperdebatkan lagi karena Indonesia mempunyai dasar Yakni Pancasila, maka pemimpinnya bisa dari kalangan manapun tidak memandang Agamanya asalkan sesuai dengan apa yang di akui oleh bangsa ini.
Namun pemimpin Agama jelas beda karena saya yang seorang hindu menolak kalau yang memimpin saya ber keyakinan lain, misalkan dalam sebuah upacara keagamaan kita bersembahyang ke pura masa pemimpin doanya Pendeta atau Ustad kan gak mungkin, begitu juga sebaliknya saudara kita yang Muslim masa sholat di masjid dipimpin oleh jero Mangku.
Nah pemimpin bangsa atau daerah beda kalau menurut saya dengan pemimpin Agama.
"Bagaimana dengan pendapat kalian?"
(Wi/bb)
20 September 2016
Di Sahkan, PDI P Resmi Usung Ahok-Jarot Di Pilkada Jakarta
PDIP resmi mengusung pasangan Ahok-Djarot untuk bertarung di Pilgub DKI. Penetapan Ahok ini secara resmi menutup kisah perang antaran sejumlah politisi PDIP dengan Ahok.
Balibangol news, JAKARTA,-Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira dalam jumpa pers di DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta, Selasa (20/9/2016) menyampaikan ‘akhir’ perang kata yang sempat terjadi.
“Seluruh dinamika kita tutup sebagai sejarah. Kita buka lembaran baru untuk pertarungan yang akan datang,” jelas Andreas. Hadir dalam acara ini Sekjen PDIP Hasto, serta sejumlah bakal calon yang akan diusung PDIP di Pilkada serentak di 2017 antara lain Ahok dan Djarot.
“Di 2017 ini PDIP akan keluar sebagai pemenang,” jelas Andreas.
Andreas juga menyampaikan betapa Pilgub DKI penuh gegap gempita.
“Pilgub rasa Pilpres,” terang dia(sumber)
19 September 2016
BUJANG LAPUK GAULI ANAK DI BAWAH UMUR DI KEBUN JAGUNG
Balibangol news, KARANGASEM,- Seorang anak perempuan dibawah umur berusia 10 tahun SR, dicabuli oleh Wayan Suparta alias Leleng (50) seorang lelaki setengah baya di kebun jagung di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem Karangasem. Kasus pencabulan tersebut terbongkar beberapa saat kemudian setelah kakak korban yakni Ni Kadek RN (16) melihat adiknya pulang menangis dengan menenteng pakaian dalamnya pada Minggu (18/9/2016) sekitar pukul 15.00 wita.
“Saat itu saya baru pulang dari bekerja di toko bangunan. Saya lihat adik saya pulang nagis sambil menenteng celana dalamnya. Saat itu saya curiga ada apa makanya langsung saya tanyakan kenapa dan dia bilang baru saja disetubuhi oleh pelaku,” beber Ni Kadek RN kepada wartawan di Mapolres Karangasem, Senin (19/9/2016) ketika mendampingi adiknya menjalani pemeriksaan oleh unit PPA Polres Karangasem.
Kepada kakaknya saat itu, korban menceritakan jika dirinya disetubuhi sebanyak satu kali oleh pelaku di kebun jagung di dekat rumah pelaku. Sebelumnya korban memang terbiasa bermain di dekat tegalan, dan saat itu pelaku yang melihat korban memanggil korban. Dengan polos korban pun mendekat, namun ternyata pelaku menggiring korban kevkebun jagung, menggagahi dan menyetubuhi korban sebanyak satu kali. Usai menuntaskan nafsunya, lelaki tua yang tidak menikah hingga seusianya itu lantas menyuruh korban pulang.
Sementara kakak korban yang tidak terima adiknya diperlakukan seperti itu, kemudian memanggil sepupunya Kadek Widana, untuk meminta bantuan. Setelah sepakat melaporkan kasus itu, Kadek Widana bersama pamannya lantas mencari pelaku. “Saya temukan pelaku di tegalan, dan saat itu pelaku tidak mengakui perbuatannya. Saya bilang ayo ikut ke Polsek nanti kamu jelaskan saja sama polisi!,” kata Kadek Widana.
Selama ini pelaku memang dikenal suka mengintip orang manmdi. Kelakukannya suka mengintip para gadis mandi itu cukup membuat para wanita yang suka mandi di sungai yang menjadi permandian umum itu merasa risih dan was-was karena jangan-jangan sedang telanjang diintip oleh pelaku. “Pelaku memang suka sekali ngintip orang mandi dari semak-semak di tegalan,” sebut Kadek Widana.
Sementara itu, kasus ini dilimpahkan penanganannya ke Polres Karangasem, dan sampai saat ini baik pelaku maupun korban sama-sama masih diperiksa oleh unit PPA Polres Karangasem. “Kasus ini masih kita dalami, korban dan pelaku masih dimintai keterangan oleh penyidik,” tegas Kapolres Karangasem, AKBP Sugeng Sudarso. Dan akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan UU Perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Sumber, suaradewata.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman
Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...
-
Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...
-
Balibangol news,-Sebelumnya di media sosial ramai diperbincangkan mengenai larangan bagi Ida Pandita yang tidak diijinkan untuk muput di...
-
Tajen th1915 Balibangol news, UNIK,- Tajen merupakan salah satu kegiatan yang sangat digandrungi oleh masyarakat Bali karena dalam ta...






