27 August 2015

PIALA PRESIDEN, RATUSAN PENARI KECAK DILIBATKAN



Balibangol news, Gianyar,-Untuk mensukseskan pembukaan turnamen Piala Presiden,  Pemkab Gianyar akan menggelar Pragmen Tari Gora Wiraga Sengara dan tari Kecak yang melibatkan lebih dari 700 seniman.

Dalam acara ini Pemkab Gianyar juga bekerjasama dengan pihak Kepolisian dan TNI. “Tarian ini dipersiapkan Pemkab Gianyar dalam mempersiapkan pertandingan sepak bola Piala Presiden, Gora Wiraga Sengara merupakan garapan yang mengisahkan kegaduhan, olah raga, dan juga ketegangan, ” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Wijana, saat monitoring persiapan pelaksanaan Piala Presiden, di Stadion Kapten Wayan Dipta,di Jalan By Pas Darma Giri, Desa Buruan, Gianyar, Kamis, (27/8).

 atan pertama Presiden Joko Widodo di piala. Pada saat pembukaan, pertandingan akan diawali oleh tim Bali United vs Persija di babak pertama dan kedua, sedangkan di babak ketiga dan keempat akan dilaksanakan pertandingan antara Mitra Kukar vs Persita.

“Semoga pembukaan serta pertandingan berjalan lancar, dan kepada sporter maupun segenap warga agar menjaga ketertiban maupun keamanan agar kegiatan bisa berjalan lancar,” imbuhnya.

Gladi Pertandingan sepak bola yang memperebutkan Piala Presiden juga disaksikan Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata. Pertandingan yang akan dilaksanakan Minggu (30/8) tersebut akan disaksikan ribuan masyarakat, sehingga kesuksesan dari gladi menentukan saat kegiatan berlangsung.

Pembukaan pertandingan tersebut rencananya akan dibuka Presiden RI Joko Widodo. Pelbagai persiapan dilaksanakan Pemkab Gianyar beserta panitia.  Kegiatan tersebut juga akan dirangkai dengan Gerakan Sejuta Bola bagi anak-anak yang kurang mampu.

Cp,sumber

Patut Ditiru, Kawasan Tanpa Rokok di Pura Goa Lawah


Penulis: Ni Luh Sri Utami
Balibangol news,- Merokok dan perokok pasif adalah suatu kegiatan yang banyak menuai dampak negatif dibanding positifnya. Pemerintah seakan-akan tutup mata mengenai bahaya rokok itu. Memang, ada upaya yang dilakukan seperti memasang gambang yang mengerikan dalam kemasan rokok, yakni gambar oenyakit diakibatkan merokok. Bahkan tulisan "Merokok Membunuhmu". Tapi itu menurut saya belum bisa menyentuh dan belum memberikan efek jera bagi masyarakat.
Saya merasa keseriusan pemerintah dalam hal ini sedikit seperti saya lihat dari adanya Perda (Peraturan Daerah) Provinsi Bali No 10 Tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Sudah begitu banyak korban yang berjatuhan, kenapa baru dibuatkan Perda? Ah, menurut saya itu kurang penting dibahas.
Tapi kini yang ingin saya ceritakan mengenai penerapan Perda tersebut yaitu Pasal 2 huruf d tentang Kawasan Tanpa Rokok di tempat ibadah seperti pura, masjid/mushola, gereja, vihara dan klenteng. Dari beberapa pura yang saya ketahui, baru Wisata Goa Lawah di Kabupaten Klungkung yang menerapkan peraturan daerah ini.
Kawasan Tanpa Rokok di Pura Goa Lawah ini terletak di jaba tengah dekat dengan bale bengong dan pintu masuk. Tulisannya terlihat permanen dengan tiang besi yang bisa dipindah-pindah. Nah ini juga menimbulkan permasalahan, bagaimana jika ini dipindahkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab? Lebih baik dipasang secara permanen jika memang ingin serius.
Selain itu, saya juga ingin mengritisi mengenai tindak pidana yang diberlakukan bagi pelanggar Perda ini, yaitu penjara selama tiga bulan atau denda sebesar Rp 50.000. Hello? Ini serius mau memberi orang pelajaran atau tidak? Mungkin saja untuk perokok berat, ia lebih memilih denda uang daripada tidak merokok sama sekali bukan?
Saran untuk pemerintah, apabila ingin serius menjalankan Perda mengenai KTR ini, berikanlah sanksi yang berat bagi pura yang tidak menyediakan kawasan KTR dan bisa saja denda uang ditingkatkan hingga Rp 400 ribu seperti di Singapura.

KOTAK SESARI DIBOBOL DI KARANGASEM


(Photo ilustrasi)
Balibangol news,-AMLAPURA - Kini pencurian bukan hanya terjadi di kos, rumah ataupun toko. Pencuri-pencuri kini sepertinya lebih nekat. Rabu (26/8/2015) malam terjadi pencurian di sebuah pura di Karangasem.
Informasi yang didapat dari sumber pencurian tersebut terjadi di Pura Paibon Pasek Bandesa, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Karangasem.
Komplotan maling berhasil mengambil uang sebanyak Rp 80 ribu dari dalam kotak sesari yang disimpan di bangunan gedong penyimpenan.
Diduga karena lingkungan yang sepi, pelaku beraksi dengan menggunakan linggis untuk merusak gembok pintu.
Kejadian itu baru diketahui ketika pengempon pura datang untuk melihat keadaan Pura Paibon Pasek Bandesa.
Kasus ini kini masih dalam penyelidikan pigak kepolisian.

SEDIKIT CERITA, Terkena Granat Bung Karno Cuma Lecet



Balibangol news,- Siapa yang tidak tahu kejadian besar pada 1957 tepatnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat? Di sana, nyawa Presiden Sukarno nyaris hilang sia-sia akibat ledakan granat.

Dalam sebuah buku Soekarno, Bapakku, Kawanku, Guruku, Guntur, anak Bung Karno begitu sapaan Soekarno, berkisah.

Yayasan Perguruan Cikini tempat di mana Guntur bersekolah mengadakan perayaan hari ulang tahunnya, orangtua murid diundang untuk menghadirinya, termasuk bapaknya, Bung Karno.

“Pak, Bapak jadi datang ke bazar di sekolahku enggak?”

“Yo ... Insya Allah. Apa acaranya di sana ... Kau punya lukisan dipamerkan ndak?”

Waktu pergi ke bazaar, Bung karno mengendarai mobil kepresidenan Chrysler Crown Imperial, Indonesia 1, hadiah dari Raja Saudi Arabia lbnu Saud, dengan iringan konvoi kepresidenan yang terdiri dari sepeda motor polisi lalu lintas, jeep pengawal dari Corps Polisi Militer, jeep pengawal dari Detasemen Kawal Pribadi Presiden dan mobil-mobil rombongan lainnya.

Bung Karno langsung melihat-lihat stand di bazar. Guntur yang kurang tertarik pada urusan pamer memamer  langsung ngacir mencari stand-stand yang berisi permainan ketangkasan. Kak Ngatijo yaitu kakak pengawal yang bertugas mengawal Guntur saat itu, benar-benar kewalahan dalam mendampingnya.

Dari atas ia melihat rombongan Bung Karno yang sedang bersiap-siap untuk pulang. Ketika ia sedang menghirup sebotol limun terdengar derum suara motor dari pengawal. Tak lama kemudian tiba-tiba kudengar ledakan yang cukup dahsyat.  Bledeeeerrrr!

Sekilas ia berpikir, ini tentunya suara knalpot motor dari kakak-kakak polisi. maklum waktu itu motor-motor yang digunakan adalah Harley Davidson model ”tuek”! Tetapi beberapa detik kemudian ... Bledeeerr! ... Bledeeerrl Terdengar 3-4 kali ledakan lagi.

Kemudian suasana benar-benar jadi panik dan semrawut sungsang-sumbel. Setelah Guntur dapat menguasai lagi rasa takutku dan emosi, cepat-cepat ia melompat masuk di antara sela-sela tumpukan peti botol limun di kolong meja.

“Kak ... saya di sini!”

“Aduuuh! Kakak cari ke mana-mana jebulnya di sini. Ayo Mas, cepat pulang! Cepat pulang.”

“Bapak di mana Kak?”

“Belum tahu juga Mas! Tugas Kakak menyelamatkan Mas dulu ke rumah.”

Ia ”diseret” secepat kilat ke mobilnya B-5353.

“Ya Allah ...Hayo buruan masuk mobil, kita berangkat dah!”

“Eh Pak Ro’i enggak apa-apa?”

“Alhamdulilah Mas! Gatotkoco mah enggak mempan pelor.  Mas lebih baik tiduran saja di belakang, tiarap saja dah, nggak usah lihat jalanan. Biar pak Ro’i geber ini mobil, biar larinya kayak setaaann!”

Sesampainya di istana, begitu turun dari mobil, ia cepat ngibrit ke kamar bapaknya. Ternyata Bung Karno tidak ada di situ. “Jangan-jangan Bapak tewas kena granat dan aku sekarang jadi anak yatim," kata Guntur.


Tiba-tiba dari kejauhan seseorang berteriak ”Saiinnn ... Saiinnn ... kadieu (ke mari)”

“Lho itu kan suara Bapak!”

Secepat kilat ia kabur ke kamar Bung Karno. “Bapak enggak apa-apa?”

“Alhumdulillah. Tuhan masih melindungi Bapak. Syukur, Adis gimana? Apa Bapak kena?”

“Ini apa (sambil menunjuk lukanya di lengan). Tapi bukan kena granat, tapi kawat duri. hahaha.... Waktu nerobos pager rumah di depan sekolahmu, aku kecantol kawat durinya. Bapak disembunyikan oleh Kak Dijo dan Oding. Mereka melindungi bapak dengan badannya. Oding ternyata kena granat di pahanya. Bapak kembali ke Istana dengan naik mobil lain, karena ternyata Chrysler yang dari Pak Ibnu Saud kena granat dan mogok.”

“Bapak takut enggak?”

“Bapak pasrah terserah kehendak Tuhan. Kasihan mereka-mereka yang tak berdosa ikut jadi korban. Sudahlah, hayo Tok, Bapak musti siap-siap untuk pers conference. Kapan-kapan kau tengok Kak Ngatijono, sampaikan terima kasih dari Bapak.”

Cp(viva.co.id)

Foto Kakek 80 tahun nikahi gadis ABG 18 tahun bikin iri


Kakek ini menikahi gadis yang sebaya dengan cicitnya

Balibangol news,- Menikah idealnya dilakukan di usia 20 tahunan hingga usia 35 tahun. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika di kemudian hari, berpisah tidak dilarang bagi keduanya atau salah satunya untuk menikah lagi.

Tapi apa jadinya jika pernikahan itu terjadi pada kakek berusia 80 tahun. Dan yang lebih mengejutkan lagi, bagaimana jika pasangannya memiliki jarak usia yang sangat jauh. Bisa jadi pasangannya tersebut seusia dengan cicitnya.  Seperti gambar yang diunggah oleh akun bernama Norman Sophan, pada Selasa (26/8) di berandanya.

Norman mengatakan bahwa kedua mempelai tersebut baru melangsungkan pernikahan. Publik pun dibuatnya geleng-geleng kepala karena pengantin pria yang sudah kakek-kakek, namun berhasil meminang gadis belia nan cantik. Foto yang diunggahnya pun mendapat banyak sorotan dari para netter. Sejak diposting sehari saja, foto tersebut sudah dibagikan sebanyak 2.500 an dan mendapat komentar beragam sekitar 18.000 an komentar.

"Embah (kakek) umur 80 tahun dapat ABG usia 18 tahun. Apa pendapat anda?," kata Norman seperti dikutip brilio.net, Rabu (26/8) dari akun media sosialnya.

Meski ada yang tidak percaya, kebanyakan orang tetap saja menganggap bahwa pernikahan keduanya merupakan hal yang baik dan sudah direncanakan Tuhan. "Yang tidak percaya itu kenapa? Cemburu ya? Woiiii itu Tuhan yang mempertemukan mereka, daripada yang muda-muda sukanya kumpul lawan jenis tanpa status yang sah. Hehe," kata Darsono menanggapi foto tersebut.

26 August 2015

"SELAMAT ULANG TAHUN"Mengenang Sosok Penyair dan Aktivis Wiji Thukul


Balibangol news, JAKARTA – Tepat 26 Agustus 2015 hari ini, Wiji Thukul yang merupakan penyair sekaligus aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) berulang tahun. Jika sosok Wiji Thukul masih hidup, hari ini umurnya genap berusia 52 tahun.

Wiji Thukul memiliki nama asli Widji Widodo, lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus 1963. Dia meninggal dunia di tempat dan waktu yang tidak diketahui, hilang sejak diduga diculik pada 27 Juli 1998 silam, saat umurnya 34 tahun.

Wiji Tukul diketahui sebagai salah satu tokoh yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Sejak tahun 1998 sampai sekarang, dia tidak diketahui rimbanya, dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer.

Sosok Wiji Thukul anak pertama dari tiga bersaudara. Ia lahir dari keluarga Katolik dengan keadaan ekonomi sederhana. Ayahnya adalah seorang tukang becak, sementara ibunya terkadang menjual ayam bumbu.

Dia mulai menulis puisi sejak SD, dan tertarik pada dunia teater ketika duduk di bangku SMP. Bersama kelompok Teater Jagat, ia pernah ngamen puisi keluar masuk kampung dan kota.

Setelah tragedi peristiwa 27 Juli 1996 hingga 1998, sejumlah aktivis di Tanah Air ditangkap, diculik dan hilang, termasuk Wiji Thukul.

Sejumlah rekan-rekannya masih melihatnya di Jakarta pada April 1998. Thukul masuk daftar orang hilang sejak tahun 2000.

Sejak saat itu, Wiji Thukul menjadi populer dan menjadi simbol perjuangan wajib dalam aksi-aksi massa.

Begitu pun dengan syair dan sajaknya. Seperti Peringatan, Sajak Suara, dan Bunga dan Tembok.

Dikutip dari berbagai sumber di Internet

15 Tahun sudah angkringan ini melayani penumpang kereta, legend!


Suka duka dialami mereka selama 15 tahun berjualan di angkringan melayani pembeli yang rata-rata penumpang kereta.

Balibangol news, Jam masih menunjukkan pukul 03.00 pagi. Namun, Sularno dan Sarino, pemilik angkringan di depan Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, sudah terjaga untuk memulai aktivitas.

Kegiatan mereka adalah membuka warung angkringan yang terletak persis di depan stasiun. Sepagi itu mereka membuka angkringannya agar bisa melayani penumpang kereta pagi pertama dari arah Jakarta yang transit atau mengakhiri perjalanan di salah satu stasiun utama Kota Pelajar tersebut.

"Kami memulai aktivitas mulai pukul 03.00 dini hari. Mulai menata dagangan agar nantinya saat kereta pagi pertama tiba, siap melayani penumpang yang turun dalam keadaan lapar," ujar Sarino membuka percakapan yang dikutip dari brilio.net, Rabu (26/8) pagi.

Sarino mengatakan, biasanya para penumpang yang lapar akan mencari makanan ringan yang sudah tersedia di angkringannya. Jika tidak makan, penumpang memesan kopi, teh hangat, atau sejumlah menu minuman lain yang disediakan angkringannya, sembari menunggu matahari muncul.

"Beberapa penumpang suka nongkrong juga di sini, sembari menunggu jemputan atau matahari muncul, sambil minum-minum kopi dan aneka minuman lain," ungkap Sarino.

Ketika subuh berlalu, dan mentari mulai menggeliat, kesibukan warung angkringan yang sudah 15 tahun berdiri di Lempuyangan ini akan makin bertambah.

Penumpang silih berganti mampir, memesan minuman, makan menu andalan yang ada yakni nasi kucing dengan lauk gorengan, bacem tempe dan tahu, dan aneka macam sate. "Baru datang dari Jakarta, mampir dulu di sini. Menunya enak dan murah," kata Dewi salah satu penumpang kereta yang kebetulan tengah menikmati menu sarapan nasi kucing.

Sularno mengungkap, warungnya akan tutup pada malam harinya, sekitar pukul 19.00. "Jam tujuh malam angkringan tutup. Kami istirahat untuk memulai lagi aktivitas esok mulai jam 3 pagi, begitu terus," tuturnya.

Suka duka dialami mereka selama 15 tahun berjualan di angkringan melayani pembeli yang rata-rata penumpang kereta. "Sebelum ada pembenahan dari PT KAI, kami merasa lebih bebas berjualan karena gerobak bisa masuk dekat area stasiun. Sekarang, kami harus menaati aturan. Alhamdulillah, besar atau kecil pendapatan selalu kita syukuri," ungkap Sularno.

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...