15 November 2015

PS TNI Permalukan Surabaya United di Sidoarjo

Balibangol news - Pil pahit harus ditelan oleh Surabaya United dalam laga pembuka Grup C, Minggu 15 November 2015, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Mereka harus kalah dari PS TNI dengan skor 1-2.

Di laga ini, Surabaya United bermain lebih dominan. Mereka berhasil mengurung pertahanan PS TNI di sepanjang pertandingan.

Meski begitu, justru serangan balik PS TNI kerap membuat lini pertahanan Surabaya United kocar-kacir. Di menit 14, Tambun Naibaho melepaskan sepakan yang mengarah langsung di gawang. Beruntung, Jendri Pitoy masih sigap mengamankan gawang Surabaya United.

Berselang semenit, giliran Wawan Febriyanto yang mengancam gawang Surabaya United. Lagi-lagi, Jandri berhasil mengamankan laju bola.

Surabaya United mendapatkan peluang emas di menit 16. Sayang, sundulan Firly Apriansyah masih menyamping.

Di menit 32, Surabaya United kembali memiliki kesempatan untuk mencetak gol. Kali ini sepakan Ilham Udin Armaiyn masih melambung jauh di atas mistar gawang. Hingga jeda, skor 0-0 untuk kedua tim bertahan.

PS TNI sukses mengejutkan Surabaya United saat paruh kedua baru berjalan empat menit. Sundulan Legimin Raharjo, yang memanfaatkan umpan sepak pojok, berhasil mengoyak jala gawang Jendri Pitoy.

Tertinggal, Surabaya United pun meningkatkan tempo permainan. Mereka terus membangun serangan demi mencetak gol penyeimbang.


Serangan mereka kerap gagal lantaran rapatnya barisan pertahanan PS TNI.  Aliran bola dan arah permainan Surabaya United sangat mudah dibaca oleh penggawa PS TNI. Praktis, peluang yang didapat tak banyak.

Paling berbahaya terjadi di menit 79. Saat itu, sundulan Thiago Dos Santos memaksa kiper PS TNI, Dhika Bhayangkara melompat demi melakukan penyelamatan.

Bola liar kemudian mengarah ke Rudi Widodo yang selanjutnya melepaskan sepakan. Lagi-lagi upaya Surabaya United gagal karena sepakan tersebut masih bisa diblok pemain belakang PS TNI.

Menit 86, PS TNI kembali mencetak gol. Kali ini, sepakan bebas Manahati Lestusen salah diantisipasi oleh Pitoy. Skor 2-0 untuk keunggulan PS TNI bertahan hingga peluit akhir berbunyi.

Surabaya United sempat memperkecil kedudukan di menit 88. Fandi Eko Utomo berhasil mengoyak gawang Dhika Bhayangkara lewat sepakan volinya. Sayang, di sisa waktu, Surabaya United tak mampu mencetak gol penyeimbang. PS TNI menang 2-1.

Hasil ini membuat PS TNI menguasai klasemen sementara Grup C dengan koleksi tiga angka. Sementara, Surabaya United ada di dasar klasemen Grup C karena kalah dan defisit 2 gol.

Susunan Pemain
Surabaya United: Jendri Pitoy (GK), Muhammad Fatchurrochman (Fauzan Jamal 77'), Otavio Dutra, Firly Apriansyah, Putu Gede Juni Antara; Asep Berlian, Evan Dimas (Muhammad Hargianto 64'), Slamet Nur Cahyo (Fandi Eko Utomo 64'); Ilham Udin Armaiyn (Rudi Widodo 77'), Pedro Javier, Siswanto (Thiago Dos Santos 52').

PS TNI: Dhika Bhayangkara (GK); Abduh Lestaluhu (Syaiful 75'), Hardiantono, Wanda S, Wiganda; Legimin Raharjo (Manahati Lestusen 75'), Asrul Reza (Hardiansyah 65'); M Guntur, Suhandi, Wawan Febriyanto (Erwin Ramdani 40'), TambunD Naibaho (Aldino 65').
http://m.bola.viva.co.id

9 November 2015

Lorenzo & Marquez Bakal Terdepak dari MotoGP Jika Terbukti Jegal Rossi


Balibangol news,- Kabar adanya isu konspirasi yang dilakukan Jorge Lorenzo dan Marc Marquez untuk menjegal Valentino Rossi ditanggapi serius oleh Codacons. Asosiasi Koordinasi Perlindungan Pertahanan Lingkungan dan Hak Pengguna Konsumen di Italia itu mengajukan gugatan kepada Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM) untuk mendepak dua pembalap Spanyol itu dari pentas MotoGP.

Insiden yang terjadi antara Rossi dan Marquez di Grand Prix Malaysia memang berbuntut panjang. Usai The Doctor dihukum Race Direction, kabar tidak mengenakkan terus datang dari paddock pembalap.

Diberitakan sebelumnya, Lorenzo dan Marquez bahkan dikabarkan mengadakan pertemuan sebelum GP Aragon untuk menjegal langkah Rossi jadi juara dunia. Kabar tersebut sejatinya sudah dibantah Lorenzo lewat pernyataan timnya Movistar.


Namun kasus tak selesai sampai di situ, Codacons sebagai lembaga yang melindungi hak kepentingan konsumen berbagai bidang sesuai hukum yang tertera, meminta FIM bergerak mengusut isu konspirasi itu. Bahkan secara tegas, mereka menyarankan dua pembalap Spanyol itu didepak dari kompetisi alias MotoGP musim ini.

Berikut penyataan Codacons perihal isu konspirasi Lorenzo dan Marquez
“Codacons mengajukan keluhan berdasarkan artikel. 3.1 Peraturan FIM di mana organisasi ini meminta sanksi dikenakan kepada pembalap Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, sebab sudah melakukan sikap anti-olah raga.

Berdasarkan hasil analisa, kedua pembalap mendapat hasil baik dengan merancang perilaku tidak sportif untuk merugikan pesaing balapan dalam kejuaraan dunia. Sejak Grand Prix sebelumnya, di Australia, dan juga yang terakhir di Malaysia, Marquez telah diminta untuk merugikan Valentino Rossi dengan tujuan yang satu yakni menguntungkan Jorge Lorenzo

Seperti semua orang bisa lihat, Marquez tidak melakukan perlawanan kepada Lorenzo, tapi malah membuat perilaku provokatif dan agresif kepada Rossi, yang berpuncak dengan sebuah sundulan. Perjanjian antara dua pembalap itu (Lorenzo dan Marquez) tampak jelas dan ini melanggar kode etik yang ditetapkan oleh federasi. Hukuman maksimum harus disediakan untuk keduanya sebab diatur dalam Pasal 3.2.1 yakni bisa kehilangan partisipasi dalam kejuaraan atau penghapusan definitif dari balapan.(sumber)

vidio, Kabur dari Peternakan, Babi Ini Bersujud di Sebuah Kuil Buddha di China


Balibangol news,- Puluhan pengunjung sebuah kuil Buddha di Wenzhou, China terpana melihat seekor babi yang terlihat seperti bersujud di luar kuil Buddha kota itu.
Serangkaian foto menunjukkan seekor babi seberat lebih kurang 150 kilogram sedang bersujud di depan sebuah kuil Buddha di Wenzhou, provinsi Zhejiang, China.

Foto dan video babi bersujud itu menyebar cepat di media sosial, memicu perdebatan soal apa yang sebenarnya dilakukan hewan tersebut.


Moge Masuk Jalur Mobil di Tol Benoa, Jasa Marga Minta Maaf


Balibangol news, Denpasar,-Setelah dihebohkan penahanan Motor Gede (Moge) yang diduga ilegal beberapa waktu lalu, kini kasus moge kembali mencuat. Kali ini kasus moge yang melintasi Tol Bali Mandara melalui jalur mobil.

Kejadian ini, terjadi pada Sabtu sore sekitar Pukul 17.00 Wita yang membuat macet pengguna mobil lainnya. Aksi para Moge itu sempat direkam warga Bali yang sedikit kesal saat memasuki jalur mobil di Tol Bali Mandara.

Salah seorang saksi Yudha Suparsana menuturkan, dirinya bersama beberapa orang lainnya sedang dalam perjalanan dari Denpasar-Nusa Dua melalui Tol Bali Mandara dengan menggunakan mobil. Saat berada di tengah tol, ia melihat beberapa Moge kebut melalui jalur mobil dan merekammya. Kemudian, Yudha mengupload ke media sosial.

“Saya merekam moment itu. Kemudian saya upload ke facebook. Dan dalam sekejap, langsung direspon oleh sekitar 300 orang. Saat ini mungkin sudah lebih. Semua facebooker berkomentar tetapi isinya menghujat aksi para Moge itu,” ujarnya.

Pengelola Tol Bali Mandara Bali mengaku sangat kecewa dengan ulah para pengendara motor gede (Moge) yang dengan sengaja dan tahu dan mau menerobos jalu mobil di jalu Tol Bali Mandara. Humas PT Jasamarga Bali Tol ( JBT) Drajad Hari Suseno menyatakan, telah mengechek kebenaran informasi itu ke bagian Divisi Operasi aksi tersebut dijelaskan memang benar adanya.

Melalui pesan singkat yang dikirim, Drajad membenarkan adanya peristiwa tersebut memang benar adanya. Kronologi kejadian cukup memalukan. Menurutnya, berdasarkan informasi  yang diperoleh divisi operasional, ketika rombongan HD mau masuk gardu mobil diberhentikan oleh petugas. “Petugas kami menghentikan para Moge, dan diarahkan agar masuk gardu motor. Namun karena alasan pengendara saat itu tengah  dikawal polisi, akhirnya lepas  dan ini diluar kontrol petugas kami, hingga mereka melenggang bebas masuk jalur mobil yang mestinya tidak dibenarkan,” jelasnya.

Drajat mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan kejadian ini karena jelas sangat  membahayakan pengguna jalan tol yang lain, khususnya para pengendara mobil. Lantas ia berharap peristiwa ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. “Kami juga mengimbau kepada semua pihak untuk turut menegakkan Undang-Undang dan Aturan Lalu Lintas ketika melintasi Tol Bali,” katanya.  Melalui pesan singkatnya, Drajat mengungkapkan, atas nama Manajemen Jasamarga Bali Tol, mohon maaf atas kejadian dan ketidaknyamanan kepada pengguna Tol. (sumber)

8 November 2015

Pencuri Spesialis Barang Pasien di Rumah Sakit Dibekuk Polisi

Foto: Tengah tersangka Daniel Efendi Adi Sutrisna, diapit Kapolsek Denbar dan Kanit Reskrim Polsek Denbar, Denpasar, Minggu 0(8/11/2015).

Balibangol news, DENPASAR – Polsek Denpasar Barat (Denbar) berhasil membekuk tersangka spesialis mencuri barang-barang keluarga pasien di rumah sakit di Denpasar dan Badung.
Tersangka Daniel Efendi Adi Sutrisna (41) dibekuk Polsek Denbar
pada Kamis, 29 Oktober 2015 sekitar pukul 09.00 wita di rumah kontrakannya di perumaham Darma Saba Permai, Gang V no 17, Desa Darmasaba, Abiansemal, Kabupaten Badung.
Kapolsek Denbar, AKP Wisnu Wardhana menjelaskan, tersangka merupakan percuri spesialis di Rumah Sakit di Denpasar, dengan modus
penunggu pasien yang tertidur, lalu mengambil barang-barang bawaan korban.
Dia menceritakan kronologisnya, berdasarkan hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat terkait adanya laporan masyarakat bahwa ada pengunjung pasien dibeberapa rumah sakit yang kehilangan barang-barang bawaannya pada saat istirahat atau sedang tidur.
“Saat itu juga kami langsung melakukan pencarian terhadap pelaku. Saat ini pelaku mengaku telah melakukan aksinya lebih dari 20 kali,”ujar Wisnu di Polsek Denbar, Minggu (8/11/2015).

Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang masih diingat oleh pelaku diantaranya ada di Rumah Sakit Kasih Ibu pada Selasa (29/9/2015) sekitar pukul 04.30 Wita, korban I Made Gunawan Antara,
barang yang hilang 1 buah laptop merk asus, BPKB ,dompet yang berisi surat-surat identitas dan uang Rp 1,8 juta, total kerugian Rp8,5juta.
TKP yang lainnya ada di RS Wangaya, korban bernama Agus Surya Mahendra, kejadian pada Kamis (29/10/2015) sekitar pukul 07.00 Wita.
Imbuhnya, barang yang dicuri oleh tersangka yang hilang tas warna abu-abu merk Quicksilver,1 buah laptop merk Sony Vaio, handpone iphone 5s, 1 buah dompet berisi identitas. Total kerugian sekitar Rp23 juta.
“Pelaku melakukan aksinya ini menggunakan mobil sewaan untuk mendatangi rumah sakit tersebut,”terangnya.
Dia menambahkan, tersangka mengaku melakukan aksi pencurian pada saat malam hari menyasar penunggu pasien yang sedang tertidur pulas.
“Wilayah yang disasar oleh tersangka itu di rumah sakit yang ada di Denpasar dan Badung,”ujarnya.
Sambungnya, pria asal Blitar ini dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.(sumber)

Penipuan TKI, Babak Belur Dihajar Massa di Pasar Mengwi


Pelaku yang mengetahui dibuntuti oleh para korbannya kemudian memilih kabur di tengah pasar. Selanjutnya dia diteriaki maling dan akhirnya menjadi bulan-bulanan massa.
Balibangol news,BANGLI,- Setelah sempat dibuntuti oleh para korbannya, akhirnya pelaku yang diduga sebagai penipu berkedok merekrut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk diberangkat ke luar negeri, I Dewa Nyoman Harta Agung, 45, asal Banjar Dinas Samsam, Kerambitan, Tabanan, berhasil diciduk setelah sempat dihajar massa di Pasar Mengwi, Badung, Jumat (6/11) pagi. Beruntung jajaran Polsek Mengwi segera tiba di lokasi untuk mengamankannya, kemudian pelaku yang dalam keadaan luka tersebut langsung digiring ke RSUD Bangli.

Informasi yang dihimpun, adapun motif penipuan yang dilakukan pelaku yang notabene membuka usaha penyalur ketenagkerjaan di Jalan LC Uma Aya, Kelurahan Bebalang, Bangli ini, melancarkan aksinya dengan cara membujuk sejumlah pemuda di Bangli, untuk bisa dipekerjakan sebagai TKI ke Luar Negeri, yakni ke New Zealand, Australia dan negara lainnya dengan iming-iming gaji besar. Hanya saja, para korban harus menyetorkan terlebih dahulu uang pendaftaran masing-masing sebesar Rp 15 juta sebagai biaya pendaftaran. Namun, sampai batas waktu yang telah disepakati, para korbannya tidak kunjung diberangkatkan. Karena merasa ditipu, korban melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Adapun dua korban yang melapor ke Mapolsek, yakni Kadek Miasa, 24, dan Sang Ayu Maiyana, 27, keduanya asal Banjar Tambunan, Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Bangli, Selasa (3/11) lalu. Dalam laporanya itu, kedua korban mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp 15 juta kepada I Nengah Dwiyana Putra, 29, asal Kelurahan Kubu, Bangli, dengan iming-iming akan dipekerjakan sebagai tukang kebun di luar negeri tepatnya di New Zealand. Namun setelah ditunggu-tunggu hingga waktu kesepakatan pada Bulan Juni 2015 lalu, korban juga tidak diberangkatkan.

Kapolsek Kota Bangli, Kompol I Ketut Widia, saat dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut, sesuai laporan para korban yang diterima jajaranya sejak Kamis lalu, tercatat sebanyak sembilan orang yang datang ke Mapolsek Bangli, yang mengaku sebagai korban kasus penipuan oleh pelaku I Dewa Nyoman Harta Agung dan anak buahnya, I Nengah Dwiyana Putra, hanya saja hingga kini baru dua korban yang melapor secara resmi. “Menerima laporan tersebut, kita langsung melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Dijelaskan, awalnya Jajaran Polsek Kota Bangli berhasil menangkap Nengah Dwiyana Putra, 29, warga asal Keluarahan Kubu, Bangli, Kamis (5/11) sekitar pukul 19.00 Wita. Pasalnya yang bersangkutan terlibat membantu pelaku Dewa Nyoman Harta Agung, untuk merekrut dan mengumpulkan uang para korban. “Dwiyana Putra sudah kita tangkap tanpa perlawanan di rumahnya di Kubu. Hingga kini Dwiyana masih diamankan di Mapolsek untuk dimintai keterangan, namun untuk saat ini statusnya masih sebagai saksi,” ujar Kompol Widia.

Karena para korban yang lainnya merasa kesal, mereka pun langsung mengejar aktor utama, Dewa Nyoman Harta Agung. Dalam proses penangkapan berjalan dramatis, pasalnya sebanyak 4 korbannya, pada Jumat (6/11) dinihari, sekitar pukul 02.00 Wita, mendatangi kediaman pelaku di Samsam, Tabanan. Setelah ditunggu-tunggu di depan rumahnya, sekitar pukul 05.00 Wita, akhirnya pelaku keluar rumah. “Tidak mau pelaku lepas, maka korban membuntutinya, hingga sampai di Pasar Mengwi, Badung,” ujarnya.

Kemudian pelaku berhenti dan turun dari sepeda motornya di Pasar Mengwi. Karena merasa ada yang membuntuti dan pelaku mengenali salah satu korban. Maka, pelaku menghindar dengan berlari sekuat tenaga. Namun, karena kondisi pasar lagi ramai, secara spontan ada orang yang curiga melihat pelaku berlari. Sehingga, ada yang meneriaki pelaku sebagai maling, akhirnya pelaku dikejar oleh massa hingga berhasil diciduk dan menjadi bulan-bulan massa, di Pasar Mengwi pada Jumat sekitar pukul 05.30 Wita. ”Beruntung nyawa pelaku berhasil diselamatkan dari amukan massa, setelah sejumlah petugas dari Polsek Mengwi datang ke lokasi,” ujar Kapolsek.

Selanjutnya pelaku langsung digiring ke RSUD Bangli. Pelaku Dewa Nyoman Harta Agung yang tiba sekitar pukul 09.00 Wita, langsung dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), karena mengalami luka yang cukup parah di tubuhnya, yakni luka robek pada bagian bibir, satu gigi seri patah, luka lebam di bagian pipinya serta benjol pada bagian kepalanya. “Menurut keterangan dokter, pelaku harus mendapatkan perawatan inap selama dua hari di RSUD Bangli. Akibat mengalami beberapa luka dan Cedera Kepala Ringan (CKR). Sehingga kita belum bisa meminta keterangan pelaku, karena masih menjalani perawatan intensif,” akunya.

Namun, untuk mencegah pelaku kabur, pihak kepolisian langsung memborgol pada satu tangan pelaku yang dikaitkan di ranjang pasien. Disisi lain, rekan pelaku yang masih sebagai saksi yakni Nengah Dwiyana Putra saat diinterogasi di Mapolsek Bangli mengakui kalau perbuatannya dilakukan atas perintah dari Dewa Nyoman Harta Agung yang notabene bosnya. “Hingga kini kita masih terus menelusuri kasus tersebut,” pungkas Kapolsek Kota Bangli, Kompol I Ketut Widia(sumber).

7 November 2015

Adu Visi Misi Paslon Pilkada Bangli di Ombudsman


Balibangol news,-DENPASAR – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Bangli, Made Gianyar- Sang Nyoman Sedana Arta dan Ida Bagus Brahmaputra-Ketut Ridet beradu visi misi tentang pelayanan publik di Ombudsman RI perwakilan Bali, Jumat (6/11/2015). Saat memaparkan visi misi dan programnya, salah satu isu yang menjadi fokus kedua paslon ini adalah pengembangan destinasi pariwisata Kintamani yang selama ini tidak diperhatikan.

Pada kesempatan itu, calon Wakil Bupati Bangli I Ketu Ridet menyodok pasangan calon incumbent, Made Gianyar- Sang Nyoman Sedana Arta yang diusung PDIP.
Ridet mengatakan, selama lima belas tahun terahir masayarakat Bangli, terutama daerah yang terpencil seperti Kintamani hanya diberi janji oleh pemerintah daerah Kabupaten Bangli, sehingga terus menjadi daerah tertinggal hingga sekarang.

“Infrastruktur tidak memadai, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat cukup rendah,” kecam Ridet.

Padahal menurut politisi partai Demorkat itu, Kabupaten Bangli terutama wilayah Kintamani memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata. Selain memiliki Gunung Batur, pertanian di Kintamani sebenarnya bisa dijadikan objek wisata yang bisa ditawarkan pada wisatawan. “Bicara masalah kintamani harus terintegrasi, pariwasta dan pertaniannya,” katanya.

Selain itu, lanjut Ridet, yang perlu menjadi perhatian untuk meningkatkan pariwisata Kintamani adalah pembanguanan infrastruktur yang memadai. “Karena infrastruktur sangat penting bagi masyarakat. Jika infrastruktur memadai maka pariwisata bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan juga akan lebih maju jika infrastruktur memadai. Namun keyataanya selama ini Kintamani dibiarkan seperti tidak terurus sehingga menjadi daerah tertinggal. ”Terpenting infrastruktur, masyarakat tidak minta uang. Jangan selama lima tahun ini dijanjikan-janjikan doang,”sindirnya.

Karena itu, menurut dia, Bangli memerlukan pemimpin yang tegas dan memiliki komitmen untuk menyejahterakan masyarakatnya. Menurutnya, selama ini pemerintah Kabupaten Bangli tidak tegas dalam menerapkan aturan dan tak memiliki niat dan komitmen untuk menyejahterakan masayarakatnya. ”Kalau pemerintah gabeng seperti sekarang, sampai saat ini, Kintamani itu ya tertinggal seperti sekarang,” cecar Ridet.

Menaggapi sodokan Ridet, calon Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, masalah upaya pengembangan pariwisata di Kintamani dihadapkan pada masalah yang sangat kompleks. Salah satunya soal pola pikir masyarakatnya. Masyarakat yang bergerak di sektor pertanian di sana masih berkeyakinan bahwa mereka bisa hidup meski tidak ditunjang sektor pariwisata. “Padahal perlu ada sinergi antara pertanian dengan pariwisata,” kata Gianyar.

Ia menegaskan, rusaknya Kintamani, misalnya yang disebabkan oleh adanya aktivitas galian C (pasir), bukan hanya terjadi lima tahun terakhir namun sudah semenjak dulu. “Karena pelakunya investor lokal. Ketika mau menegakkan hukum masyakat menolak. Ini kompleksitas permasalahan pengembangan pariwisata yang ada di Kntamani,” katanya.

Gianyar mengakui, penataan pariwisata di Kintamani masih jauh dari harapan. Ke depan, perlu ada penajaman programnya. Di bidang infrastruktur juga diakuinya belum memadai sehingga perlu perbaikan infrastruktur untuk menunjang pariwisata dan perekonomian masyarakat Kintamani.

Sementara itu, calon Wakilnya, Sang Nyoman Sedana Arta, menambahkan, terkait pendapatan asli daerah (PAD) di Bangli dari sektor pariwisata diakuinya memang belum maksimal. “Ke depan, salah satu yang dilakukan pemerintah akan meningkatkan lagi pemberdayaan masyarakat. Bisnis terbesar di dunia saat ini adalah pariwisata. Sehingga jika pariwisata sudah ditata dan dikelola dengan baik maka manfaat pariwisata akan dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Usai memaparkan dan beradu visi misi, kedua pasangan calon kemudian menandatangani komitmen calon kepala daerah untuk peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah pemilihannya jika nantinya terpilih sebagai kepala daerah.(sumber)

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...