9 December 2015

Upacara Pecaruan Atas Ekses Kerauhan di Br. Langkan Bangli

Upacara Mecaru di Desa Pakraman Langkan Bangli


Balibangol news,BANGLI,- Upacara pecaruan dan nyepuh Ida Betara Gede yang Di selenggarakan krama Desa Pakraman Langkan Bangli Dilaksanakan di perempatan Desa Setempat pada senin (07/12).

Upacara pecaruan ini atas petunjuk para  sulinggih dan Parisada kabupaten Bangli, yang setelah sebelumnya di Desa Pakraman Langkan telah terjadi beberapa kejadian Kerauhan yang mengakibatkan beberapa permasalahan di luar akal sehat krama Langkan.

Menurut Jro Mangku I Nengah Ngabe yang juga salah satu perwakilan Parisada Desa mengungkapkan pecaruan yang di ambil adalah pecaruan Manca Durga dengan ulu Godel (sapi) yang bertujuan untuk menghilangkan segala mala.

"Caru ini adalah untuk nyomia (mengembalikan)segala bhutakala baik yang ada dalam diri kita (bhuana alit)maupun dalam alam semesta(bhuana agung)" jelas Mangku.

Upacara yang dipuput Ida Sri Mpu Giri dari Griya Penida pemacekan Br Nyalian Bangli, berlangsung hikmat yang diikuti oleh krama Langkan secara keseluruhan yang di atur oleh para Peduluan Desa Pakraman Langkan Sebagai Perancang Bakti dibantu oleh jero mangku lainnya.

Setelah upacara pecaruan dilaksanakan akan dilanjutkan dengan melasti ke Segara(lautan) yang akan dilaksanakan pada hari kamis (10/12).
Ida Betara Gede yang di sepuh pada upacara Pecaruan nyejer selama lima hari sampai pada odalan Tumpek Landep.(wi/bb)

4 December 2015

Minta Deposit Dikembalikan, Gojek Demo Lagi


Balibangol news, DENPASAR, -Setelah batal melakukan aksi di Kantor Gubernur Bali kemarin (03/12) lantaran tak memiliki ijin, ratusan anggota Ojek online (Go-Jek) mendatangi DPRD Bali. Kedatangan para Go-Jek ini dikawal puluhan aparat keamanan Bali.

Namun sayangnya, mereka hanya bisa gigit jari. Pasalnya, anggota dewan tak ada yang bisa ditemui. Aparat kepolisian juga melarang untuk melakukan aksi lagi sampai tahapan Pilkada selesai.

“Hari ini ratusan Gojek tidak bisa menemui dewan karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Itulah sebabnya, kita menyuruh mereka untuk datang lagi sepekan setelah Pilkada yakni tanggal 14 Desember,” ujar seorang anggota kepolisian saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Jum’at, 04 Desember 2015.

Koordinator aksi Krisna menjelaskan, kedatangannya untuk meminta perlindungan kepada DPRD Bali selaku wakil rakyat terhadap tindakan sewenang-wenang Manajemen PT. Go-Jek Bali. Ia mengaku, jika pihaknya tidak menjamin jika semua anggota driver di PT. Go-Jek yang jujur, tetapi juga tidak semuanya berbohong. Masalahnya, Manajemen PT. Go-Jek mengeluarkan suspend kepada semua anggota yang tidak melakukan pelanggaran. Dirinya menuntut agar PT. Go-Jek mengembalikan depositnya.

“Kita datang meminta perlindungan kepada dewan. Dimana hak-hak kita di PT Gojek teraniaya, tidak dipenuhi. Sanksinya harus membayar denda, atau keluar dari PT Gojek tanpa membayar deposit yang sudah berlaku beberapa tahun,” jelasnya.

Dalam orasinya, para driver Go-Jek ini menuding jika sistem yang diterapkan Management itu salah. “Terkait tuntutan kami, mereka mewajibkan kita membayar denda atau berhenti. Masing-masing driver menerima denda mulai dari Rp. 200.000 sampai Rp. 10.000.000. Ada perwakilan kita naik ke kantor Go-Jek Indonesia, mereka tidak bisa memberikan bukti terkait kesalahan kami,” tegasnya. Saat ini di Bali, driver Go-Jek yang sudah terkena suspend mencapai 1.400 orang dari total 14.000 driver. (Sumber)

Fungsi Penunggun Karang Dalam Kehidupan umat Hindu Bali

Foto-Doc Redaksi
Balibangol news, - Hampir setiap pekarangan rumah di Bali memiliki bangunan pelinggih kecil yang berada di sebelah teben merajan yang mereka sebut Penunggun Karang, Istilah Penunggun Karang dalam Sastra Dresta disebut Sedahan Karang (di perumahan) untuk membedakan dengan Sedahan Sawah (di sawah) dan Sedahan Abian (di kebun/ tegalan/ abian).

Dalam lontar Kala Tattwa disebutkan bahwa Ida Bethara Kala bermanifestasi dalam bentuk Sedahan Karang/ Sawah/ Abian dengan tugas sebagai Pecalang, sama seperti manifestasi beliau di Sanggah Pamerajan atau Pura dengan sebutan Pangerurah, Pengapit Lawang, atau Patih.

Di alam madyapada, bumi tidak hanya dihuni oleh mahluk-mahluk yang kasat mata, tetapi juga oleh mahluk-mahluk yang tidak kasat mata, atau roh.

Roh-roh yang gentayangan misalnya roh jasad manusia yang lama tidak di-aben, atau mati tidak wajar misalnya tertimbun belabur agung (abad ke 18) akan mencari tempat tinggal dan saling berebutan.

Untuk melindungi diri dari gangguan roh-roh gentayangan, manusia membangun Palinggih Sedahan. Sedahan Karang boleh ditempatkan di mana saja asal pada posisi “teben” jika yang dianggap “hulu” adalah Sanggah Kemulan.

Karena fungsinya sebagai Pecalang, sebaiknya berada dekat pintu gerbang rumah. Jika tidak memungkinkan boleh didirikan di tempat lain asal memenuhi aspek kesucian.

Yang perlu diperhatikan, bangunan Palinggih Sedahan harus memenuhi syarat:

pondamennya batu dasar terdiri dari dua buah bata merah masing-masing merajah “Angkara” dan “Ongkara”
sebuah batu bulitan merajah “Ang-Mang-Ung”; berisi akah berupa tiga buah batu: merah merajah “Ang”, putih merajah “Mang”,dan hitam merajah “Ung” dibungkus kain putih merajah Ang-Ung-Mang
di madia berisi pedagingan: panca datu, perabot tukang, jarum, harum-haruman, buah pala, dan kwangen dengan uang 200, ditaruh di kendi kecil dibungkus kain merajah padma dengan panca aksara diikat benang tridatu
di pucak berisi bagia, orti, palakerti, serta bungbung buluh yang berisi tirta wangsuhpada Pura Kahyangan Tiga.
Persyaratan ini ditulis dalam Lontar Widhi Papincatan dan Lontar Dewa Tattwa. Jika palinggih sedahan tidak memenuhi syarat itu, yang melinggih bukan Bhatara Kala, tetapi roh-roh gentayangan itu antara lain Sang Butacuil.

Jika sedahan karang di-“urip” dengan benar, maka fungsi-Nya sebagai Pecalang sangat bermanfaat untuk menjaga ketentraman rumah tangga dan menolak bahaya sehingga terwujudlah rumah tangga yang harmonis, bahagia, aman tentram, penuh kedamaian.(sitidharma.org)

3 December 2015

Tujuh Pura Yang Menjaga Pulau Bali dari Bencana Alam


Bb news,-  Pulau Bali dikenal sebagai pulau yang banyak terdapat beribu-ribu Pura. Nah, dari sekian ribu Pura yang ada di pulau Dewat itu,  ada beberapa Pura penting yang sangat berpengaruh terhadap kestabilan dan kelangsungan hidup masyarakat Bali baik secara Skala maupun Niskala.

Menurut kepercayaan dan keyakinan masyarakat Bali, ada tujuh (7) Pura yang menjadi Pilar atau penopang pulau Bali yang berfungsi sebagai penghalang atau Penolak Hal-hal yang negatif seperti bencana alam dan sejenisnya.

Seperti dilansir megenep.com, Senin (20/04), berikut dibawah ini tujuh Pura yang menjadi penjaga Pulau Bali menurut kepercayaan masyarakat Bali:

1. Pura Tanah Lot

Sumber-Pura Tanah Lot(www.balispectacular.com)
Pura Tanah Lot ini terletak di Pantai Selatan Pulau Bali yaitu di wilayah kecamatan Kediri, Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan, yang pembangunannya berkaitan erat dengan perjalanan Danghyang Nirartha di Pulau Bali. Di sini Danghyang Nirartha pernah menginap satu malam dalam perjalanannya menuju daerah Badung dan kemudian ditempat inilah oleh orang-orang yang pernah menghadap kepada Danghyang Nirartha dibangun bangunan suci (Pura atau Kahyangan) sebagai tempat memuliakan dan memuja Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa ) untuk memohon kemakmuran dan kesejahteraan.

Dari tempat ini kemudian rakyat dapat memuja kebesaran sanghyang Widhi Wasa ( Tuhan Yang Maha Esa ) untuk memohon wara nugrahaNya keselamatan dan kesejahteraan dunia. Demikian antara lain nasehat Danghyang Nirartha kepada orang-orang yang mengahadap pada malam hari itu, yang akhirnya sesudah Danghyang Nirartha meninggalkan tenpat itu, kemudian oleh orang-orang tersebut dibangunlah sebuah bangunan suci (Pura atau Kahyangan) yang diberi nama Pura Pakendungan yang kini lebih dikenal dengan sebutan Pura Tanah Lot.

2. Pura Rambut Siwi

Sumber-Pura Rambut Siwi (www.pawongan.com)
Pura Rambut Siwi terletak di Desa Yeh Embang, sebelah timur kota Negara, ibukota kabupaten Jembrana. Asal mula Pura Rambut Siwi tertuang dalam lontar Dwijendra Tatwa. Keberadaan pura ini sangat terkait dengan mitologi kedatangan Mpu Dang Hyang Nirartha dari Jawa Timur ke Bali pada tahun 1411 Caka atau tahun 1489 masehi.

Ceritanya, ketika Mpu Dang Hyang Nirartha ke Bali salah satu pura yang beliau kunjungi adalah Pura Rambut Siwi. Saat beliau memasuki pura, penjaga pura mengharuskan agar Mpu Dang Hyang Nirartha sembahyang di pura tersebut. Kalau tidak, beliau akan diterkam oleh harimau.

3. Pura Pulaki

Sumber-Pura Pulaki (agungbalinice.blogspot.com)
Pura Pulaki berdiri di atas tebing berbatu yang langsung menghadap ke laut. Di latar belakangnya terbentang bukit terjal yang berbatu yang hanya sekali-sekali saja tampak hijau saat musim hujan. Tahun 1920 Pulaki mulai dibuka yang ditandai dengan disewakannya tempat ini oleh pemerintah kolonial Belanda kepada orang Cina bernama Ang Tek What.

Kawasan itu kemudian dikembalikan sekitar tahun 1950 yang selanjutnya dilakukan pemugaran-pemugaran terhadap tempat suci di kawasan itu. Pemugaran Pura Pulaki dan pesanakannya dilakukan setelah tahun 1950.

4. Pura Menjangan

Sumber-Pura Menjangan (www.freemagz.com)
Lokasi Pulau Menjangan berada disebelah utara Taman Nasional Bali barat yang termasuk bagian dari Desa Sumber Klampok, kecamatan Grokgak yang berjarak sekitar 76 kilometer sebelah Barat Kota Singaraja.

Di Pulau menjangan ini juga terdapat Pura yang Indah dan mempunyai nilai sejarah , yaitu Pura segara dan Pura Kelenting sari , jarak kedua Pura ini dari tempat melakukan penyelaman kurang lebih 500 meter , melalui jalan setapak. Pura ini sangan memiliki keunikan dan nilai sejarah yang tinggi.Pura ini berhadapan langsung ke arah laut sehingga seolah” Pura ini selalu memantau keadaan laut di sekitar pulau Bali.

5. Pura Silayukti

Pura Silayukti
Pura Silayukti merupakan salah satu Pura Dang Kahyangan di Bali. Pura ini terletak di sebuah bukit bagian timur Desa Padangbai yang menghadap langsung ke lautan. Pura ini dipercaya sebagai parahyangan Ida Batara Mpu Kuturan, seorang tokoh yang sangat berjasa dalam menata kehidupan sosial religius masyarakat Bali sekitar abad ke-11 Masehi. Saat ini, pura ini terdiri atas bangunan sederhana berupa beberapa arca di dalam tebing karang yang menyerupai goa dangkal.

6. Pura Uluwatu

Sumber-Pura Uluwatu (tundra.web.id)
Pura Uluwatu, merupakan pura yang terletak di ujung selatan pulau Bali dan mengarah ke samudra Hindia,Tempat ini terdiri atas batu-batu tebing. Apabila diperhatikan dari bawah permukaan laut, kelihatan saling bertindih, berbentuk kepala bertengger di atas batu-batu tebing itu, dengan ketinggian antara 50-100 meter dari permukaan laut. Dengan demikian disebut Uluwatu. Ulu artinya kepala dan watu berarti batu.

7. Pura Goa Lawah

Sumber-Pura Goa Lawah ( www.kasuribalitour.com)
Di Bali Pura Goa Lawah merupakan Pura untuk memuja Tuhan sebagai Dewa Laut. Dalam Lontar Prekempa Gunung Agung diceritakan Dewa Siwa mengutus Sang Hyang Tri Murti untuk menyelamatkan bumi. Dewa Brahma turun menjelma menjadi Naga Ananta Bhoga. Dewa Wisnu menjelma sebagai Naga Basuki. Dewa Iswara menjadi Naga Taksaka. Naga Basuki penjelmaan Dewa Wisnu itu kepalanya ke laut menggerakan samudara agar menguap menjadi mendung.

Ekornya menjadi gunung dan sisik ekornya menjadi pohon-pohonan yang lebat di hutan. Kepala Naga Basuki itulah yang disimbolkan dengan Pura Goa Lawah dan ekornya menjulang tinggi sebagai Gunung Agung. Pusat ekornya itu di Pura Goa Raja, salah satu pura di kompleks Pura Besakih.Karena itu pada zaman dahulu goa di Pura Goa Raja itu konon tembus sampai ke Pura Goa Lawah.Karena ada gempa tahun 1917, goa itu menjadi tertutup.Disebut Goa Lawah dikarenakan di dalam goa tersebut terdapat banya binatang kelelawar.sumber-hindudamai.blogspot.co.id

HOTMA KENA MARAH AKIBAT TERTAWA-TAWA DI PERSIDANGAN ANGELINE

BBnews, DENPASAR – Lagi-lagi Hotma Sitompul dan timnya kena tegur Majelis Hakim Edward Haris Sinaga, saat sidang kasus pembunuhan Engeline Margriet Megawe Angeline) di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (3/12/2015).
“Hai kalian kenapa ketawa-ketawa disana. Ini sedang sidang, kalian dengarkan tidak keterangan saksi,”kata Majelis Hakim.
Kuasa hukum Margriet Christina Megawe (Margareta) yang kena marah Hakim Majelis diantaranya Hotma Sitompul, Dion Pongkor, Aldres Napitupulu, Jefry kam dan Posko Simbolon.
Saat tim kuasa hukum Margareta ketawa-ketawa persidangan sedang mendengarkan keterangan saksi Franky Alexander.
Dimana saat itu saksi menjelaskan kejadian kekerasan yang dilakukan oleh Margareta kepada Angeline.

Dalam persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus pembunugan Engeline Margriet Megawe (Angeline) menghadirkan kerabat jauh terdakwa Margriet Christina Megawe (Margareta), di Pengadilan Negeri Denpasar.

Kerabat jauh Margareta ini diataranya ada Juliet Christine, Franky Alexander, dan Lauren Soriton.

“Ada tiga orang saksi yang mulia,”kata Purwanto salah satu JPU.
Ketiga saksi ini didatangkan langsung Kalimantan. Ketiga saksi ini pernah tinggal dengan Margareta di Jalan Sedap
Malam.

Engeline Margriet Megawe (Angeline) korban pembunuhan dan penelantaran anak ini semasa hidupnya tiap pagi memberi makan 300 ekor ayam, 15 ekor kucing, dan 4 ekor kucing.
“Sebelum saya menjadi pengurus rumah tangga di rumah Margriet Christina Megawe (Margareta) (ibu angkat Angeline) dia dan tante saya yang mengurus ternak itu,”kata salah satu saksi Franky Alexander.

Dia menjelaskan, setiap pagi Angeline sekitar 2 jam memberi makan ternak.
“Setelah saya ikut bekerja disana pun Angeline juga masih bekerja seperti biasa. Saat itu saya sudah melarang dia untuk tidak ikut beri makan ayam, tapi dia tidak mau,”paparnya.
Angeline saat memberi makan ayam juga memberi minum dan membersihkan botol minuman ternak lainnya.
Dia menambahkan, Angeline sering membawa bak besar yang isisnya makanan ayam.
Franky mengaku kenal dengan Margareta sejak 16 Desember 2014. “Saya bisa masuk kerja disana dikenalkan oleh tante saya. Dimana saat itu tante saya bekerja disana juga,”ungkapnya.

Sementara dari keterangan saksi lainnya, korban pembunuhan Engeline Margriet Megawe (Angeline) saat masih hidup sering dikatain pendusta dan pembohong oleh Margriet Christina Megawe (Margareta) ibu angkatnya.
Franky Alexander salah satu saksi dengan terdakwa Margareta mengatakan, selama tinggal dirumah tersebut Angeline tidak hanya memberi makan ayam, kucing dan anjing tetapi bocah baru berumur delapan tahun itu juga membersihkan lantai dapur dan kamar.
“Hampir setiap hari dia melakukan itu. Kalau lantainya kurang bersih bu Margareta ini memarahi Angeline. Dia dikatatain “pendusta, pembohong, goddamned (bahasa Italia yang berarti makian untuk perempuan)”ungkap Franky.

Selain dikata-katain saat itu rambutnya dijambak dan dilihatkan ke lantai.
“Ya mungkin waktu itu menurut Angeline lantainya sudah bersih. Tapi menurut bu Margareta belum bersih,”jelasnya.
Imbuhnya, saat Angeline dijambak rambutnya dia mengatakan sudah mengepel lantai tersebut sambil menangis.
“Kalau sudah seperti itu dia pasti nangis dan dia minta ampun. Kejadian itu ada dikamarnya,”pungkasnya.(sumber)

Tabrak Orang Hingga Tewas, Wiyang Tak Dijebloskan Ke Penjara



BBnews, SURABAYA,- Beginilah Orang yang memiliki uang bisa melakukan apa saja termasuk menghindari proses hukum. Hal ini nampak seperti yang dialami oleh Wiyang Lautner (24), pengemudi Lamborghini maut di Surabaya, ia menabrak warung STMJ dan menewaskan seorang pengguna jalan serta dua orang lainnya terluka.

Wiyang merupakan putra pengusaha kaya, ia tinggal di perumahan elit di Perumahan Dharmahusada Regency. Wiyang ternyata tidak dijebloskan di penjara, ia yang sudah ditetapkan tersangka malah dirawat di Rumah Sakit (RS) Mitra di Surabaya.

AKBP Andre Manuputty, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, membenarkan mengenai kondisi ini, ia mengatakan jika perawatan terhadap tersangka di RS diperlukan untuk merawat luka akibat kecelakaan. Tersangka terluka di bagian bawah mata kanan. Ia menabrak 3 orang masing-masing Kuswarjono tewas, dan istrinya, Srikanti, serta Mujianto penjual STMJ kemudian menghantam pohon angsana di tepi jalan.

"Meski dibantarkan, polisi tetap mengawasi dan menjaganya," alasannya.

Kenapa tidak diperiksakan atau dibantarkan di RS Bhayangkara Polda Jatim?

"RS Bhayangkara tidak dilengkapi CT Scan sehingga saya harus minta surat rujukan agar tersangka menjalani perawatan di RS Mitra Surabaya," paparnya.

Menurutnya, jika dokter yang menangani nanti sudah menyatakan kondisi tersangka sehat, maka akan diperiksa lagi oleh penyidik.

"Setelah itu baru bisa ditahan di kantor polisi," tandas Andre.(berantai.com)

2 December 2015

Dukung Petisi Otonomi Khusus Bali, Dua Ribu Lebih orang sudah Tandatangan

Photo-Budaya Bali, Dokumen Balibangol news


Balibangol news, DENPASAR,- Bali memang mengandung banyak sekali unsur budaya nusantara yang masih dilestarikan oleh masyarakatnya sampai saat ini, dan dijadikan sebagai salah satu daya tarik wisatawan datang ke Bali.

Maka belakangan ini telah ada cetusan tentang Otonomi khusus, Wacana otonomi khusus Provinsi Bali digaungkan lewat petisi online di Change.org. Petisi itu digulirkan sejak empat hari lalu dan hingga kini, Rabu, sudah ditandatangani oleh 2.394 orang.

Petisi dibuat oleh Ida Bagus Andi Loka dan ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Andi menilai kondisi Bali saat ini sangat layak dijadikan daerah istimewa atau otonomi khusus seperti Yogyakarta, Aceh, Jakarta, dan Papua.

"Karena Bali memiliki talenta budaya yang kuat. Talenta ini menjadikan Bali sebagai aset nasional dan membedakannya dengan daerah lain," kata Andi dalam petisinya.

Faktor budaya dan agama juga menjadi alasan petisi dibuat.

Komentar atas petisi ini pun bermunculan. "Setuju Bali otonomi khusus," kata I Gede Garnata.

Hingga kini bukan hanya Bali yang meminta status otonomi khusus. Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, dan Kota Tidore juga meminta hal yang sama kepada Kementerian Dalam Negeri.(sumber)

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...