15 December 2015

Pria Bisa Stres dan Depresi Jika Libido Tidak Tersalurkan



Balibangol news, Kaum pria memiliki libido yang lebih tinggi sehingga lebih merasa bergairah dan ingin sering bercinta. Tetapi, wanita sering menolak untuk bercinta karena berbagai alasan seperti merasa malas atau lelah.

Salah satu alasan pria berselingkuh adalah pasangannya sering menolak untuk bercinta sehingga libidonya tidak tersalurkan dan tidak bisa mendapatkan kepuasaan seksual.

Selain itu, saat wanita menolak bercinta pria akan merasa tidak dihargai atau tidak dianggap. Efek buruk dalam jangka panjang, pria akan mengalami depresi sekaligus libido yang menurun.

"Secara emosional, perasaan sedih, tidak berharga, dan tidak diinginkan bisa membuat pria malas bercinta dan tidak timbul hasratnya untuk berhubungan intim karena ia sudah merasa tidak dibutuhkan," kata Laura Bermann Ph.D, seorang terapis seks dan perkawinan, dikutip laman Detik Health.

Laura menambahkan libido pria bisa hilang dan menjadi malas bercinta hanya karena pasangannya menolak dipeluk atau dicium.

Pria yang tidak mendapatkan kepuasan seksual akan merasa stres bahkan depresi bahkan menyebabkan nafsu makan menurun, badan lemah dan gangguan kesehatan lainnya.

Pria harus membicarakan masalah kepuasan seksual dengan pasangannya agar hubungan menjadi lebih harmonis.

"Jika diperlukan, silakan curhat dengan teman Anda atau keluarga. Hal terpenting adalah bicarakan bagaimana perasaan Anda dengan pasangan. Dengan komunikasi semuanya akan berjalan jauh lebih baik. Tapi ingat, masalah depresi ini juga bisa memengaruhi kemampuan wanita di ranjang, tak hanya pria" tutur Laura.(www.infospesial.net)

Sidang Angeline, Tim Labfor Polda Bali Diteriaki Pengunjung Sidang


Balibangol news, DENPASAR – Beri kesaksian dipersidangan Agus Tae Hamda May, Tim ahli Laboratorium Forensik dari Polda Bali, Ngurah Wijaya Putra diteriaki penonton “bohong-bohong” di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (15/12/2015).
Ngurah dalam kesaksianya mengatakan pertama dari 7 titik darah yang ditemukan dikamar Margriet Christina Megawe ( Margareta) adalah milik terdakwa.
Kemudian dalam keterangnya lagi dia juga menjelaskan, bahwa 7 titik darah itu ada darah perempuan. Dan hanya satu titik tepatnya di tisu yang ada di kamar tidur lah yang milik Margareta.
Kemudian, saksi saat itu langsung dirundung dengan pertanyaan dari Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum, dan kuasa Hukum terdakwa Agus Tae Hamda May.
“Kita hanya bisa mendeteksi satu darah itu hanya di tisu. Kenapa 6 titik darah tidak bisa dilihat karena darah itu sudah rusak,”ujar Ngurah.
Bahkan saat dikesimpulan Ngurah mengatakan ada darah hewan yaitu kucing. Kemudia membuat Majelis Hakim dan kuasa hukum terdakwa bertanya-tanya, kenapa keterangan dengan kesimpulan berbeda.
Mulai dari sana tim ahli forensik dari Polda Bali ini langsung diteriaki oleh para penonton yang mengikuti sidang Engeline Margriet Megawe (Angeline) korban pembunuhan.(sumber)

Awas, Bocah Asal Karangasem harus kehilangan Tangan Akibat Petasan



Balibangol news, DENPASAR,- Akibat ledakan petasan di tangannya, I Gede Terang Wahyudi harus diamputasi pada telapak tangan kirinya.
 I Gede Terang Wahyudi (7) bisa jadi merupakan korban pertama petasan yang harus diamputasi menjelang datangnya perayaan Tahun Baru ini.
Bocah asal Karangasem ini harus menjalani operasi amputasi di RSUP Sanglah Denpasar, Bali, Minggu (13/12/2015), setelah telapak tangan kirinya terkoyak lepas akibat letusan petasan atau mercon yang dipegangnya.
Menurut seorang anggota keluarga pasien yang tidak mau disebut namanya, Terang Wahyudi saat itu hendak menyalakan petasan yang ia genggam.
Namun, tanpa ia duga, petasan tersebut meledak dengan cepat di tangannya.
Tidak diketahui apakah petasan itu bikinan sendiri atau dibeli.

"Petasannya sebetulnya kecil, tapi ternyata ledakannya bikin dia sampai harus diamputasi," jelas anggota keluarga itu saat menunggu operasi Wahyudi di RSUP Sanglah.
Telapak tangan kiri Wahyudi terlihat putus dari pergelangannya akibat ledakan petasan yang digenggamnya.
Kemudian orangtua korban langsung melarikannya ke RSUP Sanglah sekitar pukul 20.00 Wita (12/12/2015).
Bagian telapak tangan kirinya terlihat sudah tak menyatu.
Hanya robekan daging dan tetesan darah yang tampak di pergelangan tangannya.
Setelah melakukan amputasi di Ruang Operasi UGD, Wahyudi kemudian dirawat lebih lanjut lagi di Ruang Angsoka 3.
Kondisinya sudah membaik, tampak lengan kirinya diperban.

Namun, ia masih membutuhkan istirahat selama beberapa hari untuk proses pemulihan pasca amputasi.
Saat Media mencoba menanyakan kronologi kejadian, ayah Terang keberatan menceritakan dengan alasan masih shock.
Ia masih tidak percaya bahwa anaknya harus kehilangan telapak tangan kirinya.
"Maaf saya tidak bisa beri informasi, mohon dimaklumi kami sedang shock berat dengan kejadian ini," tegasnya.
Dari pantauan, terlihat ekspresi wajah para anggota keluarga yang mendampingi perawatan Wahyudi menunjukkan kesedihan mendalam.
Saking shock-nya, ibunda Terang Wahyudi sampai tidak mampu makan selama dua hari sejak kejadian.
"Jangan juga tanya ibunya. Dia sampai tidak bisa makan selama dua hari karena kejadian ini," tegas ayah Wahyudi.

Akibat ledakan petasan di tangannya, I Gede Terang Wahyudi harus diamputasi pada telapak tangan kirinya.
Ibunda Wahyudi terlihat berjongkok di sudut kamar perawatan Wahyudi.
Dengan kepala tertunduk, ia terus mengeluarkan air mata.
Sesekali ia melihat kondisi anaknya(sumber)



14 December 2015

Coblosan Ulang Dijaga Ketat, Paket Dharma Negara Tetap Unggul


Balibangol news, DENPASAR, -  Petugas KPPS memperlihatkan surat suara kepada salah seorang pemilih saat pemungutan suara ulang (PSU) Calon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar di TPS 6, Banjar Pembungan, Sesetan, Denpasar Selatan, Minggu (13/12).

Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 6 Banjar Pembungan, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan menjadi atensi khusus petugas kepolisian, pada Minggu (13/12) kemarin.

Petugas kepolisian tampak berjejer berjaga di pinggir jalan sekitar TPS untuk mengantisipasi terjadinya kisruh coblos ulang di TPS tersebut. Namun, PSU berjalan lancar hingga proses penghitungan suara yang dimulai pada pukul 13.00 Wita. Hasilnya, pasangan nomor urut 1 IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara tetap mengungguli dua pasangan calon (Paslon) lain dengan memperoleh 348 suara dari 373 pemilih yang menggunakan hak pilihnya.

Pantauan di lokasi keunggulan paket Dharma Negara jauh meninggalkan dua pesaingnya. Paslon nomor urut 2 Ketut Reamiyasa-IB Batu Agung memperoleh hanya 15 suara, dan sebagai juru kunci paslon 3 Made Arjaya-Rai Sunasri harus puas dengan perolehan 5 suara. Sisanya, terdapat suara tidak sah sebanyak 5 lembar.

Foto by shot 
Sementara pada pemungutan suara 9 Desember lalu, paslon 1 memperoleh 355 suara, paslon 2 dengan 22 suara dan paslon 3 dengan 18 suara. Menurunnya perolehan suara ini sejalan dengan menurunnya tingkat partisipasi pemilih untuk mencoblos kedua kalinya. Jika dibandingkan dengan partisipasi pemilih saat Pilkada serentak, Rabu (9/12) lalu, partisipasi pemilih menurun dari awalnya 395 pemilih menjadi 373 pemilih dari 631 DPT yang terdata.

Ketua KPU Denpasar, I Gede John Darmawan ditemui di sela-sela coblosan ulang mengatakan pihaknya sudah menjalankan tugas sesuai rekomendasi Panwaslu Denpasar untuk melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU). Surat suara yang dipersiapkan sebanyak 631 lembar plus 2,5%. Tidak ada pemilih yang menggunakan KTP, sebab saat pilkada serentak lalu, juga tidak ada pemilih yang menggunakan KTP. "Ini khusus untuk pemilih yang terdaftar dalam DPT. Tidak ada penggunaan KTP," tegasnya.

Supaya tidak kecolongan lagi, kata John petugas KPPS bertugas lebih hati-hati. Seperti misalnya memastikan yang membawa C6 merupakan pemilih yang terdaftar dalam DPT. "Pemilih dominan adalah penduduk di sini, sehingga mudah dikenali. Jika toh terlihat asing, petugas agak lebih waspada," ujarnya.

Di hari yang sama, setelah proses penghitungan suara di TPS 6, tahapan dilanjutkan dengan rekapitulasi suara di tingkat Kecamatan Denpasar Selatan. "Ya hari ini langsung di Kecamatan. Karena tinggal menunggu TPS 6 saja. Selanjutnya pada 17 Desember kita lakukan rekapitulasi di KPU Denpasar. Astungkara, jika tidak ada sengketa, bisa ditetapkan pada 21 Desember nanti," papar pejabat asal Sesetan ini.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Denpasar, I Putu Arnata menyatakan bahwa PSU berjalan lancar. "Tidak ada masalah. PSU aman-aman saja dan rekomendasi kita sudah dijalankan dengan baik oleh KPU," ujarnya. Ditanya terkait 6 pemilih siluman yang jadi biang kerok PSU, katanya akan segera dirapatkan. "Hari ini kita bahas. Mungkin besok akan ada keputusan, mau diapakan 6 pemilih tersebut," jelasnya.

Beberapa warga yang ditemui saat PSU mengaku tidak keberatan harus mencoblos dua kali. Seperti yang diungkapkan Marlina, bahwa proses PSU ini menurutnya adalah wujud keterbukaan. "Gak papa. Biar lebih terbuka. Gak masalah coblos dua kali. Selain itu, hari ini juga kebetulan libur jadi sebagai warga negara yang baik harus gunakan hak pilih," ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan Nyoman Jaya, bahwa memilih adalah haknya sebagai warga negara. "Saya hadir karena sudah punya pilihan. Dan saya berhak memilih siapa yang pantas. Makanya hadir," ujarnya.

Nyoman Jaya mengetahui kenapa dirinya harus memilih ulang berdasarkan informasi dari media masa ini. Selain itu juga dipertegas dengan kiriman form C6 kepadanya. "Ya kemarin dikirimkan C6 sekitar jam 10 pagi. Berarti benar apa yang saya baca di media massa," ujarnya. Nyoman Jaya mengaku mengusahakan datang, meski setelah mencoblos harus bekerja di bagian Cargo Bandara Ngurah Rai ini. "Kita usahakan datang. Setelah ini langsung kerja," ujarnya.(sumber)

12 December 2015

Melasti tradisi hindu untuk menghilangkan kekotoran diri dan alam semesta

Foto masyarakat Langkan saat Melasti
Bb news,- Sudah sejak lama kegiatan melasti dilaksanakan di  Bali, kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan kekotoran diri dan Alam semesta, Dalam tradisi Hindu di Bali kegiatan melasti biasanya Dilaksanakan Menjelang Hari Raya Nyepi dan menjelang Wali atau Odalan Pada Sebuah Pura dan juga mungkin ada sesuatu kejadian yang membuat perlunya dilaksanakan Melasti dalam Lingkungan Desa Pakraman.

Seperti apa yang dilaksanakan Desa Pakraman Langkan beberapa waktu Lalu telah melaksanakan melasti ke Pantai Watu Klotok, kegiatan ini diambil karena telah terjadi kegaduhan di Desa Setempat yang membuat masyarakat bingung.

Melasti adalah upacara yadnya yang bermakna untuk menghilangkan kekotoran diri, meningkatkan keheningan pikiran, dan juga dilaksanakan untuk kesucian jagat raya. Ini yang disimbolisasikan dengan labuhan sesaji atau upacara yadnya ke laut serta menyucikan seluruh arca, pratima, nyasa, pralingga sebagai wujud atau sthana Ida Sang Hyang Widi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa dengan segala manifestasi-Nya.


dalam lontar Sang Hyang Aji Swamandala disebutkan “Melasti ngarania ngiring prewatek Dewata, anganyutaken laraningjagat, papa kiesa, letuhing bhuwana” . Maksudnya, melasti meningkatkan bakti kepada para dewata manifestasi Tuhan, agar diberi kekuatan untuk menghanyutkan penderitaan masyarakat, menghilangkan papa klesa atau kekotoran diri dan kekotoran alam semesta.

Sedangkan tujuan melasti seperti yang tersurat dalam lontar Sundarigama adalah ngamet sarining amertha kamandalu ring telenging segara-mengambil sari-sari kehidupan yang disebut tirtha kamandalu (air sumber kehidupan) di tengah samudera.



“Ngiring prawatek dewata” dalam lontar Sang Hyang Aji Swamandala itu mengandung makna bahwa ciri utama orang beragama adalah berbakti kepada Tuhan (Ida Sang Hyang Widi). Dalam konteks itu, umat diharapkan mampu menguatkan daya spiritual untuk menajamkan kecerdasan intelektual. Hal itu dijadikan dasar untuk menguatkan kepekaan emosional dan melahirkan kepedulian sosial.

Anganyutaken laraning jagat artinya, dengan kuatnya srada dan bakti kepada. Tuhan, kepedulian sosial ümat bisa meningkat, Anganyutaken papa klesa maksudnya agar umat termotivasi untuk mengatasi lima kekotoran individu yang disebut panca klesa—awidya, asmita, raga, dwesa dan abhiniwesa.

Sedangkan anganyutaken letuhing bhuwana maksudnya melalui ritual melasti umat diharapkan termotivasi untuk menghilangkan kebisaan buruk merusak sumber daya alam. Jika kebiasaan buruk ini terus dibiarkan, alam akan rusak (letuhing bhuwana) yang pada gilirannya manusia akan menderita.

Melasti berasal dari kata lasti. yang artinya menuju air. Dalam konteks prosesi melasti, umat bisa mendatangi segara (laut), danau dan campuan (pertemuan dua buah sungai). Tujuannya, nunas (mohon) tirta amertha dan menghanyutkan kekotoran dunia.

Melasti ngarania ngiring prewatekan pralingga Ida Batara ke telengin samudera angamet tirta amerta (tirta sanjiwani), anganyutaken laraning jagat, paklesa letuhing bhuwana. Artinya, umat ngiring Ida Batara ke segara mengambil Tirta Amerta dan menghanyutkan segala penderitaan umat, segala sesuatu yang menyebabkan dunia atau alam semesta ini kotor. Secara simbolik, sesungguhnya umat diingatkan untuk selalu membenahi diri supaya menjadi lebih baik, dengan menghilangkan atau menghanyutkan perilaku atau sifat-sifat buruk yang melekat dalam diri.
Dikutip dari berbagai sumber...

Anda Bingung Sering memar Tiba-tiba Tanpa Benturan?, ini Penyebabnya.


BB news, Dalam kehidupan masyarakat pedesaan terkadang hal seperti ini dikaitkan dengan hal gaib yakni dibilang di cubit sama makluk halus atau yang sejenisnya.

 Saat mengamati kulit Anda, Anda mendapati ruam yang muncul secara tiba-tiba. Padahal sepanjang ingatan Anda, Anda sama sekali tidak mengalami luka atau terbentur sesuatu.

Biasanya memar yang muncul akan berwarna merah hingga keunguan dan terkadang malah tidak sakit sama sekali. Anda sering mengalami hal ini dan bingung apa yang jadi penyebabnya? Dilansir dari boldsky.com, berikut adalah penjelasannya.

Diabetes

Saat Anda mendapati ada bercak atau memar di kulit Anda pada area tertentu, bisa jadi itu indikasi dari gejala awal diabetes. Hal ini terjadi karena adanya perdarahan kapiler internal karena pembuluh darah yang lemah. Sehingga mudah sekali terjadi memar.

Olahraga

Alasan lain dari munculnya memar adalah olahraga terutama yang terlalu berat. Sebab olahraga akan menempatkan banyak ketegangan di otot yang kemudian menyebabkan pecahnya pembuluh darah sehingga menyebabkan memar. Jadi jika Anda senang berolahraga, jangan kaget apabila sering muncul memar di kulit Anda.

Penuaan

Saat menua, produksi kolagen serta lapisan lemak yang melindungi kulit akan menurun. Sehingga Anda pun jadi mudah memar terutama ketika usia Anda di atas 60 tahun.

Gangguan darah

Gangguan darah seperti hemofilia pun bisa membuat Anda memar dengan mudahnya. Bahkan kontak fisik yang ringan bisa menyebabkan memar. Dalam beberapa kasus, memar karena gangguan darah ini juga bisa berujung pada indikasi gejala kanker darah.

Konsumsi obat

mengonsumsi beberapa jenis obat tertentu ternyata juga bisa menyebabkan kulit jadi memar. Beberapa jenis obat yang bisa membuat Anda memar adalah aspirin, kontrasepsi, serta steroid.

Purpura Dermatosis

Purpura dermatosis merupakan kondisi kulit di mana darah keluar dari kapiler kecil sehingga membuat memar keunguan akan muncul. Pada kasus yang berat, kondisi kulit ini juga bisa menimbulkan rasa gatal. Salah satu cara sederhana agar Anda terhindar dari gangguan ini adalah dengan mengoleskan krim tabir surya setiap kali akan beraktivitas ke luar ruangan

Kekurangan vitamin C

Vitamin C sangat penting untuk membantu menyembuhkan luka dan pembentukan kolagen. Kekurangan vitamin C akan menyebabkan pembuluh darah kecil Anda pecah sehingga menyebabkan memar.

Itulah beberapa alasan kenapa sering muncul di kulit Anda. Jadi, saat memar muncul jangan panik terlebih dahulu. Mungkin Anda mengalami salah satu dari gejala di atas.

(Sumber merdeka.com)

10 December 2015

Pilbup Bangli, Paket Gita menang


Balibangol news, BANGLI – Pemilihan Kepala Daerah, Bupati dan Wakil Bupati Bangli secara umum berlangsung aman dan terkendali. Hasilnya, sesuai informasi yang dihimpun dari berbagai sumber dan lembaga terpercaya di Bangli, perolehan sementara Pilbup Bangli hingga Rabu (09/12/2015) sore mengukuhkan kemenangan untuk pasangan calon (Paslon) incumbent nomor urut satu, I Made Gianyar-Sang Nyoman Sedana Artha (Gita). Paket yang diusung PDIP ini, menorehkan kemenangan secara signifikan di dua kecamatan, masing-masing Kintamani dan Tembuku. Sementara lawannya, paslon nomor dua, IB Brahmaputra-I Ketut Ridet yang diusung partai Gerindra dan Demokrat menang tipis di Kecamatan Susut dan Bangli.

Sementara dari penghitungan suara di TPS, kedua Paslon berhasil menang di TPS-nya masing-masing. Calon incumbent Made Gianyar yang menggunakan hak suaranya di TPS 1, Desa Bunutin, Kintamani, meraih kemenangan mutlak. Dari 378 pemilih yang hadir, paket Gita meraup dukungan 375 suara sementara paslon BPR hanya meraih 4 suara. Sementara Cawabup Sang Nyoman Sedana Arta juga meraih kemenangan di TPS Nomor 2 Desa Sulahan Susut dengan perolehan suara paket Gita meraup 306 dukungan dan BPR meraih 112 dukungan.

Sedangkan di TPS 2, Desa Demulih, Cabup Ida Bagus Brahma Putra juga meraih kemenangan yang signifikan. Dimana, dari 354 DPT, BPR meraih dukungan 263 suara, sementara Gita hanya meraih suara 21 dukungan. Sementara Ketut Ridet meski tidak bisa menggunakan hal pilihnya karena tidak masuk dalam DPT akibat ber-KTP luar Bangli, calon wakil Bupati asal Desa Songan A juga mampu meraih kemenangan di desanya.

Hanya saja, meski sama-sama menang di TPS masing-masing sesuai informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber dan intansi terkait di Bangli, pasangan nomor urut satu unggul sementara dari BPR. Dimana total perolehan suara Gita mencapai 77.737 suara. Sementara BPR meraup total dukungan 51.704 suara degan selisih mencapai 26.033 suara.
Perinciannya, untuk kecamatan Susut , paket Gita memperoleh 12.491 suara dan paket BPR memperoleh 14.209 suara. Kecamatan Kintamani, Gita meraup 37.613 suara dan BPR memperoleh 12.169 suara. Kecamatan Bangli, Gita meraup 13.818 suara dan BPR memperoleh 16.963 suara. Sedangkan di Kecamatan Tembuku, paket Gita memperoleh 13.815 suara dan BPR hanya 8.363 suara.
Atas kemenangan yang ditorehkan itu, Ketua Tim Pemenangan Gita, I Wayan Diar mengaku bersyukur dan senang mendengarkannya. “Astungkara dan terimakasih atas kepercayaan yang kembali diberikan masyarakat Bangli kepada Gita,” ungkapnya singkat. Sementara, IB Brahmaputra sebelumnya sempat menyatakan menang kalah telah siap. “Kalau sudah kondusif seperti ini, saya siap kalah dan siap menang,” akunya.(sumber)

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...