15 October 2015

Langkan, Ngeresigana Sebagai Proses Pembersihan Desa

Balibangol news, BANGLI,-Caru adalah kurban suci yaitu upacara yadnya yang bertujuan untuk keseimbangan para bhuta sebagai kekuatan bhuwana alit maupun bhuwana agung sebagaimana disebutkan dalam kanda pat butha sehingga dengan adanya keseimbangan tersebut berguna bagi kehidupan ini.

Caru yang dalam sejarahnya disebutkan diawali dari terjadinya kekacauan alam semesta yang mengganggu ketentraman hidup sebagai akibat dari godaan-godaan bhuta kala, sehingga Hyang Widhi Wasa menurunkan Hyang Tri Murti untuk membantu manusia agar bisa menetralisir dan selamat dari godaan-godaan para bhuta kala itu sehingga mulailah timbul banten “Caru” sebagaimana disebutkan dalam mitologi caru ini.

Dan dijelaskan pula bahwa, Caru (Mecaru; Pecaruan; Tawur) sebagai upacara yadnya yang bertujuan untuk keharmonisan bhuwana agung (alam semesta) dan bhuwana alit agar menjadi baik, indah, lestari sebagai bagian dari upacara Butha Yadnya, (sumber-sejarahharirayahindu.blogspot.co.id)

Di Langkan Pelaksanaan ngeresigana dilaksanakan pada Rabu(14/10) setelah beberapa hari belakangan ini telah terjadi sedikit kegaduhan di kalangan kerama Banjar, dan atas petunjuk niskala ngeresigana hendaknya segera dilaksanakan, yang di puput Oleh Jero Mangku Ranten atau yang akrab dipanggil Kak Ancut.

Menurut Kak Ancut upacara ini adalah atas petunjuk niskala dan menurutnya upacara ini harus segera di laksanakan karena sebagai suatu proses pembersihan Desa yang sebelumnya telah terjadi sedikit kegaduhan.

"jadi inilah jalan kita sebagai umat Hindu Bali untuk membersihkan alam semesta dengan sebuah upacara ngeresigana " tambah kak.

Upacara dilaksanakan sekitar pukul 11 siang dan baru berakhir jam 3 sore, karena banyaknya prosesi yang harus dilaksanakan, disamping melaksanakan upacara di seputaran Pura Gunung Meraun Br. Langkan kecamatan Bangli juga melaksanakan pecaruan di perempatan agung Br Langkan(wi/bb)

14 October 2015

Body Painting Nusa Dua Fiesta 2015, Jeritan Alam di Tubuh Alika


Sejumlah model luar negeri berpose usaii dillukis tubuhnya dalam lomba body painting Nusa Dua Fiesta di kawasan BTDC Nusa Dua, Badung, Selasa (13/10/2015). 

Balibangol news, MANGUPURA - Dalam kurun waktu dua jam, tubuh putih Alika, wanita asal Jerman, berubah menjadi warna-warni.
Goresan-goresan seni yang didominasi oleh warna biru, oranye dan hitam, menyelimuti sekujur tubuhnya.
Bukannya tanpa makna. Karya seni yang digoreskan di tubuh Alika memiliki nuansa dan pesan tersendiri.
Sang pelukis, Samsul (47), ingin merespon dan mengungkap jeritan alam Indonesia yang kini banyak dirusak oleh tangan-tangan jahil tak bertanggung jawab.
Mulai dari kebakaran hutan, penambangan liar hingga perilaku-perilaku lain yang merusak alam.

Mengikuti kompetisi Body Painting menyemarakkan acara Nusa Dua Fiesta (NDF) 2015, Badung, Bali, Selasa (13/10/2015), Samsul ingin mengekspresikan keprihatinannya terhadap alam dalam bentuk karya.


Mengusung tema “Cintai Alam”, Samsul menyelaraskan karya seninya dengan tema besar yang diusung oleh NDF 2015, yakni "Love, Peace, Harmony".
Samsul menyebut makna warna hasil karyanya yang tergores indah di tubuh Alika.
Biru menggambarkan pepohonan dan tumbuh-tumbuhan.

Warna hitam dan oranye adalah api yang membakar hangus alam ini.
Menurutnya, hutan dan berbagai tanaman di alam sekitar kita adalah mahkota dari bumi ini.
“Ini spontanitas untuk mengungkapkan jeritan hati. Saya tersentuh dengan berbagai kondisi yang menyebabkan kerusakan alam yang makin marak terjadi saat ini,” ujar pria asal Lumajang ini.


Kasus penambangan liar seperti yang terjadi daerah asalnya menjadi salah satu yang disoroti Samsul.
Penambangan itu, diakui Samsul, merusak lahan pertanian penduduk lokal. Begitu juga dengan kabut asap yang sedang melanda di kawasan Sumatera dan Kalimantan.

“Hal-hal ini yang menginspirasi saya dalam karya seni saya hari ini. Saya ingin agar orang lebih peduli lagi terhadap apa terjadi di sekitarnya, apa yang terjadi dengan alam tempat tinggal kita,” tegasnya.
Pria yang meraih juara dua dalam kompetisi ini pun mengaku tidak mengalami kesulitan dalam hal teknis melukis di tubuh model.
Hanya  masalah waktu yang menurutnya kurang.
Pada kompetisi ini, para peserta harus merampungkan lukisan di tubuh model dalam waktu 90 menit.


“Kurang di waktu saja, coba bisa lebih lama sedikit. Mungkin sekitar tiga jam biar lebih maksimal. Kalau dari teknis sih tidak ya, karena saya sudah biasa,” ujar Samsul yang sudah tiga kali mengikuti event ini.
Tak hanya Samsul yang mengikuti kompetisi ini.

Sebanyak 16  peserta lainnya pun mengambil bagian dengan nuansa lukisan yang berbeda-beda di tubuh 16 model lainnya.
Seluruh model adalah warga negara asing. Kompetisi dimulai 14.00 wita dan rampung hingga proses penilaian pada pukul 16.00 wita. (sumber)



13 October 2015

Diejek Tidak Bisa Jadi “Jagoan” Siswa SMP ini Bunuh Temannya‬ ‪


Balibangol news, DENPASAR – Pelaku pembunuhan dibawah umur melakukan penikaman terhadap siswa SMK lantaran sakit hati.‬

‪Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Nanang Prihasmoko menyatakan, pelaku berinisial JS (15) tega melakukan penikaman tersebut karena dendam dan sakit hati lantaran sering diejek oleh korban bernama Agus Suryawan (16).

‪”Mereka ini sama-sama ikut bela diri tetapi beda perguruan. Awalnya si korban ini mengejek pelaku yang kata-katanya “Ngapain ikut bela diri tapi tidak bisa jadi “jagoan””,”terang Kapolsek yang menirukan perkataan tersangka, di Polsek Denpasar Selatan, Selasa (13/10/2015).‬

‪Kemudian, korban juga mengatakan ayo sini kita berantem. Saat itu kedua anak masih dibawah umur itu datang ke tempat kejadian perkara di Jalan Waturenggong, Panjer, Denpasar Selatan.‬

‪Keduanya saat bertemu langsung berkelahi satu lawan satu. Saat itu pelaku langsung menebas dan menusuk korban.

‪Pelaku sempat melarikan diri setelah mengetahui korban bersimpuh darah. Setelah kejadian tersebut pelaku menyerahkan diri ke Polsek Densel.‬

‪”Tersangka mengaku tidak berniat melakukan pembunuhan itu. Dia tidak meyanggka bahwa temannya itu bisa meninggal,”paparnya.‬

‪Pelaku dikenakan pasal 80 ayat 3 perlindungan anak atau pasal 340,338,351 ayat 3 KUHP.‬

‪”Saat ini kami masih menyelidikinya, apakah ini berencana atau tidak, “terangnya.‬

‪Seperti diketahui kejadian tersebut pada Senin (12/10/2015) di Jalan Waturenggong, Panjer, Denpasar Selatan.(sumber)

Pelajar SMK Ditebas Taji Hingga tewas

Balibangol news, DENPASAR – Keributan berujung kematian kembali terjadi. Kali ini seorang pelajar SMK  Agus Suryawan  (16) tewas ditebas di Jalan Waturenggong, Gg XX, Panjer, Denpasar Selatan, persisnya depan Warung Citra Cellular, Senin (12/10/2015) pada pukul 19.30 Wita.

‪Sekitar  pukul 18.00 Wita seorang remaja yang juga pelaku berinisial JS (15) mendatangi rumah temannya di Jalan Tukad Banyu Poh.  Kedatangan remaja beralamat di Jalan Hayam Wuruk itu untuk menanyakan kepada RD tentang permasalahan dengan korban.‬

‪”Rd bilang ke Js kalau sudah berdamai dengan Ag,”jelas Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Nanang Prihasmoko, di Denpasar, Selasa (13/10/2015).

‪Selanjutnya, JS mengajak RD serta seorang lagi berinisial ST untuk mencari Agus.‬

‪Ketiganya pun  berangkat munuju Warung Citra Cellular di Jalan Waturenggong.‬

‪Tiba di warung, datang teman lainnya berinisial DA dan JS menyuruh DA menelpon Agusm‬

‪Saat menelpon, JS mengambil handphone dari genggaman DA dan bicara sekaligus meminta Agus datang ke warung.‬

‪Sekitar 15 menit, Agus tiba bersama beberapa temannya. Baru memarkir motor dan belum sempat turun,  JS mendekati Agus dan melakukan penyerangan menggunakan pisau.

‪Saat itu sempat terjadi perkelahian tapi beberapa saat kemudian JS kabur. Sedangkan Ag memegang perutnya yang mengeluarkan darah sambil merintih kesakitan. Korban pun dibonceng oleh beberapa temannya.‬

‪Namun, sampai di gang Agus  terjatuh dari motor kemudian rekan-rekannya menyetop angkot untuk membawa korban ke RS Sanglah.‬

‪Sayanganya, sekira pukul 21.30, remaja yang tinggal di Perumahan Grahabali, Sidakarya itu meninggal  akibat mengalami luka tebas di pipi kanan, luka tusuk mengenai uluhati serta luka tusuk di perut sebelah kiri.

‪”Pelaku JS yang juga masih berstatus pelajar sudah kami amankan di Polsek Densel.  Dugaan sementara motifnya karena dendam tapi kami masih mendalaminya,”tutupnya.(sumber)

Warga Jembrana Bakal Bongkar Kuburan Massal Korban G30S PKI


Balibangol news, Badung,-Warga Banjar. Masean, Desa Batuagung, Jembrana, Bali bakal melakukan pembongkaran terhadap kuburan masal korban G30S PKI, yang ada di banjar tersebut.

Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai penentuan hari, letak kuburan, berikut identifikasi, prosesi upacara telah dipersiapkan jauh-jauh hari.”Memang di banjar kami ada kuburan masal para korban G30S PKI,” terang Kelian Adat Masean Ida Bagus Ketut Siwa Minggu (11/10) sore.

Menurutnya, kuburannya  berada dipingir jalan desa, tepatnya depan SDN 3 Batuagung. Fakta itu didapat  dari pengumpulan data berikut hasil paruman tokoh dan masyarakat serta memintai keterangan sejumlah saksi  hidup yang mengetahui  peristiwa tersebut.

Dasarnya pembongkaran atas pertimbangan bahwa lokasi kuburan itu, bukan kuburan yang layak. Selain itu juga atas pertimbangan kejadian aneh yang kerap menimpa warga di banjar tersebut.

Rencananya kuburan masal tersebut akan digali pada tanggal 29 Nopember mendatang. Untuk pembongkaran ini, pihak banjar telah menghubungi pihak keluarga korban. Dari keterangan saksi peristiwa, terdapat 11 kuburan disana. Sebelumnya sudah ada dua orang yang kuburnya dibongkar pihak keluarga. Saat ini hanya tinggal 9 jasat yang masih terkubur.

Dari ke sembilan jasat tersebut identitasnya sudah diketahui berikut alamatnya. 7 orang berasal dari Desa Batuagung, serta 1 berasal dari Tabanan  dan 1 lagi dari Lelateng. Untuk yang dari luar desa,  pihaknya mengaku sedikit terkendala untuk menghubungi  pihak keluarganya karena penulusuran yang dilakukan belum membuahkan hasil.

Dalam pembongkaran tersebut juga akan dilaksanakan prosesi upacara sesuai Agama Hindu di Bali yakni tulang belungnya bakal diaben. Semua rangkaian upacara berikut pembongkaran persiapanya sudah 80 persen.(sumber)

1.327 Anjing di Buleleng Dieliminasi Hingga Oktober 2015


Balibangol news, BULELENG,-Sebanyak 1.327 ekor anjing di Buleleng, Bali, dieliminasi sejak April sampai Oktober 2015. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Buleleng, Wayan Susila mengatakan, eliminasi ini adalah bagian dari kontrol populasi anjing dalam penanggulangan rabies. Kini estimasi anjing di Buleleng mencapai 80 ribu ekor. Dari jumlah tersebut, 58.018 ekor anjing di seluruh wilayah Buleleng telah divaksinasi.
Sementara untuk jumlah Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk hewan kini masih aman. Jumlahnya mencapai 70 ribu vaksin. Ia berharap agar masyarakat dapat lebih bertanggungjawab dalam memelihara anjing. Satu di antaranya dengan melakukan vaksin sejak anjing itu dilahirkan.(sumber)

12 October 2015

Langkan,Mendak Joged, atas Petujuk Niskala


Balibangol news, BANGLI,- Joged Bumbung adalah kesenian masyarakat Bali untuk sebuah tarian pergaulan, di Langkan kesenuan ini pernah melegenda pada tahun 90an dan memang menurut cerita pengelingsir kesenian ini adalah bagian dari pesemetonan (saudara) Ida Betara Di lingkungan Desa Pakraman Langkan.

Menurut kelihan Subak Langkan I Wayan Bered(35) hari ini senin(12/10) dilaksanakan pemendakan gelungan di salah satu rumah warga yang sebelumnya telah sempat terlantar selama beberapa tahun, pemendakan ini atas petujuk niskala untuk dilaksanakan penyungsungan secara umum dan langsung menunjuk tapakan ida.

"Dulu setiap Buda Wage ukir selalu dilaksanakan piodalan joged tetapi akhir-akhir ini telah terbengkalai makanya atas petunjuk niskala hari ini harus di pendak dan akan dilaksanakan piodalan pada Tumpek Landep" tambahnya.

Inilah kegiatan nasyarakat Langkan hari ini yang semua kegiatan atas petunjuk niskala.(wi/bb)

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...