9 November 2015

Moge Masuk Jalur Mobil di Tol Benoa, Jasa Marga Minta Maaf


Balibangol news, Denpasar,-Setelah dihebohkan penahanan Motor Gede (Moge) yang diduga ilegal beberapa waktu lalu, kini kasus moge kembali mencuat. Kali ini kasus moge yang melintasi Tol Bali Mandara melalui jalur mobil.

Kejadian ini, terjadi pada Sabtu sore sekitar Pukul 17.00 Wita yang membuat macet pengguna mobil lainnya. Aksi para Moge itu sempat direkam warga Bali yang sedikit kesal saat memasuki jalur mobil di Tol Bali Mandara.

Salah seorang saksi Yudha Suparsana menuturkan, dirinya bersama beberapa orang lainnya sedang dalam perjalanan dari Denpasar-Nusa Dua melalui Tol Bali Mandara dengan menggunakan mobil. Saat berada di tengah tol, ia melihat beberapa Moge kebut melalui jalur mobil dan merekammya. Kemudian, Yudha mengupload ke media sosial.

“Saya merekam moment itu. Kemudian saya upload ke facebook. Dan dalam sekejap, langsung direspon oleh sekitar 300 orang. Saat ini mungkin sudah lebih. Semua facebooker berkomentar tetapi isinya menghujat aksi para Moge itu,” ujarnya.

Pengelola Tol Bali Mandara Bali mengaku sangat kecewa dengan ulah para pengendara motor gede (Moge) yang dengan sengaja dan tahu dan mau menerobos jalu mobil di jalu Tol Bali Mandara. Humas PT Jasamarga Bali Tol ( JBT) Drajad Hari Suseno menyatakan, telah mengechek kebenaran informasi itu ke bagian Divisi Operasi aksi tersebut dijelaskan memang benar adanya.

Melalui pesan singkat yang dikirim, Drajad membenarkan adanya peristiwa tersebut memang benar adanya. Kronologi kejadian cukup memalukan. Menurutnya, berdasarkan informasi  yang diperoleh divisi operasional, ketika rombongan HD mau masuk gardu mobil diberhentikan oleh petugas. “Petugas kami menghentikan para Moge, dan diarahkan agar masuk gardu motor. Namun karena alasan pengendara saat itu tengah  dikawal polisi, akhirnya lepas  dan ini diluar kontrol petugas kami, hingga mereka melenggang bebas masuk jalur mobil yang mestinya tidak dibenarkan,” jelasnya.

Drajat mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan kejadian ini karena jelas sangat  membahayakan pengguna jalan tol yang lain, khususnya para pengendara mobil. Lantas ia berharap peristiwa ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. “Kami juga mengimbau kepada semua pihak untuk turut menegakkan Undang-Undang dan Aturan Lalu Lintas ketika melintasi Tol Bali,” katanya.  Melalui pesan singkatnya, Drajat mengungkapkan, atas nama Manajemen Jasamarga Bali Tol, mohon maaf atas kejadian dan ketidaknyamanan kepada pengguna Tol. (sumber)

8 November 2015

Pencuri Spesialis Barang Pasien di Rumah Sakit Dibekuk Polisi

Foto: Tengah tersangka Daniel Efendi Adi Sutrisna, diapit Kapolsek Denbar dan Kanit Reskrim Polsek Denbar, Denpasar, Minggu 0(8/11/2015).

Balibangol news, DENPASAR – Polsek Denpasar Barat (Denbar) berhasil membekuk tersangka spesialis mencuri barang-barang keluarga pasien di rumah sakit di Denpasar dan Badung.
Tersangka Daniel Efendi Adi Sutrisna (41) dibekuk Polsek Denbar
pada Kamis, 29 Oktober 2015 sekitar pukul 09.00 wita di rumah kontrakannya di perumaham Darma Saba Permai, Gang V no 17, Desa Darmasaba, Abiansemal, Kabupaten Badung.
Kapolsek Denbar, AKP Wisnu Wardhana menjelaskan, tersangka merupakan percuri spesialis di Rumah Sakit di Denpasar, dengan modus
penunggu pasien yang tertidur, lalu mengambil barang-barang bawaan korban.
Dia menceritakan kronologisnya, berdasarkan hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat terkait adanya laporan masyarakat bahwa ada pengunjung pasien dibeberapa rumah sakit yang kehilangan barang-barang bawaannya pada saat istirahat atau sedang tidur.
“Saat itu juga kami langsung melakukan pencarian terhadap pelaku. Saat ini pelaku mengaku telah melakukan aksinya lebih dari 20 kali,”ujar Wisnu di Polsek Denbar, Minggu (8/11/2015).

Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang masih diingat oleh pelaku diantaranya ada di Rumah Sakit Kasih Ibu pada Selasa (29/9/2015) sekitar pukul 04.30 Wita, korban I Made Gunawan Antara,
barang yang hilang 1 buah laptop merk asus, BPKB ,dompet yang berisi surat-surat identitas dan uang Rp 1,8 juta, total kerugian Rp8,5juta.
TKP yang lainnya ada di RS Wangaya, korban bernama Agus Surya Mahendra, kejadian pada Kamis (29/10/2015) sekitar pukul 07.00 Wita.
Imbuhnya, barang yang dicuri oleh tersangka yang hilang tas warna abu-abu merk Quicksilver,1 buah laptop merk Sony Vaio, handpone iphone 5s, 1 buah dompet berisi identitas. Total kerugian sekitar Rp23 juta.
“Pelaku melakukan aksinya ini menggunakan mobil sewaan untuk mendatangi rumah sakit tersebut,”terangnya.
Dia menambahkan, tersangka mengaku melakukan aksi pencurian pada saat malam hari menyasar penunggu pasien yang sedang tertidur pulas.
“Wilayah yang disasar oleh tersangka itu di rumah sakit yang ada di Denpasar dan Badung,”ujarnya.
Sambungnya, pria asal Blitar ini dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.(sumber)

Penipuan TKI, Babak Belur Dihajar Massa di Pasar Mengwi


Pelaku yang mengetahui dibuntuti oleh para korbannya kemudian memilih kabur di tengah pasar. Selanjutnya dia diteriaki maling dan akhirnya menjadi bulan-bulanan massa.
Balibangol news,BANGLI,- Setelah sempat dibuntuti oleh para korbannya, akhirnya pelaku yang diduga sebagai penipu berkedok merekrut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk diberangkat ke luar negeri, I Dewa Nyoman Harta Agung, 45, asal Banjar Dinas Samsam, Kerambitan, Tabanan, berhasil diciduk setelah sempat dihajar massa di Pasar Mengwi, Badung, Jumat (6/11) pagi. Beruntung jajaran Polsek Mengwi segera tiba di lokasi untuk mengamankannya, kemudian pelaku yang dalam keadaan luka tersebut langsung digiring ke RSUD Bangli.

Informasi yang dihimpun, adapun motif penipuan yang dilakukan pelaku yang notabene membuka usaha penyalur ketenagkerjaan di Jalan LC Uma Aya, Kelurahan Bebalang, Bangli ini, melancarkan aksinya dengan cara membujuk sejumlah pemuda di Bangli, untuk bisa dipekerjakan sebagai TKI ke Luar Negeri, yakni ke New Zealand, Australia dan negara lainnya dengan iming-iming gaji besar. Hanya saja, para korban harus menyetorkan terlebih dahulu uang pendaftaran masing-masing sebesar Rp 15 juta sebagai biaya pendaftaran. Namun, sampai batas waktu yang telah disepakati, para korbannya tidak kunjung diberangkatkan. Karena merasa ditipu, korban melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Adapun dua korban yang melapor ke Mapolsek, yakni Kadek Miasa, 24, dan Sang Ayu Maiyana, 27, keduanya asal Banjar Tambunan, Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Bangli, Selasa (3/11) lalu. Dalam laporanya itu, kedua korban mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp 15 juta kepada I Nengah Dwiyana Putra, 29, asal Kelurahan Kubu, Bangli, dengan iming-iming akan dipekerjakan sebagai tukang kebun di luar negeri tepatnya di New Zealand. Namun setelah ditunggu-tunggu hingga waktu kesepakatan pada Bulan Juni 2015 lalu, korban juga tidak diberangkatkan.

Kapolsek Kota Bangli, Kompol I Ketut Widia, saat dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut, sesuai laporan para korban yang diterima jajaranya sejak Kamis lalu, tercatat sebanyak sembilan orang yang datang ke Mapolsek Bangli, yang mengaku sebagai korban kasus penipuan oleh pelaku I Dewa Nyoman Harta Agung dan anak buahnya, I Nengah Dwiyana Putra, hanya saja hingga kini baru dua korban yang melapor secara resmi. “Menerima laporan tersebut, kita langsung melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Dijelaskan, awalnya Jajaran Polsek Kota Bangli berhasil menangkap Nengah Dwiyana Putra, 29, warga asal Keluarahan Kubu, Bangli, Kamis (5/11) sekitar pukul 19.00 Wita. Pasalnya yang bersangkutan terlibat membantu pelaku Dewa Nyoman Harta Agung, untuk merekrut dan mengumpulkan uang para korban. “Dwiyana Putra sudah kita tangkap tanpa perlawanan di rumahnya di Kubu. Hingga kini Dwiyana masih diamankan di Mapolsek untuk dimintai keterangan, namun untuk saat ini statusnya masih sebagai saksi,” ujar Kompol Widia.

Karena para korban yang lainnya merasa kesal, mereka pun langsung mengejar aktor utama, Dewa Nyoman Harta Agung. Dalam proses penangkapan berjalan dramatis, pasalnya sebanyak 4 korbannya, pada Jumat (6/11) dinihari, sekitar pukul 02.00 Wita, mendatangi kediaman pelaku di Samsam, Tabanan. Setelah ditunggu-tunggu di depan rumahnya, sekitar pukul 05.00 Wita, akhirnya pelaku keluar rumah. “Tidak mau pelaku lepas, maka korban membuntutinya, hingga sampai di Pasar Mengwi, Badung,” ujarnya.

Kemudian pelaku berhenti dan turun dari sepeda motornya di Pasar Mengwi. Karena merasa ada yang membuntuti dan pelaku mengenali salah satu korban. Maka, pelaku menghindar dengan berlari sekuat tenaga. Namun, karena kondisi pasar lagi ramai, secara spontan ada orang yang curiga melihat pelaku berlari. Sehingga, ada yang meneriaki pelaku sebagai maling, akhirnya pelaku dikejar oleh massa hingga berhasil diciduk dan menjadi bulan-bulan massa, di Pasar Mengwi pada Jumat sekitar pukul 05.30 Wita. ”Beruntung nyawa pelaku berhasil diselamatkan dari amukan massa, setelah sejumlah petugas dari Polsek Mengwi datang ke lokasi,” ujar Kapolsek.

Selanjutnya pelaku langsung digiring ke RSUD Bangli. Pelaku Dewa Nyoman Harta Agung yang tiba sekitar pukul 09.00 Wita, langsung dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), karena mengalami luka yang cukup parah di tubuhnya, yakni luka robek pada bagian bibir, satu gigi seri patah, luka lebam di bagian pipinya serta benjol pada bagian kepalanya. “Menurut keterangan dokter, pelaku harus mendapatkan perawatan inap selama dua hari di RSUD Bangli. Akibat mengalami beberapa luka dan Cedera Kepala Ringan (CKR). Sehingga kita belum bisa meminta keterangan pelaku, karena masih menjalani perawatan intensif,” akunya.

Namun, untuk mencegah pelaku kabur, pihak kepolisian langsung memborgol pada satu tangan pelaku yang dikaitkan di ranjang pasien. Disisi lain, rekan pelaku yang masih sebagai saksi yakni Nengah Dwiyana Putra saat diinterogasi di Mapolsek Bangli mengakui kalau perbuatannya dilakukan atas perintah dari Dewa Nyoman Harta Agung yang notabene bosnya. “Hingga kini kita masih terus menelusuri kasus tersebut,” pungkas Kapolsek Kota Bangli, Kompol I Ketut Widia(sumber).

7 November 2015

Adu Visi Misi Paslon Pilkada Bangli di Ombudsman


Balibangol news,-DENPASAR – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Bangli, Made Gianyar- Sang Nyoman Sedana Arta dan Ida Bagus Brahmaputra-Ketut Ridet beradu visi misi tentang pelayanan publik di Ombudsman RI perwakilan Bali, Jumat (6/11/2015). Saat memaparkan visi misi dan programnya, salah satu isu yang menjadi fokus kedua paslon ini adalah pengembangan destinasi pariwisata Kintamani yang selama ini tidak diperhatikan.

Pada kesempatan itu, calon Wakil Bupati Bangli I Ketu Ridet menyodok pasangan calon incumbent, Made Gianyar- Sang Nyoman Sedana Arta yang diusung PDIP.
Ridet mengatakan, selama lima belas tahun terahir masayarakat Bangli, terutama daerah yang terpencil seperti Kintamani hanya diberi janji oleh pemerintah daerah Kabupaten Bangli, sehingga terus menjadi daerah tertinggal hingga sekarang.

“Infrastruktur tidak memadai, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat cukup rendah,” kecam Ridet.

Padahal menurut politisi partai Demorkat itu, Kabupaten Bangli terutama wilayah Kintamani memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata. Selain memiliki Gunung Batur, pertanian di Kintamani sebenarnya bisa dijadikan objek wisata yang bisa ditawarkan pada wisatawan. “Bicara masalah kintamani harus terintegrasi, pariwasta dan pertaniannya,” katanya.

Selain itu, lanjut Ridet, yang perlu menjadi perhatian untuk meningkatkan pariwisata Kintamani adalah pembanguanan infrastruktur yang memadai. “Karena infrastruktur sangat penting bagi masyarakat. Jika infrastruktur memadai maka pariwisata bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan juga akan lebih maju jika infrastruktur memadai. Namun keyataanya selama ini Kintamani dibiarkan seperti tidak terurus sehingga menjadi daerah tertinggal. ”Terpenting infrastruktur, masyarakat tidak minta uang. Jangan selama lima tahun ini dijanjikan-janjikan doang,”sindirnya.

Karena itu, menurut dia, Bangli memerlukan pemimpin yang tegas dan memiliki komitmen untuk menyejahterakan masyarakatnya. Menurutnya, selama ini pemerintah Kabupaten Bangli tidak tegas dalam menerapkan aturan dan tak memiliki niat dan komitmen untuk menyejahterakan masayarakatnya. ”Kalau pemerintah gabeng seperti sekarang, sampai saat ini, Kintamani itu ya tertinggal seperti sekarang,” cecar Ridet.

Menaggapi sodokan Ridet, calon Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, masalah upaya pengembangan pariwisata di Kintamani dihadapkan pada masalah yang sangat kompleks. Salah satunya soal pola pikir masyarakatnya. Masyarakat yang bergerak di sektor pertanian di sana masih berkeyakinan bahwa mereka bisa hidup meski tidak ditunjang sektor pariwisata. “Padahal perlu ada sinergi antara pertanian dengan pariwisata,” kata Gianyar.

Ia menegaskan, rusaknya Kintamani, misalnya yang disebabkan oleh adanya aktivitas galian C (pasir), bukan hanya terjadi lima tahun terakhir namun sudah semenjak dulu. “Karena pelakunya investor lokal. Ketika mau menegakkan hukum masyakat menolak. Ini kompleksitas permasalahan pengembangan pariwisata yang ada di Kntamani,” katanya.

Gianyar mengakui, penataan pariwisata di Kintamani masih jauh dari harapan. Ke depan, perlu ada penajaman programnya. Di bidang infrastruktur juga diakuinya belum memadai sehingga perlu perbaikan infrastruktur untuk menunjang pariwisata dan perekonomian masyarakat Kintamani.

Sementara itu, calon Wakilnya, Sang Nyoman Sedana Arta, menambahkan, terkait pendapatan asli daerah (PAD) di Bangli dari sektor pariwisata diakuinya memang belum maksimal. “Ke depan, salah satu yang dilakukan pemerintah akan meningkatkan lagi pemberdayaan masyarakat. Bisnis terbesar di dunia saat ini adalah pariwisata. Sehingga jika pariwisata sudah ditata dan dikelola dengan baik maka manfaat pariwisata akan dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Usai memaparkan dan beradu visi misi, kedua pasangan calon kemudian menandatangani komitmen calon kepala daerah untuk peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah pemilihannya jika nantinya terpilih sebagai kepala daerah.(sumber)

6 November 2015

‘Kerauhan’, Sugesti dalam Balutan Religi

Foto ilustrasi 


Balibangol news, Di Bali, ‘kerauhan’ (trance) sudah menjadi bagian yang terpisahkan dalam kehidupan sehari2 khususnya yang berkaitan dengan upacara adat maupun upacara agama. Lalu apa sebenarnya ‘kerauhan’ itu? Bisakah dimatematiskan bahwa kerauhan sama dengan kesurupan? Di Wiki yang ada hanya definisi kesurupan (bukan kerauhan) yaitu sebuah fenomena dimana seseorang berada diluar kendali pikirannya karena kemasukan kekuatan gaib.

Dalam konteks masyarakat Bali, saya berpendapat bahwa kerauhan sebagian besar berkaitan erat dengan adat istiadat dan agama, yg saya asumsikan sbb: suatu keadaan dimana seseorang berada diluar kesadaran pikiran atau berada dalam keadaan setengah sadar yang dipicu oleh suatu sugesti yang berlebihan terhadap suatu object baik itu yang material (tempat2 suci, benda2 yang disakralkan dll) dan juga object spiritual (Tuhan, dewa2 dll).


Disini, saya menemukan sebuah definisi yang menarik ttg kerauhan/trance. Kenapa menarik? Karena ada aspek ‘teknik’ dalam definisi tersebut dan juga ada kaitannya dengan ritual. Adanya aspek teknik, berarti adanya semacam metode/cara2 yang bisa diterapkan orang kebanyakan untuk bisa mencapai keadaan ‘trance’ ini. Dan saya punya pengalaman ttg teknik buatan untuk bisa kerauhan. Percaya atau tidak :)

———————————–

Trance is an altered state of consciousness which individuals can enter through a variety of techniques, including hypnotism, drugs, sound (particularly music, percussive drumming etc.), sensory deprivation, physical hardships (eg. flagellation, starvation, exhaustion) and vigorous exercise (particularly dance). People can also use trance, particularly in the context of ‘ritual’ events.

————————————————-

Di Bali, mendengar orang dalam keadaan kerauhan otomatis kita akan berpikir bahwa dia sedang dimasuki kekuatan supernatural dari Tuhan ataupun dewa2 sehingga kerauhan juga dikenal dengan istilah ‘kelinggihan’. Berasal dari kata ‘linggih’ yang artinya tempat. Berarti sedang ‘ditempati’, sedang dipinjam raganya untuk sementara oleh kekuatan gaib. Fenomena ini banyak ditemukan misalnya pada saat upacara2 baik yang agama maupun adat.

Benarkah begitu mudahnya Tuhan ‘masuk’ ke dalam raga seseorang? Benarkah setiap fenomena kerauhan selalu identik dengan kekuatan2 gaib atau supernatural? Sepertinya tidak selalu begitu. Kerauhan/trance seringkali dipengaruhi dua faktor penting dalam sisi psikologis seseorang yaitu obsesi dan sugesti. Dalam masyarakat Hindu di Bali, dua faktor ini cenderung lebih besar ke kehidupan beragama mereka.

Bagaimana kita mengetahui bahwa kerauhan seseorang itu ‘asli’ atau ‘palsu’? (baca: sugesti dan obsesi). Saya tidak tahu tapi untuk tipe trance yang kedua bisa dicapai dengan cara2 tertentu yang tentunya masih berkaitan erat dengan agama (Hindu). Berikut ini saya ceritakan sedikit ttg cara2 yang pernah saya terapkan.

Niat untuk bisa trance diawali karena seringnya melihat orang2 kerauhan di Nusa Penida, bukan saja ditempat2 suci juga di acara2 adat lainnya. Orang2nyapun tidak selalu yang rohaninya tinggi tapi teman2 sebaya yang kalau diukur dosa2 dan sisi gelapnya mungkin akan membuat Tuhan berfikir 1000 kali untuk meminjam tubuhnya sehingga dia bisa kerauhan. Ada lagi fenomena dimana seseorang (katanya) bisa berkomunikasi dengan manisfestasi tertentu dari Tuhan. Maka sayapun terobsesi dan menerapkan cara2 saya sendiri untuk bisa trance.

Penting diingat, tingkat keberhasilan cara sederhana ini lebih tinggi jika ‘kundalini’ anda sudah dibuka juga diperlukan konsentrasi luar biasa pada satu object entah yang physical atau yang tidak nyata. Dalam hal ini saya memusatkan pikiran pada sebuah pura dan Beliau yang berstana di sana. Selama tiga bulan berturut-turut saya melakukan sembahyang penuh. Tiga kali dalam sehari, panca sembah dan Puja TriSandya. Satu fokus penuh selama 3 bulan itu pada satu object. Taadaa. Saya bisa trance dalam waktu 3 bulan. Pertama2 yang dirasakan dalam trance buatan ini adalah merinding (goose  bump) yang luar biasa di sekitar daerah leher belakang, tubuh juga terasa ‘gining’ (apa ya Bahasa Indonesianya?) dan ringan. Sebenarnya kesadaran masih ada tapi tidak bisa dikendalikan dengan mudah. Artinya bisa dikendalikan tapi memerlukan usaha yang luar biasa. Lalu apa yang terjadi? Trance buatan ini ternyata sangat mengganggu linkungan sekitar setiap saya sembahyang karena selalu ribut (teriak2), jangankan sembahyang, lihat dupa saja sudah ‘gining’ luar biasa. Betapa hebatnya kekuatan sugesti pikiran yang difokuskan secara terus menerus. Teriak2nya agak sombong sedikit karena ‘ngaku2’ bahwa ini kekuatan anu yang datang, bahwa saya dimasuki dewa ini dan itu.

Ada juga positifnya dalam masa2 trance ini, rasa tenang dan tentram karena merasa Tuhan super dekat dengan saya. Jadi PD. Wah ga apa-apa, toh juga juga Tuhan gampang ‘dipanggil’ dan bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh saya, begitu kira2 yang ada dalam pikiran waktu itu. Juga mengarah malah menuju kesombongan. Panggil Tuhan? Iya dalam hal ini manisfestasi khususnya yang saya puja pada waktu 3 bulan itu. Bagaimana memanggilnya? Sederhana, saya konsentrasi saja dengan penuh dan sayapun kembali dalam keadaan trance. Tidak takut apapun, termasuk ketika hampir dikeroyok waktu ‘nganggur’ ke Kintamani :). Betul, mirip sinetron jin dan jun :).

Lama kelamaan saya sadar sendiri bahwa trance hasil karya saya itu ternyata tidak ‘asli’ karena pengaruh dua faktor tadi sugesti dan obsesi. Takutnya menjadi gila. Akhirnya kundalinipun ditutup dan melakukan kegiatan sembahyang secara ‘normal’ dan selalu berusaha positif, tidak membiarkan sugesti dan obsesi merajalela dalam pikiran saya.

Pengalaman ini menyadarkan saya bahwa mendekatkan diri kepada Tuhan harus benar2 dilandasi dengan pikiran jernih dan pure. Ego, sugesti dan obsesi hanya menjadi kabut2 yang bisa menghalangi hubungan yang hakiki dengan Tuhan.

SUMBER-https://devariku.wordpress.com/2008/01/19/kerauhan-sugesti-dalam-balutan-religi/

Ciri-ciri Orang Yang Gampang Kesurupan Atau Kerauhan Dilihat dari Kacamata Sains


Balibangol news,_ Apakah kesurupan/kerauhan itu? Mengapa seseorang bisa kesurupan/kerauhan? Kalau dilihat dari kacamata sains, kesurupan adalah sebuah keadaan di mana seseorang memiliki kepribadian ganda, sehingga ketika dia mencapai titik kesadaran tertentu, orang itu akan berubah ke kepribadian yang lain. Namun setelah sadar, orang itu akan 100 persen lupa tentang apa yang telah dilakukannya. Nah, berikut adalah ciri-ciri orang yang rentan atau mudah kesurupan/kerauhan..


Suka bengong


Orang yang suka bengong rentan dirasuki setan karena pikirannya sering kosong. Karena tingkat kesadarannya menurun, setan bisa lebih dekat dengan alam bawah sadarnya, dan orang semacam ini cenderung disukai oleh makhluk-makhluk astral. Mereka pun bisa dengan mudah merasuki dan menguasai alam bawah sadarnya.


Kondisi fisik tidak fit


Orang dengan kondisi fisik tidak fit lebih gampang dirasuki setan ketimbang mereka yang memiliki fisik bugar. Hal itu dikarenakan orang yang sedang tidak fit memiliki tingkat kesadaran yang rendah sehingga alam bawah sadar lebih mudah dirasuki oleh makhluk astral.



(Untuk wanita) sedang tidak suci atau menstruasi


Wanita yang sedang dalam keadaan tidak suci atau menstruasi lebih mudah dirasuki setan. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh dan pikirannya sedang dalam keadaan tidak stabil. Terlebih lagi, wanita yang sedang menstruasi lebih mudah mengalami perubahan suasana hati, sehingga dia lebih gampang kehilangan kendali atas dirinya.


Sebelumnya sudah pernah kesurupan


Orang yang sudah pernah kesurupan umumnya lebih rentan mengalami kejadian yang sama. Dengan kata lain, ketika seseorang mengalami kesurupan, pertahanan mereka telah dijebol oleh para makhluk gaib. Hal inilah yang akhirnya membuka celah atau jalan pintas bagi para makhluk gaib yang ingin masuk dan kembali menguasai alam bawah sadar manusia.


Penyakit tertentu


Penyakit tertentu, seperti epilepsi dan phobia yang berlebihan terhadap sesuatu, bisa menjadi pemicu seseorang mengalami kesurupan. Epilepsi sendiri adalah sebuah penyakit yang dipicu oleh pelepasan listrik yang berlebihan di otak dan dicirikan dengan gejala kejang mendadak (sawan). Penyakit semacam ini membuat seseorang lebih mudah kehilangan kesadaran, sehingga membuatnya rentan dirasuki makhluk halus.

Mengapa phobia yang berlebihan terhadap sesuatu bisa membuat seseorang mudah dirasuki setan? Karena itu menimbulkan reaksi emosional yang negatif yang membuat seseorang sulit mengendalikan pikirannya. Ini yang akhirnya dimanfaatkan oleh para makhluk gaib.

Inilah lima ciri-ciri orang yang rentan atau mudah dirasuki setan. Apakah Anda pernah mengalami peristiwa mistis ini? Yuk bagi cerita Anda!!
Dikutif dari_merdeka.com





Curhatan Penjahit, soal pembayaran yang tak kunjung lunas Oleh Mantan Ketua DPRD Bangli

  Tukang jahit Syamsul Arifin, saat curhat soal pembayaran yang tak kunjung lunas kemarin.

Merasa jengkel karena biaya pembuatan pakaian yang dipesan mantan Ketua DPRD Bangli, tak kunjung dilunasi, seorang tukang jahit bernama Syamsul Arifin, 38, asal Malang mengeluh.

Balibangol news, BANGLI,- Pasalnya, piutang yang bersangkutan menumpuk hingga mencapai puluhan juta rupiah. Akibatnya, penjahit yang mengaku hanya usaha konveksi kecil yang beroperasi di Klungkung ini bangkrut.

Syamsul yang menemui sejumlah awak media Kamis (5/11), menjelaskan, kalau kasus utang piutang yang dilakukan oleh Mantan Ketua DPRD Bangli IB Mudarma (kini masih aktif sebagai anggota Komisi I DPRD Bangli) bermula ketika dari pembuatan sejumlah pakaian untuk para sekaa teruna pada awal tahun 2014 lalu.

Rencananya, pembuatan pakaian itu untuk meraih simpati dalam masa kampanye Legislatif bulan April 2014 silam. “Total tunggakan yang belum dibayar mencapai Rp 31 juta lebih. Akan tetapi baru dibayar hanya sebesar Rp 3 juta, sehingga masih sisa uutangnya sebesar Rp 28 juta,” keluhnya, Kamis (5/11).

Dijelaskan, pemesanan pakaian dilakukan empat kali berupa safari pendek dan panjang dengan jumlah keseluruhan sebanyak 161 pieces. Setelah pakaian tersebut kelar pada bulan Oktober 2014 lalu, maka diserahkan langsung ke IB Mudarma. Akan tetapi. tanpa disertai pembayaran dan dijanjikan tiga hari kemudian dibayar.

Kemudian setelah tiga hari, dirinya diberikan berupa dua Bilyet Giro (BG) masing-masing 15 juta. “Berselang seminggu, salah satu BG tersebut malah diminta kembali, dengan alasan bakal diberikan uang tunai. Namun saya hanya diberikan uang sebesar Rp 3 juta saja,” ujarnya.

Sementara BG yang lain, saat akan dicairkan ke BPD Bangli oleh pihak bank menyatakan BG tersebut tidak cukup saldo. Bahkan dirinya sudah berkali-kali meminta utangnya segera dibayar. Namun, hanya diberikan sebatas janji saja, tanpa pernah ada realisasi. Sejatinya, diakui, hubungan keduanya sudah terjalin cukup lama dan sering memesan pakaian untuk dibagikan kepada kelompok-kelompok masyarakat.

Diceritakan juga selain merasa ditipu oleh IB Mudarma, Syamsul juga mengaku ada masalah yang sama dengan mantan anggota DPRD Bangli yang kini sebagai anggota DPRD Provinsi Bali, Nyoman Budiutama. Kata dia, yang bersangkutan hingga kini masih mempunyai utang pembuatan mencapai Rp 8,5 juta. “Dengan bapak Budiutama, saya sudah beberapa kali menagihnya. Namun tidak pernah digubris,” ujarnya.

Namun di tempat terpisah, Budiutama saat dikonfirmasi mengaku tidak ada urusan dengan Syamsul bahkan malah saling terkesan lempar bola. Pasalnya, tunggakan pembayaran pembuatan pakaian sudah dilimpahkan ke IB Mudarma. Sesuai dengan perjanjian antara dirinya dengan IB Mudarma, pembayaran bakal dilunsi oleh IB Mudarma.

“Sebab IB Mudarma punya uutang dan juga dia yang meminta bakal membayar. Sehingga saya tidak ada masalah, kalau memang masih punya utang itu urusan antara Syamsul dengan IB Mudarma,” ujarnya.

Sedangkan IB Mudarma saat dikonfirmasi, mengakui memang ada uutang piutang dengan Syamsul. Akan tetapi, IB Mudarma malah membantah dengan dalih jika Syamsul telah melakukan pelanggaran kesepakatan. Sebab, kata Mudarma, pesanan pakaian yang seharusnya diterima dalam jangka tiga bulan sebelum Pemilu Legislatif bulan April 2014, justru baru diselesaikan pada akhir tahun.

“Saya memang memiliki utang. Namun, bukan begini caranya. Seharusnya harus baik, apalagi Syamsul merupakan teman lama saya,” kelitnya. Dia juga mengaku, jika sering membantu Syamsul untuk urusan kerjaan. “Berkali-kali dia yang datang ke rumah dan ke kantor untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Ini sudah sering saya bantu, tapi malah kayak gini,” jelasnya.

Dalam penyelesaian persoalan tersebut, kata Mudarma, pasti akan dibayar. Persoalannya, lanjut dia, pesanan pakaian itu malah telat diberikan, yakni usai Pemilu berlangsung. “Karena niat baik saya karena Syamsul juga terus minta bantuan, maka tetap saya terima. Hingga saat ini, sisa pakaian memang masih ada. Kalau Syamsul ingin menyelesaikan persoalan tersebut, saya minta mengambil sisa pakaian tersebut, untuk sisa utang akan saya bayar tunai,” pungkasnya.(sumber)

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...