6 May 2016

Situs Candi Peninggalan Majapahit Diubah Jadi Makam

Makam yang bediri di atas situs peninggalan Majapahit. (Foto : Ardiyanto/lamonganTIMES)

Balibangol news, LAMONGAN –  Berita ini telah dimuat beberapa hari lalu di media Times Indonesia dan tidak ada salahnya saya copas kembali disini mengingat betapa pentingnya situs - situs bersejarah seperti ini.

Situs bersejarah berupa candi, di Dusun Kumisik, Desa Lawanganagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lamongan. 

Saat ini, kondisi situs bersejarah peninggalan masa Kerajaan Majapahit itu mengalami rusak total. Ironisnya, situs itu rata dengan tanah setelah dua makam yang diklaim oleh sebagian orang adalah makam ulama besar, dibangun di atas reruntuhan benda cagar budaya. 

"Di reruntuhan candi itu sekarang dibangun dua makam, ini kan aneh, jelas-jelas bangunan candi kok didirikan makam," kata pemerhati budaya dari Pusat Kebudayaan Lamongan (Pikulan), Supriyo. 

Padahal lanjut Priyo, sebenarnya candi di Dusun Kemusik, Desa Lawangagung, merupakan benda cagar budaya yang sudah masuk dalam 39 benda cagar budaya di Lamongan yang dilindungi seperti tertuang dalam peraturan bupati (perbup). 

"Perbup itu dikeluarkan di era kepemimpinan Bupati Masfuk. Sekarang, situs purbakala yang dilindungi di Lamongan malah dibangun makam," gerutunya. 

Menurut Priyo, sebagaimana ciri bangunan candi, cagar budaya tersebut terdapat batu yoni yang kini lokasinya digeser ke samping makam. "Dulu lingganya juga ada, tapi gak tahu kenapa sekarang tinggal Yoni-nya saja," bebernya. 

Lebih lanjut, Priyo menunjukkan bukti lain berupa bangunan aslinya, batu bata kapur yang asli dan bata reruntuhan candi yang di tindih dengan bangunan makam. "Kalau dari motifnya bangunan candi ini peninggalan masa Majapahit," urainya. 

Atas kondisi yang memprihatinkan itu, Priyo akan segera melaporkan kejadian ini ke Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim di Mojokerto dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamongan. "Kami minta dinas terkait mengembalikan cagar budaya ini," pungkasnya. (*)

Saat Rafting, Bule Prancis Tewas Tertimpa Pohon

foto-semetonnews

Balibangol news, GIANYAR, - Seorang turis warga negara asing asal Prancis tewas saat rafting tertimpa pohon.

Selain seorang meregang nyawa, empat orang rekan lainnya mengalami luka-luka akibat kejadian yang menimpa, Kamis (5/5/2016) di kawasan rafting sungai Ayung Ubud Gianyar.‎

"Saat kejadian, kami sedang fokus mengarunngi air deras. Tiba-tiba ada pohon tumbang mengarah  ke perahu kami. Semua menjadi panik hingga perahu terbalik, " ungkap Made Wardana (48) peemandu rafting.

Atas kejadian itu, Made sudah meminta  agar wisatawan asal francis itu tidak panik. Namun satu orang, yakni Remi Wolfensperger (24), didapati lemas dan sudah secepatnya diamankan.

"Dia  lemas bukan karena tenggelam. Namun karena tertimpa kayu di bagian kepala. Sedangkan yang lainnya termasuk saya, cuma tertimpa bagian ranting, " terang Wardana.

Atas kejadian  itu, sejumlah pemandu rafting lainnya ikut membantu. Mereka kemudian langsung melakukan evakuasi. Namun proses evakuasi menuju ke atas memang diakuinya sedikit terhambat  karena  harus melalui jalan setapak dan menanjak  dan cukup  terjal.

"Saya rasa, korban sudah meninggal di lokasi. Karena saat saya periksa,  sudah tidak ada denyut nadinya, " terangnya lagi.

Kapolsek  Payangan, Akp Loduwyk Tapilaha, menyebutkan  dalam satu perahu terdiri dari tiga orang wisatawan asing dan satu pemandu. ‎Masing-masing Remi Wolfensperger (24) korban meninggal dunia.  Hana Suobodova (23) yang mengalami luka pada Betis kaki kiri luka dan bengkak. Sedangkan Florent Gabyet ( 22 ) hanya mengalami luka lecet pada pipi kanan.

"Sekarang jenazah masih kami identifikasi di Puskesmas Payangan. Kami juga masih berkoordinasi dengan pihak konsulat francis, " terangnya singkat. (sumber)

5 May 2016

Kantor Perbekel Sangsit Terbakar Kamis Dini Hari



Petugas saat melakukan olah TKP
Balibangol news, BULELENG, - Kantor Perbekel Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng Ludes dilalap Si Jago Merah. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (5/5/2016) dini hari, sekitar pukul 02.30 wita. Naasnya, seluruh barang dan dokumen yang ada di Kantor Perbekel ludes. Kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah.

Api tiba-tiba muncul dari dalam Kantor Perbekel Sangsit, yang langsung membesar melalap atap dari bangunan itu. Saksi bernama Wayan Budiasa (53) penjaga malam Pasar Sangsit, pertama kali mengetahui kejadian itu. Dirinya yang panik langsung memberitahu Kaur Desa Sangsit dan beberapa warga lainnya.

"Saya saat jaga di pasar sangsit, melihat api sudah di atas kantor desa kemudian saya bergegas menuju kantor desa dan menghubungi Kaur desa nya Pak Putu Romel, dan datang bersama warga lainnya untuk berusaha memadamkan api," tutur Budiasa.

Api yang sudah semakin membesar, langsung saja membakar bagian gudang kantor desa merambat ke  kamar mandi, dapur, ruangan kaur, ruangan pertemuan. Bahkan warga sekitar ikut membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Sekitar pukul 03.20 wita petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian, untuk berusaha memadamkan api. Proses pemadaman api dilakukan oleh 2 unit mobil Damkar dan berakhir pukul 03.40 wita.

"Semua ludes, tiang balok flapon pada ruangan yang terbakar jebol, serta arsip surat dan peralatan meja dan barang elektronik berupa 2 unit komputer terbakar," ujar Kaur Desa Sangsit, Putu Romel.(sumber)

Beberapa Bakal Calon Ketua Umum Golkar Siap Bertarung, Ini nama-Namanya.


Balibangol news, JAKARTA, -Sembilan Kandidat Bakal Calon (Balon) Ketua Umum DPP Partai Golkar dari kiri Ade Komarudin, Airlangga Hartato, Aziz Syamsudin, Mahyudin, Indra Bambang Utoyo, Priyo Budi Santoso, Setya Novanto, Syahrul Yasin Limpo dan Watty Amir.

Steering Committee (SC) Munaslub Partai Golkar membuka pendaftaran bakal calon ketua umum hingga 4 Mei pukul 24.00 WIB.
Hingga Rabu (4/5/2016) pukul 20.00 WIB,  SC telah menerima 7 orang bakal caketum yakni Aziz Syamsuddin, Mahyuddin, Setya Novanto, Ade Komaruddin, Syahrul Yasin Limpo, Airlangga Hartarto, Indra Bambang Utoyo.

Beredar kabar, bakal caketum Priyo Budi Santoso akan tiba di DPP Partai Golkar untuk mendaftar pada pukul 22.00 WIB. Calon lain, Tommy Soeharto, menurut Agun Gunanjar selaku SC, pihaknya masih belum memberi konfirmasi apakah jadi mendaftar atau tidak.
Wati Amir yang merupakan satu-satunya perempuan, mengaku masih belum melengkapi persyaratan sebagai bakal calon.

"Saya belum daftar karena saya masih urus surat-surat. Semuanya saya urus karena kan libur. Mudah-mudahan nanti selesai surat-suratnya. Mudah-mudahan selesai. Dilihat nanti kalau selesai," ujarnya saat ditemui di kantor DPP Partai Golkar.

sumber-bisnis.com

4 May 2016

Hasil Autopsi, Ternyata Amokrane Sabet Meninggal Bukan Karena Tembakan Polisi


Balibangol news, DENPASAR - Pihak RSUP Sanglah, Denpasar, Bali yang dikomandoi Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah, dr Dudut Rustyadi melakukan autopsi terhadap jenazah Amokrane Sabet (49) WN asal Prancis.

Autopsi dilakukan oleh pihak Instalasi Forensik pada Rabu (3/5/2016) sekira pukul 20.30 Wita sampai 23.30 Wita.

Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto dalam konferensi persnya di ruang Diviacita Polda Bali menyatakan, hasil pada PL (pemeriksaan luar) tubuh Amok, diketahui memiliki tatto di lengan dada dan tungkai kakinya.

"Dari hasil pemeriksaan luarnya ada tatto saja yang ditemukan," katanya, Rabu (4/5/2016).


Sugeng melanjutkan, selain tatto juga diketahui beberapa luka.
Yang totalnya mencapai 36 luka yang didapati di tubuh Amok.
Di antaranya, 24 luka tembak peluru karet, dan 12 luka kekerasan senjata tajam di daerah leher.
"Untuk 24 luka tembak itu diketahui setelah adanya percikan peluru karet," ungkapnya.
Sugeng mengaku, asumsi terjadinya luka yang menyebabkan Amok tewas ialah terjadinya pergulatan antara Brigadir AA Putu Sudirta dan Amok.


Kemungkinan besar, dalam pergulatan itu Brigadir Sudirta merampas sajam dan mengenai leher Amok.
Dan dalam luka tusukan di leher Amok itu mengenai pipa udara di leher, yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke paru-paru.
Terjadi penyesakan dalam luka itu.
"Hasil autopsi tidak ditemukan peluru tajam. Hasilnya peluru karet saja. Luka tusukan yang meyebabkan Amokrane tewas. Organ-organ dalam lainnya, otak dan yang lainnya tidak ditemukan yang luka apapun," pungkasnya. (sumber)


Tas Diduga Bom, Warga Jembrana Heboh

Tim Gagana saat amankan tas diduga bom,  foto-semetonnews. com

Balibangol news, JEMBRANA, -Warga di Lingkungan Biluk Poh, Kelurahan Tegalcangkrim, Kecamatan Mendoyo, Jembrana digegerkan dengan penemuan tas diduga bom pada Selasa (3/5/2016) tadi malam. Tas roda berwarna biru ini ditemukan tergeletak di pinggr jalan Denpasar-GIlimanuk.

Tas tanpa tuan yang mencurigakan tersebut ditemukan pertama kali oleh  I Kadek Duarjana (40), salah seorang warga setempat. Mengetahui temuan tersebut warga setempat sontak berhamburan ke lokasi penemuan sehingga arus lalulintas sempat macet.

Takut isinya bom atau bahan peledak yang lain, temuan tersebut kemudian dilaporkan warga ke Polsek Mendoyo. Anggota Polsek Mendoyo yang menerima laporan tersebut langsung turun ke TKP dibawah pimpinan Kapolsek Mendoyo Kompol I Gusti Agung Komang Sukasana.

"Kami langsung melaporkan ke Polres Jembrana dan tim Gegana Gilimanuk, terkait temuan tersebut untuk tindakan selanjutnya,” terang Sukasana, Rabu (4/5/2016) pagi.

Dalam beberapa saat tim identipikasi Polres Jembrana dan tim Gegana Gilimanuk tiba di TKP untuk melakukan olah TKP dan selanjutnya mengamankan tas tersebut ke  Satbrimobda Gilimanuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. usut punya usut ternyata tas mencurigakan tersebut hanya berisi pakaian.

"Informasi terakhir yang kami terima, ternyata tas tersebut berisi pakaian pribadi, HP dan cager. Diduga tas tersebut milik penumpang bus yang terjatuh dari bus,” tutup Sukasana(sumber)

WARGA GELAR RITUAL “NGULAPIN” DI LOKASI TERBUNUHNYA AMOKRANE SABET


Balibangol news, DENPASAR, - Seperti apa yang telah menjadi tradisi di Bali bahwa setiap ada kejadian apalagi sampai timbulnya pertumpahan darah atau darah bercecer ke bumi itu berarti perlu ada sebuah upacara seperti apa yang dilakukan masyarakat di bekas penangkapan Bule ini.
Warga menggelar ritual “Ngulapin” di lokasi terbunuhnya mantan petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Perancis, Amokrane Sabet (46) di Banjar Tegal Gundul, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali.

Ngulapin adalah ritual upacara secara Hindu supaya arwah yang terbunuh di tempat itu pergi bersama jasadnya.

Salah satu warga setempat, Luh Rentadi memberikan penjelasan, ritual tersebut dilaksanakan warga adat setempat yang bertanggung jawab atas wilayah ini.

“Warga banjar yang ritual Ngulapin. Ya, biar arwahnya nggak nempel di tempat itu,” ujar Luh Rentadi, Badung, Bali, pada Selasa (3/5/2016).

Rentadi menjelaskan, rumah tinggalnya bersebelahan dengan vila yang ditinggali Amokrane. Amok, panggilan akrab Amokrane, tinggal sudah cukup lama dan memang sering membuat keresahan masyarakat sekitar.

“Benar, kalau naik mobil, musiknya keras sekali sambil manggut-manggut. Nih, di kafe sebelah ini sering nggak bayar, tapi kalau beli di warung saya pasti bayar,” imbuhnya.

Bahkan, Rentadi bercerita bahwa Amok pula sering beli sate ayam gerobak dorong dan tidak membayar. Warga sekitar yang telah dibuat resah akhirnya melaporkan Amok ke Polsek Kuta Utara dan ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat panggilan, tetapi dirobek.

Akhirnya, sampai kejadian kemarin, Amok tewas ditembak karena melawan dengan menggunakan senjata tajam sampai menewaskan satu polisi.

Kedua jenazah kini berada di RS Sanglah Denpasar.(sumber)

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...