19 October 2015

Masuk Kolong Truk Bocah SD Tewas Terlindas Truk


Balibangol news, DENPASAR,- Lakalantas maut terjadi di Jalan Bypass Ngurah Rai Kuta, Badung, Minggu (18/10) pagi. Seorang bocah 11 tahun, AA Prana Jaya, tewas dilindas Truk nopol DK 9556 KO setelah jatuh dari boncengan motor ibundanya, Ni Nengah Asih alias Jero Sunia, 32, pasca terjadi saling sanggol dua kendaraan yang melaju searah.

Sebelum musibah maut terjadi di Jalan Bypass Ngurah Rai tepatnya di Traffic Light Sim-pang Dewa Ruci Kuta, Minggu pagi sekitar pukul 08.45 Wita, korban AA Prana Jaya dibonceng ibundanya, Jero Sunia, dengan motor Honda Vario nopol DK 8566 DZ. Ibu dan anak asal Banjar Sangsana, Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem yang tinggal di Jalan Pulau Kawe Nomor 92 Denpasar ini melaju dari arah timur (Sanur, Denpasar Selatan) menuju rute Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Demikian pula Truk nopol DK 9556 KO bermuatan metarial bangunan, sama-sama melaju ke arah barat. Truk maut yang dikemudikan I Wayan Arjana Yasa, 37, sopir asal Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Badung ini hendak mengantar material bangunan ke Desa Jimbaran. Truk DK 9556 KO ini melaju di depan motor Vario DK 8566 DZ yang ditunggangi Jero Sunia dan anaknya, korban AA Prana Jaya.

Begitu memasuki lokasi TKP, motor Vario DK 8566 DZ yang ditunggangi Jero Sunia sambil membonceng putranya, korban AA Prana Jaya, berusaha salip Truk DK 9556 KO dari arah kiri. Sayangnya, saat berupaya menyalip, motor Vario yang ditungganginya menyenggol badan Truk, hingga Jero Sunia dan korban Prana Jaya terjatuh ke aspal.
Sang ibu, Jero Sunia, berhasil selamat dari maut karena terpental ke sisi kiri median jalan. Tapi, putra keduanya, korban Prana Jaya, justru terpental ke arah kanan hingga masuk kolong Truk DK 9556 KO.

Tak pelak, bocah lelaki berusia 11 tahun yang masih duduk di bangku Kelas V SDN 2 Pedungan, Denpasar Barat ini pun langsung terseret dan dilindas Truk DK 9556 KO, hingga tewas mengenaskan di lokasi TKP. Menurut Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol I Nyoman Nuryana, korban Prana Jaya tewas mengenaskan dalam kondisi kepala pecah dan luka berat di sekujur tubuh.

"Kalau ibundanya yang pengendara motor Vario (Jero Sunia), tidak mengalami luka, meskipun terpental pasca senggolan dengan Truk. Tapi, anaknya yang dibonceng langsung tewas di lokasi TKP dengan kondisi mengenaskan," jelas Nyoman Nuryana.


Sebelum jatuh dan terlindas hingga tewas, motor ibu korban lebih dulu salip Truk yang sama di Simpang Dewa Ruci Kuta.

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi termasuk pengemudi Truk DK 9556 KO, Wayan Arjana Yasa, sebetulnya si sopir Truk berusah menghindar. "Tapi, sopir Truk ini terlambat mengerem, karena saat berusaha menghentikan laju kendaraannya, korban sudah sudah keburu terlindas," imbuh Nyoman Nuryana.

Sang pengemudi Truk DK 9556 KO, Wayan Arjana Yasa, selamat dari maut tanpa terluka sedikit pun. Sopir asal Desa Buduk, Kecamatan Mengwi ini kemarin pagi langsung menyelamatkan diri ke kantor polisi terdekat, untuk menghindari amuk massa di TKP. Selanjutnya, sopir Truk ini dibawa ke Mapolres Badung untuk dimintai keterangannya lebih lanjut.

Hingga Minggu siang, belum ada penetapan tersangka dalam kasus lakalantas maut di Simpang Dewa Ruci Kuta ini. Menurut Kompol Nuryana, keduabelah pihak, baik keluarga korban maupun pengemudi Truk Wayan Arjana yasa, masih berupaya menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.

Sopir Wayan Arjana Yasa sendiri bekerja di UD Toko Bangunan yang berlokasi di Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Saat musibah kemarin pagi, Truk DK 9556 KO hendak kirim material bangunan berupa pasir ke Ady Karya di Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan.

Bos UD Roko Bangunan di mana sopir Wayan Arjana Yasa bekerja, Ni Nyoman Su-kanadi, 43, Minggu sore sempat datang ke rumah korban AA Prana Jaya di Jalan Pulau Kawe 92 Denpasar. Maksud kedatangannya, selain untuk mengucapkan belasungkawa, juga mengupayakan penyelesaian damai. "Kita ingin upaya penyelesaian secara kekeluargaan," ujar perempuan berusia 43 tahun ini.

Sementara itu, saat NusaBali berkunjung ke rumah korban di Jalan Pulau Kawe Nomor 92 Denpasar, Minggu sore, suasana duka ter4asa begitu kental. Ibunda korban, Jero Sunia, tidak ada di rumahnya karena kemarin sore menggelar upacara ritual ngulapin bersama keluarga lainnya ke lokasi TKP di Simpang Dewa Ruci Kuta.

Yang ada di rumahnya sore itu, antara lain, ayah korban, AA Putu Puja, 40, didampingi sejumlah kerabat. Kepada NusaBali, AA Putu Puja sempat menceritakan kronologis musibah maut yang merenggut nyawa putranya, AA Prana Jaya. Pagi itu, sang istri, Jero Sunia, minta izin kepadanya untuk berwisata ke Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Awalnya, AA Putu Puja sempat keberatan istrinya berwisata ke Pantai Pandawa. Namun, setelah tahu sang istri tercinta berangkat bersama rekan-rekan kerjannya di Bakwan Surabaya, maka Gung Puja pun mengizinkannya. Kemudian, sang istri, Jero Sunia, berangkat sambil membonceng putranya, AA Prana Jaya.

“Ternyata, terjadi musibah seperti ini. Kami sama sekali tidak menyangkanya. Kami juga tidak ada firasat buruk sebelumnya. Mungkin ini sudah jalan yang digariskan-Nya. Kita hanya bisa menerima," tutur Gung Puja. (sumber)

18 October 2015

Ini Tampang Perusuh Jelang Final Piala Presiden 2015

Beberapa orang diamankan petugas keamanan karena diduga akan melakukan kerusuhan jelang final Piala Presiden 2015/NTMC


Balibangol news, JAKARTA - Aparat keamanan membuktikan janjinya untuk bertindak tegas kepada pihak yang coba-coba membuat kerusuhan jelang Final Piala Presiden. Setidaknya sampai saat ini sudah sejumlah orang yang diduga sebagai perusuh diamankan polisi di seputaran Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta.

Final Piala Presiden 2015 yang mempertemukan Persib Bandung melawan Sriwijaya FC memang mendapatkan pusat perhatian dari aparat keamanan. Maklum, laga pamungkas yang akan berlangsung Minggu (18/10/2015), pukul 19.00 WIB itu akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo dan istri.

Gesekan antar-pendukung dikhawatirkan bakal menganggung berlangsungnya laga puncak ajang yang baru pertama digelar ini. Bahkan sebelumnya, bentrok antar-suporter sudah terjadi. Ironisnya gesekan ini terjadi berasal dari pendukung yang sama, yakni Sriwijaya FC.

Saat ini, para pendukung Persib Bandung, bobotoh tengah menuju Jakarta. Kemungkinan jelang sore hari, ribuan pendukung Maung Bandung sudah membirukan stadion kebanggaan bangsa Indonesia itu.

http://soccer.sindonews.com/read/1054018/58/ini-tampang-perusuh-jelang-final-piala-presiden-2015-1445147379

16 October 2015

TRAGEDI CALONARANG, PANITIA SEBUT KELOMPOK KESENIAN PENGKUNG


Balibangol news, Negara,-Pasca-tewasnya I Komang Ngurah Trisna Para Merta (14), Panitia Karya menuding kejadian tersebut lantaran kelompok Calonarang tersebut bengkung (bandel). Pasalnya, awalnya 10 hari sebelum pelaksanaan piodalan di Pura Sari Jati Luwih, pihak panitia karya sudah melarang kelompok Calonarang tersebut untuk tampil saat piodalan. Namun kelompok Calonarang stersebut kekeh tampil dengan dalih ingin ngayah.

“Kami sudah wanti-wanti melarang kelompok itu untuk tampil di sini (Pura Sari Jati Luwih) dengan alasan tidak ada dana dan karena di Pura ini angker. Tapi mereka tetap ngotot ingin tampil, katanya buiar dapat ngayah,” terang Ketut Sumantra, Ketua Panitia Piodalan Pura Sari Jati Luwih, Jumat (16/10) sore.

Bahkan dua hari sebelum puncak karya, pihak kelompok seni Calonarang tersebut melalui perwakilannya Mangku Astawa dan dua orang temannya kembali menemui panitia karya untuk memastikan penampilan kelompok Calonarang tersebut.

“Saat kedatangan kedua kalinya itu, kami juga kembali melarangnya. Tapi tetap mereka ngotot ingin tampil. Bahkan mereka bilang panitia tidak perlu menyiapkan dana, cukup menyediakan tempat saja katanya. Karena mereka bengkung, terpaksa kami berikan mereka tampil dan mereka juga akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu,” ujar Sumantra.

Menurut Sumantra, sebelum-sebelumnya setiap piodalan di pura tersebut belum pernah ada pementasan Calonarang. Paling yang dipentaskan hanya tari-tarian. Apalagi ada sampai mengundang kelompok Calonarang dari luar desa, belum pernah dilakukan.

“Kami memang tidak berani untuk mementaskan Calonarang karena di Pura ini tergolong sangat pingit (angker), tapi karena kelompok itu berkeras ingin tampil, terpaksa kami berikan dengan catatan mereka yang sbertangungjawab jika teerjadi sesuatu,” tuturnnya.

Dengan kejadian tersebut, krama (warga) setempat harus melaksanakan pecaruan di Pura dan di sekitar Pura untuk menghilangkan cuntaka. Rencananya pecaruan akan dilaksanakan segera setelah paruman (rapat) krama adat setempat.“Lagi dua hari ini kami akan menggelar rapat membahas masalah pecaruan itu. Tapi pelaksanaannya belum bisa kami tentukan karena masih meminta petunjuk  dari Sulinggih. Yang jelas akan dilaksanakan segera,” pungkasnnya.(sumber)

BAHAYA, Makanan Anak Kinder Joy Ternyata Penyebab Kanker!

Balibangol news,- Kinder joy adalah sebuah makanan kecil untuk anak-anak yang terbungkus menyerupai sebuah telor, didalamnya terdapat berbagai macam pernak-pernik permainan yang menjadi daya tarik buat anak-anak.

Bea Cukai dan Lembaga Imigrasi Amerika Serikat mengungkapkan bahwa dalam setahun mereka menyita ratusan ribu pernak-pernik yang dibawa oleh wisatawan. Salah satu barang terlarang yang tidak boleh dibawa wisatawan adalah Kinder Joy atau Kinder Egg.

Produk makanan coklat "Kinder Joy" yang didalamnya terdapat mainan plastik ini dianggap akan membahayakan anak-anak. Lembaga Imigrasi Amerika Serikat mengungkapkan, anak-anak bisa tersedak bila mengonsumsi camilan ini. Bahkan selama 2011, lembaga telah menyita 60.000 buah Kinder Egg.

DAlam sebuah Viral Gambar yang beredar mengatakan bahwa Kinder Joy mengandung Lilin sama seperti yang ada dalam sebuah Sterofoam. Kandungan Lilin inilah yang SANGAT berbahaya menyebabkan KAnker. HEmmeee Cukup mengerikan Bukan>?
(Sumber : Bontang Post)

15 October 2015

Perawat RSU Bangli Tewas Saat Makan Nasi Padang

Balibangol news, TABANAN – Diduga karena terkena serangan jantung I Wayan Subagi (46) seorang perawat berstatus pegawai negeri sipil di RS Bangli, tiba-tiba kejang dan tewas saat makan di rumah makan padang di Banjar Selabih Tengah Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Kamis (15/10/2015).

Seijin Kapolres Tabanan, Kapolsek Selemadeg Barat, AKP Wayan Bayu Parawata mengatakan kejadiannya sekitar pukul 09.00 wita. Saat itu korban asal Abuan Kecamatan, Susut, Bangli datang dari arah timur seorang diri dengan mengendarai sepeda motor Vario DK 4403 AO. Sampai di TKP, korban kemudian masuk ke rumah makan padang dan memesan makanan.
“Namun sebelum menghabiskan makanannya tiba-tiba korban kejang-kejang dan akan jatuh ke lantai ,” ujar Kapolsek.
Hal itu kemudian membuat pembeli lain yakni Jasman Jaya (66) Uswatun, Gatot Ahmad Yani (46) dan pelayan rumah makan Apandi (17) memegang korban karena melihat akan jatuh. Selanjutnya korban dibantu untuk dibaringkan dilantai untuk selanjutnya diberikan pertolongan. Saat korban sudah terlihat agak baikan, pembeli lain kemudian melanjutkan makan. Beberapa saat kemudian korban sudah tidak bergerak dan meninggal. “Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Selabih korban dinyatakan meninggal karena serangan jantung, terbukti dari kuku jari terlihat membiru dan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” Pungkasnya.(sumber)

Pentas Calonarang, Ini Penjelasan Keluarga Korban


Balibangol news Negara,-Setelah sempat bungkam terkait kasus meninggalnya I Komang Ngurah Trisna Para Merta (14), karena tertusuk keris saat pementasan Colonarang di Pura Jati Luwih,  Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Senin (12/10) dini hari lalu, pihak keluarga korban akhirnya mau angkat bicara.

Pihak keluarga kepada wartawan membantah bahwa kematian korban akibat tertusuk keris saat pergelaran Calonarang di Pura Jati Luwih tersebut. Namun pihak keluarga mengakui korban sempat tertusuk kris saat memerankan Ranga pada pementasan Calonarang itu.

“Memang cucu saya ikut mesolah (Calonarang) saat itu dan sempat tertusuk keris. Tapi korban meninggal bukan karena tertusuk kris, melainkan karena penyakit lain,” terang Gusti Ngurah Putu Mudiada (52), keluarga korban yang masih terhitung kakek korban.

Menurut Mudiada, korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit mag dan asam lambung. Sedangkan luka akibat tusukan itu hanya 1 cm dan hanya tiga jahitan. “Jadi cucu kami meninggal menurut keterangan dokter karena penyakit asam lambung,” ujarnya singkat. Dia juga membenarkan kalau cucunya itu putus sekolah. Korban tidak melanjutkan sekolahnya karena ngiring. Korban menurutnya mengenyam pendidikan hanya sampai kelas dua SMP.

Sementara itu Kapolsek Mendoyo AKP Wayan Arta Ariawan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan pihak keluarga korban untuk otopsi jenasah korban.”Dari hasil musyawarah dengan keluarga korban, mereka menyetujui otopsi dan sore ini langsung kita kirim jenasah korban ke Forensik RSUP Sanglah,” terangnya.

Untuk proses selanjutnya, pihaknya sudah melakukan pemanggilan saksi-saksi yang terkait dengan kejadian tersebut guna diperiksa untuk didengar keterangannya.”Sekarang masalah ini masih kami tangani. Perkembangannya akan kami sampaikan,” pungkasnya.(sumber)

Korban Meninggal saat Calonarang


Balibangol news, Negara, -Korban meninggal karena tertusuk  keris saat pementasan Calonarang di Pura Jati Luih, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Senin (12/10) dini hari lalu ternyata anak putus sekolah.

Sejak duduk di kelas dua SMP, I Komang Ngurah Trisna Para Merta (14), asal Lingkungan Delod Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Jembrana, Bali sudah sering kerangsukan (Kesurupan) Randa.

Karena itulah bapaknya langsung membuatkan tapakan. “Setiap piodalan di Pura Puseh dan Pura Dalem Tegalcangkring, tanpa diminta dia (korban) langsung tampil,” tutur Ibu Komang, tetangga korban, Kamis (15/10) pagi.

Bahkan karena mendapat dukungan dari bapaknya yang seorang pemangku, korban terus fokus di kegiatan Calonarang. Sampai-sampai korban putus sekolah dan itu dibiarkan oleh orang tuannya. “Korban itu adalah teman sekolah anak saya. Kalau korban melanjutkan sekolah, sekarang ini sudah kelas tiga SMP, sama dengan anak saya,” ujar Bu Komang dan warga lainnya.

Korban menurut warga jika dilihat dari umurnya sebenarnya belum pantas ikut sebagai pemain Calonarang. Apalagi sampai memerankan Randa. Tapi karena tubuhnya yang tambun dan agak tinggi kelihatannya cocok mengenakan pakaian Randa. “Korban orangnya lucu dan senang bergaul. Sebenarnya banyak yang menyayangkan dia ikut terlibat calonarang karena umurnya belum pantas,” katanya.

Sebenarnya menurut warga, tidak ada yang tahu kejadian yang menimpa korban saat pementasan calonarang tersebut karena pihak keluarga menutupinya.Tapi warga baru tahu kejadian tersebut setelah korban meninggal dunia di rumah sakit.

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...