15 June 2015

JOGED PORNO DI ACARA PERPISAHAN SD, PANTASKAH




Jembrana,- Pesta perpisahan dan pembagian rapor kenaikan kelas di aula SDN 5 Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Bali dikecam orangtua murid. Diduga pihak sekolah menggelar hiburan berupa tarian joget bumbung seronok, dan menampilkan unsur porno.

Seorang penari yang berjoget mempertontonkan aurat dan mengajak salah seorang siswa yang masih berseragam Putih-merah ini goyang ngebor. Ironisnya, penari dewasa yang mengajak bergoyang ngebor ini, malah membuat para guru tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi muridnya yang nampak nafsu.

Kejadian tidak elok ini bahkan sempat diunggah di media sosial Facebook dan banyak dikritik netizen.

"Kepala sekolah dan guru-guru serta komite sekolah harus bertanggung jawab. Itu kegiatan gila. Sama saja sekolah telah mengajarkan moral bejat kepada siswa," ujar Nur Hariri, warga Jembrana sekaligus tokoh LSM yang akrab disapa Akong, Senin (15/6).

Menurut Akong, Dinas Pendidikan dan DPRD Jembrana harus memanggil pihak kepala sekolah dan komite sekolah tersebut untuk mempertanggungjawabkan kegiatan tersebut. Bila perlu diberikan tindakan tegas.



http://m.merdeka.com/peristiwa/murid-sd-joget-porno-di-acara-perpisahan-para-guru-justru-tertawa.html

Tersangka Pembunuh Angeline Berbohong soal Uang Rp2 Miliar




Balibangol,- Pengacara Agustinus Tai Mandamai, tersangka pembunuhan Angeline, Haposan Sihombing, mengatakan bahwa pengakuan kliennya soal iming-iming uang Rp2 miliar dari Margareth Megawe adalah keterangan bohong.

Menurut Haposan, Agustinus memang mula-mula menyampaikan keterangan itu kepada Akbar Faizal, anggota DPR RI yang menemuinya saat menjalani pemeriksaan pada Sabtu, 13 Juni 2015. Agustinus juga mengatakan hal yang smaa kepada penyidik polisi.

Tetapi, kata Haposan, Agustinus mengaku bahwa keterangan itu adalah bohong alias tidak benar.

Dia berterus terang bahwa keterangan itu disampaikan karena membenci Margareth Megawe, ibu angkat Angeline. Katanya, dia kesal kepada Margareth karena selama bekerja padanya tak pernah digaji dan sering diperlakukan tak manusiawi.

“Tersangka AG (Agustinus Tai Mandamai) memang membenarkan keterangan (soal uang Rp2 miliar) itu. Tapi keterangan itu adalah keterangan bohong, karena dia membenci Ibu Margareth,” kata Haposan dalam perbincangan dengan tvOne, Senin pagi, 15 Juni 2015.

Haposan mencontohkan perlakuan Margareth yang membuat Agustinus kesal. “Misalnya, Ibu Margareth sering memarahi AG soal pekerjaannya. Pokoknya, semua pekerjaan AG dianggap tak becus oleh Margareth,” katanya.

Haposan menyerahkan sepenuhnya proses hukum Agustinus kepada penyidik polisi. Dia meyakini akan ada tersangka lain dalam kasus pembunuhan itu.


Dua Bukti Penetapan Ibu Angkat Angeline sebagai Tersangka
Soalnya, selama mendampingi Agustinus, penyidik polisi banyak mengajukan pertanyaan yang mengarah pada kemungkinan tersangka lain atau orang yang ditengarai terlibat dalam kasus itu.

“Saya melihat ada poin pertanyaan yang mengarah pada orang lain. Kita percayakan kepada penyidik untuk melakukan pengembangan,” ujar Haposan.




http://m.news.viva.co.id/news/read/638116-tersangka-pembunuh-angeline-berbohong-soal-uang-rp2-miliar

14 June 2015

MOTORCROS BANGLI, Pengalaman pertama Dika balapan.

Balibangol, Kejuaraan motorcros yang di selenggarakan TMB Bali di Desa Pengotan Bangli telah melahirkan Banyak pembalap berprestasi, adalah Dika pemuda 20 tahun asal banjar Langkan Bangli ini merasakan pengalaman pertamanya menggeber motor di arena balapan motorcros meskipun dengan persiapan seadanya dengan team Gasak Mx bersama teman temannya minggu (14/4/15).

Meskipun baru pertama mengikuti kejuaraan motorcros  Dika mampu meraih satu juara yaitu juara 2 (dua ) lokal Bangli dia ikut dalam dua kelas yaitu kelas OMR ofroder
Dan  Lokal Bangli.

Cerita seru Dika ketika masuk sirkuit ia merasa sangat dekdekan melihat kendaaraan teman -teman dari team lain yang semakin bertambah race semakin garang, " saya bangga meskipun petama balapan saya sudah mampu meraih satu prestasi meskipun masih di kelas lokal Bangli itu sudah cukup membanggakan" tuturnya.

Memang sejak lama dika sudah biasa menggeber motornya tapi dalam bentuk-bentuk iven Ofroad bahkan Dika juga bekerja sebagai mekanik di salah satu bengkel dilingkungannya, ketika ditanya kelanjutannya dia mengungkapkan mungkin nanti akan dilanjutkan tapi masih pikir karena masih menunggu team sponsor.(wi/bb)

Motor cros Bangli seorang peserta jatuh terlindas sampai pingsan

Balibangol,-Seorang peserta kejuaraan motorcros Bangli di sirkuit  TMB Bali di Desa Pengotan bangli mengalami cedera parah sewaktu balapan.

Dek wi salah satu peseta asal abiansmal mengwi Badung terlihat mengerang kesakitan saat di bawa ke mobil ambulance dengan memakai tandu tim medis  Bangli minggu (14/06/15).

Dengan mengendarai klx nomor 02 ia mengalami kecelakaan pada lap ke dua dan sempat terlindas pembalap yang dibelakanggnya, menurut pengakuan beberapa tim medis yang menanganinya "tidak ada cedera serius yang di alaminya tapi keadaannya cukup lemas kita tunggu beberapa saat untuk obsefasi dulu" jelas Wayan Budi selaku tim medis.

Dek wi masih diistirahatkan di dalam mobil ambulance menunngu kondisinya membaik sambil menunggu tindakan selanjutnya kalau ada cidera parah.
Setelah di obserfasi selama beberapa menit akhirnya Dek Wi dilarikan ke Rumah Sakit umum Bangli.(Wi/bb)

13 June 2015

Margriet Perintahkan Gali Lubang




Agustinus menyebutkan bahwa Margriet lah yang memerintahkan untuk menggali lubang tepat di kandang ayam belakang rumah miliknya. Dan menurut Agus, lubang itu sengaja sudah dibuat seminggu sebelum Angeline dinyatakan hilang.

Atas pengakuan Agus ini, polisi telah memeriksa Margriet dan kedua putrinya yang merupakan kakak tiri Angeline, yaitu Yvonne dan Christina. Pemeriksaan yang dilakukan kepada ketiganya pada Jumat (12/6) kemarin. Kepada polisi, Margriet menyuruh membuat lubang untuk sampah.

Meski banyak pernyataan yang berbeda dari keduanya, pihak kepolisian menyatakan hingga kini belum ada rencana untuk mempertemukan dan mengkonfrontir pernyataan Agus dengan Margriet.


Margriet Sering Lakukan Kekerasan
dr. Lely Setyawati, konsultan psikologi yang menangani Margriet menyebut ibu angkat Angeline ini memang kerap melakukan kekerasan terhadap bocah 8 tahun tersebut.

"Ibu Margareth ini sering melakukan tindak kekerasan kepada Angeline, tapi ke anak kandungnya (Christine dan Ivone) sayang sekali," ungkap dr. Lely Setyowati, Sabtu (13/6/2015).

Tindak kekerasan yang dilakukan Margriet kepada Angeline itu merupakan salah satu kondisi dari luapan agresivitas amarah yang cenderung meledak-ledak. Ketidakpekaan terhadap lingkungan menurut Lely membuat seorang psikopat sering berbenturan dengan orang sekitar dan tidak bisa menjalin hubungan lama terhadap sekitarnya.

"Contoh ketidakpeduliannya terhadap orang lain ini seperti kunjungan menteri saja dia tolak. Padahal ini bentuk empati buat keluarga Angeline. Belum lagi agresivitas kemarahan rendah. Ini yang memicu lakukan tindak kekerasan," imbuh Lely.


Tulis Status Membantah Terlibat di FB, Namun Dihapus
Lewat status facebook, keluarga Margriet Megawe sempat menegaskan bahwa mereka tak terlibat dalam kasus pembunuhan keji terhadap Angeline. Namun, selang beberapa saat status itu dihapus.

"Margrieth: Jangan menuduh saya dalam kasus kematian Angeline," demikian bunyi status dalam laman akun facebook, Find Angeline-Bali's Missing Child pada Jumat (12/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

Untuk diketahui, laman Facebook khusus untuk Angeline: Find Angeline-Bali's Missing Child

merupakan akun khusus yang dibuat oleh keluarga Margriet guna mengupdate informasi saat keberadaan Angeline belum diketahui. Akun itu dikelola anak Margriet yang juga kakak angkat Angeline, Ivon. Akun itu sebelumnya digunakan pihak keluarga guna berbagi informasi tentang Angeline.

Namun, entah mengapa saat ditilik pada Sabtu (13/6/2015), status itu sudah dihapus. Beberapa pengguna facebook yang mengakses fanpage itu juga menanyakan terkait dihapusnya status itu dalam dinding facebook untuk Angeline itu.

"Kenapa postingannya dihapus?" tulis salah seorang pengguna facebook bernama Luthfi Bawazier dalam laman fanpage Find Angeline-Bali's Missing Child.

Dalam laman facebook itu kini hanya tersisa dua foto Angeline. Tak ada lagi status yang sempat mengundang banyak komentar dari pengguna facebook yang mengakses fanpage itu.

sumber


Temuan Terbaru Mengarah Keterlibatan Orang Dekat Angeline



 Publik seakan tidak percaya tidak terlibatnya Margriet Megawe, dalam kasus pembunuhan Angeline. Polisi terus mendalami ada tidaknya peran pihak lain selain Agustinus Tae, pembantu Margriet terkait kasus pembunuhan Angeline.

Polisi meminta masyarakat bersabar untuk mengungkap kebenarannya. Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie mengatakan untuk memastikan Margriet terlibat, petugas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini setidaknya 13 orang saksi telah diperiksa. Di antaranya adalah Margriet dan kedua putrinya yang merupakan kakak tiri Angeline, yaitu Yvonne dan Christina. Sementara tersangka pembunuhan yang telah ditetapkan baru 1 orang, yaitu Agustinus Tae.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, ada kemungkinan Margriet merupakan psikopat. Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie tak menepis tuduhan itu. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan psikologis, ada dugaan yang mengarah ke sana.

"Iya, dari hasil tes psikiatri, kalau zaman dulu disebutnya psikopat," ujar Ronny saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (12/6/2015) malam.

Ronny mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tidak ada gangguan jiwa terhadap Margriet. Ia bisa mempertanggungjawabkan apapun yang dilakukan.

"Psikopat itu menurut dokter psikiater, bisa mempertanggungjawabkan setiap hal yang dilakukan. Ini dia bisa," tuturnya.

Konsultan psikologi yang menangani kondisi kejiwaan Margriet Megawe, dr. Lely Setyawati menyatakan jika ciri-ciri seorang psikopat melekat dalam keseharian ibu angkat Angeline.

Menurutnya ciri-ciri yang tercatat itu di antaranya, ia cenderung ingin benar dan tidak pernah mau diberi tahu jika perbuatannya salah. Sangat mudah melakukan tindak kekerasan, tidak peduli perasaan orang lain, sering melanggar aturan, norma sosial dan aturan di masyarakat. Sikapnya yang seperti ini membuat seorang psikopat sering berbenturan dengan lingkungan dan dinilai tidak mampu menjalin hubungan jangka panjang.

"Toleransi dan ambang amarah rendah sehingga agresivitas kemarahan meledak-ledak. Ini yang memicu lakukan tindak kekerasan," ungkap dr. Lely Setyawati, Sabtu (13/6/2015).

Tak hanya itu, menurutnya kondisi psikologis seorang psikopat yang merasa benar sendiri itu membuat penderita psikopat selalu berusaha mencari kambing hitam untuk menutupi kesalahannya.

"Cenderung mencari kambing hitam, harus orang lain yang salah bukan dia. Kita masyarakat sudah menduga dan mencocokkan dengan ciri-ciri itu kan," imbuhnya.

Laporan observasi terkait kondisi jiwa Margrieth Megawe itu, kata dr. Lely akan disampaikan secara resmi pada pihak penyidik kepolisian. "Kesimpulannya akan kami lakukan observasi dan hasilnya kami sampaikan resmi ke penyidik," pungkasnya.

Pihak kepolisian mendapatkan bukti baru untuk mengembangkan penyidikan kasus pembunuhan bocah Angeline. Beberapa bukti baru yang ditemukan dari olah TKP di kediaman Margriet Megawe bisa menuntun polisi untuk menjerat pihak lain selain Agustinus Tae dalam kasus pembunuhan Angeline.

"Percikan darah di kamar Agus dan percikan darah di tisu yang ada di kamar Margrieth tapi di tisu akan kita uji DNA," kata Kepala Polresta Denpasar Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana, Jumat (12/6/2015) malam.

Saat ini, tim labfor tengah melakukan uji DNA terhadap percikan darah yang ditemukan di dalam kamar Margriet. Polisi akan menelusuri apakah percikan darah di tisu itu terkait Angeline atau tidak.

Selain percikan darah di kamar ibu angkat Angeline, polisi juga menemukan beberapa temuan menarik dari hasil olah TKP. Temuan-temuan menarik ini yang akan sangat membantu polisi guna membongkar proses pembunuhan keji terhadap Angeline.

"Tim di lab masih bekerja. Ada banyak temuan-temuan menarik, antara lain baju korban dan yang lainnya,” jelas Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Heri Wiyanto.

Heri membuka kemungkinan adanya kasus lain yang akan disidik polisi. Namun dia tak mau buru-buru memastikannya.

"Kalau itu sudah materi, ada semua di BAP,” jelas dia.


Mayat Mengambang Ditemukan di Pesisir Cekik.



Negara,-Warga pesisir Cekik, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali dibuat geger dengan ditemukan mayat mengambang di pantai setempat, Sabtu (13/6) pagi.

Mayat mengambang dengan posisi telungkup tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang nelayan setempat dan langsung dilaporkan ke Polsek Kawasan Laut Gilimanuk.

Polisi yang menerima laporan penemuan mayat tersebut langsung terjun ke TKP untuk melakukan pemeriksaan. Bahkan Kapolres Jembrana AKPB Harry Haryadi dan Waka Polres Kompol Anak Agung Rai Laba serta Kasat Reskrim AKP Gusti Made Sudarma Putra juga turun terjun ke TKP penemuan mayat tersebut.

Kondisi mayat laki-laki yang ditemukan mengambang sekitar 100 meter dari bibir pantai tersebut kondisinya telah membengkak, kulit disekujur tubuhnya telah terkelupas dan bola matanya hilang serta telah berbau busuk.

Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan identitas korban. Mayat laki-laki tersebut ciri-cirinya tinggi badan sekitar 180 cm, rambut lurus, menggunakan celana jeans warna hitam, kemeja jeans warna biru merk Peter Say Denim ukuran Xl, celana dalam warna coklat merk Yt man dan umur diperkirakan sekitar 40 sampai 50 tahun.  Setelah dilakukan identifikasi, mayat Mr X tersebut selanjutnya di bawa ke RSUD Negara untuk diotopsi.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra dikonfirmasi, membenarkan penemuan mayat tanpa identitas tersebut. Saat ini mayat tanpa identitas tersebut masih diotopsi di RSUD Negara. “Kami menghimbau bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar melapor kepada polisi terdekat. Ini untuk memudahkan pengungkapan identitas korban,” terang Sudarma Putra.


sumber berita

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...