10 April 2015

kenapa zona waktu di Indonesia bisa berbeda?

KISAH ZONA WAKTU DI INDONESIA 


Perencana perjalanan kereta api dan teknisi asal Kanada, baru saja ketinggalan kereta ketika dia mengunjungi Irlandia dalam tahun 1876. Dia bingung. Jadwal keberangkatan kereta ternyata tak sesuai dengan waktu sebenarnya. Dia mengira kereta berangkat malam, tetapi kereta telah berangkat pada pagi hari. Ada perbedaan meridian antara Fleming dengan jadwal yang disusun oleh orang Irlandia. Ini karena kala itu belum ada pembagian waktu secara baku. Tiap negeri, tiap kota memiliki aturan waktunya sendiri. Akibatnya, orang asing sering salah mengerti waktu jika berkunjung ke suatu negeri jauh. Sejak peristiwa itu, Fleming berpikir tentang kebutuhan ukuran pembagian waktu yang baku. Sebagai perencana perjalanan kereta jarak jauh, dia tak mau ada kekacauan jadwal hanya karena orang salah membaca waktu.
 
Originally Posted by : Berdasarkan waktu rotasi bumi yang dibulatkan, 24 jam, dan derajat bumi, 360o, Fleming membagi bumi ke dalam 24 zona waktu. Titik nol atau toloknya berasal dari Greenwich yang berada di bujur 0o. Ini berarti, waktu di tiap garis bujur selebar 15o dapat berbeda satu jam lebih lambat atau lebih cepat dari Greenwich. Semakin ke timur, waktu berbeda satu jam lebih cepat daripada Greenwich (+). Sebaliknya, semakin ke barat, waktu berbeda satu jam lebih lambat (-). Selisih waktu paling cepat dari Greenwich adalah 12 jam, pun jua dengan selisih paling lambatnya. Usul ini disepakati secara internasional melalui sebuah Konferensi Meridian Internasional di Washington DC pada Oktober 1884. Di Hindia Belanda, koloni Belanda, pembagian waktu belum sepenuhnya mengikuti standar Greenwich Meridian Time (GMT). Belanda, meskipun tercatat sebagai negara yang menyetujui konferensi itu, belum merumuskan pembagian waktu untuk koloninya. Belanda baru menetapkan pembagian waktu pada 1908. 

Staats Sporwegen (jawatan kereta api) meminta kepada pemerintah untuk menyusun sebuah zona waktu (mintakad) demi kelancaran perjalanan kereta di Jawa. Ketika itu, Hindia Belanda telah memiliki “greenwich” sendiri sebagai titik nol derajatnya, Jawa Tengah. Melalui Gouvernements� besluit 6 Januari 1908, Jawa Tengah dan Batavia memiliki perbedaan waktu dua belas menit. Itu artinya, Batavia lebih lambat 12 menit dari Jawa Tengah. Peraturan ini diterapkan secara resmi pada 1 Mei 1908 dan hanya berlaku untuk wilayah Jawa dan Madura. Di luar wilayah itu, pemerintah tidak mengaturnya. 
 Wilayah Sumatera Barat dan Timur dan Balikpapan menjadi wilayah luar Jawa pertama yang mendapatkan pembagian waktu. Pemerintah mulai membagi waktu ketiga wilayah itu pada 22 Februari 1918. Padang tercatat memiliki perbedaan waktu 39 menit lebih lambat daripada Jawa Tengah, sedangkan Balikpapan berselisih 8 jam 20 menit lebih cepat dari Greenwich. Peraturan pembagian waktu selanjutnya, 1 Januari 1924, tidak mengubah pembagian waktu tersebut secara berarti. Peraturan itu hanya menetapkan selisih waktu antara Jawa Tengah dengan Greenwich adalah 7 jam 20 menit lebih cepat dari Greenwich. Di luar peraturan itu, pembagian waktu tiap daerah ditentukan oleh Hoofden van Gewestelijk Bestuur in Buitengewesen. Memasuki 1930-an, penerbangan internasional dari Hindia Belanda ke Singapura dan Autralia dibuka. Peraturan mengenai pembagian waktu harus dirumuskan ulang. Hindia Belanda, untuk pertama kalinya, terbagi atas enam zona waktu sejak 11 November 1932 melalui peraturan Bij Gouvernment Besluit van 27 Juli 1932 no. 26, Staatsblad No .412. Selain pertimbangan penerbangan, kebiasaan masyarakat pemakai jam matahari juga menjadi alasan keluarnya peraturan ini. Pemerintah kolonial berharap masyarakat itu tak dirugikan dengan pembagian waktu ini. Dalam pembagian waktu ini, selisih waktu tiap zona adalah 30 menit. Peraturan ini menjadi tak berlaku kala Belanda menyerahkan Hindia kepada Jepang pada 1942. Jepang menyesuaikan pembagian waktu di Hindia dengan kebutuhan militer dan propagandanya. Peraturan itu berlaku sejak 20 Maret 1942 sampai dengan 16 September 1945. Akibatnya, waktu di tiap wilayah Hindia disamakan dengan waktu Tokyo (GMT + 9). Sejarawan Didi Kwartanada mengatakan penyesuaian waktu dengan Tokyo itu untuk memudahkan mengatur daerah pendudukan Jepang di Asia. “Namun Jawa paling terpengaruh karena waktunya harus maju satu setengah jam lebih dulu dari biasanya. Yang paling susah orang yang biasa sholat subuh jam 04:00 jadi jam 02:30 malam,” kata doktor sejarah alumnus National University of Singapore itu.� Bukan hanya itu, anak sekolah pun mesti berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya, pada pukul 05:30 subuh. Pemberlakuan itu menimbulkan banyak kekacauan di masyarakat. Didi merujuk kepada buku Tjamboek Berdoeri, sebuah memoar karya Kwee Thiam Tjing, yang mengisahkan betapa orang-orang Jawa di bawah Jepang yang harus menyesuaikan waktu Tokyo. “Kwee Thiam Tjing menulis kalau dia sering ngantuk karena harus bangun tidur lebih cepat dari biasanya,” katanya. Bukan hanya jam, sistem penanggalan pun disesuaikan dengan penanggalan sumera, yang membuat orang Indonesia jauh lebih tua 660 tahun dari orang Jepang. Didi mengatakan, “Tahun 1942 disetarakan dengan 2602 tahun sumera yang berarti umur orang Jawa jauh lebih tua 660 tahun dari orang Jepang.” Bahkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pun menggunakan tahun sumer, yakni 2605, bukan 1945. 
 Originally Posted by : Ketika Belanda kembali menduduki sebagian daerah di Indonesia pada 1947, zona waktu di Indonesia terbagi tiga. Ini karena Belanda mengubah zona waktu Indonesia secara sepihak. Tiap zona berselisih GMT + 6, + 7, dan + 8, kecuali Papua yang berselisih GMT + 9. Tidak diketahui secara pasti pertimbangan apa yang melatarbelakangi pembagian waktu ini. Namun, pembagian ini tak berlangsung lama. Pada 1950, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Dengan demikian, Indonesia kembali ke pembagian enam zona waktu dengan selisih 30 menit tiap zona. Aturan ini tertuang dalam Keppres RI No. 152 Tahun 1950 yang mulai berlaku pada 1 Mei 1950. Hanya Irian yang masih menggunakan peraturan Belanda tahun 1947 karena masih diduduki Belanda. Keppres itu bertahan selama 13 tahun. Pada 1963, Indonesia hanya terbagi atas tiga zona waktu: barat, tengah, dan timur. Irian Jaya yang telah kembali ke dalam wilayah Indonesia masuk zona timur bersama daerah tingkat I Maluku karena terletak pada 135 derajat bujur timur. Selisih waktunya dengan GMT adalah + 9. Daerah Tingkat I dan istimewa di Sumatera, Jawa, Madura, dan Bali masuk zona barat karena terletak pada 105�derajat bujur timur. Wilayah-wilayah ini berselisih + 7 dari GMT. Zona Indonesia Tengah meliputi Daerah Tingkat I di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Letak bujurnya adalah 120 derajat bujur Timur dan berselisih + 8 dari GMT. Itu artinya, ada selisih satu jam di tiap zona. Pembagian ini dikukuhkan melalui Keppres No. 243 Tahun 1963. Beberapa pertimbangannya antara lain, segi sosial, agama, efisiensi ekonomi, dan penyederhanaan. Pembagian itu dimulai secara resmi sejak 1 Januari 1964. Keberatan-keberatan segera muncul dari beberapa kalangan sejak diterapkannya pembagian tiga zona itu. Mereka menilai pembagian waktu itu janggal. Orang-orang di Sabang dan Pontianak harus bangun lebih pagi karena jam terbit matahari menjadi lebih awal. Tak sesuai dengan waktu terbit sebenarnya. Apalagi kota Pontianak ternyata justru tidak masuk zona barat walaupun terletak dalam bujur yang sama dengan Tegal. Sementara itu, Bali justru masuk zona barat meski terletak dalam bujur zona tengah. Atas beberapa pertimbangan lain seperti pariwisata dan keberatan sebagian kalangan, pemerintah mengeluarkan peraturan baru mengenai pembagian waktu melalui Keppres RI No. 41 Tahun 1987. Tidak ada perubahan pembagian zona waktu dalam peraturan baru tersebut. Indonesia tetap terbagi atas tiga zona waktu. Hanya beberapa daerah yang ditukar zona waktunya. Bali, misalnya, masuk ke zona tengah karena pertimbangan pariwisata, sedangkan Kalimantan Barat dan Tengah ditarik masuk ke zona barat dari zona tengah. Pembagian waktu ini berlangsung hingga sekarang meski usul perubahan pembagian waktu menjadi satu zona terus berkembang akhir-akhir ini. Pada 11 Maret 2013, Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menggulirkan wacana untuk menyatukan zona waktu di seluruh wilayah Republik Indonesia. Menurutnya penyatuan zona waktu dilakukan dengan alasan efisiensi kinerja sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi.� Singapura pun menentukan waktu sejam lebih cepat� karena tak mau ketinggalan dengan negara Asia Tenggara lainnya. Sebenarnya Singapura memiliki kesesuaian waktu dengan Indonesia bagian barat, khususnya Sumatera. “Lee Kuan Yew tak ingin warga Singapura ketinggalan. Kalau dilihat, anak sekolah di sana berangkat pagi-pagi sekali,” kata Didi. Namun, apakah penggabungan zona waktu di seluruh wilayah Indonesia mampu pula mengubah etos kerja dan budaya orang Indonesia? Kita tunggu saja nanti.





By viva forum...

7 April 2015

Bali rasa Banyuwangi di pelacuran kelas teri

Bali rasa Banyuwangi di pelacuran kelas teri 

Reporter : Anwar Khumaini 

Merdeka.com - Tak begitu jauh dari Denpasar, tepatnya di kawasan Sanur, Bali, berdiri lokalisasi kelas teri yang terletak di gang-gang sempit di sebuah perkampungan penduduk. Tak perlu berkocek tebal, pria hidung belang berdompet tipis pun bisa mampir. Memasuki gang sempit dengan temaram lampu remang-remang, pengunjung disuguhi lagu-lagu kendang kempul khas Banyuwangi. Setiap 'pondok cinta' yang jumlahnya mencapai belasan tersebut, tak henti-hentinya memutar lagu Reni Farida, artis Lokal Banyuwangi, serta artis-artis lokal Banyuwangi lainnya. Ada juga alunan lagu dangdut yang diputar dari CD player, ikut memeriahkan suasana malam itu, Sabtu (19/10). "Saya asli Banyuwangi, gak jauh dari daerah Kawah Ijen," kata Ida bukan nama sebenarnya. Wanita berbadan agak tambun itu memperkenalkan diri kepada merdeka.com yang mengikuti sebuah LSM peduli HIV/AIDS saat membagi-bagikan kondom gratis kepada para PSK di Lokalisasi Danau Tempe, Sanur, Bali, Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Meski terletak di sebuah perkampungan Bali, Lokalisasi Danau Tempe dipenuhi oleh wanita penjaja cinta yang rata-rata orang Jawa Timur, serta sebagian Jawa Barat. Ada seratus lebih PSK yang mangkal di sana. "Di sini rata-rata dari Banyuwangi, Jember, ada Malang juga," kata Joko, bukan nama sebenarnya, pria yang berprofesi sebagai mucikari di salah satu pondok di Lokalisasi Danau Tempe.
Para pelanggan pun kebanyakan para perantau asal Jawa. Mereka adalah pekerja-pekerja kasar di Bali, seperti buruh bangunan, pedagang serabutan. Tawar menawar pun dilakukan dengan bahasa Jawa. Namanya juga lokalisasi kelas teri, harga yang dipatok pun tak lebih dari Rp 100 ribu untuk sekali kencan. Bahkan, ada juga pria hidung belang yang menawar sampai Rp 25 ribu saja. "Kalau segitu namanya pelecehan," papar Ida sambil menyisir rambutnya yang hitam agak ikal. Sementara, menurut Heri Utomo, pegiat Yayasan Kertapraja, LSM yang bergerak dalam penyuluhan bahaya penyakit HIV/AIDS dan penyakit kelamin, kedatangannya ke Lokalisasi Danau Tempe ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan untuk membantu para PSK meminimalisir risiko terkena penyakit HIV/AIDS. Dia mengakui, memang kebanyakan para PSK yang mangkal di Danau Tempe adalah bukan penduduk asli Bali. "Kita juga melayani tes HIV, beserta konseling. Seandainya ada yang terkena HIV/AIDS, kita dampingi terus," ujar Heri kepada merdeka.com. Kedatangan Heri ke lokalisasi malam itu disambut senyum sumringah para PSK lantaran mereka dapat jatah kondom gratis. Tak perlu mengeluarkan kocek untuk mendapatkan alat pengaman berbahan lateks tersebut. "Kalau mau main di sini, wajib pakai kondom," kata Ida tegas, namun sedikit kemayu. Makin malam, gang-gang sempit di Danau Tempe pun kian ramai. Negosiasi pun dilakukan di gang-gang sempit dengan pencahayaan minim. Aroma parfum murahan, beserta nyaringnya lagu Kendang Kempul Banyuwangi, makin menyemarakkan malam bulan purnama di Pulau Dewata. "Mampir mas," sapa wanita bertubuh agak jangkung yang tampak seksi mengenakan rok mini.

PAK TUT BINA, MENGUBAH BUTIRAN PASIR MENJADI KARYA SENI TEMBOK STIL BALI

PAK TUT BINA, MENGUBAH BUTIRAN PASIR MENJADI KARYA SENI TEMBOK STIL BALI

Langkan 7/4/15 - Berawal sekitar 15 tahun yang lalu sekitar tahun 2000an I Ketut Bina  pria yang bermukim di Br Langkan Bangli ini mulai merintis usahanya untuk mengasah bakat seni yang dimilikinya setelah sebelumnya pak tut bin begitu panggilan akrabnya malang melintang di dunia pertukangan dan kini telah berhasil memborong sendiri bangunan ataupun payas stil Bali  dari pasir bersama rekan rekannya. Banyak sekali karya seni yang sudah di hasilkan selama kurun waktu 15 tahun itu bahkan sampai desa desa di luar kecamatan seperti di kintamani, susut dan lainnya.
Dalam kesehariannya pak tut Bina selalu melakukan  kegiatan dengan alat ukir pasirnya yang di buat khusus dari potongan besi yang menyerupai pisau pangot begitu mereka menyebut nya kecil meliuk liuk di atas permukaan pasir yang sebelumnya telah di campur dengan semen kemudian di cor di dalam sebuah tembok ataupun rumah yang akan di garapnya.
Pak kunik adalah rekan kerjanya yang cukup lama mereka bekerja selalu bersama-sama baik waktu mendapat borongan ataupun ketika hanya mendapat orderan dari teman sesama propesi
Berikut karya seni yang dihasilkan
B
Mereka sekarang sedang menggarap sebuah tembok dengan motif batu padas di merajan kawitannya sendiri
"Ini bukan borongan dan juga bukan harian tapi niat menggarap untuk sebuah merajan kawitan " jelas tut Bina.

7 Ciri Anda Kecanduan Cinta

7 Ciri Anda Kecanduan Cinta  
Photo ilustrasi

Kecanduan cinta dikenal sebagai jenis perilaku seseorang, yang tidak bisa hidup tanpa hubungan atau pasangan. Orang-orang seperti ini, akan terus-menerus membutuhkan seseorang di sampingnya. Mereka akan selalu merasa bahwa mereka sedang merasakan jatuh cinta sepanjang waktu. Hidup mereka akan terasa hampa jika tidak memiliki kekasih, padahal banyak teman dan keluarga yang menyayangi dan berada terus di sampingnya. Kondisi ini tentu saja tidak baik untuk psikologis Anda. Agar Anda tidak menjadi salah satu pecandu cinta, berikut akan saya ulas tujuh ciri orang yang kecanduan cinta.

 1. Berpikir tentang jatuh cinta sepanjang waktu. 

Pecandu cinta akan berpikir tentang perasaan cintanya sepanjang waktu, entah mereka berada dalam suatu hubungan atau tidak. Mereka terus mengingat-ingat kegembiraan saat mereka jatuh cinta dengan seseorang. Jika Anda terus-menerus memikirkan hubungan Anda, pasangan atau perasaan cinta yang menciptakan konflik dalam kehidupan Anda, Anda bisa kecanduaan cinta.

 2. Frustasi jika tidak menjalin hubungan. 

Seorang pecandu cinta memiliki keinginan untuk terus berada dalam suatu hubungan atau memiliki pasangan. Hidup mereka akan menderita jika mereka tidak menjalin sebuah hubungan. Jika Anda memiliki perasaan yang sama, itu bisa menjadi ciri bahwa Anda telah kecanduan cinta.

 3. Mudah jatuh cinta. 

Mereka selalu mudah untuk jatuh cinta, tapi tidak ada dasar yang nyata. Mereka akan mudah untuk mencintai, bahkan jika mereka hanya memiliki ketertarikan sesaat terhadap seseorang. Kemudian mereka mulai mengidolakan orang tersebut dengan ekstrem. Anda termasuk orang yang kecanduan cinta, jika Anda melewati fase yang sama ketika Anda jatuh cinta dengan seseorang.

 4. Tidak bisa membayangkan dunia ini, tanpa orang yang Anda cintai. 

Obsesi umumnya dikenal sebagai salah satu perilaku dari pecandu cinta. Ketika seorang pecandu cinta merasakan jatuh cinta, pasangannya akan dianggap sebagai sebuah benda yang harus mereka dapatkan, tak peduli berapapun biayanya untuk melengkapi hidup mereka. Pecandu cinta diibaratkan seperti pecandu alkohol atau pecandu obat, yang akan berjuang melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

 5. Tidak dapat melihat kesalahan kekasih Anda. 

Apakah Anda membutakan diri terhadap kesalahan yang dilakukan kekasih Anda? Jika Anda membuat banyak ilusi tentang orang yang Anda cintai, Anda termasuk orang yang kecanduan cinta. Seorang pecandu cinta, tidak dapat melihat kepribadian nyata dari orang yang mereka cintai. Hal ini terjadi karena, mereka membentuk citra mereka sendiri tentang orang yang mereka cintai.

 6. Memiliki perubahan suasana hati yang ekstrem. 

Pecandu cinta cenderung tidak bisa mengontrol emosinya, ia bisa sangat marah, tapi juga akan terus larut dalam kesedihan apabila menghadapi masalah dalam hubungannya. Mereka tidak mampu mempertahankan keteguhan emosi mereka. Kadang-kadang, mereka merasa berada di puncak dunia karena pasangan mereka, dan kadang juga mereka bisa menjadi liar jika mengalami ketidakpuasan dalam menjalani hubungan.

 7. Teman dan keluarga memberikan peringatan untuk hubungan Anda. 

Anda adalah seorang pecandu cinta, jika Anda telah berulang kali mengabaikan peringatan dari orang lain tentang hubungan Anda. Pencandu cinta akan menjauh dari orang yang memberitahu mereka bahwa hubungan mereka tidak tepat untuk mereka.
Inilah Perbedaan antara Cinta dan Nafsu Pasangan kekasih. Mungkin sebagian dari Anda masih ada yang belum paham, mengenai perbedaan antara cinta dan nafsu. Cinta adalah perasaan lembut di dalam hati, yang Anda rasakan untuk orang lain. Ada kasih sayang antara Anda dengan pasangan, dan keduanya akan saling menghargai apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Bagaimana dengan nafsu? Sayangnya, kebanyakan dari kita berpikir bahwa cinta pada pandangan pertama merupakan cinta sejati, tetapi sebenarnya itu adalah nafsu yang menyamar sebagai cinta. Lalu, bagaimana membedakan antara cinta dan nafsu? Berikut ulasan lengkapnya. 1. Terbuka. Dalam cinta, Anda akan terbuka mengenai masa lalu Anda. Anda tidak akan menyembunyikan apapun, karena Anda tidak takut akan penilaian pasangan terhadap Anda. Sedangkan nafsu, Anda akan ragu-ragu untuk mengajukan pertanyaan pribadi padanya. Begitupun sebaliknya, Anda pun akan ragu-ragu untuk terbuka mengenai kehidupan pribadi Anda, karena Anda takut hal-hal buruk akan menimpa hubungan Anda. 2. Argumen. Dalam cinta, Anda tidak akan ragu untuk berdebat demi mendapatkan pemahaman. Ketika hanya ada nafsu, Anda enggan membahas apa yang ada di dalam hati Anda, yang akhirnya akan menciptakan ketegangan dalam hubungan Anda. 3. Kejujuran. Dalam cinta, kedua belah pihak cenderung jujur satu sama lain. Sedangkan jika hubungan hanya didasari dengan nafsu, kedua pasangan tidak terlalu terbuka mengenai hal-hal tertentu, karena mereka tidak memiliki kedekatan. 4. Dukungan. Ketika ada masalah, dua orang yang saling mencintai akan saling mendukung. Pasangan Anda akan berdiri tegak di samping Anda, tanpa berusaha untuk melarikan diri. Dalam kasus nafsu, pasangan akan menghindar dan menjauh jika ada masalah yang berat. 5. Pengorbanan. Pengorbanan dalam cinta merupakan hal yang umum. Dengan senang hati, Anda akan mencari cara untuk bisa membantu pasangan Anda. Dalam nafsu, ketidaknyamanan bahkan sekecil apapun akan membuatnya menjauh. 6. Rahasia. Ketika Anda sedang jatuh cinta, Anda tidak akan menyembunyikan apapun dari pasangan Anda. Ketika hanya ada nafsu di antara Anda berdua, Anda akan segan untuk mengungkapkan semua rahasia Anda. 7. Kecocokan. Dalam cinta, ada kecocokan pada semua tingkatan, termasuk emosional dan fisik. Pada nafsu, pasangan jarang mengeksplorasi satu sama lain secara mendalam, sehingga tidak ada kesempatan untuk mendapatkan kecocokan. 8. Kesetiaan. Mencintai adalah tentang menjadi setia kepada pasangan, sedangkan dalam nafsu, akan berlaku sebaliknya. 9. Penerimaan. Dalam cinta, Anda benar-benar dapat menerima pasangan Anda, terlepas dari berbagai ketidaksempurnaan. Dalam nafsu, Anda cenderung untuk mengkritik pasangan Anda sepanjang waktu. Anda bertindak seolah-olah tidak akan menerima kesalahan orang tersebut. 10. Mendengarkan. Ketika Anda mencintai orang lain, Anda tidak akan keberatan untuk mendengarkannya tanpa menghakimi. Pada nafsu, Anda tidak akan memaafkan kesalahannya, bahkan untuk sebuah kesalahan kecil. Itulah perbedaan antara cinta dan nafsu. Kira-kira, pasangan Anda masuk dalam kategori yang mana ya, cinta ataukah nafsu? Silahkan share di kolom komentar ya. Terima kasih, semoga bermanfaat.

4 April 2015

Nobar Gerhana Bulan, Warga Yogya Berkumpul di Alun-Alun

Nobar Gerhana Bulan, Warga Yogya Berkumpul di Alun-Alun 

Edzan Raharjo - detikNews 

Yogyakarta, - Gerhana bulan merupakan fenomena alam yang menjadi pemandangan indah. Meski sebagian masyarakat masih menghubungkan gerhana bulan dengan hal-hal mistik dan tidak terkait dengan ilmu pengetahuan. Untuk melihat gerhana bulan total kali ini, ratusan warga Yogyakarta berkumpul di Alun-Alun Utara Yogyakarta. Warga terdiri dari anak-anak, anak-anak muda dan orang tua.
Di lokasi ini, warga bisa melihat bulan menggunakan teropong yang di fasilitasi oleh komunitas Jogja Astro Club. Setidaknya terdapat 5 teropong yang disediakan yakni 1 teropong cermin dan 4 teropong lensa diantaranya teropong yang dikontrol dengan komputer. "Gerhana bulan inikan peristiwa alam, fenomena ini penting untuk diketahui masyarakat kita. Karena di masyarakat masih ada yang mengkaitkan dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan science,"kata koordinator Jogja Astro Club di Alun-alun Utara Yogyakarta, Sabtu(4/4/2015). Gerhana bulan total terjadi pada sekitar pukul 19.00 WIB. Gerhana bulan ini tergolong singkat yang terjadi sekitar 4-5 menit. Dan untuk proses gerhana bulan terjadi sekitar 2 jam. Ada sejumlah tim yang diterjunkan oleh komunitas ini untuk menyaksikan gerhana bulan. Ada tim pemotretan, tim yang menjelaskan kepada masyarakat terkait dengan peristiwa gerhana bulan dan tim yang memberikan hiburan berupa roket air kepada masyarakat saat menonton gerhana bulan. Utari(21), mahasiswi asal Lombok ini mengaku baru pertamakali melihat gerhana bulan menggunakan teropong. Dengan teropong, gerhana bulan menurutnya terlihat lebih bagus dan lebih jelas dibanding tanpa teropong. "Bagus sekali, kelihatam lebih jelas pake teropong. Kegiatan ini menyenangkan bisa nonton gerhana bareng-bareng,"ungkapnya di Alun-alun Utara. Sementara itu, di Masjid Gede Kauman Yogyakarta yang terletak disebelah barat Alun-alun Utara, ratusan umat Islam melaksanakan Salat Gerhana. Salat Gerhana ini diawali dengan Salat Isya berjamaah.


 (mpr/mpr)

2 April 2015

Sebarkan Keyakinan, Lima WNA Diusir dari Bali

Sebarkan Keyakinan, Lima WNA Diusir dari Bali

Denpasar, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai mendeportasi lima Warga Negara Asing (WNA). Karena lima orang asing tersebut tengah menyebarkan kepercayaan Yehova Witnesses di Bali. Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Mohammad Sholeh mengatakan, kelima orang itu ada 2 orang dari Amerika Serikat yaitu Mishael Alexander Martinez dan Derrick Gary Leonard, 2 orang dari Australia yaitu James Rua Ropiha dan Brayden James Bevan, serta 1 orang dari Perancis Steven Gerard Felix Otal. Kelima WNA ini melanggar pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Kemigrasian serta pasal 3 dan pasal 4 Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor I Tahun 1979 tentang Tata cara Pelaksanaan Penyiaran Agnpasarama dan Bantuan Luar Negeri kepada Lembaga Keamanan di Indonesia. “Mereka menyebarkan agama dengan menggunakan Visa On Arrival,”jelasnya. Dia menambahkan, kelima orang tersebut ditanggkap pada 11 Maret 2015, di Kompleks Meteo Utara Jalan Teratai II-Tuban- Badung. Saat itu kelima WNA dari negara berbeda itu tengah membagi-bagikan brosur kepada warga tentang kepercayaan Yehova Witnesses “Kami menangkap mereka karena kami mendapatkan laporan dari masyarakat, mereka ini sudah meresahkan warga,”paparnya. Dia menambahkan, bahwa kelima WNA itu menyebarkan kepercayaanya dengan mengetuk-ngetuk pintu warga, apabila tidak dibukakan akan ditungguin terus oleh para penyebar agama kristen tersebut. ” Mereka ini sangat memaksa, kalau tidak dibukakan pintu oleh pemilik rumah mereka masih tetap menunggu,”terangnya. Imbuhnya, kegiatan pelaksanaan penyiaran agama tidak dibenarkan untuk ditujukan terhadap orang atau kelompok orang yang telah memeluk atau menganut agama lain. “Saat ini kami sudah menyiapkan tiket mereka untuk. Untuk tanggal pastinya kami belum dapatkan kapan mereka bisa kita deportasi yang jelas secepatnya, sekarang kami masih menunggu tiket untuk mereka,”paparnya. Lanjutnya,rata-rata kelima WNA itu sudah pernah datang ke Bali. “Dah kemungkinannaya ini masih ada orang lain lagi yang menyebarkan kepercayaanya ini,”ujarnya. (KR1/SB)

BY MADE ISMAYANA
SuaraBali.com

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...