22 May 2016

Satu Oknum Anggota TNI Diciduk Di Diskotik Saat PM Gelar Razia

Tim gabungan Polisi Militer, Polres, dan Sat Pol PP Buleleng saat menggelar razia, Minggu dini hari tadi ( foto-Semetonnews)
Balibangol news, Buleleng, - Satuan gabungan Polisi Militer (PM) dan jajaran Polres serta Satpol PP Buleleng menyisir beberapa tempat hiburan malam di wilayah Buleleng, Minggu (22/5/2016), pukul 01:21 Wita, dini hari tadi.

Razia gabungan ini dilakukan karena sebelumnya ada laporan dari masyarakat bahwa ada oknum anggota TNI dan anggota Polisi sering berada di kawasan diskotik. Dalam Ops Gaptik yang dipimpin oleh Kapten Iketut Maharjha dari Pomdam IX Bali, berhasil mengamankan satu oknum dari satuan TNI disebuah diskotik.

Selain itu, tim juga mengamankan 23 pengunjung yang tidak memiliki  KTP. Mereka yang tidak memiliki KTP ini diamankan dan selanjutnyadi bawa ke Polres untuk diberikan pengarahan. Terkait diamankanya satu anggota TNI ini dibenarkan oleh Kapten I Ketut Maharjha.

Namun apa yang menjadi alasa oknum TNI itu ada di diskotik sampai berita ini ditulis belum ada keterangan yang pasti."Kami belum bisa pastikan kenapa dia (oknum TNI) itu ada di diskotik. Nanti kami akan introgasi lebih jauh di kantor," tegasnya.

Namun Maharjha menegaskan, anggota TNI maupun anggota Polisi tidak berhak berada di diskotik atau club malam. Sebab, tugas TNI dan Polisi adalah mengamankan negara bukanlah untuk mengamankan perseorangan atau prusahaan,"Kami akan memberikan sanksi tegas jika ada anggota yang sepeti itu," jelasnya (sumbersemetonnews.com.)

21 May 2016

Bali United Rasakan Kemenangan Perdana Setelah Tekuk Semen Padang 2-1 Di Kandang


Balibangol news, Gianyar,- Skuad Bali United akhirnya merasakan kemenangan perdananya, dengan menumbangkan tamunya Semen Padang 2-1, pada duel sengit lanjutan kompetisi ISC A 2016 di stadion Dipta Gianyar Sabtu (21/5/2016).

‘Serdadu Tridatu’ pada duel sengit itu unggul lebih dulu melalui pemain asingnya asal Korsel, Ahn Byung Keon di menit 2, setelah tendangan hasil bola liar di depan gawang lawan, tak mampu ditepis kiper Semen Padang, Jandia Eka Putra.

Namun unggul satu gol malah pertahanan lini belakang sedikit dilupakan. Hal ini akhirnya membuka celah bagi lawan dan dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Semen Padang di menit 36. Adalah Vendry Ronaldo Mofu yang mampu memperdaya kiper Bali United, Rully Desrian melalui tendangan geledeknya, usai melakukan solo run.

Petaka akhirnya dirasakan Semen Padang, setelah pemain depannya Martinus Novianto mampu membalikkan skor menjadi 2-1 untuk kemenangan Bali United di menit 87. Kekalahan Semen Padang ini kian menyakitkan setelah pemainnya Hamdi Ramdan di menit 89, diberikan kartu merah oleh wasit Nusur Fadillah dari Bekasi, usai melanggar keras salah satu pemain Bali United.

Usai laga pelatih kepala Indra Sjafri mengaku jika dirinya masih belum puas dengan kemenangan itu. “Seharusnya masih ada satu gol lagi yang harus diperoleh tim ini, ketika di menit 69 Martinus Novianto yang hanya tinggal berhadapan dengan gawang kosong, justeru tendangannya naik keatas,” tegasnya.

Sementara pelatih Semen Padang Nil Maizar mengaku jika para pemainnya masih kurang tenang saat mampu menahan imbang lawan. “Nak-anak seharusnya cukup melakukan serangan balik dan memperkuat lini belakang saja sudah cukup,” tutup Maizar.(sumber)

20 May 2016

Seorang Pria Nekat Terjun Kejurang Sedalam 10 Meter Di Tabanan


Balibangol news, TABANAN, -Diduga karena gangguan jiwa yang diderita kambuh, I Nengah Putra Wismaya (38) , nekat terjun ke jurang sedalam 10 meter yang ada di utara rumahnya yang terletak di Dusun Piling Kawan, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan, Jumat (20/5/2016) sekitar pukul 15.00.

Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh I Wayan Sunetra (60) yang tidak lain adalah sang ayah. Namun pria renta itu tak bisa berbuat banyak karena tak bisa mengejar putra keduanya tersebut. “Dia lari cepat sekali saya tidak bisa mengejar,” ujarnya.

Diceritakannya, sebelum melompat ke jurang, korban sempat mengaku gelisah kepada ayahnya. Namun seketika itu juga korban berlari dan menuju jurang yang dibawahnya terdapat sungai kemudian melompat dengan kepala membentur batang pohon. “Dia sempat bilang Inguh Pak Inguh..,” ujarnya.

Jenazah korban selanjutnya di evakuasi oleh warga sekitar dan disemayamkan di rumah duka. Dari hasil pemeriksaan oleh tim medis tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban namun pada kepala korban terdapat luka cukup serius yang diduga menjadi penyebab kematian korban. “Luka dikepala cukup parah karena kepala membentur batang pohon,” lanjut Sunetra.

Kepada Semetonnews.com, Sunetra mengatkan jika anaknya memang menderita gangguan jiwa sejak tahun 2011 dan sudah keluar-masuk RSJ Bangli sebanyak 4 kali. Namun karena sudah dinyatakan sembuh, sekitar tiga bulan yang lalu korban diizinkan pulang namun masih tetap mengkonsumsi obat.

Selama ini dia tidak pernah kambuh lagi, malahan tadi pagi sempat ke kebun mencari ubi untuk dijadikan kripik,” pungkasnya. Kepergian korban yang akrab disapa Kapten itu pun membuat duka bagi kerabat yang ditinggalkan, rencananya jenazah korban akan dimakamkan hari Senin sesuai dengan hari baik.

sumber-semetonnews.com

Pria Pelaku Gorok Leher Pacar Diamankan Polsek Kuta Selatan


Ternyata ini Penyebab 'Lega' Tega Gorok Leher Pacar
Lega (39), pelaku penusukan pacar. (Ist/Semetonnews)
Kuta Selatan, Semetonnews - Rasa penyesalan sama sekali tidak terpancar dari wajah Lega (39), tersangka kasus penganiayaan terhadap seorang wanita bernama Itahaumin (26), Kamis (19/5/2016). Bahkan ketikaSemetonnews.com menanyainya, Lega lebih memilih untuk diam.

Lega tidak memungkiri bahwa dirinya memang berkeinginan untuk membunuh pacarnya itu. Karena selain mengajak untuk memutuskan hubungan, pacarnya juga menolak mengembalikan uang senilai Rp 300 ribu yang sempat dipinjamnya dari tersangka.

"Uang saya tidak dibalikin. Itu ada 300 ribu. Tapi dia minta putus. Makanya aku bilang lanjutkan saja nikah, tapi dia tidak mau, tetap saja dia mau putus. Kalau mau balikin uang tapi putus, ya tidak apa-apa," jelasnya mengenai akhir hubungan mereka yang sampai saat ini sudah berjalan selama tiga bulan lamanya.

Saking berkeinginannya membunuh sang pacar oleh alasan tersebut, Lega pun datang ke tempat kost korban (TKP), yang beralamat di Jalan Uluwatu Nomor 66X Lingkungan Tengah Pecatu Kuta Selatan, lengkap dengan bersenjatakan sebilah pisau yang kini menjadi barang bukti. "Saya tikam di sini, sama di sini," bebernya sembari menunjukkan area dada dan lehernya.

Karena takut tertangkap tangan oleh teriakan korban, Lega pun langsung melarikan diri menuju Denpasar melalui Jalan Hayani. Namun akhirnya tetap saja, dirinya berhasil diamankan oleh petugas kepolisian Polsek Kuta Selatan. "Tidak tahu lehernya putus atau tidak. Saya langsung tikam, langsung lari," pungkasnya.

Penulis : Surya Putra
Editor    : robinson Gamar
Ternyata ini Penyebab 'Lega' Tega Gorok Leher Pacar
Balibangol news, BADUNG, -  Aparat kepolisian Polsek Kuta Selatan (Kutsel), akhirnya berhasil meringkus Lega (39), pada Jumat (20/5) dini hari. Lega diciduk atas perbuatannya yang telah membacok dada dan menggorok leher pacarnya, bernama Itahaumin (26).Seijin Kapolresta Denpasar, Kapolsek Kutsel, Kompol Wayan Latra membeberkan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan cepat setelah menerima laporan dari tuan rumah korban yang tinggal di sebuah tempat kost Jalan Uluwatu, Jimbaran. Laporan tersebut diterima pada Kamis (19/5/2016) sekitar pukul 23.30 Wita.

Menurut keterangan pelapor, itu terjadi ketika dirinya sedang tidur. Lalu sekitar pukul 22.00 Wita, didengarlah suara teriakan dari kamar sebelah yang notabene adalah kamar kost korban.

"Karena mendengar teriakan itu, pelapor langsung mendekat, dan melihat korban sudah memegang leher dengan tangan kanannya yang penuh darah," ungkapnya didampingi Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan, AKP Yahya. Melihat hal tersebut, pelapor pun langsung mengambil mobil untuk mengangkut korban menuju Rumah Sakit Kasih Ibu, Kedonganan.

"Setelah itu baru dilaporkan kepada kami," imbuhnya. Petugas kepolisian langsung melakukan penelusuran. Termasuk dengan cara mendatangi tempat kost tersangka yang juga berada dalam wilayah Jimbaran. Namun sayang, ketika itu si tersangka ternyata tidak ada di lokasi. Sehingga petugas pun akhirnya mencoba melakukan komunikasi dengan metode pendekatan melalui tetangga kost tersangka.

Meski saat dihubungi si tersangka sempat mengaku berada di Pecatu, petugas tidak begitu saja percaya. Mengingat hasil pendeteksian lokasi ponsel, menunjukkan tempat di wilayah Denpasar. Karenanya, pendekatan pun terus dilakukan, hingga akhirnya tersangka menyebut bahwa dirinya berada di sekitaran Patung Kuda Jalan Kargo, Denpasar.

"Jadi itu diamankannya yakni sekitar jam dua dini hari," kata AKP Yahya. Pisau yang dipergunakan untuk melukai korban adalah salah satu barang bukti yang telah diamankan. Dimana pisau tersebut ditemukan dalam keadaan terpisah antara mata dan gagangnya.

Sementara menurut pengakuan Lega, tindakan penganiayaan itu memanglah sengaja dilakukan. Lantaran sang pacar (korban) hendak memutuskan hubungan berpacaran mereka. "Sampai saat ini, karena korban masih dalam keadaan belum bisa dibesuk, kami mensangkakan pasal 351 KUHP terhadap si tersangka," imbuh AKP Yahya.(sumber)

Bule Tua Tewas Saat Berenang Di Pantai Lovina

foto-sumber semetonnews.com

Balibangol news, Buleleng, - Wisatawan mancanegara asal Jerman, bernama Hans Heinrich Meyer (77) tewas saat berenang di Pantai Bali Bagus Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng, pada Kamis (19/5/2016) siang. Hans ditemukan tewas di perairan dengan jarak 50 meter dari bibir pantai.

Sebelumnya, Hans berwisata ke Lovina bersama 28 teman-temannya dari Jerman, mereka menginap di salah satu hotel di Lovina. Ketika berenang, Hans yang tidak menggunakan perlengkapan berenang malah terpisah dari teman-temannya. Teman-temannya pun berusaha mencari, dan melaporkan ke Satpam setempat.

Salah seorang kapten boat yang juha saksi mata, Ketut Candra mengatakan, sekitar pukul 13.00 wita dirinya diinformasikan salah seorang satpam Hotel bahwa  ada seorang wisman hilang saat berenang. Ia berusaha mencari menggunakan boat dengan berkeliling perairan sekitar pantai.

Hingga akhirnya 20 menit kemudian, jasad Hans berhasil ditemukan dengan posisi tertelungkup sekitar 50 meter dari bibir pantai. Candra pun mengevakuasi korban dengan menaikkan ke atas boat dan membawanya ke pinggir pantai.

"Saya temukan sudah meninggal, lalu saya angkat ke boat. Mungkin dia lelah lalu kram, orangnya memang sudah tua sekali. Kata temannya, dia berenang biasa dan tidak pakai left jacket, bahkan katanya dia sudah tua sering pikun-pikunan," kata Candra, di lokasi.

Ketika di pinggir pantai, Hans sempat mendapatkan pertolongan pertama dengan pemberian nafas buatan dari rekan-rekannya sesama wisman. Bahkan, petugas medis dari Hotel sempat memberikan pertolongan dengan memberikan oksigen dan alat kejut jantung. Namun nyawanya tidak dapat terselamatkan.

Jasad Hans selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Paramasidhi Singaraja. "Dia sudah meninggal saat dibawa ke sini, jadi kami tidak bisa pastikan karena apa meninggal. Kalau ingin tahu penyebabnya di otopsi dulu, sekarang tinggal menunggu istrinya, mau di otopsi atau tidak," kata Humas RSU Paramasidhi, Luh Suci Ariawati.(sumber)

19 May 2016

Ini Obrolan Ida Pedanda Made gunung Sebelum Lebar,“Kalau Aji (ayah) Meninggal Nanti, Tolong Jangan Buatkan Upacara Yang Besar Tanpa bade.

Ida Pedanda Made Gunung
Balibangol news, BALI, -Umat Hindu berbela sungkawa. Pada Rabu (18/5/2016) pukul 04.45 Wita, Ida Pedanda Gede Made Gunung menghadap Sang Pencipta. Ida Pedanda menghembuskan napas terakhir di ICU Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, pada usia 65 tahun setelah dirawat beberapa hari akibat stroke.
Duka mendalam atas kepergian Ida Pedanda dari Griya Gede Purnawati Kemenuh, Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar ini begitu terasa di kediamannya. Keluarga, kerabat, sisya (murid), pasemetonan sulinggih, pejabat dan masyarakat umum terus berdatangan untuk ikut menyatakan bela sungkawa.
Tangis pun pecah ketika layon (jenazah) Ida Pedanda sampai di griya sekira pukul 09.30 Wita. Tiada yang menyangka, panutan umat sang pencetus dharma wacana bernama walaka Ida Bagus Gede Suamem ini, berpulang begitu cepat.
“Keluarga sudah melakukan paruman dan disepakati kremasi akan dilakukan pada 21 Juli 2016, dengan sederhana,” ujar Ida Bagus Made Purwita Suamem (40), anak kedua almarhum.
Tentang kesederhanaan kremasi itu, Gus Purwita punya cerita. Suatu hari dirinya bercengkerama dengan ayahnya. Mereka berdua duduk membahas ihwal keagamaan. Perbincangan pun mengalir.
Akan tetapi tidak seperti biasanya, Ida Pedanda yang menjadi wiku (pandita) sejak 27 Oktober 1994 itu justru menyisipkan pesan lain kepada Gus Parwita kendati disampaikan sembari tersenyum.
“Kalau aji (ayah) meninggal nanti, tolong jangan buatkan upacara yang besar. Tanpa bade. Layon aji cukup diusung anak-anak menuju perabuan, pebasmian (tempat kremasi). Sesederhana itu,” begitu Gus Purwita menirukan ucapan mendiang sang ayah.
Sulinggih yang lahir pada 31 Desember 1950 itu lalu melanjutkan pesannya. “Tempatnya di halaman depan, di seputaran pohon cempaka,” begitu kata Ida Pedanda kepada Gus Purwita. Pesan inilah yang dijadikan acuan dari paruman keluarga besar Griya Gede Purnawati Kemenuh.
Bagi keluarga, pesan tersebut seperti sebuah wasiat bahkan bhisama dari sangwiku sehingga pantang untuk dilanggar. Ida Bagus Made Purwita Suamem pun berikhtiar menjalankan amanat tersebut.
Bhisama yang pernah disampaikan langsung oleh beliau kepada saya sebagai anak laki-laki penerus ya seperti itu. Walaupun saat itu disampaikan dengan nada bercanda sembari tertawa, tapi ini tidak bisa kami langgar,” kata Ida Bagus Purwita.
Disebutkan Ida Bagus Made Purwita Suamem, ayahandanya mengatakan bahwa kesederhanaan tidak harus jadi penghalang dalam beryadnya.
Yang terpenting, tidak kehilangan makna. “Kesederhaan beliau mengacu pada raos (ucapan) almarhum Ida Pedanda Made Sidemen. Cukup dengan upacara yang sederhana toh juga beliau akan mendapatkan tempat terbaik. Dan aji saya meniru kesederhanaan Ida Pedanda Made Sidemen,” kata Ida Bagus Purwita.
Dalam keseharian, Ida Pedanda Gede Made Gunung yang menjadi wiku sejak 27 Oktober 1994 itu memang dikenal sebagai sulinggih yang sederhana. Banyak pola pikir dan laku diri yang dapat diteladani.
Wiku yang mantap menapak jalan dharma wacana ini selalu menyempatkan diri menyelipkan pesan kesederhanaan itu.

(sumber-daerahbali.com)

Ayla Ringsek Terjepit Dua Truk Di By Pas Akibat Tabrakan Beruntun


Balibangol news, DENPASAR, -  MOBIL Daihatsu Ayla DK 1943 SH ringsek setelah terlibat lakalantas di Jalan By Pass Ngurah Rai tepatnya arah utara Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar Selatan, Rabu (18/5).

Truk pengangkut pasir paling belakang tetap melaju walau dua kendaraan di depannya berhenti saat lampu lalulintas berwarna merah.

Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan sekaligus terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai tepatnya arah utara Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar Selatan, Rabu (18/5) sekitar pukul 16.45 Wita. Sebuah truk pengangkut pasir melaju liar dan menyeruduk mobil Daihatsu Ayla di depannya dan juga satu truk pengangkut batu. Mobil yang berada di tengah mengalami rusak parah akibat dihantam dan terjepit di antara dua truk bermuatan berat itu. Beruntung, meski mobil ringsek parah, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Kejadian naas yang terjadi pada, Rabu sore itu bermula dari tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan itu jalan beriringan dari arah Padanggalak menuju ke Sanur. Mobil yang berada paling depan adalah mobil truk pengangkut batu dengan nomor polisi DK 9302 GY, kemudian disusul Daihatsu Ayla bernopol DK 1943 SH dan yang paling belakang truk pengangkut pasir bernopol DK 9466 GL. Sesaat sebelum terlibat kecelakaan, dua mobil paling depan melaju dengan kecepatan sedang. Sementara, mobil truk pengangkut pasir di belakangnya melaju dengan kecepatan tinggi.

Truk paling depan yang dikemudikan Made Guna warga asal Selemadeg, Tabanan. Sementara, mobil Ayla dikemudikan oleh I Wayan Dangin,43, bersama sang istrinya Ni Nyoman Sendani,43, asal Bebandem, Karangasem. Sementara, mobil truk pengangkut pasir yang menyeruduk dikemudikan Hendrikus Biku,25, warga yang tinggal di Jalan Pulau Bungin, Denpasar.

Awalnnya dua mobil beriringan yang berada paling depan langsung menurunkan kecepatannya saat melihat traffic light perempatan Hotel Sanur Paradise-KFC dalam keadaan merah. Namun, mobil truk pengangkut pasir yang berada paling belakang yang dikemudikan oleh pria asal NTT itu tetap memacu kendaraannya. Akibatnya, pengemudi tidak bisa mengendalikan laju kendaraan dan menyeruduk dari arah belakang mobil Ayla di depannya.

Akibat kuatnya hantaman, mobil tersebut terdorong sejauh 5 meter dan menyeruduk pantat truk bermuatan batu di depannya. Mobil Ayla itu terhimpit di tengah-tengah. Selain itu, bagian belakang dan depan mobil naas itu ringsek tak karuan. Meski demikian, pengemudi yang juga pasangan suami istri tidak mengalami luka yang sangat serius. "Keduanya langsung dikeluarkan oleh warga dari dalam mobil yang ringsek itu. Kondisinya mereka terjepit. Tapi, tidak mengalami luka yang serius. Pengemudi dan penumpang tampak shock berat. Sehingga langsung dievakuasi ke RS Sanglah," kata petugas kepolisian di lapangan.

Sementara, pengemudi truk bermuatan pasir beserta kernetnya juga tidak mengalami cedera yang serius. Begitupun dengan pengemudi truk pengangkut batu yang berada di depannya. "Mereka sudah kita amankan. Sopir truk kedua-duanya sudah dibawa ke Mapolresta Denpasar untuk dimintai keterangan," katanya lagi. Dikonfirmasi terpisah, Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Nyoman Nuryana menerangkan pengemudi truk yang terlibat kecelakaan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan oleh anggotanya. (sumber)

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...