3 April 2016

Bali United Gagal Raih Peringkat Ke Tiga Di Piala Bhayangkara Cup 2016

Sumber foto-net

Balibangol news,– Hasil skor Bali United Vs Sriwijaya FC. Dari hasil pertandingan perebutan juara ketiga Piala Bhayangkara Cup 2016 yang berlangsung sore ini. Saat Bali United harus bertanding melawan Sriwijaya FC di stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu 3 April 2016. Dan untuk hasil dari pertandingan ini , Bali United kalah 0-2 dari Sriwijaya FC di akhir laga.

Jalannya pertandingan di babak pertama. Pertandingan sempat berjalan alaot dan di warnai dengan peluang Bali United di menit ke 13 setelah sepakan Ganjar Mukti yang hanya membentur tiang gawang Sriwijaya FC. Sedangkan di menit ke 29 giliran  eksekusi tendangan bebas Hu Hyun Khoo di kubu sriwiijaya FC yang menerpa mistar gawang Bali United.

Dan akhirnya di menit ke 38 , Sriwijaya FC mampu unggul dulu lewat tandukan Hilton Morera yang mampu menyambut umpan matang Bayou Gatra. Dan skor 0-1 ini mampu bertahan hingga babak pertama usai.

Sedangkan di babak kedua. Setelah banyak membuang kesempatan yang di dapat lewat Beto dan Hilton. Akhirnya Sriwijaya FC mampu menggandakan keunggulan di menit ke 73 lewat gol Beto Golcalves untuk merubah skor menjadi 0-2 yang akhirnya bertahan hingga laga usai untuk kemenangan Sriwijaya FC.(sumber)

2 April 2016

Membuat Pestisida Nabati untuk Mengendalikan Lalat Buah Dengan Jeruk Nipis

cabe terkena suntikan lalat buah

Balibangol news, – Apa itu lalat buah ? Lalat buah merupakan serangga kecil bersayap, berwarna kuning dengan garis-garis hitam menyerupai tawon. Serangga ini adalah hama tanaman buah yang menjadi musuh paling dibenci oleh pehobi tanaman buah maupun petani. Lalat buah memang tidak menyukai buah-buahan karena mereka memang tidak memakan buah. Tetapi ia suka mendekati dan hinggap pada buah-buahan. Akibatnya buah-buahan yang dikunjunginya akan menguning, berlubang, membusuk dan akhirnya rontok. Kok bisa, kan lalat buah tidak memakannya ? Ya,,,tapi lalat buah hanya menitipkan sesuatu pada buah yang disinggahinya. Titipan tersebut adalah telur-telur mereka yang disuntikkan kedalam buah untuk disimpan kemudian menetas menjadi larva. Larva – larva lalat buah inilah yang menjadi penyebab membusuknya buah-buahan.

Bahan-bahan pestisida nabati untuk lalat buah


Bagaimana cara mengendalikannya ? Banyak cara untuk mengendalikan lalat buah, misalnya dengan penyemprotan insektisida kimia, membuat perangkap atau menggunakan pestisida nabati. Bagi anda para pehobi tanaman, baik tanaman sayuran buah maupun tabulampot coba praktekkan cara berikut ini. Lalat buah bisa dikendalikan dengan pestisida nabati yang berbahan dasar jeruk nipis. Jeruk nipis ternyata bisa digunakan sebagai penghalau lalat buah. Aroma khas jeruk nipis tidak disukai oleh lalat buah, mereka enggan mendekati tanaman yang telah disemprot dengan pestisida nabati jeruk nipis.
Berikut langkah-langkah membuat pestisida nabati untuk mengendalikan lalat buah ;

Alat dan Bahan

1. Jeruk nipis 5 buah
2. Daun jeruk nipis 20 lembar
3. EM4 25 – 50 ml
4. Gula pasir 3 sendok makan
5. Air bersih 4 liter
6. Jerigen ukuran 5 liter atau wadah berpenutup lainnya

Cara Membuat

1. Jeruk nipis yang telah dikupas dan daunnya diblender hingga halus
2. Larutkan gula pasir dengan air
3. Campur semua bahan dan diaduk hingga tercampur rata
4. Masukkan kedalam jerigen dan tutup rapat
5. Simpan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari. Biarkan selama kurang lebih  7 – 10 hari.
Cara Menggunakan Pestisida Nabati Jeruk Nipis

Setelah difermentasikan selama 7 atau 10 hari, pestisida nabati jeruk nipis sudah jadi dan siap untuk digunakan. Gunakan 30 – 50 ml pestisida nabati jeruk nipis untuk 1 liter air dan semprotkan ketanaman. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat hama lalat buah aktif, yaitu pada pagi atau sore hari. Ulangi penyemprotan setiap 2 hari sekali. Demikian cara mengendalikan lalat buah dengan jeruk nipis, semoga bermanfaat…..

sumber-mitalom.com

Cara Sederhana Menanggulangi Lalat Buah Pada Cabe Merah

pohon cabe

Balibangol news, Memang Lalat Buah adalah salah satu hama yang paling menjengkelkan bagi petani, ketika tanaman cabe mulai berbuah kita harus mesti waspada terhadap kedatangan lalat ini karena sekali diserang petani bisa gagal panen.

Namanya juga lalat ketika kita menyemprotnya dengan Pestisida mereka akan terbang dan sudah dipastikan tidak bakalan mati begitupun saat menggunakan alat perangkap seperti petro genol yang masuk perangkap cuman lalat jantan sedangkan yang betina makin banyak datang untuk menyuntikan sel telurnya ke dalam buah cabe yang menyebabkan cabe akan menjadi busuk penuh ulat didalamnya.

Nah ini ada cara sederhana untuk menanggulangi atau mengurangi populasinya:

Bersihkanlah tanaman cabe anda biar tidak lembab pangkaslah daun bawahnya seperti gambar dibawah.
pohon cabe saat akan di pangkas daunnya
BACA JUGA CARA MENGATASI KERITING DAUN ATAU PURET PADA CABE
BACA JUGA MENGENAL SAHABAT PETANI DI KEBUN
Memangkas daun bawah hendaknya dilakukan ketika buah sudah sebesar jari telunjuk karena kalau buah masih kecil kita sudah pangkas di khawatirkan akan mengganggu proses pembesaran buah karena daun ini membawa nutrisi pada buah.
Jika sudah di pangkas tanaman kita akan inang dan tidak lembab semua buah akan terkena sinar matahari karena lalat tidak akan bertelor ditempat yang panas mereka hanya akan bertelur di tempat yang lembab karena telur yang disuntikan ke dalam buah cabe akan lebih cepat menjadi ulat.
Lalat ini juga senang dengan warna kuning dan kalau ada buah cabe yang berwarna ke kuningan akibat penyakit puret segeralah disingkirkan.
Semoga bermanfaat untuk para petani Indonesia.(wi/bb)


Dewan Soroti Jutaan Kendaraan Plat Non DK di Bali

Dewan Soroti Jutaan Kendaraan Plat Non DK di Bali

Balibangol news, DENPASAR,- Banyaknya kendaraan plat luar Bali yang bersliweran di jalanan yang tidak terjaring pajak daerah mendapat sorotan wakil rakyat.

Pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama berlangsung memanas, di gedung dewan setempat, Denpasar Jumat 1 April 2016.

Rapat membahas usulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), tentang Perubahan Kedua Perda Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah.

Ranperda yang diusulkan Komisi II, menuai silang pendapat bahkan saling sindir hingga muncul sinyalemen ada upaya penjegalan usulan perubahan Perda itu.

Ketua Komisi II I Ketut Suwandhi menyodok, awal munculnya inisiatif perubahan perda itu.

Kata Suwandhi, spiritnya sama dengan Perda Provinsi Bali nomor 1 tahun 2011 tentang pajak daerah, yakni membatasi kendaraan masuk Bali.

Namun Perda itu, perlu ada perubahan karena belakangan tidak bisa lagi diterapkan di Bali.

“Awalnya bagus, akhirnya justru tidak bisa membendung. Karena banyak masyarakat yang tinggal di Bali beli mobil di luar Bali,” jelasnya.

Dari hasil penelitian dan survei Dinas Infokom dan Perhubungan Provinsi Bali, kendaraan bermotor di Bali itu sebanyak 5,1 juta unit.

Sedangkan, yang terdeketksi bernomor polisi Bali sebanyak 3 juta unit. Jadi banyak kendaraan dari luar Bali.Otomatis pajak ke daerah mengalir ke tempat membeli kendaraan.

”Nilanya bisa miliaran rupiah, tergantung klasifikasinya, sedangkan kendaraan ada di Bali, tetapi bayar pajaknya di laur Bali,” jelas politikus Partai Golkar itu.

Akibatnya, pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak kendaraan bermotor tidak mencapai target, padahal kendaraan semakin membeludak.

Persoalannya ada pada Perda Provinsi Bali nomor 1 tahun 2011 tentang pajak daerah yang menggunakan pajak progresif yang berdasarkan kartu keluarga (KK) sebagai persyaratan.

Sedangkan, di luar Bali menggunakan KTP. Komisi II juga mengusulkan peningkatan pajak progresif untuk setiap pembelian kendaraan.

Anggota Komisi III yang juga ketua Fraksi PDIP Bali Kadek Diana ngotot mempersoalkan Ranperda itu.

Ia menilai kajian komisi II belum matang. Ia mempertanyakan, sitem KTP sebagai persyaratan pembelian kendaraan, apakah dapat membendung masyarakat Bali membeli kendaraan di luar Bali yang selama ini menggunakan KK.

"Sistem apa di perda yang akan direvisi ini sehingga dengan sistem KTP itu tidak ada yang beli kendaraan di luar Bali? Tidak ada sitemnya," tukas Diana.

Spirit yang akan dibangun lewat perubahan apakah pembatasan kendaraan atau peningkatan PAD. Kenyataannya, antar sesama Komisi II yang mengusulkan tidak sama.

"Ada yang bilang pembatasan, ada yang bilang peningkatan PAD. Jadi spirit yang dibangun itu apa, jadi harus jelas,” tegasnya.

Ketua komisi IV I Nyoman Parta mempersoalkan Ranperda itu.

"Berapa jumlah orang Bali yang membeli kendaraan di luar Bali. Harus ada datanya," tegas Parta.

Karena itu, politisi PDIP itu meminta agar Ranperda itu dibahas lagi oleh Komisi II sebelum dibawa ke rapat paripurna.

"Silahkan dibahas lagi. Sebulan lagi, awal Mei, kita bahas lagi," katanya. 

sumber-kabarnusa.com

1 April 2016

Unik, Tradisi Nyepi Adat Di Desa Pakraman Palaktiying Bangli


Balibangol news,  BANGLI,  - Beragam keunikan tradisi dan adat dapat kita jumpai di Pulau Dewata. Salah satunya berada di Daerah berhawa sejuk Bangli, tepatnya di Dusun Pakraman Palaktiying,  desa Landih, Kecamatan Bangli, terdapat keunikan yang dikenal dengan sebutan Nyepi Adat. Berbeda daerah lainnya di Bali, Desa Pakraman Palaktiying justru melaksanakan Hari Raya Penyepian dua kali dalam satu tahun. Selain melaksanaan perayaan Nyepi secara nasional, desa Pakraman ini juga melaksanakan Nyepi Adat. Bahkan Nyepi Adat ini, terbilang lebih ketata dari pelaksanaan Nyepi pada umumnya. Tak tanggung-tanggung, bagi yang melanggar dikenakan sanksi adat dengan membayar denda.

Bendesa Adat Pakraman Palaktiying Wayan Budi Karda  mengatakan Nyepi adat dilaksanakan berkaitan dengan Upacara Ngusaba Tegen-Tegenan di Pura Dalem Pingit. Kali ini, pelaksanaan Nyepi Adat bahkan berlangsung selama dua hari, dimulai dari hari Kamis (31/03/2016) dan Jumat (01/04/2016). Untuk menjaga kekhusukan pelaksanaan Nyepi Adat ditempat ini, sejumlah pecalang atau pengaman desa adat disiagakan. Semenatara dipintu masuk masing-masing rumah warga dipasang sawen atau tanda  dilarang masuk.Seluruh aktivitas pemerintahan maupun swasta dan warung yang ada diwilayah setempat juga ditutup. Meski demikian, sesuai namanya Nyepi adat ini hanya berlaku khusus untuk wilayah dan warga di Dusun Palaktiying saja. “Aktivitas warga saat Nyepi Adat hanya ada didalam rumah melakukan persembahyangan dan kegiatan yang positif saja"ungkapnya.

Dijelaskan, saat Nyepi Adat warga juga melaksanakan Catur Brata Penyepian yaitu Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelanguan (tidak melaksanakan hiburan), Amati Lelungan (tidak bepergian). Sama halnya saat Nyepi pada umumnya, warga pantang keluar rumah dan menerima tamu.. Dijelaskan, Nyepi Adat ini dilaksanakan setiap satu  tahun sekali. Tapi harinya tidak pasti. Hal itu karena menyesuaikan dengan eedan karya atau odalan yang ada di Pura Dalem Pingit. Biasanya, kenanya bisa sasih kesanga atau bisa juga sasih kedasa. “Tradisi Nyepi Adat ini sudah diwariskan secara turun temurun,” tegasnya.

Disampaikan, perayaan Nyepi Adat di Desa Pakraman Palaktiying dikatagorikan menjadi dua tingkatan. Nyepi Ageng  dan Nyepi Alit, sesuai tingkat upacara ngusaba yang dilaksanakan. Biasanya kalau pada Ngusaba  Tegen-tegenan  menggunakan pecaruan dengan sarana  sapi, maka brata penyepian biasanya dilaksanakan selama dua  hari. Bila Ngusaba tegenan melantaran ayam, maka brata penyepian  dilaksanakan hanya satu hari. “Untuk kali ini, pelaksanaan Nyepi Adat selama dua hari, karena pecaruannya menggunakan sarana sapi,” ungkapnya.

Ditegaskan Budi Karda, saat pelaksanaan Brata Penyepian,  seluruh  warga Desa Pakraman Palaktiying tidak boleh menerima tamu dari luar desa maupun luar dusun. Jika hal tersebut dilanggar, maka warga yang kedatangan tamu akan dikenai sanksi berupa denda. “Walaupun dendanya  tidak seberapa, tetapi yang ditakutkan warga adalah rasa malu melanggar,” jelasnya. Menurut sejumlah warga setempat, sanksi adat yang dikenakan bila melanggar Nyepi Adat, kalau dulu dendanya berupa uang kepeng dan sempat dirupiahkan menjadi Rp 2.000 per KK, sekarang dendanya berupa beras satu kilogram.  “Tujuannya agar  pelaksanaan Nyepi Adat tidak diremehkan  dan  pelaksanaan Nyepi Adat di Dusun Palakyiying  benar-benar  dimaknai sebagai  ajang instropeksi diri warga untuk kedepan menjadi lebih baik" ungkap I Nengah Sukerta Widana salah satu pecalang adat setempat.

Sementara itu, sehari sebelum pelaksanaan Nyepi Adat warga dusun Palaktiying melaksanakan ritual Ngusabha Tegen. Sesuai namanya, Ngusabha Tegen di Palaktiing menggunakan sarana sesajen berupa banten tegen-teganan. Dimana, keunikan banten tegenan ini terdiri dari dua bagian. Satu bagian dibuat dari sarana buah-buahan dan jajan. Dibagian lain terbuat dari ketupat. Sarana ini dibentuk sedemikian rupa dan dibawa dengan cara dipikul (tegen-red) dengan menggunakan kayu dapdap oleh kaum pria.

Sementara kaum perempuan membawa banten suunan yang juga dibuat dari hasil bumi. Semua sarana tersebut kemudian dihaturkan ke Pura Dalem Pingit dusun Palaktiying. Dikatakan juga banten tegenan ini, wajib dihaturkan satu kepala keluarga satu tegenan. “Selain kepala keluarga yang sudah nyada (lepas dari kewajiban banjar-red) juga tetap wajib menghaturkan tegenan. Jadi ada sekitar tiga ratus lebih tegenan yang dihaturkan warga kami,” ungkap Budi Karda. Tujuan Ngusabha Tegen, yakni sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang berlimpah. “Semua ini, dihaturkan kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa supaya dianugerahkan kemakmuran keselamatan alam semesta beserta isinya,” pungkasnya. Belum diketahui pasti sejak kapan Upacara Tegen-tegenan dan Nyepi adat itu dilaksanakan. Yang pasti, upacara Tegen-Tegenan dan Nyepi Adat sudah dilakukan dari nenek moyang mereka dan diyakini harus dilaksanakan untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan.

sumber-suaradewata. com

Jalan Rusak Parah, Warga Langkan Gotong Royong Tambal Jalan Pakai Beton Suadaya

warga gotong-royong
Balibangol news,  BANGLI, - Meski sudah ada rencana perbaikan jalan yang menghubungkan antara Desa Pengotan menuju Langkan,  Tabih dan Suter beberapa bulan kedepan masyarakat langkan tetap menambalnya sementara dengan Beton seadanya kegiatan ini dilaksanakan kamis (31/3).

Pasalnya jalan yang menghubungkan tiga desa tersebut sudah sangat rusak ditambah lagi kalau habis turun hujan genangan air dimana-mana bak kolam pancing ikan,  mobil dan sepeda motorpun susah untu lewat bahkan diberapa titik terlihat lobangan yang hampir berkedalaman satu meter sudah sangat susah sekali melewatinya.
para siswa lewati jalan rusak

'Kami kasihan kepada anak-anak yang  berangkat sekolah karena harus melewati medan berat akibat kerusakan ini makanya sementara diusahakan tambal pakai beton untuk mengurangi lobangan yang sebetulnya sangat berbahaya buat pengendara, ucap Wayan Sudarsa Bendesa Pekraman Langkan.

Sementara itu menurut salah satu tokoh masyarakat yang juga adalah anggota DPRD Bangli dari Partai Golkar I Nengah Darsana, SH mengungkapkan Memang sudah akan segera mendapat penyervisan kira-kira bulan mei itu telah di anggarkan sejak beberapa bulan lalu dan tinggal menunggu pengerjaan di lokasi,  penyervisan yang akan dikerjakan kira-kira sejauh 2Km dari Br Tiingdesa menuju Langkan,  jelasnya beberapa waktu Lalu. (wi/bb)

Ini Harga Tiket Perebutan Pringkat 3 Bhayangkara Cup Antara Bali United vs Sriwijaya Fc Di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta

Semeton Dewata

Balibangol news,  Jakarta, - Setelah Sama-sama mengalami kekalahan di Laga semi final Bhayangkara Cup Kemarin Bali United akan bertemu Sriwijaya Fc dalam perebutan peringkat ke tiga di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta pada Minggu (3/4) pukul 14:00 WIB.

Setelah pertemuan perwakilan Semeton Dewata dengan pihak penyelenggara & Polda Metro Jaya, Semeton Dewata dijatahkan 2000 tiket di GBK,  dan Semeton Dewata akan ditempatkan di Tribun Utara GBK.

Dikutip dari https://mobile.facebook.com/baliunitedfans/?_rdr Ini adalah beberapa harga tiket Bhayangkara Cup di GBK:

VIP: Rp 200rb
Kelas 1: Rp 150rb
Timur: Rp 100rb
Utara & selatan: Rp 75rb
Atas: Rp 50rb

Untuk pemesanan tiket Tribun Utara GBK yg akan ditempati Semeton Dewata seharga Rp 75rb silahkan hubungi CP: 081225237015

Silahkan berkoordinasi dengan korlap Semeton dan Pengurus Pusat Semeton Dewata. (wi/bb))

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...