12 July 2015

Dadong Rerod Minta Maaf


Denpasar – Dadong Rerod mengaku tidak ada maksud mengusir media yang meliput pementasannya saat Pesta Kesenian Bali. Ia hanya ingin kalau ada yang akan merekam pementasannya agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan dirinya selaku seniman sekaligus pimpinan sanggar. Dia beralasan untuk menghindari lawakan yang direkam dan sering disiarkan, maka lawakannya akan menjadi tengal.

“Saya tidak mengusir, sedikit pun tidak ada maksud tiyang mengusir. Memang waktu itu saya tugaskan salah satu petugas tiyang untuk menertibkan kalau ada yang mengambil gambar atau merekam dalam bentuk video. Karena kalau lawakan itu semakin sering muncul atau disiarkan akan semakin tengal. Tapi kalau untuk liputan atau untuk dokumen nggak apa-apa,” ungkap Dadong Rerod ditemui usai mengisi acara penyerahan penghargaan bagi seniman tua di Gedung Ksirarnawa, Rabu (1/7/2015).

“Coba saja waktu itu teman dari media koordinasi dengan saya, pasti tidak akan terjadi seperti itu. Saya waktu itu ada di belakang. Pregina itu, di lais keweh. Dan saya tidak pernah merasa diri ngetop. Lebih baik konfirmasi dulu. Pang rage sing mejugjag ajak nyame Bali. Tapi kalau untuk liputan atau dokumen nggak apa-apa. Konfirmasi saja dulu, kita bicarakan. Pregina nak pragat aji raos,” ia menjelaskan sambil tertawa lepas.

“Saya tetep meminta maaf kalau itu dianggap mengusir atau hal itu menjadi ketersinggungan teman-teman media dari suluhbali. Biar tidak jadi panjang masalahnya. Tiyang demen ngalih nyama, biar kita damai dan baik seperti tema PKB, Jagadhita. Bagaimanapun media punya peran sangat penting untuk mempublikasikan seni dan diri saya selaku seniman,” ungkap seniman yang punya nama asli I Wayan Juana Adisaputra, S.Sn.ini.

Sebagaimana diketahui saat wartawan suluhbali.co hendak merekam penampilan Dramatari Inovatif Dadong Rerod bersama Sanggar Salju, Senin malam (29/6/2015) yang lalu di panggung terbuka Arda Candra, tiba-tiba didatangi oleh seseorang yang ngaku disuruh oleh Dadong Rerod dan melarang untuk merekam. Padahal wartawan suluhbali.co sudah mengatakan itu untuk kepentingan liputan, bukan untuk komersial.


http://suluhbali.co/dadong-rerod-minta-maaf/

No comments:

Post a Comment

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...