8 May 2015

JAM TANGAN KELUARAN APPLE BERMASALAH DENGAN PEMAKAI BERTATO


Inilah Penyebab Apple Watch Bermasalah dengan Pengguna Bertato
Foto red.dit


Dikutip dari CHIP.co.id – Apple telah meluncurkan Apple Watch pada tanggal  23 April lalu. Tanda-tanda kesuksesan jam pertama Apple tersebut mulai terlihat dari sambutan positif saat masa pre-order-nya belum lama ini.

Namun, kesempurnaan yang selalu diharapkan dari setiap produk Apple membuat sedikit apa pun bug, glitch, atau hal-hal mengganggu lain yang ditemui para penggunanya biasanya langsung dengan cepat menyebar ke berbagai social media.

Salah satu topik hangat yang dibincangkan pengguna adalah masalah sensor detak jantung di bagian belakang Apple Watch. Seperti halnya banyak produk smartwatch di pasaran, Apple pun merancang jam mereka agar bisa memantau aktivitas atau kondisi fisik penggunanya. Salah satunya adalah dengan menyematkan sensor detak jantung.

Beberapa pengguna ada yang melaporkan keluhannya di berbagai social media atau forum (Reddit, Twitter, dan lain-lain) seputar masalah sensor Apple Watch tersebut, terutama jika kulit pergelangan tangan penggunanya sarat akan tato (gambar pada kulit).

Masalah kurang akuratnya sensor detak jantung dalam Apple Watch (disebut juga sebagai tatto-gate atau tattogate) pada mulanya dianggap seorang pengguna sebagai cacat produksi biasa. Namun, efek tato baru diketahui setelah pengguna memasangnya pada pergelangan tanpa tato yang ternyata menunjukkan hasil deteksi detak jantung normal.

Anomali sensor ini juga dikonfirmasi oleh website iMore (www.imore.com) yang mengujinya pada beberapa motif tato. Hasilnya, beberapa motif dan warna tato dapat mempengaruhi keakuratan deteksi sensor detak jantung Apple Watch.

Menurut kesimpulan mereka, warna gelap dan pekat adalah ‘musuh’ utama sensor detak jantung Apple Watch. Berdasarkan pengujian iMore, warna hitam dan merah pekat bisa membuat kesalahan deteksi detak jantung hingga mencapai 196 bpm (beat per minute). Seperti diketahui, detak jantung manusia (tidak sedang beraktivitas/olahraga) umumnya berada pada kisaran 55-100 bpm.

Pengujian pada kulit dengan tato berwarna terang, seperti warna ungu, kuning, dan oranye sedikit memberi pengaruh penyimpangan nilai di angka 80 bpm (pada kulit tanpa tato diperoleh angka 69 bpm).

Sensor detak jantung ditempatkan di sisi bawah Apple Watch. Tujuannya agar hasil deteksi detak jantung dan aktivitas penggunanya menjadi lebih akurat. Menurut rujukan teardown (bongkar produk) iFixit, sensor yang digunakan Apple sebenarnya bukan sekadar sensor detak jantung biasa yang digunakan smartband umumnya.

Sensor yang digunakan Apple tergolong sebagai sensor "pulse oximeter" yang bisa mengukur tingkatan oksigen darah (blood-oxygen level). Apple dianggap tidak mengklaim sensornya punya kemampuan mengukur tingkat oksigen darah karena tidak ingin bermasalah
dengan regulasi dari badan FDA (Food and Drug Administration) yang ada di AS.



Meskipun empat sensor yang ada di sisi bawah Apple Watch ini diklaim bisa memberikan hasil deteksi denyut jantung yang lebih akurat, faktor tato di kulit tampaknya lolos dari pengamatan Apple saat pengujian internal produk.


Berkaitan dengan tidak konsistennya sensor detak jantung jika bersentuhan dengan kulit bertato, Apple pun akhirnya ‘buka suara'. Menurut penjelasannya, Apple Watch menggunakan kombinasi cahaya LED hijau dan infrared, serta sensor fotodiode untuk mendeteksi aliran darah di pergelangan tangan pada waktu tertentu. Cahaya inilah yang dapat diserap atau dipantulkan oleh darah (tergantung kondisi aliran darah).

Saat jantung berdenyut, darah pun mengalir ke seluruh bagian tubuh, termasuk ke pergelangan tangan yang berarti ada lebih banyak (debit) darah. Pada saat tertentu, aliran darah pun menurun saat jeda dari denyut satu ke denyut berikutnya.

Dari mekanisme tersebut, hasil denyut jantung pengguna Apple Watch pun akhirnya bisa diperoleh setelah proses kalkukasi khusus dilakukan. Adanya tato, khususnya yang berwarna hitam dan meraah pekat, inilah yang kemudian dianggap mengganggu proses absorpsi (penyerapan) dan refleksi (pantulan) cahaya ke darah melalui kulit.

Apabila tato merah memberikan efek menyerap cahaya hjau dan memantulkan cahaya merah yang berlebih pada kulit, tato hitam justru memberikan efek menyerap berlebih pada kedua cahaya tersebut (merah dan hitam).

Yang pasti, perbedaan karakteristik (absorpsi dan refleksi) dari kedua warna tato ini akan berdampak sama, yaitu menggangu keakuratan deteksi detak jantung Apple Watch.

Solusi berupa bug-fix atau sejenisnya sejauh ini belum diberikan Apple. Yang jelas, Apple tidak akan mungkin merekomendasikan pengguna untuk memasang Apple Watch di pergelangan kaki.

Apabila pengguna (dengan tato pada kedua pergelangan tangan) tetap ingin mendeteksi detak jantung secara akurat, Apple hanya menyarankan untuk menggunakan monitor detak jantung tambahan (misalnya monitor yang bisa ditempel di dada) yang kompatibel dengan Apple Watch.




Sumber berita

1 comment:

  1. Kenapa fungsi 3D touch hilang setelah penggantian lcd Apple Watch 3
    http://zapplerepair.com/kenapa-fungsi-3D-touch-hilang-setelah-penggantian-lcd-Apple-Watch-3.html

    ReplyDelete

Mecingklak, Permainan Anak SD Tahun 90an Yang Habis Dimakan Jaman

Foto mecingklak Balibangolnews,- Mecingklak merupakan sebuah permainan menggunakan batu krikil yang dilakukan oleh satu orang atau le...